Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Tim SAR mengevakuasi lagi tiga kantong jenazah korban kapal Virgo yang dibawa ke KN SAR Pacitan dengan perahu karet. Pencarian korban kapal Virgo yang terbalik sudah berlangsung 10 hari.

Seratus lebih korban yang terjebak di badan kapal masih dicari. Sementara operasi pembalikan kapal atau salvage belum juga dilaksanakan.

Bagaimana upaya maksimal yang bisa dilakukan tim SAR untuk sebanyak mungkin mengangkat korban kapal Virgo?

Simak ulasan Kepala Seksi Operasi Basarnas Banjarmasin, Bram Madya Temara, dan Guru Besar Teknik Sistem Perkapalan ITS, Profesor Trika Pitana, dalam Program Sapa Indonesia Pagi KompasTV pada Rabu (23/9/2026).

Baca Juga Terbaru! Pencarian Korban Kapal Virgo Dilanjutkan, 35 Tim Penyelam Dikerahkan di Laut Jawa di https://www.kompas.tv/nasional/692152/terbaru-pencarian-korban-kapal-virgo-dilanjutkan-35-tim-penyelam-dikerahkan-di-laut-jawa

#kmvirgo #basarnas #lautjawa

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692154/full-guru-besar-perkapalan-its-soroti-modifikasi-km-virgo-tim-penyelam-sisir-badan-kapal
Transkrip
00:23KAPAL KANSAR PACITAN
00:30Ketiga kantong jenazah korban kapal Virgo Transport 8 sudah dievakuasi dari badan kapal Virgo ke KNSAR, kemudian dijemput helikopter untuk
00:39kemudian dibawa ke Lanut Syamsudinur di Banjarbaru.
00:43Proses ini untuk mempercepat proses pemindahan jenazah ke Rumah Sakit Bayangkara untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polda, Kalimantan Selatan.
01:19KAPAL KANSAR PACITAN
01:22Dan hari ini diambil oleh helikita, tiga paket setelah mendarat di kapal dan sudah tiba, kemudian kita kirimkan langsung ke
01:34Bayangkara untuk diterima oleh tim DVI-nya Bayangkara.
01:43Sementara 10 hari di laut mempengaruhi kondisi fisik jenazah korban kapal Virgo, ini menjadi salah satu tantangan utama tim SAR
01:51dan juga tim DVI dalam mengidentifikasi korban.
01:54Selain itu, sebagai langkah pengamanan berlapis, posko dekontaminasi dibangun di tiga titik utama, mulai dari bandara di atas kapal penampung
02:03hingga kawasan pelabuhan terisak di Banjarmasi.
02:12Tidak ada kontaminasi bakteri, saya tidak ingin tim yang kami terjunkan, tim yang kami dibatkan nantinya terkontaminasi.
02:23Maka dari itu kami sudah siapkan dikontaminasi dari Kementerian Kesehatan.
02:29Tim SAR mengevakuasi lagi tiga kantong jenazah korban kapal Virgo yang dibawa ke KN SAR Pacitan dengan perahu karet.
02:36Pencarian korban kapal Virgo terbalik sudah berlangsung 10 hari.
02:40100 lebih korban yang terjebak di badan kapal masih dicari, sementara operasi pembalikan kapal atau salvage belum juga dilaksanakan.
02:47Lalu bagaimana upaya yang maksimal bisa dilakukan oleh tim SAR?
02:52Sebanyak mungkin mengangkat korban kapal Virgo, kita diskusikan bersama dengan dua narasumber melalui sambungan daring.
03:00Ada Kepala Seksi Operasi Basarnas, Banjarmasin, Bram Madya Temara dan juga Profesor Trika Pitana yang merupakan guru besar teknik sistem
03:08perkapalan ITS Surabaya.
03:10Selamat pagi Bapak-Bapak, Assalamualaikum.
03:14Selamat pagi, Bram Madya Temara.
03:17Selamat pagi, Assalamualaikum.
03:18Baik, saya ingin ke Pak Bram dulu dari Basarnas.
03:21Ini kalau kita lihat kan Basarnas Special Group sudah diterjunkan bersama dengan TNI Angkatan Laut dan juga unsur-unsur lain.
03:29Saat ini tengah mengoptimalkan bagaimana proses pencarian terhadap korban yang masih dicari.
03:34Tentu kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi para rescuer begitu ya.
03:40Pak Bram, Pak Bram untuk hari ini Pak, kita ingin tahu dulu bagaimana skema atau skenario operasi pencarian agar bisa
03:49lebih optimal.
03:50Apakah penyisiran terhadap korban di dalam badan kapal masih dilakukan oleh penyelam atau kemudian ada skenario lain yang sedang disiapkan?
03:59Oke, terima kasih Mbak Disti. Perlu kami sampaikan untuk rencana operasi kami di hari ini.
04:07Masih tetap sama, kita memfokuskan untuk pencarian di badan kapal,
04:13terutama untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi posisi korban ini,
04:19dan untuk melaksanakan evakuasi melalui, ya seperti bisa kami lihat di tayangan bahwa
04:28akses masuk ke dalam kapal memang kami harus mempecahkan kaca-kaca jendela kamar kapal
04:34untuk bisa mengakses ke dalam kamar tempat korban berada.
04:40Jadi untuk hari ini kami akan maksimalkan untuk pencarian di badan kapal untuk proses evakuasinya.
04:47Demikian, Mbak Gisti.
04:49Oke, jadi skenario-nya masih sama, skemanya masih melakukan penyelaman untuk menyisir di dalam badan kapal,
04:56begitu dengan memecahkan kaca, karena diduga masih banyak juga jenazah yang masih terjebak di dalam badan kapal,
05:03terutama di kamar-kamar ruang-ruangan di dalam kapal tersebut ya.
05:07Apa tantangan terbesar dalam hal evakuasi terhadap jenazah korban di sana?
05:14Nah, karena ini juga sudah lebih dari sepekan, tentu ada bahaya kontaminasi bakteri juga.
05:21Seperti apa bisa diceritakan?
05:24Ya, untuk faktor resiko memang pasti ada, Mbak, karena tidak bisa dipungkiri di hari ke-10, bahkan ke-11 ini,
05:34kondisi tubuh manusia ataupun kondisi tubuh korban mungkin sudah mengalami pembusukan.
05:43Jadi, paparan bakteri dalam air pasti ada.
05:47Untuk metode yang kami laksanakan, tetap kita mengutamakan safety dan juga kesehatan dari para tim penyelam.
05:53Kita membekali atau membawa satu ataupun dua tim dekontaminasi untuk pelaksanaan dekontaminasi kepada para penyelam setelah melaksanakan proses pencarian.
06:10Dan juga untuk peralatan, kami maksimalkan untuk pencarian yang tim selam menggunakan dry suite yang di mana tidak langsung kontak
06:20dengan air dari mulut penyelam.
06:23Mungkin itu tetap faktor safety dan keselamatan serta kesehatan para tim penyelam tetap kami utamakan.
06:31Demikian.
06:31Oke, termasuk juga tantangan terbesar di sana soal visibility, jarak pandang, ataupun kemudian arus yang kencang, apakah ini juga menjadi
06:40tantangan tersendiri?
06:42Apalagi ini kan kalau menyisir di dalam badan kapal, banyak sekali sekat-sekat kamar, ruangan di dalam badan kapal.
06:48Bagaimana penyelam bisa melakukan ini dengan penuh hati-hati begitu ya?
06:57Ya, terkait metode penyelaman, mungkin kami tetap mengutamakan SOP dari penyelaman karena memang untuk faktor keamanan dan keselamatan.
07:07Jadi kita memaksimalkan untuk sementara ini di badan-badan kapal bagian pinggir untuk proses pencarian dan dilanjutkan proses evakuasi.
07:18Ketika memang tidak memungkinkan masuk terlalu dalam, menjauh ke dalam badan kapal, pasti di sana ada safety officer yang akan
07:26menyusun rencana dengan mapping, memetakan badan kapal.
07:31Mana yang memungkinkan untuk dimasuki oleh tim penyelam dan mana yang memang berbahaya dan beresiko untuk dimasuki tim penyelam ya
07:37itu akan diatur ataupun diperhitungkan oleh safety officer sebelum melaksanakan penyelaman untuk proses evakuasi ini mbak.
07:47Oke, untuk proses penyelaman ini kan ada beberapa tim yang kemudian dibagi di sana. Apakah nanti akan dibagi ke beberapa
07:55sektor untuk kemudian mengoptimalkan penyisiran terhadap korban yang diduga masih terjebak di beberapa ruangan di dalam badan kapal?
08:04Ya untuk tim penyelam yang sudah kami siapkan yang sekarang on board di KNSAR Pacitan yaitu sebanyak 35 orang.
08:11Untuk prosesnya sendiri kita dibagi dengan sortie, artinya tidak bisa sekaligus masuk beberapa orang atau banyak orang karena faktor resiko.
08:24Jadi kita bagi per tim 5-6 orang itu dibagi pembagian waktu.
08:29Biar di situ safety officer bisa lebih fokus.
08:33Jadi ketika menurunkan beberapa tim atau jumlah tim yang banyak itu safety officer mungkin akan kehilangan fokus.
08:40Jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka setiap sortie kita cuma menurunkan satu tim penyelaman.
08:48Karena ini proses penyelaman juga bukan penyelaman di area terbuka karena harus masuk-masuk badan kapal.
08:56Jadi membutuhkan konsentrasi fokus yang tinggi dari tim itu sendiri ataupun safety officer di atas untuk memastikan keselamatan para tim
09:04penyelam.
09:05Oke jadi keselamatan para tim penyelam untuk melakukan rescue terhadap korban dari terbaliknya kapal.
09:13Ini juga masih terus harus diutamakan begitu ya safety-nya ya?
09:17Betul mbak.
09:17Oke saya ingin ke Prof. Trika dulu.
09:22Prof. Trika ini kan lalu kita lihat ya operasi penyelaman masih terus dioptimalkan untuk bisa mencari seluruh korban yang diduga
09:29masih terjebak di dalam badan kapal.
09:32Kita tahu ada beberapa ruangan yang ada sekat-sekat di sana dan kita tahu juga kapal ini sudah tenggelam selama
09:4010 hari lebih.
09:42Nah upaya pencarian korban terperangkap di badan kapal masih dilakukan.
09:45Apa yang harus diperhatikan penyelam untuk melakukan pencarian agar optimal di tengah ruangan-ruangan yang sempit di dalam badan kapal?
09:57Terima kasih mbak Bisti.
10:00Yang pertama gini saya yakin dari tim basahnya sudah melakukan review ya.
10:06Jadi kalau di kapal itu ada namanya kapal itu ada general arrangement untuk kapal.
10:12Dan tentunya kapal Virgo Delapan ini memiliki general arrangement.
10:18Nah di general arrangement itu akan kita akan mengetahui ruangan-ruangan itu ada di mana saja.
10:26Kemudian terlalu apa kalau kita lihat kondisinya itu kan pada waktu terjadinya kan pada waktu pagi hari ya, dini hari.
10:34Dan mungkin mayoritas daripada penumpang itu adalah sedang pada posisi tidur.
10:41Nah itu coba dilihat apakah kemudian mereka itu majoritas itu ada di ruang kamar atau tidak.
10:49Tapi dugaannya bisa jadi ada di ruang kamar.
10:53Itu akan membantu kalau misalnya ada rencana umum ya atau general arrangement dari kapal Virgo.
10:59Dan saya yakin mungkin tim basahnya sudah mendapatkan data tersebut ya.
11:04Yang mendapatkan kalau belum mungkin bisa diminta ke perusahaan kapal Virgo tersebut.
11:11Nah itu bisa dilihat posisinya ada di mana saja.
11:13Itu itu pasti akan terlihat posisi-posisi penumpang kan di mana akan sehingga kemudian menjadi efektif.
11:23Yang kedua yang perlu dilihat lagi adalah posisi kapal itu apakah pada posisi masih terguling atau tidak.
11:32Apa namanya pada posisi ya apa yang bagian atas menjadi di bawah gitu.
11:39Atau kan masih miring atau gimana saya kan juga tidak tahu ya data terakhir kan saya tidak tahu.
11:42Karena kan saya dengar di media masa sekarang sudah tenggelam kapalnya.
11:47Itu perlu dilihat sehingga nanti dari ketika membaca gambar dari general arrangement atau rencana umum dari kapal tersebut itu akan
11:55jadi efektif.
11:56Jadi oh kira-kira posisinya ada di sini.
11:59Sehingga pemetaan itu akan memudahkan ketika dilakukan proses pencarian.
12:06Juga saya enggak tahu apa di dalam kapal firgo itu apakah ada deck untuk apa namanya kursi ya.
12:14Deck penumpang ya tidak di kamar gitu kan.
12:17Itu juga ada potensi untuk dilihat.
12:19Sehingga perlu yang pertama dilihat adalah dari sisi peta atau rencana umum.
12:23Atau biasanya kalau kami dari perkapalan atau sistem perkapalan itu menyebutnya adalah general arrangement atau rencana umum dari kapal tersebut.
12:31Sehingga nanti kita akan bisa sebetulnya posisi kamar-kamar itu ada di mana dan posisi geladak itu ada di mana.
12:39Sehingga memudahkan untuk optimalisasi untuk pencarian korban.
12:43Saya kira itu sih Mbak Hadis.
12:46Oke. Lalu bagaimana dengan pengoptimalan penyelaman yang saat ini dilakukan?
12:53Sudah tepatkah metode ini dilakukan?
12:56Lalu bagaimana dengan rencana soal operasi pembalikan kapal atau salvage yang menjadi opsi terakhir yang akan dilakukan?
13:06Menurut saya dari tempat basahnya sudah benar apa yang sudah dilakukan.
13:10Jadi penyelamatan korban itu ajalah menjadi prioritas.
13:16Tetapi yang terkait dengan salvage saya coba menjawab begini Mbak Hadis.
13:21Pemerintah Indonesia itu sudah meratifikasi konvensi internasional.
13:27Oke.
13:28Yang disebut dengan Nairobi International Convention on the Removal of Rack.
13:34Nah dalam konvensi itu dan dasar hukum di Indonesia itu ada peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 80 tahun 2020.
13:44Itu untuk legalisasi bahwa Indonesia meratifikasi konvensi tersebut.
13:49Nah dalam konvensi tersebut disebutkan ada salah satu sesuatu yang harus urgent untuk segera dilakukan salvage.
14:01Yang pertama adalah memang menimbulkan bahaya atau yang disebut dengan hazard ya atau bahaya.
14:08Apakah kapal yang tenggelam tadi itu menimbulkan bahaya atau hambatan atau gangguan bagi pelayaran.
14:18Itu perlu ada assessment.
14:21Yang kedua memang secara wajar diperkirakan akan mengakibatkan dampak yang merugikan ya.
14:32Yang besar terhadap lingkungan laut misalnya.
14:35Atau kerusakan.
14:37Sebagai informasi kapal itu kan pasti ada beberapa kandungan bahan bakar.
14:46Kandungan minyak pelumas ya atau mungkin zat-zat yang berbahaya yang lain yang itu tentunya ada potensi untuk keluar.
14:57Nah pada beberapa case yang ada di dunia itu beberapa case itu adalah bahan bakar atau pelumas atau apapun itu
15:07kemudian diambil.
15:09Ya ada proses untuk salvage. Seperti itulah kira-kira Mbak Adis.
15:13Oke jadi ada beberapa pertimbangan juga yang beresiko yang tentu harus diperhitungkan dalam ketika ingin melakukan operasi salvage ini dilakukan.
15:25Jadi ini adalah langkah yang sudah tepat saat ini dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian.
15:30yakni dengan mengerahkan tim penyelam untuk berfokus mencari korban yang masih terjebak di dalam badan kapal.
15:39Nah saya ingin bertanya lagi ke Basar Ras untuk SAR ini.
15:45Kemarin sudah menemukan ada tiga korban, tiga kantong jenazah begitu ya.
15:52Nah pasti ada selalu cerita di balik peristiwa Bapak.
15:55Benarkah tim juga menemukan ada tiga korban KM Virgo?
16:00Dua diantaranya merupakan Pak Sutri yang ditemukan di dalam ruangan kamar?
16:06Kami ingin mengonfirmasi Bapak?
16:12Ya untuk proses penemuan sendiri ya memang betul ada pasang-pasangan suami istri itu yang ditemukan di dua hari sebelumnya
16:26oleh tim penyelam dari angkatan laut Mbak.
16:29Itu informasi itu juga kami dapatkan.
16:33Oke, baik. Jadi itu dibenarkan ya memang ada Pak Sutri yang ditemukan di salah satu kamar tengah berpelukan dan saat
16:41ini sudah dikembalikan kepada pihak keluarga ya dan sudah di proses identifikasi ya Pak ya?
16:48Betul Mbak.
16:48Oke, nah ini selain proses pencarian dengan metode penyelaman di badan kapal bagaimana juga opsi lain?
16:58Karena kan juga sempat ditemukan di bibir pantai salah satu jenazah atau jasad dari korban KM Virgo ini ada dua
17:06jenazah.
17:07Apakah ini juga masih terus dicari untuk operasi di perairan?
17:15Ya untuk metode pelaksanaan operasi penyisiran di perumukan perairan sampai dengan saat ini masih tetap kami laksanakan Mbak selain metode
17:24penyelaman atau pencarian di badan kapal.
17:28Untuk sesuai dengan drift ataupun arah arus dan angin, debris saat ini sudah mencapai ke wilayah Palangkaraya, wilayah Kalimantan Tengah.
17:39Jadi kami terintegrasi dengan Basarnas ataupun kantor saat Palangkaraya, di sana tetap melaksanakan pencarian di perumukan baik melalui menggunakan kapal
17:50RBB dari Basarnas seri B
17:52ataupun dengan menggunakan kapal yang kami monitor di sini adalah bantuan dari angkatan laut dan juga instansi ataupun potensi saat
18:00lainnya.
18:01Jadi pencarian di atas permukaan dan penyisiran masih tetap kami laksanakan mengikuti data ataupun perhitungan SARMAP kami yang saat ini
18:11driftnya mengarah sudah sampai ke pesisir-pesisir di Kalimantan Tengah.
18:15Demikian Mbak.
18:16Oke, saya ingin ke Prof. Trika. Prof. Trika ini kan kalau kita lihat ya, untuk spesifikasi KM Virgo ini kan
18:24ada beberapa modifikasi yang juga sudah dilakukan.
18:27Salah satunya adalah dua pintu di sisi sebelah kanan, rem door, dan saat ini posisi terbalik.
18:36Apakah ini juga menjadi salah satu kendala juga pada saat ingin mengevakuasi para korban atau operasi salvage nanti akan dilakukan,
18:47kalau dilakukan, atau seperti apa?
18:53Sebetulnya kalau misalnya rem door itu bisa terbuka, itu kan masalahnya kan belum terbuka ya, informnya kan belum terbuka, itu
19:03bisa menjadi tempat akses bagi penjalanan.
19:07Karena rem door itu kan sebetulnya untuk masuk keluarnya kendaraan yang menuju ke kapal.
19:17Tetapi kan harus dilihat apakah memang posisi dari rem door-nya itu terbuka atau tidak ketika kapal itu tenggelam.
19:25Selain di tempat kaca, kaca yang dipecah oleh Basarnas, itu kan ada lubang yang mungkin bisa dilihat, itu adalah malah
19:33di sisi rem door.
19:35Tapi rem door-nya itu kalau pada posisi terbuka, Pak.
19:37Jadi, Mbak Adisti, tetapi kalau itu pada posisi yang tidak terbuka, ya susah untuk bisa masuk ke sana.
19:44Artinya rem door itu sebetulnya tidak membuat sulit bagi penyelamat untuk masuk ke ruang untuk melakukan penyelamatan bagi korban.
19:57Oke, termasuk juga kita masih menunggu juga hasil investigasi termasuk juga penyelidikan terkait dengan penyebab pasti.
20:06Bagaimana sebenarnya kapal ini bisa terbalik, benarkah karena memang ada faktor cuaca atau kemudian karena ada modifikasi.
20:17Ini kan banyak juga spekulasi-spekulasi atau dugaan-dugaan, Prof.
20:20Nah, kalau dari kacamata, Prof. sendiri, bagaimana apa saja yang memengaruhi faktor kapal ini bisa terbalik?
20:28Ini kan perairan dangkal, pada saat itu terbalik, ada juga modifikasi yang dilakukan.
20:35Bagaimana juga bisa mengoptimalkan soal pemeriksaan terhadap Nahkoda dan juga ABK kapal yang informasinya selamat dan saat ini masih diperiksa,
20:43Prof?
20:43Iya, saya coba menjawab, apa namanya, kira-kira penyebabnya apa kapal itu terbalik?
20:52Begitu ya Mbak Hadisti, itu yang pertama ya.
20:57Jadi kapal itu, saya sudah pernah menyeritakan hal ini ke media masalah ini.
21:05Kapal Roro, jenis kapal Roro, itu posisi paling rentan itu adalah pada remdoria, pada pintunya.
21:19Kenapa demikian? Saya coba cerita dua kasus besar di dunia, yaitu kapal jenisnya sama, kapal Roro.
21:28Yang pertama adalah MS Estonia, yang melakukan perjalanan dari Thailand, Estonia ke Stockholm, Sweden, yang satunya adalah MS Herald of
21:43Free Interprise.
21:44Itu adalah kasus besar.
21:48Nah, dua-duanya itu penyebab terjadinya terbalik atau tenggelam, itu air itu masuk ke rendor.
21:57Karena terbuka.
21:59Jadi untuk MS Estonia, itu pada waktu itu adalah cuaca yang buruk, dan juga setelah diinvestigasi juga ternyata konstriksinya itu
22:10tidak baik, tidak memenuhi ketentuan, lemah di sisi logging-nya.
22:17Kemudian, Bow Visor-nya atau Endor-nya itu lepas, kemudian itu air masuk, dan itu kemudian tenggelam.
22:26Itu yang historinya.
22:29Yang kasus MS Herald of Free Interprise, itu tahun 1987, walaupun tidak salah, itu juga kejadian yang luar biasa, sangat
22:40berpengaruh dengan aturan baru.
22:43Itu adalah kasusnya sama, rendor-nya terbuka, tapi penyebabnya bukan karena cuaca yang buruk, bukan karena apa namanya, rendor-nya
22:55lepas, tetapi karena ABK-nya atau GLU-nya itu lupa menutup rendor.
23:04Nah, dari dua kasus tipe kapal Roro, maka ada salah satu potensi penyebab kapal Virgo itu tenggelam, itu adalah dari
23:19sisi di rendor-nya.
23:21Di sisi rendor, apakah tidak putertai, ataukah kemudian ada persoalan dari sisi logging-nya, ataukah dari sisi yang lainnya.
23:35Nah, kalau melihat itu memang kelemahan kapal Roro itu di pintu itu, itu yang kemungkinan yang lainnya.
23:46Yang kedua, saya selalu mengatakan gini, muatan itu juga berpengaruh, jadi kalau muatan itu kemudian ketika kapal itu miring, harus
23:59jadi hiling, kemudian kapal itu bergeser, bergeser karena apa ya?
24:02Karena tidak ada yang ikat, tidak ada lesing, kemudian berubah titik beratnya, maka akan terjadi mengganggu keseimbangan terstabilitas.
24:16Nah, ditambah dengan air itu masuk, kemudian ada istilah yang disebut dengan free surface effect, kemudian free surface effect itu
24:27juga mengganggu stabilitas, kemudian juga kendaraannya itu bergerak,
24:32maka kemudian akan terjadi gangguan stabilitas, dan kemudian bisa jadi akan terbalik.
24:39Seperti kasus Estonia maupun Irak-Iraq-Iraq.
24:44Oke, jadi ada dua faktor tersebut yang menjadi dugaan, salah satunya adalah remdor, ini bisa dikatakan mungkin spesifikasinya, karena di
24:53repair juga di batam,
24:54atau kemudian ada dugaan kelalaian, ini tentu menjadi ranah dari penyelidikan, begitu ya, termasuk juga ada beberapa hal yang kemudian
25:03krusial adalah soal muatan,
25:05ini yang juga harus juga diselidiki.
25:07Saya ingin kesar dulu terakhir, bagaimana kedepannya ini kita berpacu dengan waktu, tentu kita berharap para penyelam bisa dalam keadaan
25:18prima selalu tidak ada kesulitan
25:21atau tantangan yang berarti untuk semua korban yang masih terjebak untuk bisa dievakuasi.
25:27Apa yang ingin Anda sampaikan, Pak Bram?
25:30Ya, sebelumnya kami mengucapkan, ya, berduka cita untuk keluarga korbannya.
25:37Untuk upaya-upaya proses evakuasi tetap akan kami maksimalkan dengan baik motivasi penyelaman.
25:47Di sini upaya kami untuk menjaga stamina dan kesehatan para penyelam tentunya, kita membagi sorti,
25:56jadi sesuai dengan SOP penyelaman harus ada waktu istirahat yang cukup untuk bagi penyelam setiap harinya
26:02untuk bisa kembali lagi turun di sorti berikutnya.
26:06Jadi kita doakan bersama bahwa tim yang ada di operasi seri ini,
26:14baik dari tim penyelam ataupun dari tim evakuasi di atas kapal,
26:19baikkan serpacitan dan kapal-kapal lainnya yang mendukung operasi ini,
26:22selalu diberi keselamatan dan kesehatan untuk selalu tetap bisa melaksanakan operasi semaksimal mungkin.
26:29Dan prioritas kami tetap keselamatan dan kesehatan dari para penyelam akan selalu kami utamakan,
26:38jadi kami akan terus melaksanakan operasi penyelaman ini sampai batas titik di mana hal itu sudah tidak bisa ditolerir
26:48untuk keselamatan penyelam yaitu kita tidak bisa paksakan.
26:51Mungkin itu Mbak Adisti untuk dari kami, terima kasih.
26:54Oke, kita harapkan tentu saja operasi seri yang tersisa ini karena berpacu dengan waktu,
27:00bisa secara optimal dilakukan agar keluarga korban yang menunggu juga bisa kembali bertemu dengan keluarganya
27:10untuk kemudian bisa dimakamkan.
27:12Terima kasih Kepala Seksi Operasi Basarnas Banjarmasin, Pak Bramadia Temara,
27:17dan juga ada Profesor Trika Pitana, yang merupakan Guru Besar Teknik Sistem Perkapalan ITS Surabaya.
27:22Sehat selalu Bapak-Bapak, Assalamualaikum, Selamat pagi.
Komentar

Dianjurkan