Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
#tumbalpesugihan #pesugihan #ceritahoror

Lebih dari 20 tahun lalu, seorang anak dijadikan tumbal pesugihan oleh ayahnya sendiri. Ritual tersebut gagal dan ia berhasil selamat. Namun setiap malam Jumat Kliwon tepat pukul 2 dini hari, langkah kaki berat kembali terdengar di depan rumahnya.

Siapa yang datang? Dan mengapa makhluk itu masih mencarinya hingga sekarang?

Dengarkan kisah horor ini sampai akhir… karena perjanjian yang gagal belum tentu benar-benar berakhir.



Siapkan diri anda. Matikan lampu...dan pasang Headset Anda!

Jangan lupa Klik Like dan Subscribe kalau kalian suka cerita ini.
Transkrip
00:00Ritual pun dimulai.
00:02Suara mantra menggema di tengah hutan yang tiba-tiba menjadi sangat sunyi.
00:07Tak lama kemudian terdengar langkah kaki yang sangat berat mendekat dari balik pepohonan.
00:17Mereka mendengar sesuatu mengejar dari belakang.
00:21Suaranya bukan seperti langkah manusia,
00:23melainkan benda besar yang diseret di atas tanah.
00:30Tidak semua orang yang dijadikan tumbal pesugihan benar-benar kehilangan nyawanya.
00:36Ada yang berhasil selamat, tetapi sejak malam itu hidupnya tidak pernah kembali normal.
00:42Cerita ini berasal dari pengakuan seseorang yang baru berani berbicara
00:47setelah puluhan tahun menyimpan rahasia keluarganya.
00:51Selama ini ia memilih diam, bukan karena takut tidak dipercaya,
00:55melainkan karena yakin sesuatu yang pernah gagal mengambil nyawanya masih terus mengawasinya.
01:03Semuanya bermula ketika keluarganya yang hidup serba kekurangan
01:07tiba-tiba berubah menjadi keluarga paling kaya di desa.
01:11Dalam hitungan bulan, rumah sederhana berganti menjadi bangunan permanen,
01:16sawah bertambah luas, dan ayahnya mendadak dikenal sebagai orang berada.
01:21Anehnya, tak seorang pun tahu dari mana semua kekayaan itu berasal.
01:26Sejak saat itu, ayahnya sering pergi setiap malam Jumat Kliwon.
01:31Ia selalu pulang menjelang subuh dengan pakaian penuh tanah merah
01:35dan aroma bunga melati yang sangat menyengat.
01:38Ketika ditanya, jawabannya hanya singkat.
01:41Semua ini sudah ada jalannya.
01:44Saat berusia 15 tahun, ia terbangun sekitar pukul 2 dini hari
01:49karena mendengar suara ayahnya berbicara di belakang rumah.
01:53Dari balik pintu, ia melihat ayah duduk bersila menghadap sosok berjubah hitam.
01:59Wajah sosok itu sama sekali tidak terlihat.
02:03Ia hanya sempat mendengar satu kalimat yang membuat tubuhnya membeku.
02:08Waktunya sudah tiba.
02:10Ayahnya terdengar memohon agar perjanjian itu dibatalkan,
02:14tetapi sosok tersebut hanya menjawab, janji harus ditepati.
02:19Keesokan harinya, ayah bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.
02:24Seminggu kemudian, ia mengajak anaknya pergi ke sebuah daerah pegunungan
02:28dengan alasan mengunjungi kerabat.
02:31Setelah perjalanan panjang, mereka berhenti di sebuah hutan yang sangat sunyi.
02:37Tiga lelaki tua berpakaian hitam sudah menunggu di sana.
02:40Mereka membawa anak itu masuk ke dalam hutan
02:43hingga tiba di sebuah bangunan batu tua yang dipenuhi lumut.
02:47Di depannya telah tersusun berbagai sesajen,
02:51kepala kerbau, bunga tujuh rupa, dan puluhan lilin yang menyala
02:55meski angin berembus cukup kencang.
02:59Saat kedua tangannya mulai diikat dengan kain putih,
03:02barulah ia menyadari bahwa dirinya bukan diajak berkunjung.
03:06Ia akan dijadikan tumbal.
03:10Tangis dan teriakannya memohon kepada sang ayah tidak mendapat jawaban.
03:14Ayahnya hanya menundukkan kepala sambil menangis.
03:18Salah seorang lelaki tua kemudian berkata bahwa 15 tahun lalu,
03:23ayahnya telah membuat perjanjian demi memperolah kekayaan.
03:27Bagi gantinya, anak laki-laki pertamanya harus diserahkan ketika genap berusia 15 tahun.
03:34Ritual pun dimulai.
03:36Suara mantra menggema di tengah hutan yang tiba-tiba menjadi sangat sunyi.
03:40Tak lama kemudian terdengar langkah kaki yang sangat berat mendekat dari balik pepohonan.
03:47Duk, duk, duk.
03:50Udara berubah dingin.
03:53Aroma tanah basah bercampur bau anjir memenuhi tempat itu.
03:57Semua orang menundukkan kepala.
04:00Tak seorang pun berani melihat ke arah datangnya suara.
04:03Lalu terdengar suara yang sangat berat seolah keluar dari dalam tanah.
04:11Perjanjiannya rusak.
04:13Beberapa detik kemudian, petir menyambar pohon besar di dekat bangunan batu.
04:18Angin berputar sangat kencang hingga semua lilin padam bersamaan.
04:23Tali yang mengikat kedua tangannya putus dengan sendirinya.
04:31Ketiga lelaki tua itu langsung melarikan diri.
04:34Ayahnya menarik tangannya sambil berteriak menyuruhnya berlari tanpa menoleh ke belakang.
04:40Selama berlari keluar hutan, mereka mendengar sesuatu mengejar dari belakang.
04:45Suaranya bukan seperti langkah manusia,
04:48melainkan benda besar yang diseret di atas tanah.
04:50Mereka baru berhenti ketika azan subuh terdengar dari kejauhan.
04:56Beberapa tahun kemudian, seluruh kekayaan keluarga itu lenyap sedikit demi sedikit.
05:01Sawah terjual, usaha bangkrut, dan ayah jatuh sakit tanpa diketahui penyebabnya.
05:07Menjelang meninggal, ia akhirnya mengaku bahwa semua harta yang dimiliki berasal dari pesugihan.
05:15Ia juga mengaku telah mencoba membatalkan perjanjian sebelum hari ritual.
05:20Menurut orang yang memimpin ritual, penyesalan itu membuat ikatan gaib menjadi rusak sehingga tumbal ditolak.
05:27Namun perjanjian yang gagal tidak pernah benar-benar berakhir.
05:32Kini, lebih dari 20 tahun telah berlalu.
05:35Setiap malam Jumat Keliwon, tepat sekitar pukul 2 dini hari,
05:40ia masih sering mendengar langkah kaki berat berhenti di depan rumahnya.
05:44Ketika pintu dibuka, tak pernah ada siapa-siapa.
05:48Hanya aroma tanah basah dan bunga melati yang tertinggal.
05:52Sampai hari ini, ia masih bercaya bahwa makhluk yang gagal mengambil nyawanya malam itu
05:59belum benar-benar berhenti mencarinya.
06:08Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan