Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Bagaimana upaya pencarian rombongan jurnalis yang masih hilang kontak di perairan Selat Sunda?

Tim SAR terus melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga anak buah kapal yang hilang saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dalam pembahasan kali ini, kami sudah terhubung dengan Vulkanolog Mirzam Abdurrachman, untuk mengetahui perkembangan pencarian dan kondisi terkini di sekitar lokasi.

#vulkanolog #anakrakatau #jurnalis

Baca Juga BNI Salurkan Bantuan Kesehatan bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan di https://www.kompas.tv/advertorial/689835/bni-salurkan-bantuan-kesehatan-bagi-warga-terdampak-erupsi-gunung-anak-krakatau-di-lampung-selatan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/689838/full-vulkanolog-ungkap-aktivitas-erupsi-anak-krakatau-pengaruhi-arus-laut-sapa-malam
Transkrip
00:06Bagaimana upaya pencarian rombongan jurnalis yang masih hilang kontak di perairan Selat Sunda?
00:12Kita akan membahas hal ini dari perspektif vulkanologi dan sudah bergabung bersama kami vulkanolog Mirzam Abdurrahman.
00:22Selamat malam Pak Mirzam.
00:24Selamat malam Mas Radi, pemirsa Kompas TV dimanapun berada.
00:28Baik Pak Mirzam, kita berharap pencarian jurnalis ini bisa ditemukan.
00:34Tapi saya ingin bertanya dari perspektif vulkanolog, terutama kaitannya dengan aktivitas erupsi Gunung Anakrakatau.
00:41Kira-kira jika ada yang berlayar atau melaut dengan kondisi aktivitas erupsi Gunung Anakrakatau sekarang,
00:49apakah ini akan memengaruhi arus laut yang juga berpengaruh terhadap aktivitas pelayaran ataupun kapal-kapal yang ingin melaut begitu Pak
01:01Mirzam?
01:02Iya, baik Mas Radi dan pemirsa Kompas TV pertama saya menyampaikan prihatin yang mendalam mudah-mudahan jurnalis dan ABK bisa
01:10ditemukan dalam keadaan selamat.
01:13Nah, letusan Anakrakatau yang sudah berangsur menurun pada beberapa hari terakhir ini memang masih dibatasi pada radius tertentu, paling tidak
01:23pada jarak 3 km.
01:25Karena apa? Karena disampaikan bahwa penurunan aktivitas bukan berarti kemudian ini akan berhenti total.
01:31Sesekali masih bisa melontarkan abu, melontarkan batu yang juga menimbulkan bahaya.
01:36Makanya radius tetap disampaikan pada jarak 3 km. Karena apa?
01:40Karena letusan yang berubah dari eksplosif menuju strombolian itu kadang-kadang mengeluarkan asap dan kadang-kadang melontaran balistik.
01:46Nah, inilah yang kemudian kita antisipasi kenapa tidak boleh terlalu dekat dengan Anakrakatau itu sendiri.
01:53Nah, ada hal lain sebenarnya dari pengalaman saya survei di sekitar Anakrakatau pada beberapa kesempatan gitu ya.
02:01Kita itu biasanya memang kegiatan pengambilan data itu didesain sedemikian rupa dengan mengetahui karakter yang khas dari cuaca, kemudian ketinggalan
02:10ombak di Selat Sunda.
02:11Idealnya memang kita berangkat pagi hari, ketika tenang, kemudian selepas duhur, pukul 14 itu biasanya ombaknya sudah mulai tinggi.
02:18Sudah mulai tinggi, oh oke.
02:19Sudah mulai tinggi, ya. Jadi pukul 14 itu kami sudah mulai bergegas, justru kembali ke arah Carita, kemudian ke Semenanjung,
02:28manapun yang kita pilih untuk tempat bersandar.
02:30Nah, kalau saya melihat dari laporan, sepertinya justru keberangkatan tim ini agak sedikit siang.
02:37Saya bisa memahami mungkin konteksnya adalah memastikan dulu semuanya aman, tetapi sepertinya faktor cuaca ini yang belum pada waktu itu
02:47menjadi pertimbangannya dengan baik.
02:48Nah, kombinasi inilah kemungkinan yang menjadi salah satu, apa namanya, bisa penyebab gitu ya, bahwa mungkin ada gangguan dari cuaca,
02:57ombak yang tinggi.
02:58Belum lagi kemudian anak Krakato sendiri yang belum sembuh total, termasuk lontaran-lontaran batu dan juga abu.
03:04Demikian, Mas Rady.
03:05Ya, ini kan belum pulih total, belum sembuh total kalau bahas Anda yang katakan tadi ya, artinya aktivitasnya masih ada,
03:12aktivitas vulkaniknya juga masih ada, erupsi masih terjadi meskipun durasinya tidak lama.
03:17Nah, dengan erupsi-erupsi singkat seperti ini, apakah itu akan ada memengaruhi gelombang laut ketika erusi anak Krakato melontarkan abu
03:26atau apa namanya, tadi ada bebatuan dan segala macam material vulkanik yang ada di dalam gunung anak Krakato, itu akan
03:31berpengaruh nggak terhadap gelombang laut?
03:34Jika tidak ada erupsi yang kemudian, apa namanya, menyentuh dengan permukaan laut, menimbulkan percikan atau letupan-letupan, seharusnya tidak.
03:44Saya pun pernah menyampaikan bahwa tinggi anak Krakato sekarang itu baru sepertiga dari tinggi sebelum 2018 longsor.
03:50Artinya kemungkinan untuk menjadi longsor, kemudian menimbulkan gelombang tinggi, gelombang pasang itu juga relatif kecil.
03:57Tapi perlu diketahui juga Mas Radi dan pemirsa bahwa anak Krakato itu memang terpusat erupsinya pada satu titik tersebut.
04:09Tetapi ada beberapa rembesan di samping-sampingnya itu yang kadang-kadang mengeluarkan gelembung.
04:14Artinya apa? Tidak benar-benar semua terpusat pada satu pusat erupsi.
04:18Jadi kalau kita amatin di sekitar anak Krakato itu ada bualan-bualan gas, bualan-bualan udara, yang ini kemudian menjadi
04:24menambah kompleksitas.
04:26Kemudian artinya ombaknya sudah tinggi, tetapi beberapa gas yang terlihat kemudian dikeluarkan dari samping dari tubuhan Krakato ini juga menambah
04:36tantangan
04:36ketika kita mengambil data maupun meliput berita dan sebagainya di daerah sekitar anak Krakato.
04:42Oke, artinya dengan aktivitas anak Krakato saat ini, tadi juga Kekan Sar Banten mengungkapkan dan juga dari Polda Banten juga
04:49mengungkapkan
04:49dan juga Polda Airut ya, bahwa tidak mungkin melakukan aktivitas penyelaman untuk melakukan search and rescue atau pencarian para jurnalis
04:59ini.
05:00Artinya itu juga tidak memungkinkan dengan kondisi aktivitas anak Krakato sekarang ya Pak Mizami?
05:04Iya, dalam kondisi saat ini tentu saja itu beresiko gitu ya.
05:09Karena kita memahami bahwa sudah hanya masih melontarkan batu, kemudian abu, dan potensi gitu ya.
05:16Ada lava, fountain yang kemudian bisa sampai pada jarak tertentu.
05:21Kondisi karakter tadi bahwa saya yakin para pengamat yang sering, pengamat gunung api, kemudian basah nasi yang sering bekerja di
05:28anak Krakato itu melihat gitu ya.
05:30Bahwa ada cerobong-cerobong gitu ya, mengeluarkan gas dan sebagainya.
05:33Sehingga pada jarak tertentu itu sulit kita mendekat.
05:36Mendekat itu dalam konteks dua hal.
05:38Untuk menyampai ke garis pantainya itu ombaknya sangat tinggi, itu mungkin kan pesawat feri-feri kecil itu kemudian sulit bersandar.
05:45Kemudian belum lagi ombaknya yang cukup tinggi.
05:48Pada beberapa tempat juga daerahnya tidak semua landai, kita harus berhadapan dengan kemudian dinding gitu ya.
05:54Nah kemudian lagi kemudian ditambah di sekitar garis pantainya itu beberapa embusan atau tadi yang saya bilang cerobong-cerobong gas
06:00itu juga keluar.
06:01Jadi memang harus dipilih timing yang tepat.
06:03Jadi berarti bukan tidak mungkin, mungkin tapi kita akan memilih timing yang tepat.
06:07Jadi mungkin misalkan pagi hari kita ke ombak masih tenang sampai zuhur itu, itu mungkin waktu yang terbaik kalau kemudian
06:13para rescue itu mau bersandar ke anak Krakato,
06:15ataupun di sekitarnya ada Rakata, Sertung maupun sebesi-sebuku misalkan gitu ya.
06:21Nah bagaimana dengan upaya pencarian lewat udara?
06:25Karena Polda Banten juga sempat mempertimbangkan untuk melakukan source and rescue atau pencarian lewat udara.
06:31Apakah ini memungkinkan dengan kondisi saat ini?
06:33Nah dengan melihat sekarang penurunan anak Krakato yang erupsi abunya sudah tidak tinggi lagi,
06:40artinya tidak tinggi itu tidak mengganggu pada level ketinggian pesawat.
06:45Sehingga beberapa bandara sudah mulai dibuka.
06:47modifikasi cuaca mulai dilakukan, artinya ini juga menjadi penting gitu ya.
06:52Nah ini concernnya adalah kita tidak hanya melihat arah arus dominan gitu ya di permukaan,
06:58karena kita perlu memahami bahwa arus kecepatan udara di kolom udara itu bisa pada arah dan kecepatan berbeda-beda.
07:07Arus laut pun demikian, di permukaan arah lautnya bisa, arah arusnya bisa ke utara,
07:12tapi di dalam itu bisa memiliki arah yang berbeda.
07:14Artinya survei udara akan sangat membantu, tetapi perlu juga kemudian dibekali gitu ya.
07:21Bagaimana sih pergerakan arus di selat Sunda ini secara lebih holistik gitu ya.
07:27Apakah kemudian arah arus ke muka?
07:34Pencarian ini lebih terkonsentrasi, lebih terarah gitu ya, dengan target-target tertentu,
07:39dengan penimbangan data tadi.
07:42Termasuk mungkin arah angin juga ya Pak Mirzam ya?
07:45Arah angin, betul.
07:45Jadi arah angin, arah arus kombinasi itu lah.
07:47Kombinasi itu yang harus diperhatikan.
07:49Memang tujuan kita kan mencari sekitar pulau, sekitar yang paling tidak di tiga pulau utama itu.
07:54Tapi untuk kemungkinan bisa ke arah yang lain, Mas Radit dan Pemirsa.
07:58Nah kembali ke pencarian laut, pencarian perairan.
08:01Kalau melihat debu vulkanik dan kondisi atmosfer saat ini,
08:06ini apakah juga memengaruhi visibilitas, navigasi, serta operasi pencarian perbukaan laut?
08:10Pak Mirzam terakhir untuk pertanyaan ini.
08:14Secara visibilitas mungkin tidak terlalu signifikan.
08:16Tetapi dengan kondisi yang pada posisi yang relatif dekat,
08:19tiga kilometer atau lebih pada jarak sekitar pulau Rakata, Sertung gitu ya,
08:25dan pulau panjang, tentu akan memengaruhi tim di dalam melakukan evakuasi.
08:30Karena gangguan abu di sana tidak seperti sekarang,
08:33posisi saya sedang di Jakarta atau di Bandung di kota saya,
08:35masih jauh lebih baik.
08:37Nah itulah yang akan mempengaruhi gitu ya kan ya,
08:40seberapa dekat kita bisa mengambil data itu,
08:43karena kita masih berhadapan dengan abu yang dari sisa letusan kemarin,
08:46ataupun letusan-letusan kecil yang masih terjadi dari kemarin hingga tadi pagi.
08:50Oke, baik. Terima kasih informasi yang tentunya sangat berharga
08:54dan juga bisa dipertimbangkan untuk misi pencarian lima jurnalis
08:59yang hingga saat ini belum ditemukan saat meliput
09:03ataupun mengambil visual aktivitas anak Krakatau di Selat Sunda.
09:08Terima kasih sekali lagi vulkanolog Mirzam Abdurrahman
09:11telah memberikan perspektifnya di Sapa Indonesia Malam.
09:13Sampai jumpa selamat malam Pak.
09:16Sampai jumpa selamat malam Pak.
Komentar

Dianjurkan