00:00Perempuan itu perlahan mengangkat tangan kanannya, lalu menunjuk ke arah laut.
00:05Aldi mengikuti arah telunjuknya.
00:08Tidak ada apa-apa, hanya gelap.
00:10Ia berjalan mengikuti arah suara itu.
00:13Semakin dekat, tangisan itu semakin jelas.
00:17Namun anehnya, setiap kali ia merasa hampir sampai,
00:21suara tersebut justru terdengar sedikit lebih jauh.
00:25Seakan-akan sengaja mengajaknya terus berjalan.
00:28Ia mulai berjalan mendekat.
00:30Satu langkah, dua langkah, sepuluh langkah.
00:35Namun semakin dekat, ada sesuatu yang terasa tidak wajar.
00:40Tubuh perempuan itu sama sekali tidak bergerak.
00:46Kalau kalian pernah mendengar suara seseorang menangis di ujung dermaga saat tengah malam,
00:52jangan pernah mencari dari mana suara itu berasal.
00:55Karena menurut cerita nelayan di Kepulauan Selayar,
01:00tangisan itu bukan meminta pertolongan,
01:02melainkan sedang mencari orang yang akan menemaninya kembali ke laut.
01:08Tidak ada yang aneh pada malam itu.
01:11Langit cerah dipenuhi bintang,
01:13angin laut bertiup pelan,
01:15sementara beberapa kapal nelayan baru saja kembali setelah semalaman mencari ikan.
01:20Pelabuhan kecil itu mulai sepi.
01:23Satu persatu lampu rumah warga padam.
01:26Hanya suara ombak yang sesekali memecah kesunyian.
01:30Sekitar pukul satu dini hari,
01:33seorang penjaga dermaga yang sedang berkeliling mendengar suara perempuan menangis.
01:37Pelan,
01:39sangat pelan,
01:40seolah berasal dari ujung dermaga.
01:44Awalnya ia mengira ada penumpang yang tertinggal
01:47atau seseorang yang kehilangan anggota keluarganya.
01:51Ia berjalan mengikuti arah suara itu.
01:54Semakin dekat,
01:56tangisan itu semakin jelas.
01:58Namun anehnya,
02:00setiap kali ia merasa hampir sampai,
02:02suara tersebut justru terdengar sedikit lebih jauh,
02:06seakan-akan sengaja mengajaknya terus berjalan.
02:10Saat tinggal beberapa meter lagi menuju ujung dermaga,
02:13tiba-tiba seorang nelayan tua memanggilnya dari belakang.
02:17Jangan terus!
02:19Penjaga itu langsung menoleh.
02:21Nelayan tua tersebut terlihat panik.
02:24Balik sekarang!
02:26Begitu keduanya kembali menjauh dari ujung dermaga,
02:30suara tangisan itu langsung hilang,
02:32seolah tidak pernah ada.
02:35Keesokan paginya,
02:36nelayan tua itu hanya berkata singkat.
02:39Kalau perempuan itu sedang menangis,
02:41jangan pernah dicari.
02:44Cerita itu menyebar ke seluruh kampung.
02:47Namun seperti kebanyakan cerita lama,
02:50tidak semua orang mempercayainya.
02:52Termasuk Aldi,
02:53seorang pemuda yang baru beberapa bulan bekerja
02:56sebagai pengantar es batu untuk kapal-kapal nelayan.
03:00Menurut Aldi,
03:01semua itu hanyalah cerita agar orang tidak berkeliaran di dermaga pada malam hari,
03:07sampai akhirnya ia mengalami sendiri sesuatu yang mengubah pikirannya.
03:12Malam itu ia datang lebih lambat dari biasanya,
03:15sekitar pukul 12.30 menit.
03:18Dermaga sudah hampir kosong.
03:19Hanya ada beberapa kapal yang masih bergoyang pelan di terpa ombak.
03:25Saat sedang memindahkan balok-balok es ke salah satu kapal,
03:29Aldi mendengar suara perempuan menangis.
03:31Pelan sekali.
03:34Ia berhenti bekerja.
03:35Suara itu kembali terdengar.
03:37Kali ini lebih jelas.
03:39Aldi mengangkat senter lalu menyinari ujung dermaga.
03:43Di sana, terlihat sesosok perempuan berbaju putih berdiri membelakangi dirinya.
03:49Rambutnya panjang hingga hampir menutupi seluruh punggung.
03:53Kepalanya sedikit tertunduk.
03:56Tangisan itu berasal darinya.
03:59Aldi sempat berpikir perempuan tersebut membutuhkan bantuan.
04:03Ia mulai berjalan mendekat.
04:06Satu langkah.
04:07Dua langkah.
04:09Sepuluh langkah.
04:11Namun semakin dekat, ada sesuatu yang terasa tidak wajar.
04:15Tubuh perempuan itu sama sekali tidak bergerak.
04:19Bahkan rambutnya tidak tertiup angin.
04:21Padahal angin laut malam itu cukup kencang.
04:24Saat jaraknya tinggal sekitar lima meter,
04:28tangisan itu mendadak berhenti.
04:30Sunyi.
04:32Sangat sunyi.
04:34Perempuan itu perlahan mengangkat tangan kanannya.
04:37Lalu menunjuk ke arah laut.
04:40Aldi mengikuti arah telunjuknya.
04:42Tidak ada apa-apa.
04:43Hanya gelap.
04:44Ketika ia kembali melihat ke depan,
04:48perempuan itu sudah menghilang.
04:50Belum sempat rasa bingungnya hilang,
04:52tiba-tiba terdengar suara seseorang berteriak dari arah kapal.
04:56Tali putus.
04:58Salah satu kapal yang baru bersandar mendadak terlepas dari tambatan karena ombak besar datang tanpa diduga.
05:05Beberapa nelayan berusaha mengejarnya.
05:08Dalam kepanikan itu, seorang pemuda terpleset dan jatuh ke laut.
05:12Untungnya ia berhasil diselamatkan.
05:15Namun sejak malam itu, Aldi tidak pernah lagi menganggap kisah perempuan di ujung dermaga sebagai cerita kosong.
05:23Beberapa hari kemudian, ia memberanikan diri bertanya kepada tetua kampung.
05:28Orang tua itu bercerita bahwa puluhan tahun lalu pernah terjadi kecelakaan kapal di sekitar perairan selayar.
05:35Seorang perempuan muda menjadi salah satu korban.
05:38Tubuhnya tidak pernah ditemukan.
05:41Sejak saat itu, warga sering melihat sosok perempuan berdiri di ujung dermaga setiap kali laut akan mengambil korban.
05:48Bukan untuk menakut-nakuti,
05:51melainkan seperti memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi.
05:56Hingga sekarang, para nelayan tua masih memegang satu pantangan yang tidak pernah mereka langgar.
06:03Jika mendengar suara perempuan menangis dari arah dermaga setelah tengah malam,
06:08mereka akan segera pulang.
06:10Karena mereka percaya,
06:12tangisan itu bukan berasal dari seseorang yang sedang bersedih.
06:15Melainkan dari sosok yang masih setia menunggu di batas antara daratan dan lautan.
06:22Sambil mencari siapa lagi yang akan ikut menghilang bersama ombak.
06:34Sambil mencari siapa lagi.
06:35Terima kasih.
06:36Terima kasih.