Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
#penunggukoridor #hantugedung #hororindonesia

Lembur sampai tengah malam seharusnya menjadi rutinitas biasa bagi Reza, seorang staf IT di sebuah gedung perkantoran. Namun semuanya berubah ketika ia melihat sosok misterius yang selalu berdiri membelakangi di ujung koridor lantai 30. Yang lebih mengerikan, sosok itu menghilang setiap kali didekati, sementara rekaman CCTV tidak pernah memperlihatkan siapa pun. Benarkah ada penunggu yang telah menghantui koridor itu selama bertahun-tahun?

⚠️ Cerita ini diangkat dari kisah yang beredar dan disajikan untuk tujuan hiburan. Jika kalian menikmati cerita horor seperti ini, jangan lupa Like, Comment, Subscribe, dan nyalakan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan kisah-kisah horor terbaru dari Kabag Horror.

Siapkan diri anda. Matikan lampu...dan pasang Headset Anda!

Jangan lupa Klik Like dan Subscribe kalau kalian suka cerita ini.
Transkrip
00:01Aku sengaja baru berani menceritakan pengalaman ini setelah hampir tiga tahun keluar dari perusahaan itu.
00:08Bukan karena takut dianggap mengarang, tapi karena sampai hari ini aku masih sering memimpikan koridor yang sama.
00:17Namaku Reza.
00:18Tahun 2023, aku bekerja sebagai staff IT di sebuah gedung perkantoran di kawasan pusat bisnis Jakarta.
00:27Kantorku berada di lantai 30, lantai paling atas yang masih digunakan untuk operasional.
00:33Di atasnya hanya ada ruang mekanikal, tanki air, dan akses menuju atap gedung.
00:39Karena divisi IT sering mendapat laporan gangguan setelah jam kerja, aku beberapa kali harus lembur sendirian sampai lewat tengah malam.
00:48Awalnya tidak ada yang aneh. Gedung itu memang terasa sunyi ketika semua karyawan sudah pulang.
00:54Suara AC sentral terdengar lebih jelas, lorong terasa lebih panjang, dan pantulan lampu di dinding kaca sering membuat orang merasa
01:03seperti ada yang berjalan di belakangnya.
01:05Aku menganggap semua itu hal biasa.
01:08Sampai suatu malam.
01:11Sekitar pukul 11 lewat 40, aku sedang membereskan server kecil di ruang IT ketika Pak Hendra, petugas keamanan yang sudah
01:19belasan tahun berjaga di jedung itu, datang mengecek ruangan.
01:23Sebelum pergi, ia sempat berkata pelan.
01:26Kalau sudah selesai, langsung turun saja.
01:30Jangan iseng jalan ke ujung koridor.
01:33Aku tertawa.
01:34Memangnya ada apa di sana, Pak?
01:37Ia hanya menggeleng.
01:38Sudah, pokoknya jangan.
01:42Nada bicaranya bukan seperti orang yang sedang bercanda.
01:44Tetapi aku hanya menganggapnya cerita dongeng doang.
01:49Sekitar pukul 12 kurang 5 menit, pekerjaanku selesai.
01:53Aku mematikan lampu ruangan dan berjalan menuju lift.
01:56Koridor sepanjang hampir 50 meter itu benar-benar kosong.
02:01Di sisi kanan hanya dinding kaca yang memperlihatkan lampu kota Jakarta dari ketinggian.
02:06Di sisi kiri berjajar ruang rapat yang pintunya sudah terkunci.
02:10Saat itulah, aku melihat sesuatu.
02:14Di ujung koridor, tepat di dekat pintu darurat,
02:17seperti ada seseorang yang sedang berdiri.
02:20Siluetnya samar.
02:22Seolah mengenakan pakaian berwarna gelap.
02:25Aku sempat berpikir mungkin petugas kebersihan.
02:28Aku melambaikan tangan.
02:30Mas?
02:31Tidak ada jawaban.
02:33Aku berjalan beberapa langkah lagi.
02:35Anehnya, orang itu tetap diam.
02:38Tidak bergerak sedikitpun.
02:41Ketika jarakku tinggal sekitar 5 meter,
02:43lampu di lorong sempat berkedip satu kali.
02:46Refleks aku mengalihkan pandangan ke atas.
02:49Saat melihat ke depan lagi,
02:51sosok itu sudah tidak ada.
02:53Aku langsung melihat ke pintu darurat.
02:55Masih tertutup.
02:57Kalau memang ada orang masuk ke sana,
02:59seharusnya pintunya berbunyi cukup keras.
03:01Tapi aku tidak mendengar apapun.
03:04Aku memilih masuk lift dan pulang.
03:06Besok paginya aku menceritakan kejadian itu kepada Pak Hendra.
03:10Ia tidak terlihat kaget.
03:12Ia malah bertanya.
03:14Waktu itu, dia membelakangi kamu.
03:17Aku langsung diam.
03:18Aku belum sempat menjelaskan posisi orang itu.
03:21Pak Hendra menarik kursi lalu duduk.
03:24Katanya, selama bertahun-tahun bekerja di sana,
03:28ia sudah beberapa kali menerima laporan yang sama.
03:30Selalu di ujung koridor lantai 30,
03:34selalu berdiri membelakangi.
03:36Tidak pernah terlihat berjalan.
03:38Kalau didekati, sosok itu menghilang.
03:41Yang aneh, orang yang melihatnya hampir selalu sendirian.
03:46Tidak pernah ada dua orang yang melihat pada waktu bersamaan.
03:48Aku mulai merasa tidak nyaman,
03:51tapi masih mencoba berpikir logis.
03:53Mungkin hanya efek lelahan.
03:56Mungkin pantulan cahaya.
03:58Sampai dua minggu kemudian.
04:01Malam itu,
04:02hanya aku dan dua petugas keamanan yang masih berada di gedung.
04:06Sekitar pukul setengah satu dini hari,
04:08aku hendak pulang.
04:10Lift sedang berada di lantai bawah,
04:12sehingga aku harus menunggu.
04:14Saat berdiri menghadap pintu lift,
04:16aku mendengar suara seperti langkah sepatu dari arah belakang.
04:20Tok, tok, tok.
04:24Bunyinya pelan.
04:25Aku mengira Pak Hendra sedang berpatroli.
04:28Aku menoleh.
04:29Koridor kosong.
04:31Namun beberapa detik kemudian,
04:33pantulan dinding kaca di samping lift memperlihatkan sesuatu.
04:36Ada bayangan seseorang berdiri di ujung lorong.
04:39Aku langsung menoleh ke arah aslinya.
04:42Kosong.
04:43Saat kembali melihat pantulan kaca,
04:46bayangan itu masih ada.
04:48Diam.
04:49Tidak bergerak.
04:50Aku memejamkan mata beberapa detik.
04:53Ketika aku buka lagi,
04:55bayangan itu sudah hilang.
05:01Lift datang.
05:02Aku turun tanpa berani melihat ke belakang.
05:05Beberapa hari setelah kejadian itu,
05:08rasa penasaranku muncul lagi.
05:10Aku meminta izin melihat rekaman CCTV bersama petugas keamanan.
05:14Kami memutar rekaman sekitar pukul 12 malam.
05:18Koridor terlihat kosong.
05:19Tidak ada siapa-siapa.
05:21Tetapi sekitar pukul 0017,
05:24kamera tiba-tiba mengalami gangguan selama hampir 2 menit.
05:28Layarnya dipenuhi garis-garis seperti sinyal rusak.
05:31Setelah gambar kembali normal,
05:33aku terlihat berjalan sangat cepat menuju lift.
05:37Sendirian.
05:38Tidak ada sosok lain.
05:39Padahal aku sangat yakin malam itu
05:41melihat seseorang berdiri di ujung lorong.
05:45Petugas yang memutar rekaman hanya berkata pelan.
05:48Kalau kameranya mulai begitu,
05:50biasanya memang ada yang lihat sesuatu.
05:53Aku bertanya kenapa.
05:54Ia hanya menjawab,
05:56Dari dulu, begitu.
05:58Tidak lama kemudian,
06:00aku mendengar cerita yang selama ini
06:02hanya beredar di antara petugas gedung.
06:05Konon, bertahun-tahun sebelum perusahaan kami menyewa lantai itu,
06:09pernah terjadi kecelakaan kerja saat renovasi.
06:12Seorang pengawas proyek ditemukan meninggal
06:15di dekat pintu darurat ujung koridor pada malam hari.
06:18Tidak ada saksi.
06:19Tidak ada yang tahu bagaimana ia bisa terjatuh.
06:23Sejak saat itu,
06:24petugas keamanan lama mulai sering melihat
06:26seseorang berdiri di lokasi yang sama
06:28ketika gedung sudah sepi.
06:30Pihak pengelola tidak pernah membenarkan cerita tersebut,
06:33tetapi mereka juga tidak pernah menyangkalnya.
06:37Akhirnya,
06:38aku mengundurkan diri beberapa bulan kemudian
06:40karena mendapat pekerjaan baru.
06:42Aku pikir semua itu akan selesai.
06:45Tapi sampai sekarang,
06:47ada satu kebiasaan yang tidak pernah bisa hilang.
06:50Kalau sedang berada di hotel,
06:51apartemen,
06:52atau gedung bertingkat
06:54dan harus berjalan sendirian
06:55melewati koridor pancang pada malam hari,
06:58aku selalu menghindari melihat ke ujung lorong.
07:01Karena aku masih takut,
07:02kalau suatu malam nanti,
07:04sosok yang dulu aku lihat
07:06ternyata masih berdiri di sana.
07:08Menunggu seseorang yang tanpa sadar
07:10membalas tatapannya.
07:20selamat menikmati.
07:23Selamat menikmati.

Dianjurkan