Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
RI Berhasil Swasembada Beras! Mentan Amran Ungkap Banyak Pihak yang Tidak Senang!

Deskripsi: Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengapresiasi langkah tegas Kementerian Keuangan dan Bea Cukai dalam memberantas praktik impor serta penyelundupan ilegal, mulai dari komoditas pangan hingga pakaian bekas. Amran mengungkapkan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto membuat posisi Indonesia tak lagi bergantung pada impor.

Keputusan untuk menghentikan impor beras tersebut berdampak signifikan terhadap anjloknya harga beras dunia hingga memicu aksi protes para petani di negara eksportir seperti Thailand dan Vietnam. Di sisi lain, besarnya selisih harga membuat pasar Indonesia rentan menjadi sasaran penyelundupan yang berpotensi merusak motivasi ratusan juta petani lokal. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi ketat antar-kementerian demi menjaga stabilitas pangan dan kedaulatan ekonomi nasional.

#IndonesiaBerhasilSwasembadaBeras #HentikanImporBerasNasional #MentanAmranUngkapSwasembada

Creative/Video Editor: Aqilah/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Kami ingin mencoba mengurai posisi Indonesia di tingkat dunia.
00:07Kita produsen beras nomor 4 dunia.
00:11Kemudian kita importir terbesar di 2023-2024, importir terbesar beras dunia, yaitu 7 juta ton.
00:25Alhamdulillah 2025 tidak ada import.
00:27Karena tidak ada import, pasti negara-negara eksportir beras dunia, Thailand, Vietnam, India, Pakistan, dan lain-lain.
00:38Itu petaninya tertekan, bahkan demo.
00:41Boleh Anda baca, itu petani negara lain demo.
00:44Kenapa? Karena kita importir beras terbesar dunia.
00:50Alhamdulillah dibawa ke pemimpinan Bapak Presiden, Bapak Prabowo.
00:54Kita diminta suasembada 4 tahun, tapi kita raih dalam waktu 1 tahun.
01:02Dan ini adalah tercepat sepanjang sejarah.
01:06Ini bukan karena saya, karena pemimpin kita luar biasa fokus.
01:11Ini diakui oleh dunia, FAO.
01:13Ini produksi kita sesuai yang disampaikan oleh FAO.
01:16Nah, apa dampaknya?
01:18Dampaknya adalah, harga beras dunia itu 660 dolar per ton.
01:25Tiba-tiba turun, ini kami hafal langkahnya, 368 dolar per ton.
01:31Artinya, dari 11 ribu, turun menjadi 5 ribu.
01:37Di negara lain, ada lagi yang mengatakan, yang tidak paham beras,
01:41negara lain, harga beras 5 ribu.
01:44Iya, karena Indonesia tidak import.
01:47Dulu import, harganya 11 ribu, 12 ribu.
01:50Sekarang turun 300.
01:51Karena Indonesia tidak import.
01:54Thailand, Vietnam, India.
01:57Nah, saat kami dampingi Bapak Presiden,
02:01beberapa pemimpin negara, minta kepada Bapak Presiden,
02:05itu untuk mengekspor.
02:07Bahkan hanya 200 ribu ton diminta.
02:10Kami sampaikan Bapak Presiden,
02:11Pak, ini tidak mungkin.
02:13Karena ini melukai petani Indonesia 115 juta orang.
02:18Karena petani demotivasi.
02:20Kalau kita import.
02:21Nah, ini selundupan, bukan dampak nilainya,
02:24tapi bisa demotivasi.
02:27Bahkan Indonesia sudah ekspor.
02:28Nah, kembali, karena tidak ada jalan,
02:32ini harga beras menggiurkan.
02:34Kalau ekspor 1 juta, selundupkan 1 juta, katakanlah.
02:38Karena pasti ada yang lolos, yang belum kelihatan.
02:42Nah, itu 5 triliun, 6 triliun untungnya.
02:46Itu kan sangat menggiurkan.
02:48Karena nilainya cuma 5 ribu di negara lain,
02:525.700 kita hitung.
02:55Sehingga, Indonesia incaran karena
02:57pasar terbesar, tetapi tiba-tiba sosempada.
03:01Jadi itu, sekali lagi,
03:04saya ucapkan terima kasih,
03:05Pak Menteri Keuangan, luar biasa tegas,
03:08dan Dirjen BACUK,
03:10Pak, jaga kesehatan.
03:11Banyak yang tidak senang dengan kita,
03:13tapi demi merah putih kita maju bersama,
03:15kita kolaborasi.
03:16Terima kasih.
03:23Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan