Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia dan MBG Watch mengirimkan surat somasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.

Saat hendak menyerahkan surat, para perwakilan tidak diperbolehkan masuk ke kantor BGN. Kepala Bidang Advokasi dan Pengacara Publik LBH Jakarta Alif Fauzi mengatakan somasi tersebut merupakan bentuk pengawasan masyarakat terhadap penyelenggaraan program MBG.

Pengawasan tersebut khususnya terkait keamanan pangan, penggunaan anggaran negara, serta kepatuhan pemerintah terhadap putusan Mahkamah Konstitusi mengenai anggaran MBG. Sebelumnya, surat somasi juga telah dikirimkan ke Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, dan Gedung DPR RI.

Sementara itu, BGN mengubah sasaran penerima program MBG. Sebanyak 1.653 sekolah dikeluarkan dari daftar penerima manfaat. Perluasan program akan diprioritaskan ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T, serta daerah dengan angka stunting tinggi.

Sekolah yang dikeluarkan dari daftar tersebut merupakan sekolah swasta dan satuan pendidikan yang dinilai mampu membiayai kebutuhan pendidikannya secara mandiri.

#mbg #badangizinasional #keracunanmbg #mbgwatch #pendidikan #somasi

Baca Juga PETAKA SANTAP MBG! Keracunan Massal di Pati, Sampel Makanan Diperiksa Polisi, Ada Apa? |KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/690293/petaka-santap-mbg-keracunan-massal-di-pati-sampel-makanan-diperiksa-polisi-ada-apa-kompas-siang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690328/mbg-watch-somasi-bgn-soal-dugaan-keracunan-1-653-sekolah-tak-lagi-jadi-penerima-mbg-kompas-siang
Transkrip
00:00Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia dan MBG Watch mengirimkan surat somasi kepada Badan Gizi Nasional.
00:13Surat somasi terkait soal kasus keracunan MBG di sejumlah daerah.
00:18Namun saat akan memberikan surat, para perwakilan tidak diperbolehkan masuk untuk memberikan surat somasi tersebut.
00:25Kepala Bidang Advokasi dan Pengacara Publik LBH Jakarta, Alif Fauzi mengatakan,
00:32somasi ini disampaikan sebagai bentuk pengawasan masyarakat terhadap penyelenggaraan program MBG,
00:38khususnya terkait keamanan pangan, penggunaan anggaran negara,
00:42serta kepatuhan pemerintah terhadap putusan MK tentang anggaran MBG.
00:47Tidak hanya ke kantor BGN, sebelumnya surat somasi ini juga telah dikirimkan ke Sekretariat Negara
00:54Kementerian Keuangan dan DPR RI.
01:00Atas kejadian tersebut, kami meminta beberapa hal.
01:05Pertama adalah adanya tindangan moratorium dan evaluasi yang menyeluruh,
01:10termasuk tidak lupa juga untuk memastikan pemenuhan atau pemulihan terhadap korban.
01:17Nah kemudian yang kedua adalah, kami melihat somasi ini juga sebagai pengingat,
01:22karena pemerintah belum cukup sadar untuk menghormati putusan Mahkamah Konstitusi No. 40 tahun 2026,
01:30yang mana memandatkan beberapa hal terhadap penggunaan anggaran negara untuk program makan bergizi gratis,
01:38yang kami lihat tidak kunjung disinkronisasi dalam RAPBN 2027.
01:45Badan Gizi Nasional mengubah sasaran penerima program makan bergizi gratis.
01:50Sebanyak 1.653 sekolah dikeluarkan dari daftar penerima manfaat,
01:55sementara perluasan program akan diprioritaskan ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T,
02:03serta daerah dengan angka stunting tinggi.
02:07Ribuan sekolah yang dikeluarkan tersebut merupakan sekolah swasta,
02:11dan satuan pendidikan yang dinilai mampu membiayai kebutuhan pendidikannya secara mandiri.
02:20Saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional hari ini telah mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan atau sekolah
02:29dari daftar penerima manfaat makan bergizi gratis di seluruh Indonesia,
02:35yang mayoritas dari 1.653 yang kami exclude atau kami keluarkan dari daftar penerima manfaat tadi adalah
02:44sekolah-sekolah yang adalah sekolah swasta bertaraf internasional,
02:50sekolah atau satuan pendidikan yang berkisah sama dengan institusi internasional maupun nasional,
02:56dan sekolah-sekolah yang sudah secara mandiri secara finansialnya,
03:01tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah atau dana BOS.
03:07Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBK
03:14sampai dengan saat ini, dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBK itu secara bertahap
03:22sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punyai.
03:28Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T,
03:35terdepan, terluar, dan tertinggal,
03:37serta wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali.
Komentar

Dianjurkan