Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
#selayarhoror #dermagahantu #hororindonesia

Jangan pernah mengikuti suara perempuan yang menangis di ujung dermaga setelah tengah malam. Konon, setiap tangisannya menjadi pertanda bahwa laut akan kembali menhagambil korban. Inilah kisah horor dari Dermaga Selayar, Sulawesi Selatan, yang telah lama dipercaya dan ditakuti oleh para nelayan setempat. Beranikah Anda menontonnya hingga akhir?

Siapkan diri anda. Matikan lampu...dan pasang Headset Anda!

Jangan lupa Klik Like dan Subscribe kalau kalian suka cerita ini.
Transkrip
00:00Perempuan itu perlahan mengangkat tangan kanannya, lalu menunjuk ke arah laut.
00:05Aldi mengikuti arah telunjuknya.
00:08Tidak ada apa-apa, hanya gelap.
00:10Ia berjalan mengikuti arah suara itu.
00:13Semakin dekat, tangisan itu semakin jelas.
00:17Namun anehnya, setiap kali ia merasa hampir sampai,
00:21suara tersebut justru terdengar sedikit lebih jauh.
00:25Seakan-akan sengaja mengajaknya terus berjalan.
00:28Ia mulai berjalan mendekat.
00:30Satu langkah, dua langkah, sepuluh langkah.
00:35Namun semakin dekat, ada sesuatu yang terasa tidak wajar.
00:40Tubuh perempuan itu sama sekali tidak bergerak.
00:46Kalau kalian pernah mendengar suara seseorang menangis di ujung dermaga saat tengah malam,
00:52jangan pernah mencari dari mana suara itu berasal.
00:55Karena menurut cerita nelayan di Kepulauan Selayar,
01:00tangisan itu bukan meminta pertolongan,
01:02melainkan sedang mencari orang yang akan menemaninya kembali ke laut.
01:08Tidak ada yang aneh pada malam itu.
01:11Langit cerah dipenuhi bintang,
01:13angin laut bertiup pelan,
01:15sementara beberapa kapal nelayan baru saja kembali setelah semalaman mencari ikan.
01:20Pelabuhan kecil itu mulai sepi.
01:23Satu persatu lampu rumah warga padam.
01:26Hanya suara ombak yang sesekali memecah kesunyian.
01:30Sekitar pukul satu dini hari,
01:33seorang penjaga dermaga yang sedang berkeliling mendengar suara perempuan menangis.
01:37Pelan,
01:39sangat pelan,
01:40seolah berasal dari ujung dermaga.
01:44Awalnya ia mengira ada penumpang yang tertinggal
01:47atau seseorang yang kehilangan anggota keluarganya.
01:51Ia berjalan mengikuti arah suara itu.
01:54Semakin dekat,
01:56tangisan itu semakin jelas.
01:58Namun anehnya,
02:00setiap kali ia merasa hampir sampai,
02:02suara tersebut justru terdengar sedikit lebih jauh,
02:06seakan-akan sengaja mengajaknya terus berjalan.
02:10Saat tinggal beberapa meter lagi menuju ujung dermaga,
02:13tiba-tiba seorang nelayan tua memanggilnya dari belakang.
02:17Jangan terus!
02:19Penjaga itu langsung menoleh.
02:21Nelayan tua tersebut terlihat panik.
02:24Balik sekarang!
02:26Begitu keduanya kembali menjauh dari ujung dermaga,
02:30suara tangisan itu langsung hilang,
02:32seolah tidak pernah ada.
02:35Keesokan paginya,
02:36nelayan tua itu hanya berkata singkat.
02:39Kalau perempuan itu sedang menangis,
02:41jangan pernah dicari.
02:44Cerita itu menyebar ke seluruh kampung.
02:47Namun seperti kebanyakan cerita lama,
02:50tidak semua orang mempercayainya.
02:52Termasuk Aldi,
02:53seorang pemuda yang baru beberapa bulan bekerja
02:56sebagai pengantar es batu untuk kapal-kapal nelayan.
03:00Menurut Aldi,
03:01semua itu hanyalah cerita agar orang tidak berkeliaran di dermaga pada malam hari,
03:07sampai akhirnya ia mengalami sendiri sesuatu yang mengubah pikirannya.
03:12Malam itu ia datang lebih lambat dari biasanya,
03:15sekitar pukul 12.30 menit.
03:18Dermaga sudah hampir kosong.
03:19Hanya ada beberapa kapal yang masih bergoyang pelan di terpa ombak.
03:25Saat sedang memindahkan balok-balok es ke salah satu kapal,
03:29Aldi mendengar suara perempuan menangis.
03:31Pelan sekali.
03:34Ia berhenti bekerja.
03:35Suara itu kembali terdengar.
03:37Kali ini lebih jelas.
03:39Aldi mengangkat senter lalu menyinari ujung dermaga.
03:43Di sana, terlihat sesosok perempuan berbaju putih berdiri membelakangi dirinya.
03:49Rambutnya panjang hingga hampir menutupi seluruh punggung.
03:53Kepalanya sedikit tertunduk.
03:56Tangisan itu berasal darinya.
03:59Aldi sempat berpikir perempuan tersebut membutuhkan bantuan.
04:03Ia mulai berjalan mendekat.
04:06Satu langkah.
04:07Dua langkah.
04:09Sepuluh langkah.
04:11Namun semakin dekat, ada sesuatu yang terasa tidak wajar.
04:15Tubuh perempuan itu sama sekali tidak bergerak.
04:19Bahkan rambutnya tidak tertiup angin.
04:21Padahal angin laut malam itu cukup kencang.
04:24Saat jaraknya tinggal sekitar lima meter,
04:28tangisan itu mendadak berhenti.
04:30Sunyi.
04:32Sangat sunyi.
04:34Perempuan itu perlahan mengangkat tangan kanannya.
04:37Lalu menunjuk ke arah laut.
04:40Aldi mengikuti arah telunjuknya.
04:42Tidak ada apa-apa.
04:43Hanya gelap.
04:44Ketika ia kembali melihat ke depan,
04:48perempuan itu sudah menghilang.
04:50Belum sempat rasa bingungnya hilang,
04:52tiba-tiba terdengar suara seseorang berteriak dari arah kapal.
04:56Tali putus.
04:58Salah satu kapal yang baru bersandar mendadak terlepas dari tambatan karena ombak besar datang tanpa diduga.
05:05Beberapa nelayan berusaha mengejarnya.
05:08Dalam kepanikan itu, seorang pemuda terpleset dan jatuh ke laut.
05:12Untungnya ia berhasil diselamatkan.
05:15Namun sejak malam itu, Aldi tidak pernah lagi menganggap kisah perempuan di ujung dermaga sebagai cerita kosong.
05:23Beberapa hari kemudian, ia memberanikan diri bertanya kepada tetua kampung.
05:28Orang tua itu bercerita bahwa puluhan tahun lalu pernah terjadi kecelakaan kapal di sekitar perairan selayar.
05:35Seorang perempuan muda menjadi salah satu korban.
05:38Tubuhnya tidak pernah ditemukan.
05:41Sejak saat itu, warga sering melihat sosok perempuan berdiri di ujung dermaga setiap kali laut akan mengambil korban.
05:48Bukan untuk menakut-nakuti,
05:51melainkan seperti memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi.
05:56Hingga sekarang, para nelayan tua masih memegang satu pantangan yang tidak pernah mereka langgar.
06:03Jika mendengar suara perempuan menangis dari arah dermaga setelah tengah malam,
06:08mereka akan segera pulang.
06:10Karena mereka percaya,
06:12tangisan itu bukan berasal dari seseorang yang sedang bersedih.
06:15Melainkan dari sosok yang masih setia menunggu di batas antara daratan dan lautan.
06:22Sambil mencari siapa lagi yang akan ikut menghilang bersama ombak.
06:34Sambil mencari siapa lagi.
06:35Terima kasih.
06:36Terima kasih.

Dianjurkan