00:01Aku sengaja baru berani menceritakan pengalaman ini setelah hampir tiga tahun keluar dari perusahaan itu.
00:08Bukan karena takut dianggap mengarang, tapi karena sampai hari ini aku masih sering memimpikan koridor yang sama.
00:17Namaku Reza.
00:18Tahun 2023, aku bekerja sebagai staff IT di sebuah gedung perkantoran di kawasan pusat bisnis Jakarta.
00:27Kantorku berada di lantai 30, lantai paling atas yang masih digunakan untuk operasional.
00:33Di atasnya hanya ada ruang mekanikal, tanki air, dan akses menuju atap gedung.
00:39Karena divisi IT sering mendapat laporan gangguan setelah jam kerja, aku beberapa kali harus lembur sendirian sampai lewat tengah malam.
00:48Awalnya tidak ada yang aneh. Gedung itu memang terasa sunyi ketika semua karyawan sudah pulang.
00:54Suara AC sentral terdengar lebih jelas, lorong terasa lebih panjang, dan pantulan lampu di dinding kaca sering membuat orang merasa
01:03seperti ada yang berjalan di belakangnya.
01:05Aku menganggap semua itu hal biasa.
01:08Sampai suatu malam.
01:11Sekitar pukul 11 lewat 40, aku sedang membereskan server kecil di ruang IT ketika Pak Hendra, petugas keamanan yang sudah
01:19belasan tahun berjaga di jedung itu, datang mengecek ruangan.
01:23Sebelum pergi, ia sempat berkata pelan.
01:26Kalau sudah selesai, langsung turun saja.
01:30Jangan iseng jalan ke ujung koridor.
01:33Aku tertawa.
01:34Memangnya ada apa di sana, Pak?
01:37Ia hanya menggeleng.
01:38Sudah, pokoknya jangan.
01:42Nada bicaranya bukan seperti orang yang sedang bercanda.
01:44Tetapi aku hanya menganggapnya cerita dongeng doang.
01:49Sekitar pukul 12 kurang 5 menit, pekerjaanku selesai.
01:53Aku mematikan lampu ruangan dan berjalan menuju lift.
01:56Koridor sepanjang hampir 50 meter itu benar-benar kosong.
02:01Di sisi kanan hanya dinding kaca yang memperlihatkan lampu kota Jakarta dari ketinggian.
02:06Di sisi kiri berjajar ruang rapat yang pintunya sudah terkunci.
02:10Saat itulah, aku melihat sesuatu.
02:14Di ujung koridor, tepat di dekat pintu darurat,
02:17seperti ada seseorang yang sedang berdiri.
02:20Siluetnya samar.
02:22Seolah mengenakan pakaian berwarna gelap.
02:25Aku sempat berpikir mungkin petugas kebersihan.
02:28Aku melambaikan tangan.
02:30Mas?
02:31Tidak ada jawaban.
02:33Aku berjalan beberapa langkah lagi.
02:35Anehnya, orang itu tetap diam.
02:38Tidak bergerak sedikitpun.
02:41Ketika jarakku tinggal sekitar 5 meter,
02:43lampu di lorong sempat berkedip satu kali.
02:46Refleks aku mengalihkan pandangan ke atas.
02:49Saat melihat ke depan lagi,
02:51sosok itu sudah tidak ada.
02:53Aku langsung melihat ke pintu darurat.
02:55Masih tertutup.
02:57Kalau memang ada orang masuk ke sana,
02:59seharusnya pintunya berbunyi cukup keras.
03:01Tapi aku tidak mendengar apapun.
03:04Aku memilih masuk lift dan pulang.
03:06Besok paginya aku menceritakan kejadian itu kepada Pak Hendra.
03:10Ia tidak terlihat kaget.
03:12Ia malah bertanya.
03:14Waktu itu, dia membelakangi kamu.
03:17Aku langsung diam.
03:18Aku belum sempat menjelaskan posisi orang itu.
03:21Pak Hendra menarik kursi lalu duduk.
03:24Katanya, selama bertahun-tahun bekerja di sana,
03:28ia sudah beberapa kali menerima laporan yang sama.
03:30Selalu di ujung koridor lantai 30,
03:34selalu berdiri membelakangi.
03:36Tidak pernah terlihat berjalan.
03:38Kalau didekati, sosok itu menghilang.
03:41Yang aneh, orang yang melihatnya hampir selalu sendirian.
03:46Tidak pernah ada dua orang yang melihat pada waktu bersamaan.
03:48Aku mulai merasa tidak nyaman,
03:51tapi masih mencoba berpikir logis.
03:53Mungkin hanya efek lelahan.
03:56Mungkin pantulan cahaya.
03:58Sampai dua minggu kemudian.
04:01Malam itu,
04:02hanya aku dan dua petugas keamanan yang masih berada di gedung.
04:06Sekitar pukul setengah satu dini hari,
04:08aku hendak pulang.
04:10Lift sedang berada di lantai bawah,
04:12sehingga aku harus menunggu.
04:14Saat berdiri menghadap pintu lift,
04:16aku mendengar suara seperti langkah sepatu dari arah belakang.
04:20Tok, tok, tok.
04:24Bunyinya pelan.
04:25Aku mengira Pak Hendra sedang berpatroli.
04:28Aku menoleh.
04:29Koridor kosong.
04:31Namun beberapa detik kemudian,
04:33pantulan dinding kaca di samping lift memperlihatkan sesuatu.
04:36Ada bayangan seseorang berdiri di ujung lorong.
04:39Aku langsung menoleh ke arah aslinya.
04:42Kosong.
04:43Saat kembali melihat pantulan kaca,
04:46bayangan itu masih ada.
04:48Diam.
04:49Tidak bergerak.
04:50Aku memejamkan mata beberapa detik.
04:53Ketika aku buka lagi,
04:55bayangan itu sudah hilang.
05:01Lift datang.
05:02Aku turun tanpa berani melihat ke belakang.
05:05Beberapa hari setelah kejadian itu,
05:08rasa penasaranku muncul lagi.
05:10Aku meminta izin melihat rekaman CCTV bersama petugas keamanan.
05:14Kami memutar rekaman sekitar pukul 12 malam.
05:18Koridor terlihat kosong.
05:19Tidak ada siapa-siapa.
05:21Tetapi sekitar pukul 0017,
05:24kamera tiba-tiba mengalami gangguan selama hampir 2 menit.
05:28Layarnya dipenuhi garis-garis seperti sinyal rusak.
05:31Setelah gambar kembali normal,
05:33aku terlihat berjalan sangat cepat menuju lift.
05:37Sendirian.
05:38Tidak ada sosok lain.
05:39Padahal aku sangat yakin malam itu
05:41melihat seseorang berdiri di ujung lorong.
05:45Petugas yang memutar rekaman hanya berkata pelan.
05:48Kalau kameranya mulai begitu,
05:50biasanya memang ada yang lihat sesuatu.
05:53Aku bertanya kenapa.
05:54Ia hanya menjawab,
05:56Dari dulu, begitu.
05:58Tidak lama kemudian,
06:00aku mendengar cerita yang selama ini
06:02hanya beredar di antara petugas gedung.
06:05Konon, bertahun-tahun sebelum perusahaan kami menyewa lantai itu,
06:09pernah terjadi kecelakaan kerja saat renovasi.
06:12Seorang pengawas proyek ditemukan meninggal
06:15di dekat pintu darurat ujung koridor pada malam hari.
06:18Tidak ada saksi.
06:19Tidak ada yang tahu bagaimana ia bisa terjatuh.
06:23Sejak saat itu,
06:24petugas keamanan lama mulai sering melihat
06:26seseorang berdiri di lokasi yang sama
06:28ketika gedung sudah sepi.
06:30Pihak pengelola tidak pernah membenarkan cerita tersebut,
06:33tetapi mereka juga tidak pernah menyangkalnya.
06:37Akhirnya,
06:38aku mengundurkan diri beberapa bulan kemudian
06:40karena mendapat pekerjaan baru.
06:42Aku pikir semua itu akan selesai.
06:45Tapi sampai sekarang,
06:47ada satu kebiasaan yang tidak pernah bisa hilang.
06:50Kalau sedang berada di hotel,
06:51apartemen,
06:52atau gedung bertingkat
06:54dan harus berjalan sendirian
06:55melewati koridor pancang pada malam hari,
06:58aku selalu menghindari melihat ke ujung lorong.
07:01Karena aku masih takut,
07:02kalau suatu malam nanti,
07:04sosok yang dulu aku lihat
07:06ternyata masih berdiri di sana.
07:08Menunggu seseorang yang tanpa sadar
07:10membalas tatapannya.
07:20selamat menikmati.
07:23Selamat menikmati.