Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANTEN, KOMPAS.TV - Pencarian 5 jurnalis dan 3 ABK kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari kelima. Basarnas melakukan penyisiran dari udara untuk menemukan petunjuk keberadaan para jurnalis dan ABK.

Penyisiran dari udara dilakukan di sejumlah koordinat yang telah ditentukan tim SAR gabungan. Area pencarian meliputi perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau, kemudian melebar ke arah barat hingga barat daya.

Dari ketinggian, pilot berupaya mengamati permukaan laut untuk menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan Kapal Arupadhatu Satu yang membawa lima jurnalis dan tiga ABK. Namun, upaya penyisiran dari udara terkendala jarak pandang akibat asap sisa aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Hingga hari kelima, proses pencarian 5 jurnalis dan 3 ABK kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda belum membuahkan hasil.

Mansyur, orang tua Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara yang turut hilang kontak, berharap pemerintah pusat turun langsung memantau proses pencarian.

Ia berharap Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ataupun perwakilan kementerian terkait dapat hadir secara langsung di lokasi pencarian.

Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak hanya untuk mengetahui secara langsung perkembangan operasi SAR, tetapi juga memberikan arahan serta dukungan moral bagi keluarga.

Kapal Polisi Sanjaya memperluas penyisiran ke sekitar Pulau Sertung pada hari kelima pencarian lima jurnalis dan tiga kru yang hilang saat meliput erupsi Anak Krakatau.

Sejumlah metode pencarian diterapkan meski sempat terhalang kondisi cuaca.

Berikut laporan jurnalis KompasTV, Tesalonika Ajeng, dan juru kamera Gahniyar Febrian, yang sudah direkam sebelumnya.

Baca Juga Hari Kelima, 14 Kapal Dikerahkan Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda di https://www.kompas.tv/nasional/690311/hari-kelima-14-kapal-dikerahkan-cari-lima-jurnalis-hilang-di-selat-sunda

#pencarianjurnalis #timsar #jurnalis #gununganakkrakatau

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690358/operasi-sar-pencarian-5-jurnalis-dan-3-abk-yang-hilang-kontak-diperluas-jadi-7-sektor
Transkrip
00:03Bersama kembali, pencarian lima jurnalis dan tiga anak buah kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari kelima.
00:10Basarnas melakukan penyisiran dari udara untuk menemukan petunjuk keberadaan para jurnalis dan ABK.
00:16Penyisiran dari udara dilakukan di sejumlah koordinat yang telah ditentukan tim Sargabungan.
00:21Area pencarian meliputi perairan di sekitar Gunung Anak Rakatau, kemudian melebar ke arah barat hingga Barat Daya.
00:27Dari ketinggian, pilot berupaya mengamati permukaan laut untuk menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan kapal Aru Padatu 1 yang
00:36membawa lima jurnalis dan tiga ABK.
00:38Namun upaya penyisiran dari udara terkendala jarak pandang imbas asap sisa aktivitas Gunung Anak Rakatau.
00:50Karena terbatasnya jarak pandang terkait sama asap sisa-sisa Gunung Anak Rakatau.
00:57Namun bukan berarti kita tidak bisa memaksimalkan tetap kita maksimalkan pencarian.
01:02Maka dari itu kami turun lebih rendah lagi untuk melihat belum ditemukan objek-objek yang signifikan terkait dengan korban.
01:15Hingga hari kelima, proses pencarian lima jurnalis dan tiga ABK kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda belum membuahkan
01:23hasil.
01:23Mansyur, orang tua dari Bagus Khairun Nas, jurnalis antara yang turut hilang kontak, berharap pemerintah pusat turun langsung memantau proses
01:30pencarian.
01:31Ia berharap Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Raka Buming atau perwakilan kementerian terkait dapat hadir secara langsung di lokasi
01:39pencarian.
01:39Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak hanya untuk mengetahui secara langsung perkembangan operasi SAR, tapi juga memberi arahan serta dukungan moral bagi
01:47keluarga.
01:51Saya berharap saya untuk Pak Presiden atau Wakil Presiden atau Menteri yang datang ke sini melihat perkembangan pencarian maupun keluarga.
02:05Di sini ada keluarga-keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal yang perlu menunjukkan semangat.
02:17Kapal Polisi Sanjaya memperluas penyisiran ke sekitar Pulau Sertung pada hari kelima pencarian lima jurnalis dan tiga kru yang hilang
02:25saat meliput erupsi anak Gunung Rakatau.
02:28Sejumlah metode pencarian diterapkan meski sempat terhalang kondisi cuaca.
02:31Ini laporan jurnalis kami, Tesalunika Ajeng dan Gahniar Febrian yang sudah kami rekam sebelumnya.
02:37Operasi SAR yang dilakukan oleh KP Sanjaya di hari kelima pencarian lima jurnalis dan tiga ABK yang dilaporkan hilang kontak
02:46di perairan Selat Sunda.
02:48Tim SAR gabungan ini telah melakukan sejumlah metode termasuk juga dengan memperluas cakupan atau jangkauan dari area pencarian.
02:58Telah bergabung bersama dengan saya untuk berbicara lebih lanjut terkait dengan operasi di hari yang kelima ini.
03:03Selamat sore, Irjen Pol Hengki sebagai Kapolda Banten.
03:07Pak, boleh dijelaskan ini kita sudah memasuki hampir ke akhir dari operasi di hari kelima, tepatnya di KP Sanjaya ini.
03:16Apa saja metode yang sudah dilakukan dan perkembangannya dari hari kemarin, Pak?
03:22Perkembangan dari hari H4 dan hari ini hari kelima, bahwa kalau hari keempat kemarin itu dibagi dalam 6 sektor,
03:33untuk pencarian dengan 12 kapal.
03:37Di hari kelima ini, diperbanyak lagi, ditingkatkan lagi, dimaksimalkan lagi untuk pembagian sektor.
03:46Di mana hari kelima ini dibagi dalam 7 sektor dengan menggunakan 14 kapal untuk melakukan pencarian di sektor yang sudah
03:56dibagi oleh Basarnas.
03:58Gitu, Mbak.
03:59Apakah sudah ada temuan di akhir hari kelima ini, Pak?
04:02Hari kelima ini kita dari tadi jam 7, kita start dari Pulau Bonciwan dan menuju Pulau Sertung.
04:08Dan sekarang kita berjalan kembali dengan pelayaran kurang lebih hampir 80 mil.
04:16Hasil masih inihil sambil kita berjalan ini.
04:19Namun, hal tersebut tentu berbagai macam kendala, kendala yang ada jarak pandang, terbatas tadi tidak lebih dari 3 mil.
04:33Karena cuacanya kabut ya, ada kabut.
04:38Terus juga kekencangan angin.
04:41Ini sekarang sebagaimana di layar, ini sampai 24 sampai 25 knot.
04:46Oleh karena termasuk gelombang pun, ini menjadi hal yang menjadi kendala.
04:56Sudah dimaksimalkan termasuk juga dengan radar dan kamera termal ini juga belum ada temuan apa-apa ya, Pak?
05:03Belum ada, ya.
05:04Dari peralatan Kabusan Jaya ini, kita kan memiliki kamera termal untuk memantau benda-benda yang terapung di laut.
05:14Dan langsung kita pantau langsung, secara langsung juga pun, belum ada temuan apa-apa.
05:20Khususnya kabar senjaya hari ini sampai kita kembali menuju pelabuhan Ciwandan, hasilnya pun masih inihil, Pak.
05:27Hasil evaluasi hari kelima ini tentu akan dilakukan rapat kornasi lagi, evaluasi pelaksanaan hari kelima menuju besok untuk hari ke
05:36-6.
05:37Gitu.
05:38Terima kasih banyak, Pak Hengking.
05:39Terima kasih.
05:44Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan