00:00Ya menurut saya hampir mustahil untuk tidak tahu ya
00:06Sampai pejabat-pejabat setiap KTC Long 1 terlibat itu
00:13Apalagi sampai ada tiga orang gitu
00:15Empat semuanya ya diagak kurang dekat
00:18Itu menurut saya agak terstruktur kegiatannya
00:22Tapi kita lihat aja perkembangannya nanti
00:25Terstruktur itu artinya memang yang paling atasnya sangat diduga kuat
00:31Bahwa itu tahu
00:35Hingga saat ini KPK belum menetapkan Nusron Wahid sebagai tersangka dalam perkara ini
00:39KPK juga menyatakan penyidikan masih berjalan
00:42Untuk mendalami konstruksi perkara dan keterkaitan antar pihak
00:46Sementara itu Nusron Wahid menyatakan menghormati proses hukum yang dijalankan KPK
00:51Nusron juga menegaskan Kementerian ATR BPN akan mengikuti dan membantu proses penyidikan
00:56Kami juga akan mengikuti dan kami akan membantu proses yang ada disini
01:05Semoga dengan kejadian ini ada proses percepatan perbaikan pelayanan di internal kantor ATR BPN
01:15Kita ikuti prosesnya ini dan kami serahkan sepenuhnya kepada KPK sebagai APH
01:28Kini penyidik KPK masih menganalisis dokumen dan barang bukti elektronik hasil penggeledahan di tiga lokasi
01:34Penyidik juga terus menelusuri aliran dana, relasi antar pihak, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara ini
01:41Hasil penyidikan KPK nantinya akan menentukan sejauh mana perkara dugaan suap pengurusan HGB ini berkembang
01:48Termasuk apakah berhenti pada delapan tersangka atau masih ada pihak lain yang akan dimintai pertanggung jawaban hukum
01:56Tim Liputan Kompas TV
02:09Pengembangan kasus dugaan korupsi di lingkungan ATR BPN terus dilakukan dengan penggeledahan di sejumlah lokasi
02:16Lalu sejauh mana KPK akan mengembangkan penyidikan?
02:19Siapa saja yang KPK sasar dalam pengembangan penyidikan?
02:23Kita bahas bersama peneliti Pukatungga M. Zainur Rohman, Mas Zainur, selamat petang
02:28Selamat petang, Mbak
02:29Mas Zainur, dari penggeledahan di rumah Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR
02:36Kan ditemukan petunjuk dugaan aliran uang
02:38Selain menguatkan berkas perkara dari orang-orang yang sudah ditetapkan jadi tersangka
02:42Bisa siapa lagi yang harusnya segera bisa disasar KPK?
02:47Ya tentu KPK yang utama prioritasnya harus menyasar Menteri ya
02:52Secara logika hampir mustahil Menterinya tidak tahu
02:56Tetapi tidak cukup secara logika harus ketemu alat buktinya
03:00Apakah berupa chat, bukti transfer, aliran dana
03:04Atau mungkin jenis-jenis bukti yang lain
03:07Misalnya dalam bentuk surat, tanda tangan, disposisi
03:10Atau bentuk-bentuk bukti yang relevan
03:12Nah yang kedua
03:14Sangat mustahil juga perbuatan korupsi dilakukan hanya oleh segelintir pejabat
03:20Ini kesempatan yang sangat baik
03:21Untuk KPK membongkar seluruh jejaring mafia tanah di tubuh badan pertanah nasional
03:28Baik di tingkat pusat, wilayah maupun di kantor pertanahan
03:31Dengan cara bagaimana ketika KPK melakukan penggeledahan dan penyitaan
03:37Memang yang menjadi fokus adalah khusus untuk perkara yang sedang disidik
03:42Tetapi jika KPK menemukan informasi dugaan tindak pidana lainnya
03:48KPK bisa membuka penyelidikan
03:50Kalau ketemu bukti bisa ditingkatkan menjadi penyidikan
03:53Dan membuka perkara baru untuk perkara-perkara yang lain
03:56Jadi sebenarnya ini adalah kesempatan yang sangat baik
03:59Agar KPK dapat membantu badan pertanahan nasional
04:05Kementerian ATR BPN ini jauh lebih baik, jauh lebih bersih ke depan
04:10Kenapa? Karena keluhan publik sudah dari dulu gitu ya
04:14Bahwa ada dugaan bentuk-bentuk pelanggaran, pemerasan, suap, kreatifikasi
04:21Di lingkungan bidang pertanahan ini
04:24Yang kemudian menumbuh suburkan mafia tanah
04:27Antara orang-orang yang bekerja di luar
04:30Dengan orang-orang yang menjabat di bidang pertanahan bersekongkol
04:35Dan kemudian mereka melancarkan aksi-aksi yang sudah banyak sekali
04:38Menimbulkan kerugian bagi masyarakat
04:40Begitu Mbak
04:40Mas Zaino, berarti apakah penggeledahan rumah dirjen ini juga strategi
04:45Untuk jadi bekal menyasar orang yang salah satu tadi
04:49Orang yang ada di atasi dirjen atau bisa dibut ya menteri?
04:53Harusnya begitu ya
04:55Nah ini juga kalau kita lihat
04:57Ada penggeledahan di kantor kementerian ATR BPN
05:03Ada penggeledahan di tempat kediaman dirjen ATR BPN
05:09Ada penggeledahan di tempat-tempat yang lain
05:11Tujuannya tentu adalah untuk mencari alat-alat bukti
05:15Apakah ada keterkaitan dengan menterinya
05:17Meskipun ya KPK tidak hanya bertumpu pada alat-alat bukti yang dicari tersebut
05:23KPK juga dapat melakukan pemeriksaan terhadap para saksi
05:28Atau mereka yang sudah menjadi tersangka
05:30Atau aliran dana yang KPK bisa dibantu oleh PPATK
05:34Namun pertanyaan saya adalah
05:35Mengapa sampai sekarang KPK tidak melakukan penggeledahan ruang kerja menteri di kementerian ATR BPN
05:43Atau tempat kediaman menteri
05:45Baik itu pribadi maupun dinas
05:47Apakah 4 orang dekat menteri
05:51Antara aliran ada Fat, ada Arif, ada Erwin dan satunya lagi
05:56Itu tidak pernah misalnya berkomunikasi dengan menteri ATR BPN
06:01Di tempat kediaman menteri
06:03Baik dinas maupun pribadi
06:05Atau di ruang kerja menteri di kementerian ATR BPN
06:09Nah jadi pertanyaan itu seharusnya dapat dijawab oleh KPK
06:13Harapan kami sebagai publik
06:15Ya KPK juga melakukan penggeledahan dong terhadap ruang kerja menteri maupun tempat kediaman menteri
06:21Kenapa? Karena ada kewadugaan komunikasi di antara mereka ini
06:264 orang itu adalah orang yang sangat dekat dengan menteri
06:30Bahkan KPK sendiri yang mengatakan memang mereka ini adalah orang-orang kepercayaan menteri
06:34Begitu mbak
06:35Nah Mas Zainur, kalau dari barang buktinya aja yang disita KPK sampai lebih dari 100 miliar rupiah
06:41Artinya bisa disimpulkan kalau sebenarnya kasusnya jauh lebih parah, jauh lebih besar dari ini
06:47Betul, kita bayangkan ya
06:49Kalau 100 miliar ada mayoritasnya di rumah ARF alias ARF ini
06:54Kalau tidak ada ketributan menteri
06:56Bisa dibayangkan orang-orang sekitar menteri bisa memonetisasi kedekatan
07:02Hingga mencapai angka ratusan miliar
07:04Nggak logis gitu ya
07:05Nah tetapi kan sekali lagi yang paling dibutuhkan adalah alat buktinya
07:09Atau yang kedua, jangan-jangan sudah sedemikian banyak perkara yang diuangkan
07:14Baik itu permohonan untuk SHGB, SHM atau perkara-perkara yang lain
07:19Yang itu kemudian ada bentuk-bentuk pelanggaran
07:23Apakah tidak memenuhi syarat, apakah membuka blokir tetapi kemudian melawan aturan
07:27Atau juga bentuk-bentuk yang lain misalnya memfasilitasi mafia tanah
07:32Jadi ini KPK juga perlu memilah
07:34106 miliar itu berasal dari pemberi siapa saja untuk kepentingan pengurusan apa saja gitu ya
07:42Kami ragu terus terang apakah itu hanya dari Sumarekon
07:45Sepertinya tidak
07:46Kalau tidak hanya dari Sumarekon artinya sudah ada sedemikian banyak perkara-perkara yang lain
07:52Kasus-kasus yang lain
07:53Dan itu artinya sangat mungkin melibatkan pejabat-pejabat yang lain
07:57Tidak hanya mereka yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka
08:01Menurut kami dari internal kementerian ATR BPN
08:04Masih sangat terbatas nih tersangkanya
08:06Apakah hanya mereka saja yang dua
08:08Kalau sampai sekarang Nusron belum diperiksa
08:11Belum dan juga masih aktif sebagai menteri
08:14Apa dampaknya terhadap komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi
08:19Kalau masih belum disentuh
08:21Ya yang pertama saya lihat
08:23Ini menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah
08:27Termasuk terhadap kementerian ATR BPN
08:29Yang kedua selama masih menjabat ini bisa menyulitkan penyidikan mbak
08:34Kenapa? Karena dia masih menjabat
08:35Para bawahan menteri bisa sungkan ketika mereka memberikan keterangan
08:41Yang dapat menyudutkan atau merugikan posisi dari menteri ATR BPN
08:46Sehingga menurut kami yang paling tepat adalah
08:49Menteri ATR BPN mengundurkan diri
08:52Atau kalau tidak bersedia mengundurkan diri
08:54Dicopot oleh presiden yang memiliki kewenangan
08:58Memiliki hak pedagogatif
08:59Tujuannya agar kelusutan perkara ini bisa berjalan dengan lancar
09:03Even tidak memiliki keterkaitan misalnya
09:06Tidak terlibat
09:07Ya artinya gagal melakukan pembinaan dan pengawasan
09:11Sampai orang terdekatnya bisa ngumpulin duit 100 miliar
09:13Karena kedekatan tersebut
09:16Mas Zainur Rohman terima kasih sudah berbagi bersama ke AmeriKompas Petang
09:20Saya selalu Mas Zainur
09:22Terima kasih
Komentar