Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
#pendakianseram #campinghoror #hororindonesia

Empat pendaki asal Sulawesi Tengah mengalami kejadian yang sulit dijelaskan saat bermalam di tengah hutan. Mereka mendengar suara puluhan orang berbicara, tertawa, dan berjalan mengelilingi tenda, tetapi ketika pagi tiba, tidak ada satu pun jejak manusia yang ditemukan. Inilah kisah nyata yang masih membekas hingga hari ini.

Siapkan diri anda. Matikan lampu...dan pasang Headset Anda!

Jangan lupa Klik Like dan Subscribe kalau kalian suka cerita ini.
Transkrip
00:00Selama hampir satu jam, kami terus mendengar keramaian di luar tenda.
00:04Kadang terdengar sangat dekat, kadang menjauh,
00:07seperti rombongan besar sedang berpindah tempat.
00:10Saat keluar tenda, udara terasa sangat dingin.
00:14Kabut tipis mulai turun di antara pepohonan.
00:17Ketika sedang berjalan beberapa meter dari tenda,
00:20saya mendengar sesuatu.
00:22Awalnya samar, seperti suara banyak orang sedang berbicara.
00:30Pernahkah kalian berada di tengah hutan yang benar-benar sepi,
00:34tapi justru mendengar suara puluhan orang sedang berbicara,
00:39tertawa, bahkan berjalan di antara pepohonan?
00:43Yang lebih mengerikan, saat kalian mencari sumber suara itu,
00:48ternyata tidak ada seorang pun di sana.
00:51Kisah ini merupakan pengalaman yang diceritakan oleh seorang pendaki
00:56asal Sulawesi Tengah pada tahun 2022.
01:01Nama saya Rian.
01:03Waktu itu usia saya 26 tahun.
01:06Saya berasal dari kota Palu,
01:08dan cukup sering mendaki gunung bersama tiga orang teman.
01:12Kami sudah beberapa kali menjelajahi jalur pendakian di Sulawesi Tengah.
01:17Jadi kami merasa cukup berpengalaman
01:20menghadapi kondisi hutan maupun cuaca di pegunungan.
01:24Pendakian yang paling tidak bisa saya lupakan
01:27terjadi sekitar pertengahan tahun 2022.
01:32Saat itu kami berencana mendaki salah satu gunung
01:35yang jalurnya masih cukup alami.
01:38Jalur tersebut melewati hutan lebat yang jarang dilewati pendaki
01:43karena sebagian besar orang memilih jalur yang lebih baru.
01:47Sebelum berangkat,
01:49seorang warga desa yang mengantar kami
01:51sampai gerbang pendakian sempat berpesan.
01:55Kalau nanti di atas dengar suara ramai dari dalam hutan,
01:59jangan dicari.
02:00Anggap saja tidak dengar.
02:02Kami hanya saling tertawa.
02:05Saya mengira itu hanya cerita turun-temurun
02:07yang biasa diceritakan kepada pendaki baru.
02:11Perjalanan hari pertama berjalan lancar.
02:14Cuaca cukup cerah.
02:16Burung masih terdengar bersahutan.
02:18Dan sesekali kami melihat bekas jejak babi hutan
02:21di tanah yang masih basah
02:23karena hujan malam sebelumnya.
02:26Menjelang sore,
02:27kami tiba di area datar
02:29yang biasa dipakai untuk mendirikan tenda.
02:32Setelah makan malam,
02:34kami memilih tidur lebih cepat
02:36karena besok masih harus menuju puncak.
02:38Sekitar pukul sembilan malam,
02:41hutan mulai terasa sangat sunyi.
02:44Bahkan suara serangga bun
02:46terdengar jauh lebih pelan dibanding biasanya.
02:49Saya terbangun sekitar pukul sebelas malam
02:52karena ingin buang air kecil.
02:54Saat keluar tenda,
02:56udara terasa sangat dingin.
02:58Kabut tipis mulai turun di antara pepohonan.
03:02Ketika sedang berjalan beberapa meter dari tenda,
03:05saya mendengar sesuatu.
03:06Awalnya samar,
03:08seperti suara banyak orang sedang berbicara.
03:12Saya berhenti.
03:13Semakin lama,
03:14suara itu semakin jelas.
03:16Bukan satu atau dua orang,
03:18melainkan seperti puluhan orang sedang berkumpul.
03:22Ada suara laki-laki,
03:24ada suara perempuan,
03:26bahkan terdengar seperti anak kecil yang tertawa.
03:29Yang membuat saya merinding,
03:31suara itu berasal dari arah hutan yang gelap.
03:34Padahal jalur pendakian sudah sepi.
03:37Tidak mungkin ada rombongan lain berkumpul malam-malam
03:40di tengah hutan tanpa cahaya.
03:42Saya segera kembali ke tenda.
03:44Ternyata teman saya,
03:46Doni,
03:47juga sudah terbangun.
03:48Dia langsung bertanya,
03:50Kau dengar juga kan?
03:52Saya hanya mengangguk.
03:54Tak lama kemudian,
03:55dua teman lainnya ikut keluar.
03:57Mereka juga mendengar suara yang sama.
04:00Kami berdiri tanpa bicara,
04:02mendengarkan.
04:03Suara itu seperti semakin dekat.
04:06Kadang terdengar seperti orang sedang mengobrol santai,
04:09lalu berubah menjadi suara langkah kaki yang sangat banyak.
04:13Seolah ada rombongan besar sedang berjalan mengelilingi lokasi kami.
04:18Anehnya,
04:19tidak ada cahaya senter,
04:21tidak ada lampu,
04:22tidak ada bayangan manusia,
04:24hanya suara.
04:26Salah satu teman saya hampir saja berjalan mendekati arah suara itu.
04:31Untung Doni langsung menarik tasnya.
04:33Jangan,
04:34ingat pesan warga tadi.
04:37Kami akhirnya masuk kembali ke dalam tenda,
04:39namun suara itu tidak berhenti.
04:42Selama hampir satu jam,
04:44kami terus mendengar keramaian di luar tenda.
04:47Kadang terdengar sangat dekat,
04:49kadang menjauh,
04:50seperti rombongan besar sedang berpindah tempat.
04:53Sekitar pukul satu dini hari,
04:56semua suara mendadak berhenti.
04:58Bukan perlahan,
04:59melainkan hilang seketika.
05:02Hutan kembali sunyi.
05:04Kesunyian yang terasa jauh
05:05lebih menyeramkan daripada suara ramai tadi.
05:09Esok paginya kami keluar tenda.
05:11Karena penasaran,
05:13kami memeriksa arah datangnya suara semalam.
05:16Tanah di sana masih lembab.
05:18Kalau benar ada puluhan orang lewat,
05:20pasti ada bekas jejak.
05:22Namun yang kami temukan,
05:24tidak ada satupun jejak kaki.
05:26Tidak ada ranting patah,
05:28tidak ada bekas api unggun,
05:30tidak ada sampah.
05:31Sama sekali tidak ada tanda
05:33bahwa semalam pernah ada manusia di sana.
05:36Kami melanjutkan perjalanan menuju puncak.
05:40Di tengah perjalanan,
05:41kami bertemu seorang porter lokal
05:43yang sedang turun gunung.
05:45Saat kami menceritakan kejadian semalam,
05:47wajah pria itu langsung berubah serius.
05:50Dia berkata pelan,
05:52Banyak pendaki pernah dengar begitu.
05:55Orang sini menyebutnya keramaian
05:57yang bukan untuk manusia.
05:59Kalau suara itu dipanggil atau diikuti,
06:02biasanya orang bisa tersesat
06:04meski jalurnya lurus.
06:06Saya hanya terdiam.
06:08Karena sepanjang malam,
06:09memang ada beberapa kali saya merasa
06:12seperti mendengar seseorang
06:13memanggil nama saya dari arah keramaian itu.
06:16Suara tersebut sangat mirip
06:18dengan suara kakak saya di rumah.
06:19Untungnya saya tidak pernah menjawab.
06:23Setelah turun gunung,
06:24kami kembali menemui warga desa
06:26yang sebelumnya mengantar kami.
06:28Sebelum kami sempat bercerita panjang,
06:31Bapak itu hanya tersenyum kecil
06:33lalu berkata,
06:34Kalian dengar keramaian itu ya?
06:37Kami saling berpandangan.
06:39Beliau mengatakan bahwa kejadian itu
06:41sudah lama dikenal oleh masyarakat sekitar.
06:44Tidak setiap pendaki mengalaminya.
06:46Namun jika suatu malam terdengar suara pasar,
06:49orang bercakap-cakap,
06:51anak-anak bermain,
06:53atau rombongan besar berjalan di tengah hutan
06:55padahal tidak ada siapa-siapa,
06:58pendaki diminta tetap diam di dalam tenda,
07:00dan jangan sekali-kali mencari asal suara.
07:04Karena menurut kepercayaan warga,
07:06keramaian itu bukan berasal dari dunia
07:08yang sama dengan manusia.
07:11Sampai hari ini,
07:12setiap kali mengingat malam itu
07:14bulu kuduk saya masih berdiri.
07:17Bukan karena kami melihat sosok menyeramkan,
07:19melainkan karena kami mendengar sesuatu
07:22yang terdengar sangat nyata.
07:24Namun ketika matahari terbit,
07:26tidak ada seorang pun yang pernah berada di sana.
07:36Sampai jumpa di video selanjutnya.
07:39Sampai jumpa di video selanjutnya.
07:40Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan