Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Gus Kautsar Klarifikasi soal Namanya di Buku Islam ala Prabowo

Penerbitan buku "Islam ala Prabowo" karya Atmosphere Publishing House menjadi sorotan publik usai dicurigai mencatut nama tiga ulama besar tanpa izin resmi.

Gus Kautsar menegaskan bahwa dirinya hanya sempat diwawancarai secara informal dan sama sekali tidak tahu menahu hasil percakapan tersebut dijadikan bagian dari isi buku.

Nada serupa disampaikan TGB KH Muhammad Zainul Majdi yang turut membantah keterlibatannya dalam proses penyusunan.

#GusKautsarTanggapi #BukuIslamAlaPrabowo

Creative/Video Editor: Icha/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Saya tidak menolak itu, karena setelah saya, itu saya ingat-ingatnya kalau saya itu diwawancarai, itu mulai pagi diteror oleh
00:08banyak pihak, itu saya baru ingat kalau saya diwawancarai itu sore.
00:14Karena memang kala itu banyak tamu dan kemudian mereka datang itu dalam kondisi dengan keluarganya.
00:19Jadi saya agak lupa kapan ya wawancara ini, begitu.
00:22Dan mohon maaf, kami tidak pernah tahu bahwa ini kemudian akan menjadi satu buku, judulnya, bu judulnya adalah,
00:39Ma, kita biasa dengar ala ahli sunah wal jamaah, kan begitu.
00:47Makanya kemarin ketika kita harus berkomunikasi dengan penulisnya, saya ngomong, sebetulnya bukan masalah keberatan atau tidak, satu hanya masalah transparansi.
00:59Kemudian, kalau memang kami dicantumkan di sana, kenapa sebelum diterbitkan, kami tidak diberitahu.
01:06Kami tidak dikasih tahu, jadi bukan, tidak masalah memang saya, tidak ceritahu gitu.
01:11Kan banyak hal tuh, banyak hal.
01:15Dan kenapa harus, mohon maaf, kalau dalam rangka menjelaskan bagaimana hubungan beliau dengan Islam, beliau dengan pesantren,
01:25Harusnya judulnya enggak, harusnya enggak kayak gitu.
01:27Itu lebih soft, dan itu lebih punya potensi untuk kemudian dibaca dengan baik.
01:34Kan begitu.
01:34Saya ngomong begitu, karena kapasitas guru-guru kami saja, kami tidak punya tuh, Islam alam bahaya jahzuli misalnya.
01:44Tidak punya tuh, Islam alam bahaya yuhuda, enggak ada tuh.
01:50Atau mungkin yang kamu kenal misalnya, Islam alam bahayamun, enggak ada tuh.
01:55Enggak ada.
01:58Karena kami tidak biasa, bahwa ngomongkan Islam, kemudian ngomongkan menurut saya.
02:04Enggak ada tuh.
02:07Enggak ada.
02:08Maka sebetulnya bukan masalah kami keberatan atau tidak.
02:11Tapi lebih kepada, kami kok tidak merasai, ikut dalam proyek ini begitu.
02:17Karena kalau kemudian nama kami ada, harusnya sebelum masuk ke percetakan, kami dikasih tahu tuh, ini ada seperti ini.
02:27Mestinya, normalnya begitu.
02:29Pikiran kami, tapi kami juga enggak ngerti.
02:31Kayak tadi kata Habib, kadang-kadang kita ini juga tidak hanya jauh dari Allah, kadang juga jauh dari hukum dan
02:40pengetahuan.
02:47Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan