Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
#ambulanhoror #hantuambulan #hororindonesia

Seorang sopir ambulans mendapat tugas mengantar jenazah ke sebuah desa yang berjarak hampir tiga jam perjalanan. Di tengah malam, saat melewati jalan sepi dan kawasan hutan, ia tanpa sengaja melihat sosok misterius duduk di bangku belakang ambulans. Padahal sejak awal perjalanan, hanya ada dirinya dan petugas yang mendampingi jenazah. Apa yang sebenarnya terjadi malam itu?

Siapkan diri anda. Matikan lampu...dan pasang Headset Anda!

Jangan lupa Klik Like dan Subscribe kalau kalian suka cerita ini.
Transkrip
00:07Sekitar pukul 1 dini hari,
00:09mereka memasuki sebuah jalan panjang yang melewati kawasan hutan.
00:14Tidak ada kendaraan lain.
00:16Tidak ada rumah penduduk.
00:18Rudy tanpa sengaja melihat kaca spion tengah.
00:21Di bangku paling belakang, terlihat seseorang sedang duduk.
00:25Kepalanya menunduk.
00:27Tangannya berada di atas paha.
00:30Diam.
00:31Tidak bergerak sedikitpun.
00:36Pernah nggak kalian membayangkan,
00:39mengemudikan ambulans di tengah malam,
00:42melewati jalan yang sepi,
00:45lalu tanpa sengaja melihat seseorang duduk di belakang.
00:50Padahal sejak awal keberangkatan,
00:53tidak pernah ada orang selain kalian dan petugas yang mendampingi jenazah.
00:58Cerita ini berasal dari seorang supir ambulans bernama Rudy.
01:04Kejadian itu dialaminya sekitar tahun 2008.
01:08Saat itu, Rudy sudah hampir sembilan tahun bekerja sebagai supir ambulans di sebuah rumah sakit swasta di Sumatera.
01:16Selama bekerja, dia sudah mengantar ratusan pasien,
01:21mulai dari pasien gawat darurat, korban kecelakaan, hingga jenazah yang harus dipulangkan ke kampung halaman.
01:30Karena sudah terlalu sering berhadapan dengan situasi seperti itu,
01:34Rudy mengaku tidak pernah benar-benar percaya dengan cerita-cerita mistis yang sering beredar di kalangan supir ambulans.
01:42Menurutnya, kalau memang harus bekerja malam, yang penting tetap fokus di jalan.
01:47Suatu malam, sekitar pukul 11, Rudy mendapat tugas mengantar jenazah seorang pria
01:55menuju sebuah desa yang berjarak hampir tiga jam dari rumah sakit.
01:59Yang ikut dalam perjalanan, hanya seorang petugas pemula saraan jenazah bernama Pak Deddy.
02:05Jenazah sudah dimasukkan ke dalam peti, lalu dikunci pada rel pengaman di lantai ambulans.
02:12Tidak lama kemudian, mereka pun berangkat.
02:16Awalnya perjalanan berlangsung seperti biasa.
02:19Mereka masih sempat mengobrol beberapa kali.
02:22Hujan turun pelan.
02:24Sesekali truk besar melintas dari arah berlawanan.
02:28Namun setelah keluar dari jalan utama, suasana mulai berubah.
02:33Jalan yang mereka lewati semakin sempit.
02:36Lampu jalan sudah tidak ada.
02:39Di kanan-kiri hanya perkebunan sawit yang gelap.
02:42Sesekali, angin membuat pelepah sawit bergesekan satu sama lain.
02:47Suaranya terdengar jelas, karena malam itu jalan benar-benar sepi.
02:53Sekitar satu jam perjalanan, Rudy tanpa sengaja melihat kaca spion tengah.
02:58Di bangku paling belakang, terlihat seseorang sedang duduk.
03:03Kepalanya menunduk.
03:04Tangannya berada di atas paha.
03:07Diam.
03:08Tidak bergerak sedikit pun.
03:11Rudy langsung mengalihkan pandangan ke depan.
03:14Beberapa detik kemudian, dia melihat lagi.
03:17Bangku belakang, kosong.
03:20Rudy menggeleng pelan.
03:22Dia menganggap matanya hanya lelah.
03:25Tidak lama setelah itu,
03:27Pak Deddy mengetuk kaca kecil yang menghubungkan kabin depan dengan ruang belakang.
03:31Mas?
03:33Iya, Pak.
03:35Tadi Mas lihat sesuatu di belakang?
03:38Rudy sempat terdiam.
03:40Lihat apa, Pak?
03:42Pak Deddy tidak langsung menjawab.
03:44Dia hanya memandang Rudy beberapa saat.
03:47Lupakan saja.
03:49Setelah mengatakan itu,
03:51dia kembali duduk di samping peti jenazah.
03:54Perjalanan kembali sunyi.
03:55Hanya suara mesin ambulans dan hujan yang menemani.
04:00Sekitar 15 menit kemudian,
04:03Rudy kembali melihat kaca spion.
04:05Sosok itu muncul lagi.
04:07Masih duduk di tempat yang sama.
04:09Masih menundukkan kepala.
04:12Kali ini Rudy memberanikan diri membuka kaca kecil.
04:15Pak Deddy?
04:17Iya?
04:18Di belakang benar cuma bapak?
04:20Pak Deddy tidak menjawab.
04:23Beberapa detik kemudian,
04:24barulah terdengar suaranya.
04:27Jangan lihat kaca spion lagi.
04:30Nada bicaranya terdengar berbeda.
04:32Lebih pelan,
04:33dan seperti sedang menahan rasa takut.
04:36Sejak saat itu,
04:38tidak ada lagi percakapan.
04:40Mereka berdua sama-sama memilih diam.
04:43Ambulans terus melaju membelah malam.
04:46Sekitar pukul 1 dini hari,
04:48mereka memasuki sebuah jalan panjang
04:50yang melewati kawasan hutan.
04:53Tidak ada kendaraan lain.
04:54Tidak ada rumah penduduk.
04:56Hanya sorot lampu ambulans
04:58yang menerangi jalan di depan.
05:01Tiba-tiba,
05:02terdengar suara
05:03tok, tok, tok, pelan.
05:08Seperti ada seseorang yang mengetuk
05:10pintu ruang belakang ambulans dari dalam.
05:13Rudy langsung menggenggam setir lebih erat.
05:16Pak Deddy mulai membaca doa dengan suara lirih.
05:20Ketukan itu berhenti.
05:21Suasana kembali sunyi.
05:24Belum sempat Rudy merasa tenang,
05:26terdengar suara lain.
05:28Kali ini bukan ketukan,
05:30melainkan suara seperti seseorang
05:32sedang menarik nafas panjang,
05:34pelan,
05:35berat,
05:36dekat sekali.
05:38Seolah berasal dari bangku paling belakang.
05:42Rudy tidak berani melihat kaca spion.
05:44Dia tetap menatap lurus ke depan.
05:47Beberapa menit kemudian,
05:48semua suara menghilang.
05:51Perjalanan kembali normal.
05:53Sekitar pukul dua dini hari,
05:55mereka akhirnya tiba di rumah duga.
05:58Peti jenazah segera diturunkan
06:00oleh keluarga dan warga sekitar.
06:02Setelah semua selesai,
06:04Pak Deddy turun lebih dulu
06:05untuk membantu proses penyerahan jenazah.
06:08Rudy menunggu di dalam kabin.
06:10Dia mengira semuanya benar-benar sudah berakhir.
06:14Sampai tanpa sadar,
06:16matanya kembali mengarah ke kaca spion.
06:18Bangku paling belakang terlihat kosong.
06:21Rudy menghela nafas pelan.
06:23Namun tepat ketika dia hendak memalingkan wajah,
06:27sosok itu kembali terlihat.
06:29Masih duduk di tempat yang sama,
06:32kepalanya tetap tertunduk,
06:34tidak bergerak.
06:36Rudy sontak menoleh langsung ke ruang belakang.
06:39Kosong.
06:40Tidak ada siapa-siapa.
06:49Saat dia kembali melihat kaca spion,
06:52sosok itu sudah tidak ada.
06:54Malam itu,
06:56Rudy langsung menutup kaca spion tengah
06:58dengan penutup kecil
06:59yang memang tersedia di ambulans.
07:01Dia baru membukanya lagi
07:03setelah perjalanan pulang selesai.
07:05Sejak kejadian itu,
07:07Rudy masih tetap bekerja
07:08sebagai supir ambulans.
07:10Masih sering mengantar pasien
07:12maupun jenazah ke berbagai daerah.
07:14Namun sampai hari ini,
07:16setiap kali harus mengemudi ambulans
07:18pada tengah malam,
07:19dia selalu menutup kaca spion tengah
07:21sejak awal perjalanan.
07:23Karena dia tidak pernah ingin memastikan lagi,
07:27apakah malam itu
07:28benar hanya ada dua orang
07:30di dalam ambulans?
07:32terima kasih.
07:36Terima kasih.
07:40Terima kasih.

Dianjurkan