Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Raka

Baca Juga Kasus Keracunan MBG, Orangtua Siswa Laporkan SPPG, BGN hingga Guru ke Polisi | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/690183/kasus-keracunan-mbg-orangtua-siswa-laporkan-sppg-bgn-hingga-guru-ke-polisi-sapa-malambuming Raka dijadwalkan mengunjungi korban yang diduga mengalami keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Salah satu rumah sakit yang akan dikunjungi Wapres Gibran adalah Rumah Sakit Evarina Etaham, Berastagi. Sejak Kamis sore hingga malam, sebanyak 15 pasien anak masuk ke rumah sakit tersebut dengan gejala sakit perut dan pusing.

Dari 15 pasien, 13 anak dirawat di Rumah Sakit Evarina Etaham, sementara dua pasien lainnya dirawat di Rumah Sakit Amanda. Dua pasien tersebut sebelumnya juga mengalami gejala serupa.

Saat ini, sebagian pasien telah menjalani rawat inap, sementara beberapa lainnya masih berada di ruang IGD. Pihak rumah sakit juga mencatat pasien dengan gejala serupa masih berdatangan.

#mbg #keracunanmbg #gibran #karo #sumaterautara #makanbergizigratis



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690188/terbaru-orang-tua-siswa-korban-mbg-marah-protes-saat-wapres-gibran-berkunjung-ke-karo
Transkrip
00:00Ini berada di lobi rumah sakit, apakah wartawan sudah bisa diperkenankan masuk?
00:05Ya Rahman dan Saudara, hingga saat ini memang terlihat sejumlah pas lampres menjaga pintu.
00:11Ini untuk memberikan rasa nyaman bagi para anak-anak yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit Eparina Etaham.
00:21Dan dapat kami jelaskan inilah suasana orang tua dari anak-anak korban yang masih menunggu atau yang masih antusias untuk
00:31menunggu kehadiran atau untuk berbisara langsung ke Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia.
00:41Mungkin saya akan mencoba untuk berkomunikasi dengan salah satu orang tua yang menunggu Bapak Wakil Presiden sejak tadi.
00:53Ibu, namanya siapa Ibu?
00:56Ibu, melihat langsung ini Bapak Wakil Presiden berkunjung dan ingin melihat situasi anak kita. Ini seperti apa yang kita melihat
01:03dulu?
01:05Ini gimana kita melihatnya Bapak Wakil Presiden peduli dan langsung melihat ini situasi anak kita.
01:11Tuhan kami ucapkan dari kami, masyarakat, NBG, anak-anak kita.
01:15Yang kami minta sedangkan kepada pemerintah keempat supaya bertanggung jawaban kepada anak-anak kami betul nyata.
01:23Jangan hanya dua apada pemerintah datang, pemerintah datang, kesehatan hanya diperhatikan pada saat-saat saja.
01:30Tapi kami berpancangan, Pak. Kami mau butuh nyata untuk anak-anak kesehatan kami.
01:35Seperti anak-anak kami sebelum-sebelumnya, anak-anak kami aktif.
01:38Pergi ke sekolah tadi, kita harap anak-anak kami bahkan kemarin juga masih ada kecang-kecang, Pak.
01:43Karena anak saya memang sudah sehat, Pak.
01:45Tapi saya kalau itu setu hari kemudian akan kecang-kecang.
01:48Saya minta pemerintah sempat pemerintah Indonesia supaya mempertahankan anak-anak kami.
01:53Siap, Ibu. Terima kasih banyak, Ibu.
01:57Bagi, begitu, Rahman dapat kami jelaskan, itu adalah keluhan hati dari orang tua siswa
02:05yang mengetahui Bapak Wakil Presiden hadir di Kabupaten Karo untuk melihat langsung kondisi kesehatan anak-anaknya.
02:17Dan ini di lobi rumah sakit juga terlihat masih banyak warga ataupun awak media menunggu,
02:25menunggu untuk apakah boleh mengambil gambar di dalam ruangan atau seperti apa.
02:31Dan kami jelaskan, banyak anak ataupun banyak korban MBG,
02:37maaf, maksud kami, banyak anak yang terdampak keracunan.
02:42Memang saat ini mengalami psikologi yang tinggi.
02:48Ini data yang kami dapati, banyak anak yang terlalu takut apabila diambil gambar,
02:57itu disebabkan karena sanksi sosial yang ada di media sosial mengena terhadap para anak.
03:03Rahman.
03:03Ya, Henry, bisa Anda mendekat lagi ke arah keluarga maupun orang tua korban
03:10yang saat ini berada di lobi maupun di teras rumah sakit,
03:14bisa Anda tanyakan begitu orang tua lainnya bagaimana tanggapan dan juga apa harapannya
03:20terkait dengan kunjungan Wakil Presiden Gibran Rekabuming dan juga Gubernur Resumut Bobi Nasution
03:26terkait dengan pemulihan dan juga perawatan anak-anak mereka?
03:33Ya, Rahman, kita akan mencoba kembali berkomunikasi dengan orang tua dari siswa.
03:40Mungkin, Ibu, boleh disebutkan namanya, Ibu?
03:47Ibu, harapannya dengan hadirnya pemerintah ini, Ibu, mewakili Bapak Wakil Presiden ini seperti apa ini, Ibu?
04:00Bapak Wakil Presiden, apa yang mau dihomongkan, Ibu?
04:12Seperti itu, Rahman, dapat kami jelaskan banyak orang tua siswa yang berharap anaknya dapat kembali sehat seperti sedia kalah
04:27dan dapat kami jelaskan permintaan masyarakat ataupun permintaan orang tua sendiri
04:33hanya untuk kesehatan anak bisa sehat.
04:43Baik, ini bisa didekatkan audio Anda, tampaknya ada yang sedang berbicara, orang tua korban.
05:04Amin, ini bisa bertemu dengan kami dan ingin kami menyampaikan terusaha kami kepada Bapak Gibran
05:16agar anak-anak kami
05:18diobati sampai sembuh
05:19kalau tidak tahu lagi mau menghadi sama siapa
05:23karena ini adalah perbuatan-perbuatan
05:25pecah perbuatan terkutuk
05:27ini pada anak-anak kami
05:28kami sangat
05:31berhatihan sama pemerintah
05:33saya berahmat
05:34dapat kami jelaskan
05:37permintaan orang tua
05:39hanya pada
05:42semoga anak-anak mereka
05:44bisa dapat sembuh dan kembali
05:45bersekolah ataupun kembali
05:48dengan keadaan sehat kembali
05:50seperti itu Rahmat
05:52baik
Komentar

Dianjurkan