00:00Ritual pun dimulai.
00:02Suara mantra menggema di tengah hutan yang tiba-tiba menjadi sangat sunyi.
00:07Tak lama kemudian terdengar langkah kaki yang sangat berat mendekat dari balik pepohonan.
00:17Mereka mendengar sesuatu mengejar dari belakang.
00:21Suaranya bukan seperti langkah manusia,
00:23melainkan benda besar yang diseret di atas tanah.
00:30Tidak semua orang yang dijadikan tumbal pesugihan benar-benar kehilangan nyawanya.
00:36Ada yang berhasil selamat, tetapi sejak malam itu hidupnya tidak pernah kembali normal.
00:42Cerita ini berasal dari pengakuan seseorang yang baru berani berbicara
00:47setelah puluhan tahun menyimpan rahasia keluarganya.
00:51Selama ini ia memilih diam, bukan karena takut tidak dipercaya,
00:55melainkan karena yakin sesuatu yang pernah gagal mengambil nyawanya masih terus mengawasinya.
01:03Semuanya bermula ketika keluarganya yang hidup serba kekurangan
01:07tiba-tiba berubah menjadi keluarga paling kaya di desa.
01:11Dalam hitungan bulan, rumah sederhana berganti menjadi bangunan permanen,
01:16sawah bertambah luas, dan ayahnya mendadak dikenal sebagai orang berada.
01:21Anehnya, tak seorang pun tahu dari mana semua kekayaan itu berasal.
01:26Sejak saat itu, ayahnya sering pergi setiap malam Jumat Kliwon.
01:31Ia selalu pulang menjelang subuh dengan pakaian penuh tanah merah
01:35dan aroma bunga melati yang sangat menyengat.
01:38Ketika ditanya, jawabannya hanya singkat.
01:41Semua ini sudah ada jalannya.
01:44Saat berusia 15 tahun, ia terbangun sekitar pukul 2 dini hari
01:49karena mendengar suara ayahnya berbicara di belakang rumah.
01:53Dari balik pintu, ia melihat ayah duduk bersila menghadap sosok berjubah hitam.
01:59Wajah sosok itu sama sekali tidak terlihat.
02:03Ia hanya sempat mendengar satu kalimat yang membuat tubuhnya membeku.
02:08Waktunya sudah tiba.
02:10Ayahnya terdengar memohon agar perjanjian itu dibatalkan,
02:14tetapi sosok tersebut hanya menjawab, janji harus ditepati.
02:19Keesokan harinya, ayah bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.
02:24Seminggu kemudian, ia mengajak anaknya pergi ke sebuah daerah pegunungan
02:28dengan alasan mengunjungi kerabat.
02:31Setelah perjalanan panjang, mereka berhenti di sebuah hutan yang sangat sunyi.
02:37Tiga lelaki tua berpakaian hitam sudah menunggu di sana.
02:40Mereka membawa anak itu masuk ke dalam hutan
02:43hingga tiba di sebuah bangunan batu tua yang dipenuhi lumut.
02:47Di depannya telah tersusun berbagai sesajen,
02:51kepala kerbau, bunga tujuh rupa, dan puluhan lilin yang menyala
02:55meski angin berembus cukup kencang.
02:59Saat kedua tangannya mulai diikat dengan kain putih,
03:02barulah ia menyadari bahwa dirinya bukan diajak berkunjung.
03:06Ia akan dijadikan tumbal.
03:10Tangis dan teriakannya memohon kepada sang ayah tidak mendapat jawaban.
03:14Ayahnya hanya menundukkan kepala sambil menangis.
03:18Salah seorang lelaki tua kemudian berkata bahwa 15 tahun lalu,
03:23ayahnya telah membuat perjanjian demi memperolah kekayaan.
03:27Bagi gantinya, anak laki-laki pertamanya harus diserahkan ketika genap berusia 15 tahun.
03:34Ritual pun dimulai.
03:36Suara mantra menggema di tengah hutan yang tiba-tiba menjadi sangat sunyi.
03:40Tak lama kemudian terdengar langkah kaki yang sangat berat mendekat dari balik pepohonan.
03:47Duk, duk, duk.
03:50Udara berubah dingin.
03:53Aroma tanah basah bercampur bau anjir memenuhi tempat itu.
03:57Semua orang menundukkan kepala.
04:00Tak seorang pun berani melihat ke arah datangnya suara.
04:03Lalu terdengar suara yang sangat berat seolah keluar dari dalam tanah.
04:11Perjanjiannya rusak.
04:13Beberapa detik kemudian, petir menyambar pohon besar di dekat bangunan batu.
04:18Angin berputar sangat kencang hingga semua lilin padam bersamaan.
04:23Tali yang mengikat kedua tangannya putus dengan sendirinya.
04:31Ketiga lelaki tua itu langsung melarikan diri.
04:34Ayahnya menarik tangannya sambil berteriak menyuruhnya berlari tanpa menoleh ke belakang.
04:40Selama berlari keluar hutan, mereka mendengar sesuatu mengejar dari belakang.
04:45Suaranya bukan seperti langkah manusia,
04:48melainkan benda besar yang diseret di atas tanah.
04:50Mereka baru berhenti ketika azan subuh terdengar dari kejauhan.
04:56Beberapa tahun kemudian, seluruh kekayaan keluarga itu lenyap sedikit demi sedikit.
05:01Sawah terjual, usaha bangkrut, dan ayah jatuh sakit tanpa diketahui penyebabnya.
05:07Menjelang meninggal, ia akhirnya mengaku bahwa semua harta yang dimiliki berasal dari pesugihan.
05:15Ia juga mengaku telah mencoba membatalkan perjanjian sebelum hari ritual.
05:20Menurut orang yang memimpin ritual, penyesalan itu membuat ikatan gaib menjadi rusak sehingga tumbal ditolak.
05:27Namun perjanjian yang gagal tidak pernah benar-benar berakhir.
05:32Kini, lebih dari 20 tahun telah berlalu.
05:35Setiap malam Jumat Keliwon, tepat sekitar pukul 2 dini hari,
05:40ia masih sering mendengar langkah kaki berat berhenti di depan rumahnya.
05:44Ketika pintu dibuka, tak pernah ada siapa-siapa.
05:48Hanya aroma tanah basah dan bunga melati yang tertinggal.
05:52Sampai hari ini, ia masih bercaya bahwa makhluk yang gagal mengambil nyawanya malam itu
05:59belum benar-benar berhenti mencarinya.
06:08Terima kasih telah menonton!