00:06Bagaimana upaya pencarian rombongan jurnalis yang masih hilang kontak di perairan Selat Sunda?
00:12Kita akan membahas hal ini dari perspektif vulkanologi dan sudah bergabung bersama kami vulkanolog Mirzam Abdurrahman.
00:22Selamat malam Pak Mirzam.
00:24Selamat malam Mas Radi, pemirsa Kompas TV dimanapun berada.
00:28Baik Pak Mirzam, kita berharap pencarian jurnalis ini bisa ditemukan.
00:34Tapi saya ingin bertanya dari perspektif vulkanolog, terutama kaitannya dengan aktivitas erupsi Gunung Anakrakatau.
00:41Kira-kira jika ada yang berlayar atau melaut dengan kondisi aktivitas erupsi Gunung Anakrakatau sekarang,
00:49apakah ini akan memengaruhi arus laut yang juga berpengaruh terhadap aktivitas pelayaran ataupun kapal-kapal yang ingin melaut begitu Pak
01:01Mirzam?
01:02Iya, baik Mas Radi dan pemirsa Kompas TV pertama saya menyampaikan prihatin yang mendalam mudah-mudahan jurnalis dan ABK bisa
01:10ditemukan dalam keadaan selamat.
01:13Nah, letusan Anakrakatau yang sudah berangsur menurun pada beberapa hari terakhir ini memang masih dibatasi pada radius tertentu, paling tidak
01:23pada jarak 3 km.
01:25Karena apa? Karena disampaikan bahwa penurunan aktivitas bukan berarti kemudian ini akan berhenti total.
01:31Sesekali masih bisa melontarkan abu, melontarkan batu yang juga menimbulkan bahaya.
01:36Makanya radius tetap disampaikan pada jarak 3 km. Karena apa?
01:40Karena letusan yang berubah dari eksplosif menuju strombolian itu kadang-kadang mengeluarkan asap dan kadang-kadang melontaran balistik.
01:46Nah, inilah yang kemudian kita antisipasi kenapa tidak boleh terlalu dekat dengan Anakrakatau itu sendiri.
01:53Nah, ada hal lain sebenarnya dari pengalaman saya survei di sekitar Anakrakatau pada beberapa kesempatan gitu ya.
02:01Kita itu biasanya memang kegiatan pengambilan data itu didesain sedemikian rupa dengan mengetahui karakter yang khas dari cuaca, kemudian ketinggalan
02:10ombak di Selat Sunda.
02:11Idealnya memang kita berangkat pagi hari, ketika tenang, kemudian selepas duhur, pukul 14 itu biasanya ombaknya sudah mulai tinggi.
02:18Sudah mulai tinggi, oh oke.
02:19Sudah mulai tinggi, ya. Jadi pukul 14 itu kami sudah mulai bergegas, justru kembali ke arah Carita, kemudian ke Semenanjung,
02:28manapun yang kita pilih untuk tempat bersandar.
02:30Nah, kalau saya melihat dari laporan, sepertinya justru keberangkatan tim ini agak sedikit siang.
02:37Saya bisa memahami mungkin konteksnya adalah memastikan dulu semuanya aman, tetapi sepertinya faktor cuaca ini yang belum pada waktu itu
02:47menjadi pertimbangannya dengan baik.
02:48Nah, kombinasi inilah kemungkinan yang menjadi salah satu, apa namanya, bisa penyebab gitu ya, bahwa mungkin ada gangguan dari cuaca,
02:57ombak yang tinggi.
02:58Belum lagi kemudian anak Krakato sendiri yang belum sembuh total, termasuk lontaran-lontaran batu dan juga abu.
03:04Demikian, Mas Rady.
03:05Ya, ini kan belum pulih total, belum sembuh total kalau bahas Anda yang katakan tadi ya, artinya aktivitasnya masih ada,
03:12aktivitas vulkaniknya juga masih ada, erupsi masih terjadi meskipun durasinya tidak lama.
03:17Nah, dengan erupsi-erupsi singkat seperti ini, apakah itu akan ada memengaruhi gelombang laut ketika erusi anak Krakato melontarkan abu
03:26atau apa namanya, tadi ada bebatuan dan segala macam material vulkanik yang ada di dalam gunung anak Krakato, itu akan
03:31berpengaruh nggak terhadap gelombang laut?
03:34Jika tidak ada erupsi yang kemudian, apa namanya, menyentuh dengan permukaan laut, menimbulkan percikan atau letupan-letupan, seharusnya tidak.
03:44Saya pun pernah menyampaikan bahwa tinggi anak Krakato sekarang itu baru sepertiga dari tinggi sebelum 2018 longsor.
03:50Artinya kemungkinan untuk menjadi longsor, kemudian menimbulkan gelombang tinggi, gelombang pasang itu juga relatif kecil.
03:57Tapi perlu diketahui juga Mas Radi dan pemirsa bahwa anak Krakato itu memang terpusat erupsinya pada satu titik tersebut.
04:09Tetapi ada beberapa rembesan di samping-sampingnya itu yang kadang-kadang mengeluarkan gelembung.
04:14Artinya apa? Tidak benar-benar semua terpusat pada satu pusat erupsi.
04:18Jadi kalau kita amatin di sekitar anak Krakato itu ada bualan-bualan gas, bualan-bualan udara, yang ini kemudian menjadi
04:24menambah kompleksitas.
04:26Kemudian artinya ombaknya sudah tinggi, tetapi beberapa gas yang terlihat kemudian dikeluarkan dari samping dari tubuhan Krakato ini juga menambah
04:36tantangan
04:36ketika kita mengambil data maupun meliput berita dan sebagainya di daerah sekitar anak Krakato.
04:42Oke, artinya dengan aktivitas anak Krakato saat ini, tadi juga Kekan Sar Banten mengungkapkan dan juga dari Polda Banten juga
04:49mengungkapkan
04:49dan juga Polda Airut ya, bahwa tidak mungkin melakukan aktivitas penyelaman untuk melakukan search and rescue atau pencarian para jurnalis
04:59ini.
05:00Artinya itu juga tidak memungkinkan dengan kondisi aktivitas anak Krakato sekarang ya Pak Mizami?
05:04Iya, dalam kondisi saat ini tentu saja itu beresiko gitu ya.
05:09Karena kita memahami bahwa sudah hanya masih melontarkan batu, kemudian abu, dan potensi gitu ya.
05:16Ada lava, fountain yang kemudian bisa sampai pada jarak tertentu.
05:21Kondisi karakter tadi bahwa saya yakin para pengamat yang sering, pengamat gunung api, kemudian basah nasi yang sering bekerja di
05:28anak Krakato itu melihat gitu ya.
05:30Bahwa ada cerobong-cerobong gitu ya, mengeluarkan gas dan sebagainya.
05:33Sehingga pada jarak tertentu itu sulit kita mendekat.
05:36Mendekat itu dalam konteks dua hal.
05:38Untuk menyampai ke garis pantainya itu ombaknya sangat tinggi, itu mungkin kan pesawat feri-feri kecil itu kemudian sulit bersandar.
05:45Kemudian belum lagi ombaknya yang cukup tinggi.
05:48Pada beberapa tempat juga daerahnya tidak semua landai, kita harus berhadapan dengan kemudian dinding gitu ya.
05:54Nah kemudian lagi kemudian ditambah di sekitar garis pantainya itu beberapa embusan atau tadi yang saya bilang cerobong-cerobong gas
06:00itu juga keluar.
06:01Jadi memang harus dipilih timing yang tepat.
06:03Jadi berarti bukan tidak mungkin, mungkin tapi kita akan memilih timing yang tepat.
06:07Jadi mungkin misalkan pagi hari kita ke ombak masih tenang sampai zuhur itu, itu mungkin waktu yang terbaik kalau kemudian
06:13para rescue itu mau bersandar ke anak Krakato,
06:15ataupun di sekitarnya ada Rakata, Sertung maupun sebesi-sebuku misalkan gitu ya.
06:21Nah bagaimana dengan upaya pencarian lewat udara?
06:25Karena Polda Banten juga sempat mempertimbangkan untuk melakukan source and rescue atau pencarian lewat udara.
06:31Apakah ini memungkinkan dengan kondisi saat ini?
06:33Nah dengan melihat sekarang penurunan anak Krakato yang erupsi abunya sudah tidak tinggi lagi,
06:40artinya tidak tinggi itu tidak mengganggu pada level ketinggian pesawat.
06:45Sehingga beberapa bandara sudah mulai dibuka.
06:47modifikasi cuaca mulai dilakukan, artinya ini juga menjadi penting gitu ya.
06:52Nah ini concernnya adalah kita tidak hanya melihat arah arus dominan gitu ya di permukaan,
06:58karena kita perlu memahami bahwa arus kecepatan udara di kolom udara itu bisa pada arah dan kecepatan berbeda-beda.
07:07Arus laut pun demikian, di permukaan arah lautnya bisa, arah arusnya bisa ke utara,
07:12tapi di dalam itu bisa memiliki arah yang berbeda.
07:14Artinya survei udara akan sangat membantu, tetapi perlu juga kemudian dibekali gitu ya.
07:21Bagaimana sih pergerakan arus di selat Sunda ini secara lebih holistik gitu ya.
07:27Apakah kemudian arah arus ke muka?
07:34Pencarian ini lebih terkonsentrasi, lebih terarah gitu ya, dengan target-target tertentu,
07:39dengan penimbangan data tadi.
07:42Termasuk mungkin arah angin juga ya Pak Mirzam ya?
07:45Arah angin, betul.
07:45Jadi arah angin, arah arus kombinasi itu lah.
07:47Kombinasi itu yang harus diperhatikan.
07:49Memang tujuan kita kan mencari sekitar pulau, sekitar yang paling tidak di tiga pulau utama itu.
07:54Tapi untuk kemungkinan bisa ke arah yang lain, Mas Radit dan Pemirsa.
07:58Nah kembali ke pencarian laut, pencarian perairan.
08:01Kalau melihat debu vulkanik dan kondisi atmosfer saat ini,
08:06ini apakah juga memengaruhi visibilitas, navigasi, serta operasi pencarian perbukaan laut?
08:10Pak Mirzam terakhir untuk pertanyaan ini.
08:14Secara visibilitas mungkin tidak terlalu signifikan.
08:16Tetapi dengan kondisi yang pada posisi yang relatif dekat,
08:19tiga kilometer atau lebih pada jarak sekitar pulau Rakata, Sertung gitu ya,
08:25dan pulau panjang, tentu akan memengaruhi tim di dalam melakukan evakuasi.
08:30Karena gangguan abu di sana tidak seperti sekarang,
08:33posisi saya sedang di Jakarta atau di Bandung di kota saya,
08:35masih jauh lebih baik.
08:37Nah itulah yang akan mempengaruhi gitu ya kan ya,
08:40seberapa dekat kita bisa mengambil data itu,
08:43karena kita masih berhadapan dengan abu yang dari sisa letusan kemarin,
08:46ataupun letusan-letusan kecil yang masih terjadi dari kemarin hingga tadi pagi.
08:50Oke, baik. Terima kasih informasi yang tentunya sangat berharga
08:54dan juga bisa dipertimbangkan untuk misi pencarian lima jurnalis
08:59yang hingga saat ini belum ditemukan saat meliput
09:03ataupun mengambil visual aktivitas anak Krakatau di Selat Sunda.
09:08Terima kasih sekali lagi vulkanolog Mirzam Abdurrahman
09:11telah memberikan perspektifnya di Sapa Indonesia Malam.
09:13Sampai jumpa selamat malam Pak.
09:16Sampai jumpa selamat malam Pak.
Komentar