Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BALI, KOMPAS.TV - Perajin di Denpasar, Bali, mengkreasikan batu padas putih menjadi beragam ornamen bermotif khas Bali, mulai dari kisah Rama-Sinta, Mahabharata, pemandangan alam, hingga dekorasi pura.

Sejumlah perajin di Jalan Bypass Ngurah Rai, Padanggalak Kesiman, Denpasar, masih mempertahankan teknik pahat tangan dengan peralatan sederhana. Batu padas putih dipilih karena mudah dipahat dan mampu menampilkan detail ukiran.

Motif Rama-Sinta, Mahabharata, alam Bali, dedaunan, persawahan, hingga ornamen pura menjadi karya yang banyak diminati. Ornamen dinding berukuran sekitar tiga meter membutuhkan waktu pengerjaan hingga satu bulan, tergantung tingkat kerumitannya.

Harga pahatan bervariasi sesuai ukuran dan motif. Karya para perajin tidak hanya diminati warga lokal, tetapi juga dikirim ke luar negeri, termasuk Polandia.

Meski permintaan pasar tetap ada, perajin masih menghadapi kendala mendapatkan bahan baku batu padas putih yang didatangkan dari luar Pulau Bali.

Para perajin berharap masyarakat terus menghargai karya seni ukir tangan agar kerajinan tradisional ini tetap terjaga.

#perajin #batupadas #bali

Baca Juga Wow! Pesta Kesenian Bali ke-48 Libatkan 24 Ribu Seniman hingga 172 UMKM Lokal di https://www.kompas.tv/regional/679393/wow-pesta-kesenian-bali-ke-48-libatkan-24-ribu-seniman-hingga-172-umkm-lokal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/693432/perajin-kreasikan-batu-padas-putih-jadi-ornamen-khas-bali-penjualan-tembus-global-sapa-siang
Transkrip
00:00Perajin di Denpasar, Bali mengkreasikan batu pada seputih menjadi beragam ornamen dengan motif khas Bali
00:07mulai dari kisah Ramasinta, Mahabrata, Pemandangan Alam, hingga Dekorasi Pura.
00:13Karya pahatan ini diminati pembeli dari dalam hingga luar negeri.
00:21Sejumlah perajin di Jalan Bypass Ngurah Rai, Padanggalat, Kesiman, Denpasar, Bali
00:26masih mempertahankan teknik pahat tangan untuk mengolah batu pada seputih.
00:32Setiap bagian batu diukir secara telaten menggunakan tangan dan peralatan sederhana.
00:38Batu pada seputih digunakan karena bertekstur mudah dipahat dan mampu menampilkan detail pada setiap ukiran.
00:45Motif khas Bali menjadi salah satu ukiran yang banyak diminati pembeli.
00:49Di antaranya motif kisah Ramasinta, Mahabrata, Alam Bali, Dedaunan, Persawahan, hingga Ornamen Pura.
00:57Ornamen atau hiasan dinding dengan motif Bali berukuran sekitar 3 meter membutuhkan waktu pengerjaan hingga 1 bulan.
01:06Semakin rumit detail ornamen, maka butuh tambahan waktu pengerjaan.
01:11Harga jualnya pun bervariasi, sesuai ukuran dan kerumitan motif yang dibuat.
01:17Pahatan batu pada seputih karya para perajin tidak hanya dibeli warga lokal,
01:21namun juga dikirim ke luar negeri, termasuk ke Polandia.
01:26Yang kebanyakan sih motif-motif sekarang itu kadang-kadang pengalaman sih pembeli.
01:34Kalau pembelinya dari luar negara, kebanyakan motif balinya yang laku.
01:39Contohnya kayak Ramasinta, Mahabrata, ada ciri as balinya, ada pura-puranya.
01:47Kalau citaan beton, pertama pasti karakternya nggak kena dia dengan balinya.
01:52Kalau batu-batu begini, batu alam lah, walaupun tidak dari bali.
01:56Kalau yang ini kan warnanya memang sudah alami seperti ini, serasilah dia dengan lingkungan.
02:06Di balik permintaan pasar, perajin masih menghadapi kendala mendapatkan bahan baku batu pada seputih
02:12yang didatangkan dari luar Pulau Bali.
02:15Para perajin berharap masyarakat terus menghargai karya seni ukir yang dikerjakan dengan tangan,
02:21sehingga kerajinan tradisional ini tetap terjaga dan menjadi bagian dari kehidupan para perajin.
02:33Terima kasih.

Dianjurkan