00:00Akademi Gubernur, Akademi Bupati, dan sebagainya mungkin dibawa URI juga ini.
00:05Dan juga, mungkin Akademi Dirjen, sebelum dia masuk jabatan, harus digembleng.
00:16Dan saya katakan, kita harus berani dalam arti jangan ada birokrat yang untouchable.
00:30Kemarin-kemarin ada, entah dia sinkron sama Menteri, penguasa dan sebagainya, ada Dirjen yang nggak bisa disentuh.
00:42Nah itu Dirjen-Dirjen yang kita sebut deep state.
00:47Jadi birokrasi yang nggak mau diatur.
00:52Raja kecil.
00:53Raja kecil.
00:55Jadi begini kan, dia tahu pemimpin politik.
01:00Maksimal 5 tahun.
01:01Maksimal.
01:03Iya kan?
01:05Kalau si PNS birrokrat ini, dia bisa 20 tahun di kementerian itu.
01:14Iya kan?
01:14Sampai pensiun.
01:15Sampai pensiun.
01:16Dan dia ngerti suluk-buluknya apa semua.
01:19Ini tidak semua.
01:21Tapi pengalaman saya, benar yang Anda katakan.
01:25Benar tidak sinkron antara KL-KL.
01:28Ya karena merasa dirinya, ya kan apa, raja atau apa.
01:35Itu benar.
01:38Saya pernah komplain ke Pak Jokowi.
01:43Beliau Presiden, saya Menterinya.
01:45Saya bilang, Pak, Bapak Presiden, saya minta waktu menghadap Bapak.
01:50Paling lambat tiga hari Bapak terima saya.
01:52Ini salah satu Menteri Bapak.
01:55Sudah satu tahun saya minta ketemu, dia nggak mau ketemu saya.
02:02Saya tulis surat ke Menteri itu, dijawab satu tahun kemudian.
02:09Dari Jakarta ke Jakarta.
02:12Loh, Menteri Pertahanan Amerika tulis surat ke saya.
02:15Jarak kantornya.
02:17Ini saya sampaikan, tapi sudah itu.
02:19Saya nggak sebut namanya, tapi...
02:29Tapi Anda benar.
02:31That is all problem.
02:32Saya itu benar.
02:34Kita berani mengakui kesulitan kita.
02:38Karena konsen saya itu kasihan Presidennya.
02:41Karena semua ini kan sekarang di-blame-nya ke RI satunya.
02:44Terutama, semua visi ini, termasuk universitas tadi.
02:49Itu kan jadi bahan bulian.
02:51Nah, kalau ini dikomunikasikan, dijelaskan seperti ini,
02:53itu masyarakat pasti mengerti.
02:55Ini yang menjadi...
02:56Ya, jadi begini.
02:57Saya faham ini.
02:59Karena itulah malam ini, saya adakan acara ini.
03:02Ini saya bisa jelaskan.
03:05Tapi juga begini, ini juga saya terima komunikasi kita.
03:09Karena kita ini, kemarin ini, kita konsentrasi kepada hasil.
03:16Kita kerja keras, nggak ada libur.
03:19Benar-benar.
03:20Makanya sekali-sekali ikut saya aja deh.
03:24Siap.
03:26Jadi begini.
03:28Karena kita konsentrasi, kita pun kaget waktu saya dilaporkan oleh staff saya.
03:36Pak, kita sudah bekerja ini kurang dari satu tahun, eh kurang dari dua tahun.
03:46Kalau tidak salah waktu itu, baru 21 bulan kalau nggak salah.
03:59Ini loh, ya, 21 bulan, kita sudah menghasilkan, dan kita sudah selesaikan 121 masalah.
04:11Ini hanya highlight aja.
04:14Ya, ini buku ini menarik.
04:16Karena ini 100.
04:16Waktu saya dikasih ini, dikasih oleh mereka,
04:20Hah?
04:21Begitu banyak kita selesaikan.
04:23Saya sendiri kaget.
04:25Kadang-kadang selesaikan, selesaikan.
04:28Ya kan?
04:30Pak, bagaimana ini, Pak?
04:33Ya.
04:34Tadi, gaji hakim, gaji ini, gaji.
04:38Kita selesaikan.
04:39Hutang petani yang sudah 30 tahun, 25 tahun.
04:46Nggak selesai-selesai.
04:49Jadi, dia tuh nggak bisa pinjam lagi.
04:52Ya kan, dia sudah masuk blacklist, kan?
04:56Padahal,
04:58padahal,
05:00konglomerat bisa dapat pengampunan,
05:03bisa dapat, ya kan, haircut,
05:05bisa dapat, apa, restrukturisasi.
05:08Masa petani tidak?
05:09Bisa dapat, ya, masa petani tidak.
05:11Jumlahnya triliunan gitu, Pak.
05:13Jumlahnya triliunan, Pak.
05:14Mana, saya hapus aja.
05:21Jadi, kita juga bentuk danantara,
05:25danantara sekarang mungkin
05:27sovereign wealth fund keempat, kelima di dunia.
05:31Kita udah lebih besar dari temasek.
05:35Dan, yang saya kaget,
05:39yang saya kaget,
05:42adalah turnaround-nya cepat sekali.
Komentar