00:00Tadi gak mau menyebutkan siapa saksi atau ahli, karena kamu tadi intervensi ya.
00:03Cuman biar ada yang baru, ini kan dari yang kemarin, apakah bisa disampaikan jumlahnya
00:08baik itu saksi maupun ahli, kemudian bidangnya, bidangnya apa kira-kira yang nanti akan dihadirkan?
00:17Iya, terima kasih.
00:22Dari Mahkamah Konstitusi, itu kita diberi kuota 5 orang.
00:31Ahli dan saksi, kami sedang merundingkan siapa dan bagaimana komposisinya.
00:44Terus terang, ini agak kesulitan mencari ahli dan mencari saksi.
00:51Karena berbagai macam faktor pasti ya, ini kan perkara yang pasti punya daya tekan yang tidak mudah.
01:02Sehingga mungkin beberapa teman juga punya pertimbangan-pertimbangan.
01:06Tidak mudah untuk menghadirkan saksi, ahli.
01:13Kami mencari ahli yang otoritatif, artinya punya kredibilitas di hadapan Hakim Konstitusi yang sangat terpelajar, tidak mudah.
01:24Kami mencari saksi, ahli yang artikulatif, artinya pada saat berbicara juga menyampaikan pokok-pokok pikirannya secara jelas, tegas.
01:39Tidak kalah penting kami mencari saksi dan ahli yang berani maju ke hadapan Mahkamah Konstitusi untuk menyampaikan pandangan dan kesaksiannya.
01:58Tentu saja komposisinya itu terkait dengan dalil-dalil yang kami sampaikan.
02:05Terkait dengan posita-posita yang kami ajukan.
02:10Adanya cacat yang administratif dan cacat yang manipulatif.
02:16Di situ ada kemungkinan teman-teman dari hukum administrasi negara,
02:21atau ilmu administrasi negara, atau hukum tata negara.
02:26Ada kemungkinan kita juga menghadirkan kaitannya dengan bagaimana komposisi ulangi,
02:34bagaimana proses pembentukan peraturan KPU dan pengawasan.
02:40Apakah di situ ada kemungkinan penyelenggara yang kita hadirkan, mantan penyelenggara.
02:46Kita juga sedang berusaha untuk mencari bagaimana proses digdashment dan seterusnya.
02:54Dan teman-teman ini semua intinya adalah mencoba untuk menguatkan argumentasi dalil posita yang kami sampaikan ke hadapan majelis.
03:08Sejak beberapa hari ini, sejak beberapa minggu sebenarnya,
03:12saya sudah membangun komunikasi dengan calon-calon ahli dan saksi.
03:17Sebelum tadi saya duduk di sini, saya bertelepon dengan salah seorang kawan,
03:23meminta tolong.
03:25Karena sejak tadi malam, mencari lima saja tidak mudah.
03:32Inilah realitas penegakan hukum kita,
03:36di mana orang kemudian untuk berbicara itu tidak jarang banyak pertimbangan untuk menyampaikan kebenaran.
03:44Sehingga ternyata,
03:47kalau kemarin teman-teman pembohon itu pilih-pilih,
03:50oh ini aja, oh ini aja, oh ini aja.
03:52Hari ini kita mencari lima pun ternyata tidak mudah.
03:58Tetapi kami tetap optimis,
04:00nanti teman-teman akan melihat bahwa ahli-ahli yang kami hadirkan
04:05adalah ahli-ahli yang tadi
04:09otoritatif,
04:11artikulatif,
04:12dan berani menyampaikan kebenaran.
04:17Saya pikir itu ya.
04:19Cukup teman-teman dari saya,
04:21dan sekali lagi terima kasih atas kehadiran teman-teman semua.
04:25Lebih kurangnya minta maaf.
04:26Sampai berjumpa minimal besok di persidangan.
04:31Mungkin juga ada diskusi awal,
04:33nanti akan disampaikan oleh melalui berbagai channel.
04:40Mungkin ada diskusi yang besok diadakan.
04:44Narasumbernya,
04:45Jainal Arifin Mohtar,
04:49Rai Rangkuti,
04:55saya dan satu orang lagi.
04:57Nanti dilihat aja besok.
05:00Mulai jam 1 tempat akan disampaikan menyusul.
05:04Ada soalnya sedang dipersiapkan teknis dan persiapannya.
05:08Terima kasih banyak teman-teman.
05:09Selamat menikmati.
05:09Selamat menikmati.
05:10Selamat menikmati.