Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Polisi menambah kekuatan personel untuk memburu kelompok kriminal bersenjata atau KKB yang diduga menyerang dan menewaskan tiga aparatur sipil negara atau ASN di Papua.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, dari delapan pelaku yang telah teridentifikasi, dua di antaranya merupakan daftar pencarian orang atau DPO.

"Dua orang yang sudah berhasil kita identifikasi ini merupakan DPO kita dan kita sedang melakukan upaya pengejaran kepada yang bersangkutan," ujar Yusuf di sela dialog Kompas Petang, Sabtu (12/9/2026). (timecode 3:46)

Pengamat Intelijen Militer UI Ridlwan Habib menilai penambahan kekuatan dapat memperkuat Operasi Damai Cartenz, terutama untuk mengejar kelompok pelaku yang masih menjadi target aparat.

"Barangkali dengan situasi yang emergency seperti ini mungkin bisa saja dipertimbangkan ada penambahan satgas. Apakah itu nanti satgas tambahan dari TNI atau satgas gabungan untuk memperkuat kekuatan Cartenz," jelas Ridlwan. (timecode 9:21)

Sementara itu, anggota Komisi I DPR Fraksi PKB Oleh Soleh mendorong kolaborasi seluruh pihak dalam penanganan KKB di Papua.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat ditangani hanya oleh satu institusi.

"Penanganan tidak bisa oleh satu pihak, tetapi ini harus kolaborasi semuanya," katanya. (timecode 7:25)

Oleh berharap penanganan KKB dapat diperkuat agar serangan terhadap ASN maupun masyarakat sipil tidak kembali terjadi.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690350/full-tambah-personel-polisi-kejar-kkb-penembak-3-asn-ini-kata-pengamat-kompas-petang
Transkrip
00:01Intro
00:07Saudara Satgas Namai Kartens menambah pasukan ke Wamena
00:10untuk membantu pengejaran terhadap para pelaku penembakan ASN di Jaya Wijaya.
00:15Sebanyak 50 personel BRIMOB dikirim dari Timika dan Lani Jaya ke Wamena
00:20untuk memperkuat upaya polisi mengungkap kasus sekaligus memburu para pelaku penembakan.
00:25Menurut polisi, 8 orang yang diduga terlibat dalam penembakan sudah teridentifikasi.
00:30Mereka membawa 2 pucuk senjata api laras panjang.
00:32Polisi meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan atau identitas terduga pelaku
00:36segera menyampaikannya kepada polisi.
00:45Penebalan personel dijalankan Satgas Namai Kartens untuk mempercepat pengejaran 2 DPO
00:50yakni PN dan KT serta pihak lain yang diduga terlibat penembakan.
00:55Kedua DPO terlihat dalam cuplikan video call yang beredar di media sosial.
01:00Mereka diduga terlibat dalam penembakan 3 ASN pegawai Dinas Pertanian Jaya Wijaya
01:05di Distrik Mulyamah, Papua Pegunungan.
01:18Isak tangis histeris keluarga pecah saat ambulans yang membawa jenazah Aprida Rapi.
01:23Korban tewas dalam peristiwa penembakan di Papua.
01:26Tiba di rumah duka di kota Makale, Kabupaten Tanah Toraja, Sulawesi Selatan Sabtu pagi.
01:31Sejumlah keluarga tak kuasa menahan kesedihan.
01:34Bahkan anak korban terlihat shock dan nyaris pincang.
01:37Aprida meninggalkan 3 orang anak.
01:39Ia kemudian, saya koreksi maksud saya, Aprida merupakan kepala bidang peternakan
01:44di Dinas Pertanian Kabupaten Jaya Wijaya, Papua Pegunungan.
01:47Almarhumah tewas dalam serangan KKB saat menyalurkan bantuan ternak di Jaya Wijaya.
02:00Sejauh ini polisi sudah mengidentifikasi 8 terduga pelaku penembakan
02:043 ASN Dinas Pertanian di Jaya Wijaya, Papua Pegunungan.
02:08Lalu apa sebenarnya motif KKB menyasar aparatur sipil negara ini sebagai korban?
02:13Bergabung dalam diskusi kami kali ini,
02:15Pengamat Intelijen Militer UI Ridwan Habib
02:17juga bergabung bersama kami anggota Komisi 1 DPR
02:20Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa oleh Soleh dan Kasat Gas Humas
02:23Operasi Damai Kartens, Kombes Yusuf Sutejo.
02:26Pak Yusuf, selamat malam.
02:27Mas Ridwan, Kang Oleh, selamat sore.
02:30Selamat sore.
02:32Selamat malam, Pak Mas Ridwan.
02:34Baik, terima kasih semua sudah berkenan untuk bergabung dan berdiskusi bersama saya kali ini.
02:38Ini kan sudah teridentifikasi ya, Pak Yusuf.
02:408 orang teridentifikasi, 2 dibantu karena ada rekaman video call
02:44yang kemudian belakangan viral di media sosial.
02:46Untuk 5 lainnya bagaimana, Pak?
02:49Ya, selamat sore, Mas Tifan.
02:53Dari hasil identifikasi kita,
02:56ini dua yang memang ternyata DPO kita juga.
03:00Jadi kasus lamanya beliau,
03:03salah satunya ini,
03:05maksud kami ulangi,
03:07kelompok ini di tahun 2023
03:11yang melakukan penyanderaan pilot susi air,
03:15Captain Philip yang berhasil,
03:17Satgas Damai Kartens bebaskan di tahun 2024.
03:21Lalu juga melakukan penembakan pada saat
03:27berlangsungnya festival budaya
03:29lembah BLM di Wamena pada tanggal 1 September
03:34ulangi.
03:36Pada tanggal Agustus, Pak.
03:38Di Agustus, di bulan Agustus yang lalu,
03:40yang mengakibatkan
03:41dua korban luka tembak,
03:44yaitu petugas catering pada saat itu.
03:46Jadi memang
03:47dua orang yang
03:48sudah berhasil kita identifikasi ini,
03:51ini merupakan DPO kita,
03:53dan kita sedang melakukan upaya pengejaran
03:56kepada yang bersangkutan.
03:58Oke.
03:58Nah, aksi yang dilakukan KKB ini,
04:00ini ada informasi yang beredar juga
04:02bahwa KKB menyerang ketiga korban ini
04:04dengan alasan,
04:05ketiganya adalah Intel.
04:06Bagaimana menjelaskan itu, Pak?
04:08Benarkah kabar itu?
04:11Itu adalah
04:12hal yang biasa
04:14dilakukan oleh
04:15kelompok kriminal bersenjata,
04:17terutama yang dilakukan oleh
04:20influencer-nya itu,
04:21yang namanya Sebi Sambung.
04:22dia pasti ngomong,
04:25kalau
04:26kelompok kriminal bersenjata
04:28berhasil
04:29melukai
04:30atau berhasil
04:31membunuh targetnya,
04:33itu pasti akan dikatakan Intel.
04:35Padahal semua itu
04:37tidak ada yang berkaitan dengan Intel, Mas.
04:40Nanti kalau membunuh
04:41perawat,
04:42dibilang perawat,
04:43anggotlah Intel
04:44peramanan.
04:46Kalau guru juga begitu.
04:48Dia selalu mengkabing hitamkan,
04:50menganggap
04:51apa yang dilakukan itu
04:52sah-sah saja,
04:53karena itu adalah Intel
04:54peramanan.
04:55Pertama tidak ada yang seleskan.
04:56Itu murni ASN
04:58dari
04:59Dinas
05:01Pertanian
05:03Kabupaten
05:03Jayawijaya.
05:04Oke.
05:05Dan kondisi setelah
05:06insiden itu
05:07di kawasan Jayawijaya,
05:08bagaimana sekarang, Pak?
05:09Terbilang kondusif
05:10atau masih ada pengetatan
05:11keamanan atau bagaimana?
05:15Alhamdulillah,
05:15so far
05:16sampai sekarang,
05:17karena memang
05:18anggota kita juga sudah
05:19melakukan penebalan
05:20di sana,
05:21membantu
05:22untuk
05:23situasi
05:24menjadi lebih kondusif.
05:27Dengan
05:27diturunkannya,
05:29ditambahnya
05:2950 personil
05:30anggota kita
05:31dari
05:33Timika,
05:34beberapa hari yang lalu
05:35sudah diterbangkan
05:36dari Timika,
05:36dan ada juga
05:38penambahan
05:38dari
05:40Langijaya
05:40untuk
05:41membackup
05:42situasi
05:43di
05:44Uwamena,
05:45dan juga
05:46membantu
05:47upaya untuk
05:48melakukan
05:48pengejaran
05:49kepada para pelaku.
05:50Oke.
05:51Kang Oleh,
05:52dari Komisi 1,
05:53melihat
05:54kejadian seperti ini
05:55terus berulang,
05:56secara sederhana
05:57rekomendasi Anda
05:58setidaknya
05:59atau mewakili Komisi 1,
06:00apa untuk
06:01menindak lanjuti
06:01kasus
06:02KKB menyerang
06:033 ASN ini?
06:09Pertama,
06:09saya sampaikan dulu
06:10Bela Sungutawa
06:11kepada keluarga
06:13korban
06:14di manapun
06:16berada,
06:17mudah-mudahan
06:18almarhum
06:19diterima
06:20di sisi Allah
06:21subhanahu wa ta'ala.
06:23Yang kedua,
06:25tentu
06:25notis kami
06:26dari
06:27DPR
06:28terkhusus
06:30dari
06:30para Komisi 1.
06:33Ini
06:34perlu
06:36roadmap
06:36penanganan khusus
06:38terkait
06:38KKB ini.
06:40Karena memang
06:41ini
06:41kasusnya
06:42berulang-berulang.
06:44Hampir setiap tahun
06:45selalu
06:46ada ya.
06:47Tidak pernah
06:48yang kosong
06:49setiap
06:49tahun ini.
06:51Oleh sebab itu
06:51saya rasa
06:52perlu kolaborasi
06:53semua pihak
06:55dari
06:56badan
06:56intelijen,
06:57kepolisian,
06:58TNI,
06:59tokoh masyarakat
07:00semua.
07:00Untuk
07:01sama-sama
07:02bagaimana
07:02ini
07:04NKRI ini
07:06NKRI ini
07:06aman dari
07:07segala
07:08rong-rongan.
07:09Aman dari
07:11pada hal-hal
07:12yang
07:12dapat
07:14menjatuhkan
07:15stabilitas
07:16dan bahkan
07:17ini juga
07:18menjatuhkan
07:19stabilitas
07:20Indonesia
07:21di mata
07:21internasional.
07:23Oleh sebab itu
07:24saya rasa
07:25penanganan
07:25tidak
07:26bisa
07:26oleh
07:27satu pihak
07:28tetapi ini
07:29harus
07:30kolaborasi
07:31sebuahnya
07:31bagaimana
07:33agar
07:36ASN
07:37yang tiga ini
07:38udahlah
07:38ini yang terakhirlah
07:39ini yang terakhir
07:41DPR
07:42tentu
07:42dan seluruh
07:43rakyat Indonesia
07:43tidak menginginkan
07:45ada lagi
07:45yang
07:47dibunuh
07:48tanpa sebab
07:49dibunuh
07:50tanpa alasan
07:51dan
07:52kalau melihat
07:53sebuah video
07:54ini
07:55sangat
07:57amat nyata
07:58radikalismenya
07:59ini
07:59sangat
08:00menangtang
08:01gitu lah
08:02kelompok ini
08:03seolah-olah
08:04menangtang
08:04dengan
08:07video
08:10menggunakan
08:11HP
08:11mohon maaf
08:12kami alami
08:13gangguan sinyal
08:14untuk saat ini
08:14kita coba
08:15perbaiki dulu
08:15sinyal
08:16komunikasi kami
08:17dengan
08:17Kang Oleh Soleh
08:17anggota komisi
08:19satu dari
08:19fraksi PKB
08:20saya ke Mas Ridwan
08:21kalau begitu
08:21Mas Ridwan
08:22kalau Anda
08:22melihatnya
08:23motif
08:23yang dilakukan
08:24KKB
08:25akhirnya menyasar
08:26ASN
08:27aparatur sipil
08:28negara
08:28ini motifnya
08:29untuk apa
08:30Mas Ridwan
08:33ya terima kasih
08:34mohon maaf
08:35saya sudah
08:36dalam posisi
08:37di perjalanan
08:39tapi
08:40saya mengikuti
08:41dengan
08:42baik
08:43tadi
08:43pernyataan
08:44dari
08:44Satgas
08:46Pak Yusof
08:47ya
08:47bahwa memang
08:48ternyata ini adalah
08:49dua ini adalah
08:50DPO
08:51dua ini adalah
08:52DPO
08:53dan
08:53dua ini adalah
08:54mereka sebenarnya
08:56sudah menjadi bagian
08:58dari pengejaran
08:59ya Pak Yusof
08:59ya
09:00jadi
09:02dengan demikian
09:03tampaknya
09:04Mas Tifal
09:05saya setuju
09:06juga dengan Pak Oleh
09:07bahwa
09:08perlu dilibatkan
09:09barangkali ya
09:11semacam
09:11tambahan
09:12task force
09:13begitu ya
09:13tambahan
09:14Satgas
09:15ini sekarang kan
09:16Satgas
09:16Kartens ya
09:17ini penjurunya
09:18Polri ya
09:18yang di depan
09:19sebagai penjuru
09:20nah barangkali
09:22dengan situasi
09:22yang emergent
09:23seperti ini
09:24mungkin bisa saja
09:25dipertimbangkan
09:27ada penambahan
09:28Satgas
09:28apakah itu nanti
09:29Satgas tambahan
09:31itu dari TNI
09:32misalnya
09:32atau Satgas
09:34Gabungan
09:34untuk memperkuat
09:36dari kekuatan
09:37Kartens
09:37gitu
09:38sehingga nanti
09:39Kartensnya tetap
09:41tetapi kemudian
09:41ada ekstra ya
09:43ekstra pasukan
09:44atau ekstra
09:44Satgas begitu
09:46tentu saja
09:47dengan otoritas
09:48yang di
09:49apa
09:49disetujui oleh
09:50DPR
09:51karena bagaimanapun
09:52juga Komisi 1
09:53ini juga nanti
09:54pasti harus
09:55menyetujui itu dulu
09:56ketika nanti
09:57melibatkan TNI
09:58melibatkan
09:59pasukan khusus
10:00melibatkan
10:01OPASUS
10:02dan yang lainnya
10:03sederhananya
10:04kalau ada tambahan
10:05Satgas itu
10:05menurut Anda
10:06mas
10:06itu akan berdampak
10:07sejauh mana
10:08ketimbang yang berlaku
10:09sekarang
10:10ya itu tentu saja
10:12akan memperkuat
10:12teman-teman
10:13Kartens
10:13gitu ya
10:14karena Kartens
10:15ini kan tugasnya
10:16banyak sekali
10:16mereka ini
10:17harus ada
10:18melincahnya
10:19melakukan penyuluan
10:20kepada
10:21masyarakat
10:21kemudian
10:22beberapa lagi
10:23juga harus
10:23melakukan
10:24pembentengan
10:25pengamanan
10:25wilayah dari
10:26KKB-KKB yang lain
10:27kelompok-kelompok itu
10:28nah dengan demikian
10:30ketika ada
10:31tambahan personel
10:33bayangannya itu
10:33nanti adalah
10:34tim pemburu
10:35begitu ya
10:35ada tim pemburu
10:37khusus
10:37yang mengejar
10:39kodak
10:40tiga andugama ini
10:41yang dipimpin oleh
10:42Kogoya ini
10:44maka ini
10:45masih akan
10:46lebih memperkuat
10:46dari kekuatan
10:47teman-teman
10:48di Satgas Karten
10:49nah apakah
10:50ada pertimbangan
10:51ke arah sana juga
10:51Pak Yusuf
10:52untuk memastikan
10:53insiden serupa
10:53tidak terulang
10:54atau ada
10:55kemungkinan
10:55untuk melakukan
10:56perlindungan
10:57khusus kepada
10:57ASN kita
10:58yang ada di
10:59wilayah Papua
10:59biar kejadian serupa
11:00tidak kejadian lagi
11:01Pak Yusuf
11:03baik
11:04Mas Tifal
11:05kami menjawab
11:07karena kami
11:08kedudukannya adalah
11:09selaku
11:10Kasat Gasumas
11:11operasi kepolisian
11:12Damai Karten
11:12terkait dengan
11:14perlibatan
11:15satuan di luar
11:16kepolisian
11:17mohon maaf
11:18mungkin bukan
11:19peranah
11:20dari keurangan kami
11:21untuk menjawab itu
11:21Mas Tifal
11:22tapi
11:23yang jelas
11:24untuk
11:25jawaban yang kedua
11:26adalah
11:27Kapores
11:28sudah berkoordinasi
11:29dengan jajaran
11:30musbida
11:32agar
11:32dinas-dinas
11:33yang akan
11:34melaksanakan
11:35kegiatan
11:35keluar
11:37sebaiknya
11:39memberitahukan
11:40ke aparat kepolisian
11:41setempat
11:42guna dapat
11:43kita lakukan
11:43pengamanan
11:44dan pengawalan
11:45Mas Tifal
11:46baik
11:47Bapak-bapak sekalian
11:48terima kasih
11:49banyak sudah
11:49mau bergabung
11:50berdiskusi bersama saya
11:51kali ini
11:51saya selalu
11:52untuk Anda bertiga
11:52Pak Yusuf selamat malam
11:54Mas Ridwan
11:54Kang Oles
11:55selamat sore
11:55Assalamualaikum
11:58berita lainnya
11:59Jepang mengirimkan
12:013 helikopter
12:01CH47
12:02Chinook
12:03untuk membantu
12:04pemadaman kebakaran hutan
12:05dan lahan
12:06di Kalimantan
12:07tetap bersama kami
12:07selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan