Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden Prabowo mengatakan dirinya pernah komplain saat dirinya masih menjabat Menteri Pertahanan kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Hal ini disampaikan dalam porgram Presiden Prabowo Menjawab dikutip dari Youtube Prabowo Subianto pada Rabu (16/9/2026).

Prabowo mengatakan bahwa ada salah satu menteri era pemerintahan Jokowi yang sudah satu tahun minta ketemu, tidak pernah bertemu.

"Saya pernah komplain ke Pak Jokowi beliau presiden, saya menterinya, Pak, Bapak Presiden, saya minta waktu menghadap Bapak paling lambat 3 hari Bapak terima saya. Ini salah satu menteri Bapak sudah 1 tahun saya minta ketemu, dia enggak mau ketemu saya. Saya tulis surat ke menteri itu dijawab 1 tahun kemudian dari Jakarta ke Jakarta," ujar Prabowo.

Video Editor: Novaltri Sarelpa

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691641/singgung-raja-kecil-prabowo-saya-pernah-komplain-ke-pak-jokowi
Transkrip
00:00Akademi Gubernur, Akademi Bupati, dan sebagainya mungkin dibawa URI juga ini.
00:05Dan juga, mungkin Akademi Dirjen, sebelum dia masuk jabatan, harus digembleng.
00:16Dan saya katakan, kita harus berani dalam arti jangan ada birokrat yang untouchable.
00:30Kemarin-kemarin ada, entah dia sinkron sama Menteri, penguasa dan sebagainya, ada Dirjen yang nggak bisa disentuh.
00:42Nah itu Dirjen-Dirjen yang kita sebut deep state.
00:47Jadi birokrasi yang nggak mau diatur.
00:52Raja kecil.
00:53Raja kecil.
00:55Jadi begini kan, dia tahu pemimpin politik.
01:00Maksimal 5 tahun.
01:01Maksimal.
01:03Iya kan?
01:05Kalau si PNS birrokrat ini, dia bisa 20 tahun di kementerian itu.
01:14Iya kan?
01:14Sampai pensiun.
01:15Sampai pensiun.
01:16Dan dia ngerti suluk-buluknya apa semua.
01:19Ini tidak semua.
01:21Tapi pengalaman saya, benar yang Anda katakan.
01:25Benar tidak sinkron antara KL-KL.
01:28Ya karena merasa dirinya, ya kan apa, raja atau apa.
01:35Itu benar.
01:38Saya pernah komplain ke Pak Jokowi.
01:43Beliau Presiden, saya Menterinya.
01:45Saya bilang, Pak, Bapak Presiden, saya minta waktu menghadap Bapak.
01:50Paling lambat tiga hari Bapak terima saya.
01:52Ini salah satu Menteri Bapak.
01:55Sudah satu tahun saya minta ketemu, dia nggak mau ketemu saya.
02:02Saya tulis surat ke Menteri itu, dijawab satu tahun kemudian.
02:09Dari Jakarta ke Jakarta.
02:12Loh, Menteri Pertahanan Amerika tulis surat ke saya.
02:15Jarak kantornya.
02:17Ini saya sampaikan, tapi sudah itu.
02:19Saya nggak sebut namanya, tapi...
02:29Tapi Anda benar.
02:31That is all problem.
02:32Saya itu benar.
02:34Kita berani mengakui kesulitan kita.
02:38Karena konsen saya itu kasihan Presidennya.
02:41Karena semua ini kan sekarang di-blame-nya ke RI satunya.
02:44Terutama, semua visi ini, termasuk universitas tadi.
02:49Itu kan jadi bahan bulian.
02:51Nah, kalau ini dikomunikasikan, dijelaskan seperti ini,
02:53itu masyarakat pasti mengerti.
02:55Ini yang menjadi...
02:56Ya, jadi begini.
02:57Saya faham ini.
02:59Karena itulah malam ini, saya adakan acara ini.
03:02Ini saya bisa jelaskan.
03:05Tapi juga begini, ini juga saya terima komunikasi kita.
03:09Karena kita ini, kemarin ini, kita konsentrasi kepada hasil.
03:16Kita kerja keras, nggak ada libur.
03:19Benar-benar.
03:20Makanya sekali-sekali ikut saya aja deh.
03:24Siap.
03:26Jadi begini.
03:28Karena kita konsentrasi, kita pun kaget waktu saya dilaporkan oleh staff saya.
03:36Pak, kita sudah bekerja ini kurang dari satu tahun, eh kurang dari dua tahun.
03:46Kalau tidak salah waktu itu, baru 21 bulan kalau nggak salah.
03:59Ini loh, ya, 21 bulan, kita sudah menghasilkan, dan kita sudah selesaikan 121 masalah.
04:11Ini hanya highlight aja.
04:14Ya, ini buku ini menarik.
04:16Karena ini 100.
04:16Waktu saya dikasih ini, dikasih oleh mereka,
04:20Hah?
04:21Begitu banyak kita selesaikan.
04:23Saya sendiri kaget.
04:25Kadang-kadang selesaikan, selesaikan.
04:28Ya kan?
04:30Pak, bagaimana ini, Pak?
04:33Ya.
04:34Tadi, gaji hakim, gaji ini, gaji.
04:38Kita selesaikan.
04:39Hutang petani yang sudah 30 tahun, 25 tahun.
04:46Nggak selesai-selesai.
04:49Jadi, dia tuh nggak bisa pinjam lagi.
04:52Ya kan, dia sudah masuk blacklist, kan?
04:56Padahal,
04:58padahal,
05:00konglomerat bisa dapat pengampunan,
05:03bisa dapat, ya kan, haircut,
05:05bisa dapat, apa, restrukturisasi.
05:08Masa petani tidak?
05:09Bisa dapat, ya, masa petani tidak.
05:11Jumlahnya triliunan gitu, Pak.
05:13Jumlahnya triliunan, Pak.
05:14Mana, saya hapus aja.
05:21Jadi, kita juga bentuk danantara,
05:25danantara sekarang mungkin
05:27sovereign wealth fund keempat, kelima di dunia.
05:31Kita udah lebih besar dari temasek.
05:35Dan, yang saya kaget,
05:39yang saya kaget,
05:42adalah turnaround-nya cepat sekali.
Komentar

Dianjurkan