Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
MALANG, KOMPAS.TV - Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, Jawa Timur, memasuki hari keenam (26/10/2026). Petugas gabungan masih berupaya memadamkan api di sejumlah titik.

Selain pemadaman dari darat, helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur turut dikerahkan sejak Minggu untuk membantu mengatasi kebakaran.

Dugaan sementara, kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran lahan oleh warga di sekitar TPA. Cuaca panas dan angin kencang diduga membuat percikan api menyambar tumpukan sampah hingga memicu kebakaran.

Hingga kini, luas area TPA Supit Urang yang terbakar dilaporkan mencapai sembilan hektare. Penyebab kebakaran masih perlu dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut.

#malang #tpasupiturang #bpbd

Baca Juga Pemprov Jatim Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Padamkan Kebakaran TPA Supit Urang di https://www.kompas.tv/regional/697952/pemprov-jatim-kerahkan-helikopter-water-bombing-untuk-padamkan-kebakaran-tpa-supit-urang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/698037/kebakaran-tpa-supit-urang-malang-petugas-terus-berupaya-memadamkan-api-kompas-siang
Transkrip
00:00Bemprov Jawa Timur mengerahkan satu unit helikopter waterbombing untuk memadamkan kebakaran di TPA Supit Urang, Kota Malang.
00:08Gubernur Jawa Timur Kofifa Indar Parawansa meninjau langsung proses pemadaman di TPA Supit Urang.
00:15Kofifa bilang proses pemadaman sulit dilakukan karena armada helikopter waterbombing yang sangat terbatas dari sumber api yang berada di bawah
00:23tanah.
00:24Bakaran TPA Supit Urang telah terjadi sejak Rabu 21 Oktober dan diperkirakan lahan yang terbakar mencapai 8 hektare.
00:37Asap-asap yang ada ini di dalamnya itu potensi adanya sekam atau bara.
00:44Nah kalau ini tidak ada hujan yang signifikan membasai atas mungkin disiram di bawah ini sebetulnya masih ada bara.
00:54Kita lihat hari ini ada waterbombing. Waterbombing ini tidak mudah hari ini untuk bisa mendapatkannya karena sekian banyak daerah di
01:03Indonesia juga membutuhkan hal yang sama.
01:06Di hari ke-6 peristiwa terbakar dari TPA Supit Urang sejumlah petugas gabungan terus berupaya memadamkan api di sejumlah titik
01:14TPA.
01:15Selain pemadaman secara langsung sebuah helikopter waterbombing BPB di Jawa Timur juga terserta memadamkan api sejak minggu kemarin.
01:23Dugaan sementara kebakaran TPA Supit Urang berasal dari aktivitas warga yang membakar lahan yang lokasinya tidak jauh dari TPA.
01:32Akibat cuaca panas dan air kejang percipaan api diduga menyambar gunungan sampah di TPA Supit Urang.
01:42Terima kasih telah menonton!
01:51Terima kasih telah menonton!
01:57Terima kasih telah menonton!
02:06Terima kasih telah menonton!
02:13Terima kasih telah menonton!
02:21Terima kasih telah menonton!
02:27Terima kasih telah menonton!
02:29dengan Junos Kompas TV, Nadifa Rahman dan Juru Kamera Deddy Prasetyo di Malang, Jawa Timur.
02:35Nadifa, untuk saat ini bagaimana kondisi kebakaran TPA Supit Urang
02:39dan juga bagaimana upaya pemadaman informasinya juga menggunakan water bombing menggunakan helikopter?
02:47Ya, selamat siang Juno dan saudara kondisi terkini di hari ke-6 dari kebakaran TPA Supit Urang ini
02:54terlihat masih terlihat di sini asap sebal, masih terlihat di tumpukan sampah di TPA Supit Urang
03:02walaupun tidak terlihat titik-titik api di permukaan gunungan sampah tersebut
03:07namun ada potensi bara-bara api yang ada di dalam tumpukan sampah
03:12sehingga di sini materialnya juga cukup mudah terbakar di gunungan sampah ini
03:18sehingga mudah sekali api merembet ke tumpukan sampah lainnya
03:23sehingga di sini juga terlihat kabut asap tebal ini masih terlihat sangat tebal di TPA Supit Urang
03:32seperti itu untuk kondisi cuaca di sini juga cukup panas di siang hari ini
03:37walaupun tadi pagi sempat gerimis karena di dua hari ini kota Malang juga sempat hujan
03:43dengan intensitas rendah namun harapnya di TPA Supit Urang ini juga turun hujan
03:49agar memudahkan untuk memadamkan api keparan TPA Supit Urang tersebut
03:53nah untuk saat ini di hari ke-6 ini aktivitas petugas dari pemadam keparan dan tim gabungan
03:58juga terus bergerak untuk memadamkan api
04:00di siang hari ini karena cuaca cukup panas
04:03di sini juga ada waterbombing lagi setelah kemarin
04:06ada waterbombing dari BTP Duda Tim
04:08di siang hari ini juga terlihat helipopter sedang melewati tumpukan sampah tersebut
04:15untuk melakukan waterbombing untuk memadamkan api di tumpukan sampah di TPA Supit Urang ini
04:20dan hari ini juga dilakukan waterbombing tersebut
04:24nah memang di sini kendalanya api ataupun bara api yang di permukaan ini kan sudah tidak terlihat
04:31namun di dalam tumpukan sampah masih terlihat bara-bara api yang masih ada di dalam
04:35sehingga memunculkan asap-asap yang terlihat tebal yang ada di TPA Supit Urang ini
04:42seperti itu
04:42nah di sini juga petugas gabungan sudah mulai fokus untuk melakukan injeksi
04:49dengan menggali tumpukan sampah tersebut
04:51dan memasukkan selang dan untuk memadamkan dari dalam tumpukan sampah tersebut
04:58namun di sini kendalanya pun juga petugas harus terus berhati-hati
05:02karena tumpukan sampah yang terbakar tersebut juga berpotensi untuk ambles dan longsor
05:07sehingga kendala tersebut juga perlu diperhatikan oleh petugas yang bertugas saat ini di TPA Supit Urang
05:15begitu Juno
05:15ya Nadifa untuk saat ini apa sebenarnya penyebab kebakaran terjadi di TPA Supit Urang?
05:21untuk saat ini diduga dari penyebab kebakaran di TPA Supit Urang
05:26yang berlangsung dalam 6 hari ini
05:28diduga memang ada aktivitas pembakaran lahan yang berada di sekitar TPA Supit Urang ini
05:34karena memang di Kota Malang ini cuacanya cukup panas dalam beberapa bulan ini
05:40sehingga adanya cuaca panas dan juga angin kencang tadi membuat percikan api
05:45terbawa oleh angin dan akhirnya ketumpukan sampah yang ada di TPA Supit Urang ini
05:51dan juga petugas yang ada di sini menghimbau masyarakat di sekitar TPA Supit Urang
05:58untuk tidak membakar lahan atau membakar sampah di tengah cuaca panas Kota Malang seperti saat ini
06:04ataupun cuaca yang belum tentu karena memang hujan juga masih intensitasnya rendah di Kota Malang
06:13Terima kasih atas laporan lengkap Anda Jurnus Kompas TV, Nadifa Rahma
06:16dan juga Juru Kamera Deddy Prasityo dari Malang, Jawa Timur

Dianjurkan