Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PAPUA, KOMPAS.TV - Komisi I DPR meminta pemerintah mengusut tuntas kasus penembakan KKB yang menewaskan 3 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. DPR juga meminta aparat menelusuri asal senjata yang digunakan KKB.

Kasus penembakan terhadap tiga pegawai Dinas Pertanian yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata di Jayawijaya, Papua Pegunungan, membuat anggota parlemen ikut bersuara.

Komisi I DPR meminta pemerintah dan aparat keamanan mengusut tuntas kasus ini.

DPR juga meminta petugas mengusut asal-usul senjata yang digunakan anggota KKB dalam membunuh pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya.

Baca Juga KKB Penembak 3 ASN di Papua 'Video Call' Pakai HP Korban, Begini Tampangnya! | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/690341/kkb-penembak-3-asn-di-papua-video-call-pakai-hp-korban-begini-tampangnya-kompas-petang

#kkb #penembakan #asn #dpr #papua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690344/komisi-i-dpr-minta-kasus-penembakan-3-asn-di-papua-diusut-tuntas-kompas-petang
Transkrip
00:00Komisi 1 DPR meminta pemerintah mengusut tuntas kasus penembakan KKB
00:05yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
00:09DPR juga meminta aparat menelusuri asal senjata yang digunakan KKB.
00:17Kasus penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata di Jayawijaya, Papua, Pegunungan
00:24membuat anggota parlemen ikut bersuara.
00:27Komisi 1 DPR meminta pemerintah dan aparat keamanan mengusut tuntas kasus ini.
00:33DPR juga meminta petugas mengusut asal-usul senjata yang digunakan anggota KKB
00:38dalam membunuh pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya.
00:46Dan untuk itu kami meminta seluruh aparat pemerintahan
00:52baik dari sisi intelijen, dari TNI, Polri, Kejaksaan, ataupun juga aparat-aparat lainnya
00:59untuk bekerja ekstra keras, bekerja lebih teliti, dan juga mencari tahu dari mulai pelakunya siapa,
01:11mereka itu mendapatkan persenjataan dari mana.
01:14Lebih lengkap soal pengejaran para pelaku penembakan 3 ASN Dinas Pertanian di Jayawijaya, Papua, Pegunungan
01:21sudah ada jurnalis Kompas TV, Findi Rakmeni.
01:24Findi, sejauh ini apakah tim Damai Kartan sudah menemukan dan menangkap ke-8 terduga pelaku?
01:33Saya rampaikan bahwa untuk proses penyejaran dan peningkatan hukum terhadap para pelaku
01:42memang sementara dilakukan oleh sakses Damai Kartan bersama dengan personil dari Polresi Ayawijaya,
01:50di mana hingga saat ini sudah ada 8 orang yang teridentifikasi merupakan anggota Kalak-HP
02:00dari atau kelompok menduga pimpinan Egyanus Kogoya.
02:05Dari 8 orang yang sudah teridentifikasi, 2 orang merupakan DPO Polres Jayawijaya
02:13karena terlibat setelah penembakan, baik penembakan terhadap warga sipil
02:19pada festival lembah balian yang terjadi pada bulan Agustus,
02:24kemudian juga kedua orang ini terlibat dalam penculikan dan penyandaraan
02:31pilot susi air Philip Marmantens pada tahun 2023 lalu.
02:36Kemudian dari perkembangan yang sejauh ini kami dapatkan dari Satu Sdame Kartens
02:40bahwa memang saat ini sementara melacak keberadaan kelompok ini
02:46dari handphone milik korban, milik buik yang diambil oleh KKB waktu itu.
02:56Memang beberapa hari terakhir ini handphone milik korban ini
03:02sempat digunakan oleh para pelaku, sehingga memang saat ini
03:07proses pengejaran masih terus dilakukan oleh Satu Sdame Kartens.
03:13Findi, polisi kan juga menambah personel untuk memburu penembak
03:16ataupun juga pelaku.
03:17Apa strategi mereka dan apa yang biasanya menjadi kendala
03:20dalam mengejar 8 pelaku ini?
03:24Ya, memang sejak kejadian hari Rabu kemarin,
03:29personel Satu Sdame Kartens sudah menambah personel sekitar 50 orang
03:34dari Timika dan juga dari Lani Jaya untuk membantu pengemana segala
03:40lukus penyejaran dan penegakan hukum terhadap kelompok general bersenjata ini.
03:44Salah satu kendala yang dialami oleh Pak Juris di lapangan saat ini adalah
03:52bahwa lokasi ataupun medan yang cukup sulit
03:56yang membuat aparat cukup keolahan
04:02karena memang lokasinya yang terdiri dari pegunungan
04:07dan juga cukup sulit dengan medan yang diselesaikan.
04:13Baik, Jurnalis Kompas TV Findi Rakmeni.
04:15Terima kasih atas laporan Anda.
04:17Tetap berhati-hati. Selamat bertugas kembali.
04:19Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan