00:07Sekitar pukul 1 dini hari,
00:09mereka memasuki sebuah jalan panjang yang melewati kawasan hutan.
00:14Tidak ada kendaraan lain.
00:16Tidak ada rumah penduduk.
00:18Rudy tanpa sengaja melihat kaca spion tengah.
00:21Di bangku paling belakang, terlihat seseorang sedang duduk.
00:25Kepalanya menunduk.
00:27Tangannya berada di atas paha.
00:30Diam.
00:31Tidak bergerak sedikitpun.
00:36Pernah nggak kalian membayangkan,
00:39mengemudikan ambulans di tengah malam,
00:42melewati jalan yang sepi,
00:45lalu tanpa sengaja melihat seseorang duduk di belakang.
00:50Padahal sejak awal keberangkatan,
00:53tidak pernah ada orang selain kalian dan petugas yang mendampingi jenazah.
00:58Cerita ini berasal dari seorang supir ambulans bernama Rudy.
01:04Kejadian itu dialaminya sekitar tahun 2008.
01:08Saat itu, Rudy sudah hampir sembilan tahun bekerja sebagai supir ambulans di sebuah rumah sakit swasta di Sumatera.
01:16Selama bekerja, dia sudah mengantar ratusan pasien,
01:21mulai dari pasien gawat darurat, korban kecelakaan, hingga jenazah yang harus dipulangkan ke kampung halaman.
01:30Karena sudah terlalu sering berhadapan dengan situasi seperti itu,
01:34Rudy mengaku tidak pernah benar-benar percaya dengan cerita-cerita mistis yang sering beredar di kalangan supir ambulans.
01:42Menurutnya, kalau memang harus bekerja malam, yang penting tetap fokus di jalan.
01:47Suatu malam, sekitar pukul 11, Rudy mendapat tugas mengantar jenazah seorang pria
01:55menuju sebuah desa yang berjarak hampir tiga jam dari rumah sakit.
01:59Yang ikut dalam perjalanan, hanya seorang petugas pemula saraan jenazah bernama Pak Deddy.
02:05Jenazah sudah dimasukkan ke dalam peti, lalu dikunci pada rel pengaman di lantai ambulans.
02:12Tidak lama kemudian, mereka pun berangkat.
02:16Awalnya perjalanan berlangsung seperti biasa.
02:19Mereka masih sempat mengobrol beberapa kali.
02:22Hujan turun pelan.
02:24Sesekali truk besar melintas dari arah berlawanan.
02:28Namun setelah keluar dari jalan utama, suasana mulai berubah.
02:33Jalan yang mereka lewati semakin sempit.
02:36Lampu jalan sudah tidak ada.
02:39Di kanan-kiri hanya perkebunan sawit yang gelap.
02:42Sesekali, angin membuat pelepah sawit bergesekan satu sama lain.
02:47Suaranya terdengar jelas, karena malam itu jalan benar-benar sepi.
02:53Sekitar satu jam perjalanan, Rudy tanpa sengaja melihat kaca spion tengah.
02:58Di bangku paling belakang, terlihat seseorang sedang duduk.
03:03Kepalanya menunduk.
03:04Tangannya berada di atas paha.
03:07Diam.
03:08Tidak bergerak sedikit pun.
03:11Rudy langsung mengalihkan pandangan ke depan.
03:14Beberapa detik kemudian, dia melihat lagi.
03:17Bangku belakang, kosong.
03:20Rudy menggeleng pelan.
03:22Dia menganggap matanya hanya lelah.
03:25Tidak lama setelah itu,
03:27Pak Deddy mengetuk kaca kecil yang menghubungkan kabin depan dengan ruang belakang.
03:31Mas?
03:33Iya, Pak.
03:35Tadi Mas lihat sesuatu di belakang?
03:38Rudy sempat terdiam.
03:40Lihat apa, Pak?
03:42Pak Deddy tidak langsung menjawab.
03:44Dia hanya memandang Rudy beberapa saat.
03:47Lupakan saja.
03:49Setelah mengatakan itu,
03:51dia kembali duduk di samping peti jenazah.
03:54Perjalanan kembali sunyi.
03:55Hanya suara mesin ambulans dan hujan yang menemani.
04:00Sekitar 15 menit kemudian,
04:03Rudy kembali melihat kaca spion.
04:05Sosok itu muncul lagi.
04:07Masih duduk di tempat yang sama.
04:09Masih menundukkan kepala.
04:12Kali ini Rudy memberanikan diri membuka kaca kecil.
04:15Pak Deddy?
04:17Iya?
04:18Di belakang benar cuma bapak?
04:20Pak Deddy tidak menjawab.
04:23Beberapa detik kemudian,
04:24barulah terdengar suaranya.
04:27Jangan lihat kaca spion lagi.
04:30Nada bicaranya terdengar berbeda.
04:32Lebih pelan,
04:33dan seperti sedang menahan rasa takut.
04:36Sejak saat itu,
04:38tidak ada lagi percakapan.
04:40Mereka berdua sama-sama memilih diam.
04:43Ambulans terus melaju membelah malam.
04:46Sekitar pukul 1 dini hari,
04:48mereka memasuki sebuah jalan panjang
04:50yang melewati kawasan hutan.
04:53Tidak ada kendaraan lain.
04:54Tidak ada rumah penduduk.
04:56Hanya sorot lampu ambulans
04:58yang menerangi jalan di depan.
05:01Tiba-tiba,
05:02terdengar suara
05:03tok, tok, tok, pelan.
05:08Seperti ada seseorang yang mengetuk
05:10pintu ruang belakang ambulans dari dalam.
05:13Rudy langsung menggenggam setir lebih erat.
05:16Pak Deddy mulai membaca doa dengan suara lirih.
05:20Ketukan itu berhenti.
05:21Suasana kembali sunyi.
05:24Belum sempat Rudy merasa tenang,
05:26terdengar suara lain.
05:28Kali ini bukan ketukan,
05:30melainkan suara seperti seseorang
05:32sedang menarik nafas panjang,
05:34pelan,
05:35berat,
05:36dekat sekali.
05:38Seolah berasal dari bangku paling belakang.
05:42Rudy tidak berani melihat kaca spion.
05:44Dia tetap menatap lurus ke depan.
05:47Beberapa menit kemudian,
05:48semua suara menghilang.
05:51Perjalanan kembali normal.
05:53Sekitar pukul dua dini hari,
05:55mereka akhirnya tiba di rumah duga.
05:58Peti jenazah segera diturunkan
06:00oleh keluarga dan warga sekitar.
06:02Setelah semua selesai,
06:04Pak Deddy turun lebih dulu
06:05untuk membantu proses penyerahan jenazah.
06:08Rudy menunggu di dalam kabin.
06:10Dia mengira semuanya benar-benar sudah berakhir.
06:14Sampai tanpa sadar,
06:16matanya kembali mengarah ke kaca spion.
06:18Bangku paling belakang terlihat kosong.
06:21Rudy menghela nafas pelan.
06:23Namun tepat ketika dia hendak memalingkan wajah,
06:27sosok itu kembali terlihat.
06:29Masih duduk di tempat yang sama,
06:32kepalanya tetap tertunduk,
06:34tidak bergerak.
06:36Rudy sontak menoleh langsung ke ruang belakang.
06:39Kosong.
06:40Tidak ada siapa-siapa.
06:49Saat dia kembali melihat kaca spion,
06:52sosok itu sudah tidak ada.
06:54Malam itu,
06:56Rudy langsung menutup kaca spion tengah
06:58dengan penutup kecil
06:59yang memang tersedia di ambulans.
07:01Dia baru membukanya lagi
07:03setelah perjalanan pulang selesai.
07:05Sejak kejadian itu,
07:07Rudy masih tetap bekerja
07:08sebagai supir ambulans.
07:10Masih sering mengantar pasien
07:12maupun jenazah ke berbagai daerah.
07:14Namun sampai hari ini,
07:16setiap kali harus mengemudi ambulans
07:18pada tengah malam,
07:19dia selalu menutup kaca spion tengah
07:21sejak awal perjalanan.
07:23Karena dia tidak pernah ingin memastikan lagi,
07:27apakah malam itu
07:28benar hanya ada dua orang
07:30di dalam ambulans?
07:32terima kasih.
07:36Terima kasih.
07:40Terima kasih.