Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
#ceritahoror #kisahnyatahoror #hororindonesia

Malam itu Roni hanya ingin cepat pulang setelah mengantar ayam potong ke pasar. Demi menghemat waktu, ia memilih jalan belakang yang melewati sebuah pohon beringin tua. Awalnya semua terasa biasa... hingga aroma melati memenuhi mobilnya, suara senandung misterius mulai terdengar, dan sesuatu yang tak masuk akal terjadi di kursi sebelahnya.

Keesokan paginya, satu pertanyaan dari tetangganya membuat bulu kuduknya berdiri. Mau tau Cerita lengkapnya....? Tonton Video nya sampai Habis!

Siapkan diri anda. Matikan lampu...dan pasang Headset Anda!

Jangan lupa Klik Like dan Subscribe kalau kalian suka cerita ini.
Transkrip
00:00Di imbun itu perlahan muncul garis-garis.
00:02Kayak ada jari yang lagi nulis dari sisi dalam.
00:06Satu huruf, dua huruf, tiga huruf.
00:09Di bawah pohon itu ada bangku semen yang udah dipenuhi lumut.
00:13Entah kenapa pas lewat situ hidung gue kecium bau bunga melati.
00:31Sampai sekarang ada satu hal yang masih bikin Roni gak bisa tidur tenang.
00:37Bukan suara nyanyian yang dia dengar malam itu.
00:40Bukan juga pohon beringin yang dia lewati.
00:43Tapi satu pertanyaan sederhana dari tetangganya keesokan pagi
00:46yang sampai hari ini gak pernah bisa dia jawab.
00:50Cerita ini berasal dari seseorang bernama Roni
00:53yang tinggal di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
00:56Identitas lengkapnya sengaja saya samarkan.
01:00Awalnya saya juga mengira ini cuma cerita horor diasa.
01:03Tapi setelah membaca kronologi yang dia ceritakan,
01:06ada beberapa bagian yang bikin saya merinding.
01:09Terutama karena kejadian yang dia alami
01:12gak ada penampakan yang berlebihan.
01:14Justru semuanya terasa masuk akal.
01:16Sampai akhirnya ada satu momen yang benar-benar sulit dijelaskan.
01:21Berikut cerita lengkapnya,
01:23ditulis berdasarkan pengalaman yang Roni alami sendiri.
01:28Nama gue Roni.
01:30Kejadian ini udah lima tahun lewat,
01:32tapi setiap ada yang ngajak mancing malam,
01:34gue selalu nolak.
01:35Bukan karena capek,
01:37tapi karena gue gak mau lagi lewat jalan itu.
01:40Waktu itu gue kerja jadi supir pengantar ayam potong.
01:44Hampir tiap malam gue nganter ke pasar-pasar tradisional.
01:47Jadi jalanan sepi udah jadi makanan sehari-hari.
01:50Suatu malam habis nurunin barang di salah satu pasar kecil,
01:54gue mutusin pulang lewat jalan belakang biar lebih cepat.
01:58Jalur itu nembus beberapa desa dan cuma dilewati warga sekitar.
02:02Awalnya gak ada yang aneh.
02:04Yang bikin gue mulai gak nyaman justru karena jalan itu terlalu sepi.
02:09Biasanya kalau lewat kampung masih ada orang nongkrong
02:12atau suara TV dari rumah-rumah.
02:14Di jalan itu gak ada apa-apa.
02:17Cuma suara ban mobil sama gesekan ranting yang kena bodi.
02:21Sekitar setengah perjalanan,
02:22gue ngelewatin pohon beringin gede di tikungan.
02:25Di bawah pohon itu ada bangku semen yang udah dipenuhi lumut.
02:29Entah kenapa pas lewat situ,
02:31hidung gue kecium bau bunga melati.
02:34Harumnya kuat banget.
02:36Padahal di sekitar situ isinya cuma kebun bambu sama semak liar.
02:40Gue sempat nyelutuk sendiri.
02:42Siapa coba yang nanam melati di sini?
02:44Beberapa meter setelah lewat pohon itu,
02:47bau melatinya hilang.
02:49Gue juga gak mikirin lagi.
02:51Sampai akhirnya,
02:52gue mulai denger suara orang bersenandung.
02:56Pelan.
02:57Kayak perempuan lagi nyanyi buat dirinya sendiri.
02:59Gue kira ada warga lagi jalan.
03:01Karena penasaran gue pelanin mobil.
03:04Anehnya,
03:05makin pelan mobil gue,
03:07suara itu ikut melambat.
03:09Begitu gue ngebut,
03:10irama nyanyiannya juga berubah lebih cepat.
03:13Kayak bukan gue yang ngikutin suara itu,
03:15tapi suara itu yang ngikutin gerakan gue.
03:18Di situ gue mulai gak beres.
03:20Gue pilih fokus nyetir dan gak mau cari asal suaranya.
03:24Beberapa saat kemudian,
03:26kaca pintu sebelah kiri tiba-tiba berkabut.
03:28Padahal kaca yang lain biasa aja.
03:30Yang bikin napas gue langsung berat,
03:33di embun itu perlahan muncul garis-garis.
03:36Kayak ada jari yang lagi nulis dari sisi dalam.
03:39Satu huruf,
03:41dua huruf,
03:42tiga huruf.
03:43Gue cuma sempat lihat tulisan itu mulai membentuk kata,
03:46jang.
03:47Gue langsung pencet tombol buat nurungin kaca.
03:50Angin malam langsung masuk kencang.
03:53Embunnya hilang seketika.
03:54Tulisannya ikut hilang.
03:56Sumpah,
03:57di situ tangan gue udah dingin semua.
03:59Setir sampai kerasa licin karena keringan.
04:01Gue gak berani lagi nengok ke kaca sebelah.
04:04Entah kenapa,
04:05gue ngerasa kalau sekali aja gue nekat lihat ke kiri,
04:08bakal ada seseorang yang lagi duduk diam,
04:10natap ke arah gue.
04:12Perasaan itu kuat banget.
04:13Padahal logika gue terus bilang
04:15gak mungkin ada siapa-siapa di dalam mobil.
04:17Yang lebih bikin merinding,
04:19bau melati yang tadi sempat hilang
04:21tiba-tiba muncul lagi.
04:22Kali ini jauh lebih menyengat.
04:24Sampai dada gue rasanya sesak.
04:27Di saat yang sama,
04:28suara senandung itu terdengar sekali lagi.
04:30Bukan dari luar,
04:31tapi seperti tepat di belakang telinga kiri gue.
04:35Gue gak berhenti sama sekali.
04:37Sesampainya di rumah,
04:38gue cerita ke istri gue.
04:39Dia bilang mungkin gue kecapean.
04:41Gue juga mulai mikir begitu.
04:43Sampai besok paginya.
04:45Waktu mau berangkat kerja lagi,
04:47tetangga gue nanya,
04:48Ron, semalam bawa siapa?
04:50Gue bingung.
04:52Gak bawa siapa-siapa?
04:53Dia malah terlihat heran.
04:54Soalnya sekitar jam 11,
04:56aku lihat mobilmu lewat depan rumah.
04:58Kukira ada penumpang perempuan.
05:00Rambutnya panjang,
05:01duduk di kursi sebelah.
05:12Darah gue langsung serasa berhenti ngalir.
05:15Karena semalam,
05:16sepanjang perjalanan,
05:18kursi sebelah kosong.
05:19Dan satu hal yang gak pernah gue ceritain gak siapapun.
05:23Selama nyetir,
05:24gue memang beberapa kali ngerasa mobil agak berat sebelah.
05:27Gue kira karena jalan rusak.
05:29Sekarang kalau dipikir-pikir lagi,
05:32mungkin dari awal,
05:33kursi itu memang gak pernah benar-benar kosong.
05:43Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan