Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV KPK terus mendalami dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.

Dalam sehari, Jumat, 18 September, penyidik KPK menggeledah tiga lokasi, yakni kantor PT Summarecon Agung Tbk di Jakarta Timur, Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I di Cibinong, serta rumah salah satu tersangka, Lampri, di Bekasi.

Dari penggeledahan di kantor PT Summarecon Agung Tbk, KPK menyita sejumlah dokumen, termasuk SHGB, dokumen keuangan, dokumen hubungan PT Summarecon Agung Tbk dengan PT Kencana Jaya Properti Agung, serta barang bukti elektronik terkait perkara sengketa tanah di Bogor.

KPK menyebut penggeledahan dilakukan untuk mencari keterkaitan dan hubungan antar pihak serta mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki peran dalam perkara tersebut.

Lampri merupakan satu dari delapan tersangka dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi pengurusan HGB di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Sementara itu, KPK belum menetapkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai tersangka.

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai keterlibatan sejumlah pejabat eselon satu dan orang dekat dalam perkara tersebut sulit tidak diketahui oleh Menteri Nusron. Nusron menyatakan menghormati proses hukum dan akan membantu penyidikan KPK.

KPK masih menganalisis dokumen dan barang bukti elektronik hasil penggeledahan serta menelusuri aliran dana, relasi antar pihak, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Lalu, sejauh mana KPK akan mengembangkan penyidikan dan siapa saja yang menjadi sasaran dalam pengembangan perkara ini? Kita bahas bersama Peneliti PUKAT UGM, Zaenur Rohman.

#kpk #korupsi #hgb #atrbpn #nusronwahid

Baca Juga Di Tengah OTT KPK di ATR/BPN, Segini Harta Nusron Wahid di LHKPN di https://www.kompas.tv/nasional/691598/di-tengah-ott-kpk-di-atr-bpn-segini-harta-nusron-wahid-di-lhkpn

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691607/full-pukat-ugm-minta-kpk-periksa-menteri-atr-bpn-soroti-4-orang-dekat-menteri-kompas-petang
Transkrip
00:00Ya menurut saya hampir mustahil untuk tidak tahu ya
00:06Sampai pejabat-pejabat setiap KTC Long 1 terlibat itu
00:13Apalagi sampai ada tiga orang gitu
00:15Empat semuanya ya diagak kurang dekat
00:18Itu menurut saya agak terstruktur kegiatannya
00:22Tapi kita lihat aja perkembangannya nanti
00:25Terstruktur itu artinya memang yang paling atasnya sangat diduga kuat
00:31Bahwa itu tahu
00:35Hingga saat ini KPK belum menetapkan Nusron Wahid sebagai tersangka dalam perkara ini
00:39KPK juga menyatakan penyidikan masih berjalan
00:42Untuk mendalami konstruksi perkara dan keterkaitan antar pihak
00:46Sementara itu Nusron Wahid menyatakan menghormati proses hukum yang dijalankan KPK
00:51Nusron juga menegaskan Kementerian ATR BPN akan mengikuti dan membantu proses penyidikan
00:56Kami juga akan mengikuti dan kami akan membantu proses yang ada disini
01:05Semoga dengan kejadian ini ada proses percepatan perbaikan pelayanan di internal kantor ATR BPN
01:15Kita ikuti prosesnya ini dan kami serahkan sepenuhnya kepada KPK sebagai APH
01:28Kini penyidik KPK masih menganalisis dokumen dan barang bukti elektronik hasil penggeledahan di tiga lokasi
01:34Penyidik juga terus menelusuri aliran dana, relasi antar pihak, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara ini
01:41Hasil penyidikan KPK nantinya akan menentukan sejauh mana perkara dugaan suap pengurusan HGB ini berkembang
01:48Termasuk apakah berhenti pada delapan tersangka atau masih ada pihak lain yang akan dimintai pertanggung jawaban hukum
01:56Tim Liputan Kompas TV
02:09Pengembangan kasus dugaan korupsi di lingkungan ATR BPN terus dilakukan dengan penggeledahan di sejumlah lokasi
02:16Lalu sejauh mana KPK akan mengembangkan penyidikan?
02:19Siapa saja yang KPK sasar dalam pengembangan penyidikan?
02:23Kita bahas bersama peneliti Pukatungga M. Zainur Rohman, Mas Zainur, selamat petang
02:28Selamat petang, Mbak
02:29Mas Zainur, dari penggeledahan di rumah Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR
02:36Kan ditemukan petunjuk dugaan aliran uang
02:38Selain menguatkan berkas perkara dari orang-orang yang sudah ditetapkan jadi tersangka
02:42Bisa siapa lagi yang harusnya segera bisa disasar KPK?
02:47Ya tentu KPK yang utama prioritasnya harus menyasar Menteri ya
02:52Secara logika hampir mustahil Menterinya tidak tahu
02:56Tetapi tidak cukup secara logika harus ketemu alat buktinya
03:00Apakah berupa chat, bukti transfer, aliran dana
03:04Atau mungkin jenis-jenis bukti yang lain
03:07Misalnya dalam bentuk surat, tanda tangan, disposisi
03:10Atau bentuk-bentuk bukti yang relevan
03:12Nah yang kedua
03:14Sangat mustahil juga perbuatan korupsi dilakukan hanya oleh segelintir pejabat
03:20Ini kesempatan yang sangat baik
03:21Untuk KPK membongkar seluruh jejaring mafia tanah di tubuh badan pertanah nasional
03:28Baik di tingkat pusat, wilayah maupun di kantor pertanahan
03:31Dengan cara bagaimana ketika KPK melakukan penggeledahan dan penyitaan
03:37Memang yang menjadi fokus adalah khusus untuk perkara yang sedang disidik
03:42Tetapi jika KPK menemukan informasi dugaan tindak pidana lainnya
03:48KPK bisa membuka penyelidikan
03:50Kalau ketemu bukti bisa ditingkatkan menjadi penyidikan
03:53Dan membuka perkara baru untuk perkara-perkara yang lain
03:56Jadi sebenarnya ini adalah kesempatan yang sangat baik
03:59Agar KPK dapat membantu badan pertanahan nasional
04:05Kementerian ATR BPN ini jauh lebih baik, jauh lebih bersih ke depan
04:10Kenapa? Karena keluhan publik sudah dari dulu gitu ya
04:14Bahwa ada dugaan bentuk-bentuk pelanggaran, pemerasan, suap, kreatifikasi
04:21Di lingkungan bidang pertanahan ini
04:24Yang kemudian menumbuh suburkan mafia tanah
04:27Antara orang-orang yang bekerja di luar
04:30Dengan orang-orang yang menjabat di bidang pertanahan bersekongkol
04:35Dan kemudian mereka melancarkan aksi-aksi yang sudah banyak sekali
04:38Menimbulkan kerugian bagi masyarakat
04:40Begitu Mbak
04:40Mas Zaino, berarti apakah penggeledahan rumah dirjen ini juga strategi
04:45Untuk jadi bekal menyasar orang yang salah satu tadi
04:49Orang yang ada di atasi dirjen atau bisa dibut ya menteri?
04:53Harusnya begitu ya
04:55Nah ini juga kalau kita lihat
04:57Ada penggeledahan di kantor kementerian ATR BPN
05:03Ada penggeledahan di tempat kediaman dirjen ATR BPN
05:09Ada penggeledahan di tempat-tempat yang lain
05:11Tujuannya tentu adalah untuk mencari alat-alat bukti
05:15Apakah ada keterkaitan dengan menterinya
05:17Meskipun ya KPK tidak hanya bertumpu pada alat-alat bukti yang dicari tersebut
05:23KPK juga dapat melakukan pemeriksaan terhadap para saksi
05:28Atau mereka yang sudah menjadi tersangka
05:30Atau aliran dana yang KPK bisa dibantu oleh PPATK
05:34Namun pertanyaan saya adalah
05:35Mengapa sampai sekarang KPK tidak melakukan penggeledahan ruang kerja menteri di kementerian ATR BPN
05:43Atau tempat kediaman menteri
05:45Baik itu pribadi maupun dinas
05:47Apakah 4 orang dekat menteri
05:51Antara aliran ada Fat, ada Arif, ada Erwin dan satunya lagi
05:56Itu tidak pernah misalnya berkomunikasi dengan menteri ATR BPN
06:01Di tempat kediaman menteri
06:03Baik dinas maupun pribadi
06:05Atau di ruang kerja menteri di kementerian ATR BPN
06:09Nah jadi pertanyaan itu seharusnya dapat dijawab oleh KPK
06:13Harapan kami sebagai publik
06:15Ya KPK juga melakukan penggeledahan dong terhadap ruang kerja menteri maupun tempat kediaman menteri
06:21Kenapa? Karena ada kewadugaan komunikasi di antara mereka ini
06:264 orang itu adalah orang yang sangat dekat dengan menteri
06:30Bahkan KPK sendiri yang mengatakan memang mereka ini adalah orang-orang kepercayaan menteri
06:34Begitu mbak
06:35Nah Mas Zainur, kalau dari barang buktinya aja yang disita KPK sampai lebih dari 100 miliar rupiah
06:41Artinya bisa disimpulkan kalau sebenarnya kasusnya jauh lebih parah, jauh lebih besar dari ini
06:47Betul, kita bayangkan ya
06:49Kalau 100 miliar ada mayoritasnya di rumah ARF alias ARF ini
06:54Kalau tidak ada ketributan menteri
06:56Bisa dibayangkan orang-orang sekitar menteri bisa memonetisasi kedekatan
07:02Hingga mencapai angka ratusan miliar
07:04Nggak logis gitu ya
07:05Nah tetapi kan sekali lagi yang paling dibutuhkan adalah alat buktinya
07:09Atau yang kedua, jangan-jangan sudah sedemikian banyak perkara yang diuangkan
07:14Baik itu permohonan untuk SHGB, SHM atau perkara-perkara yang lain
07:19Yang itu kemudian ada bentuk-bentuk pelanggaran
07:23Apakah tidak memenuhi syarat, apakah membuka blokir tetapi kemudian melawan aturan
07:27Atau juga bentuk-bentuk yang lain misalnya memfasilitasi mafia tanah
07:32Jadi ini KPK juga perlu memilah
07:34106 miliar itu berasal dari pemberi siapa saja untuk kepentingan pengurusan apa saja gitu ya
07:42Kami ragu terus terang apakah itu hanya dari Sumarekon
07:45Sepertinya tidak
07:46Kalau tidak hanya dari Sumarekon artinya sudah ada sedemikian banyak perkara-perkara yang lain
07:52Kasus-kasus yang lain
07:53Dan itu artinya sangat mungkin melibatkan pejabat-pejabat yang lain
07:57Tidak hanya mereka yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka
08:01Menurut kami dari internal kementerian ATR BPN
08:04Masih sangat terbatas nih tersangkanya
08:06Apakah hanya mereka saja yang dua
08:08Kalau sampai sekarang Nusron belum diperiksa
08:11Belum dan juga masih aktif sebagai menteri
08:14Apa dampaknya terhadap komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi
08:19Kalau masih belum disentuh
08:21Ya yang pertama saya lihat
08:23Ini menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah
08:27Termasuk terhadap kementerian ATR BPN
08:29Yang kedua selama masih menjabat ini bisa menyulitkan penyidikan mbak
08:34Kenapa? Karena dia masih menjabat
08:35Para bawahan menteri bisa sungkan ketika mereka memberikan keterangan
08:41Yang dapat menyudutkan atau merugikan posisi dari menteri ATR BPN
08:46Sehingga menurut kami yang paling tepat adalah
08:49Menteri ATR BPN mengundurkan diri
08:52Atau kalau tidak bersedia mengundurkan diri
08:54Dicopot oleh presiden yang memiliki kewenangan
08:58Memiliki hak pedagogatif
08:59Tujuannya agar kelusutan perkara ini bisa berjalan dengan lancar
09:03Even tidak memiliki keterkaitan misalnya
09:06Tidak terlibat
09:07Ya artinya gagal melakukan pembinaan dan pengawasan
09:11Sampai orang terdekatnya bisa ngumpulin duit 100 miliar
09:13Karena kedekatan tersebut
09:16Mas Zainur Rohman terima kasih sudah berbagi bersama ke AmeriKompas Petang
09:20Saya selalu Mas Zainur
09:22Terima kasih
Komentar

Dianjurkan