Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Bandara Soetta ditutup sementara mulai pukul 01.30 WIB sampai 09.30 WIB.

Pada penerbangan internasional terdapat 39 penerbangan dibatalkan, untuk domestik 160 penerbangan dan 10 pesawat kargo.

Kita simak kondisi terkini di Bandara Soekarno-Hatta bersama Jurnalis Kompas TV Ni Putu Trisnanda & Juru Kamera Roy Ilman serta kondisi terkini di Kawasan Pantai Anyer Meidina Andas dan Juru Kamera Yogi Syahrevi.

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689321/situasi-bandara-soetta-ditutup-akibat-erupsi-gunung-anak-krakatau-209-penerbangan-dibatalkan
Transkrip
00:00Intro
00:04Sejumlah penerbangan dari Singapura ke Jakarta dibatalkan dampak erupsi Gunung Anak Rakatau.
00:11Pembatalan dilakukan demi keselamatan dan keamanan penerbangan.
00:17Di Bandara Canggi, Singapura, sejumlah penumpang terlihat memadati terminal setelah penerbangan menuju Jakarta dibatalkan.
00:25Debu dan partikel erupsi dikhawatirkan dapat mengganggu mesin pesawat.
00:28Mas Kapai memberikan kompensasi berupa akomodasi hotel dan taksi bagi penumpang terdampak.
00:34Hingga kini belum ada informasi kapan penerbangan akan kembali dibuka.
00:42Jam 4 sore tadi aku landing dari Jerman ke Singapura dan sayangnya penerbangan aku untuk selanjutnya yang ke arah Jakarta
00:51harus ditunda karena ada erupsi Gunung Rakatau.
00:54Dan itu enggak memungkinkan untuk pesawat kita terbang balik ke Jakarta.
01:00Dan saat ini kondisinya kita lagi nunggu kepastian dari airlines kita sendiri untuk penerbangan selanjutnya kapan.
01:13Erupsi Gunung Anak Rakatau berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
01:19Bandara Suta ditutup sementara mulai pukul 1.30 sampai 9.30 WIB.
01:25Pada penerbangan internasional terdapat 39 penerbangan yang dibatalkan.
01:29Sementara untuk domestik 160 penerbangan dan 10 pesawat kargo.
01:34Penyesuaian operasional penerbangan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
01:44Sejak dini hari tadi telah terjadi penutupan sementara untuk operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta
01:51sejak pukul 1.30 sampai dengan 5.30 dan diperpanjang sampai dengan 9.30.
01:58Ini adalah notam yang dikeluarkan oleh pihak berunang dan kami terus melakukan evaluasi setiap 30 menit sekali dengan menggunakan paper
02:06test
02:06untuk memastikan bahwa apakah masih ada abu vulkanik yang memang beredar di wilayah Bandara Soekarno-Hatta.
02:12Dapat kami laporkan juga bahwa hingga saat ini penerbangan yang berdampak akibat terjadinya pembatalan di Bandara Soekarno-Hatta
02:23sebanyak 209 penerbangan.
02:28Untuk mengetahui kondisi terkini di Bandara Soekarno-Hatta dan kawasan Anyer Kabupaten Serang, Banten
02:34Sudara Jurnalist Kompas TV, Niputu Trisnanda dan Jurukamera Roy Ilman
02:37serta Jurnalist Kompas TV Medina Andas dan Jurukamera Yogi Syahrefi
02:42kita ke Niputu Trisnanda terlebih dahulu di Bandara Soekarno-Hatta, Putu.
02:46Untuk saat ini bagaimana aktivitas penerbangan di sana? Apakah ada informasi akan diperpanjang penutupan bandaranya?
02:58Ya selamat pagi Berman dan juga saudara sama dengan saat ini angkanya masih sama atau jamnya masih sama
03:03di mana pihak bandara sesuai dengan notam yang dikeluarkan oleh otoritas bandara
03:08bersama juga dengan tentunya notam dari Ditjen Perhubungan Udara dari Kementerian Perhubungan
03:14bahwa ini berlaku penutupan bandara sementara sampai dengan pukul 9.30 waktu Indonesia bagian Barat
03:21angkanya kemudian yang terdampak penerbangannya tentu saja ini bertambah
03:25ketika kemudian ditutup sementara selama 4 jam dari pukul 1.30 dini hari sampai dengan tadi pukul 5.30
03:32ini ada sekitar 33 penerbangan yang kemudian menyatakan pembatalan keberangkatan
03:37tapi dengan diperpanjangnya masa ataupun juga notam dari Kementerian Perhubungan
03:43terkait dengan operasional bandara sendiri ke 9.30 ini total ada 209 penerbangan
03:50yang harus menyatakan bahwa penerbangannya dibatalkan
03:54di mana dari 209 penerbangan tersebut ada penerbangan internasional
03:59kemudian juga ada penerbangan domestik dan juga ada pesawat kargo
04:02jumlahnya 209 penerbangan
04:04ini yang kemudian juga terus coba dikomunikasikan dengan calon penumpang
04:09yang akhirnya harus menerima pembatalan, reschedule ataupun juga refund
04:14pengembalian dana begitu ya
04:17karena beberapa diantaranya bagi tujuan-tujuan yang sebetulnya masih bisa diakses melalui jalur darat
04:22dengan menggunakan transportasi lain
04:24ini memutuskan untuk berganti transportasi karena dikejar oleh waktu
04:30tadi beberapa saya berbincang ada yang kemudian memutuskan untuk refund
04:33kemudian berganti ke moda transportasi kereta api
04:36karena ini masih bisa diakses begitu ya dengan menggunakan kereta api
04:40salah satunya adalah tujuan ke Jawa Tengah kemudian ke Jogja dan juga ke Solo
04:43sementara untuk mereka-mereka yang memang tujuannya ini cukup jauh
04:48meskipun besok di hari Senin ini harus bekerja
04:52ataupun juga ada yang kemudian melanjutkan sekolah
04:56ini mau tidak mau akhirnya harus menerima reschedule keberangkatan
05:02ada yang memutuskan untuk di reschedule ke besok
05:05ada yang juga memutuskan reschedule ke Lusa di tanggal 8 September 2026
05:10jadi sampai dengan saat ini upaya yang terus dilakukan
05:13tadi masih ada kans untuk diperpanjang lagi
05:15karena selama proses ataupun juga notam ini berlaku
05:20setiap 30 menit sekali pihak dari Bandara Soekarno-Hatta
05:24ini melakukan paper test atau pengujian dengan menggunakan kertas khusus
05:27untuk mengetes apakah memang masih ditemukan abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta
05:32jadi kalau masih ditemukan abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta
05:36maka notam akan diperpanjang dan tentu saja tidak ada pesawat yang bisa
05:40kemudian terbang keluar dari Bandara Soekarno-Hatta
05:43ataupun masuk menuju ke Bandara Soekarno-Hatta
05:46karena sekali lagi Bremana dan juga Saudara
05:49karakteristik dari abu vulkanik sendiri ini cukup berbahaya
05:53begitu terkait dengan banyak hal dari mode transportasi pesawat
05:58dimana ini bisa mengganggu sistem navigasi
06:01kemudian juga jarak pandang
06:03karena karakteristiknya yang juga cukup tajam
06:06begitu ini bisa kemudian membuat jarak pandang di kaca pilot
06:10ini tidak bisa terlihat dengan baik begitu ya
06:12kemudian juga bisa menyebabkan kerusakan dalam sistem mesin atau engine
06:17sehingga yang paling aman tentu saja bagi para penumpang
06:21adalah mengeluarkan notam dan ini menutup Bandara sementara
06:25tadi sampai dengan sekitar pukul 9 begitu ya
06:29disampaikan oleh pihak otoritas Bandara
06:32bahwa ini masih terus dilakukan paper test
06:34dan nanti di pukul 9.30
06:36kalau memang masih ditemukan abu vulkanik
06:38kemungkinan masih akan terus diberlakukan notam lanjutan atau diperpanjang
06:44hal yang kemudian tadi juga coba disampaikan oleh pihak Bandara
06:47adalah mengimbau agar calon penumpang
06:49bukan hanya yang hari ini akan berangkat saja
06:52tapi besok yang juga akan berangkat ini untuk terus memantau bagaimana
06:55jadwal ataupun juga penjadwalan tiket yang sudah dimiliki
07:00sampai dengan saat ini
07:01untuk memantau apakah memang ada perubahan jadwal
07:04atau himbawan khusus begitu ya
07:06dari masing-masing maskapai
07:07karena koordinasi ini juga terus dilakukan dengan pihak maskapai
07:10RNAF kemudian juga otoritas Bandara dan juga sejumlah stakeholder
07:14untuk memastikan kalau memang nantinya akan ada perpanjangan notam
07:18maka nanti pihak maskapai tentu saja harus mempersiapkan sejumlah kompensasi
07:21mulai dari makanan ringan begitu bagi pesawat-pesawat yang delay
07:25kemudian juga ada bantuan berupa bus yang nantinya juga bisa disiapkan
07:32dari pihak Bandara untuk memfasilitasi para penumpang
07:36yang akan menginap ataupun juga menuju hotel di sekitar area Bandara Soekarno-Hatta
07:41ada shuttle bus yang disiapkan
07:43dan juga upaya-upaya lain seperti menyiapkan ruang-ruang tunggu
07:47kemudian nursery room ini dilakukan
07:49agar penumpang yang kemudian masih harus mengantri
07:53karena antriannya juga cukup panjang
07:54Bremana dan juga saudara
07:55untuk mengatur reschedule ataupun juga refund
07:58ini bisa menunggu dengan kondisi yang nyaman
08:01meskipun sebagian besar dari para penumpang ini menerima
08:04begitu ya dengan kondisi saat ini
08:06bagaimana melihat penyebabnya
08:09ini bukan karena kesalahan sistem
08:10tapi merupakan kondisi alam
08:12yaitu erupsinya dari gunung anak Rakatau
08:16sehingga ini masih bisa diterima
08:18tetapi memang harapannya pihak Bandara ini
08:20tetap bisa menyediakan tempat yang nyaman bagi mereka
08:23selama proses yang tadi
08:25untuk menunggu, konfirmasi, kemudian refund
08:28ataupun juga reschedule jadwal penerbangan
08:31jadi sampai dengan saat ini ada 209 penerbangan
08:33yang sudah memutuskan untuk tidak bisa terbang
08:36dimana ada 160 penerbangan domestik
08:41kemudian ada 39 penerbangan internasional
08:44dan 10 penerbangan kargo
08:46yang akhirnya tidak bisa keluar
08:47ataupun juga berangkat dari
08:49tidak bisa lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta
08:53Bremana?
08:54Baik, 209 penerbangan masih dibatalkan
08:57hingga pagi hari ini
08:58terima kasih Niputu Trisnada
08:59kita bergeser ke Anyer
09:01ada Jurnalis Kopas TV Medina Andas
09:03dan Juru Kamera Yogi Syahrefi
09:05serta Den Yosua di sana
09:06Medina, kalau di pantai
09:08ataupun kawasan pantai Anyer
09:10seperti apa kondisinya?
09:11terutama aktivitas warga maupun wisatawan?
09:18Ya, Bremana dan juga saudara
09:20kalau kami lihat dan kami pantau
09:22sejak pukul 9 waktu Indonesia Barat
09:25hingga saat ini
09:26untuk aktivitas pariwisata
09:28ataupun kegiatan para wisatawan
09:30pengunjung ataupun masyarakat
09:32di sekitar kawasan pesisir
09:34pantai Anyer
09:35hingga saat ini
09:36memang masih ramai dipadati
09:38oleh sejumlah pengunjung wisatawan
09:40yang terus berdatangan
09:41untuk menikmati aktivitas
09:44libur akhir pekan
09:45walaupun pasca erupsi gunung
09:47anak Krakatau
09:48yang terjadi pada hari Jumat 4 September
09:50tepat pada pukul 23
09:52lewat 7 menit
09:53waktu Indonesia Barat kemarin
09:54akan diperlihatkan situasi terkini
09:56oleh Juru Kamera Kompas TV
09:58Yogi Syahrefi
09:59mengenai situasi
10:01gambaran yang
10:02saat ini
10:03di sekitaran kawasan pesisir
10:05pantai Anyer
10:06memang terlihat
10:07ada sejumlah pengunjung
10:08yang terus berdatangan
10:10dan mereka sekarang
10:11sedang melambaikan tangan
10:13dan juga terlihat
10:15ada sejumlah
10:16warga yang baru saja datang
10:18dan membawa alat lengkap
10:20untuk memancing
10:21begitu
10:21sepertinya mereka belum
10:23terdampak
10:25terdampak
10:26terjadinya pasca erupsi
10:29anak gunung Krakatau
10:30yang terjadi pada hari Jumat yang lalu
10:31karena kalau kami melihat
10:32situasinya saat ini
10:33mereka masih terus berdatangan
10:35dan juga
10:36menikmati aktivitas
10:37libur akhir pekan
10:38di sekitar kawasan
10:39pantai pesisir Anyer
10:41dan juga terlihat
10:42saat ini
10:42untuk cuaca
10:44ini juga tidak ada
10:45indikasi turunnya hujan
10:47dan juga
10:47tidak terlihat
10:48adanya hujan
10:49abu vulkanik tipis
10:50yang sudah dilaporkan
10:52sudah memasuki
10:53kawasan pesisir
10:54pantai Anyer
10:55kalau kami mengutip
10:56pernyataan dari
10:57Ketua Perhimpunan Hotel
10:59dan Restoran Indonesia
11:00Yarlene Rahman
11:01ini memang sempat
11:02menyatakan bahwa
11:03untuk
11:04sektor pariwisata
11:06hingga saat ini
11:07di kawasan pesisir
11:08pantai Anyer
11:08ini tidak terjadi
11:10belum terjadi
11:11belum terdampak
11:12begitu ya
11:12tidak terjadi
11:13adanya pembatalan
11:14masa
11:14ataupun cancellation
11:15begitu dari
11:17para tamu
11:18yang sudah
11:19memesan
11:19reservasi
11:21sejak jauh hari
11:22belum terlihat
11:22adanya pembatalan
11:23hingga hari ini
11:24dan untuk tingkat
11:25okupansi hotel
11:26ini masih berada
11:27di angka
11:28sekitar 80 hingga
11:29100 persen
11:30dan hingga saat ini
11:32memang kawasan
11:33pantai Anyer
11:34ini masih ramai
11:35belum terlihat
11:35adanya
11:36perubahan yang signifikan
11:38begitu pasca
11:38terjadinya
11:39erupsi
11:40anak gunung Krakatau
11:41pada hari Jumat kemarin
11:42dan juga
11:43memang ada pun
11:44di sisi lain
11:45kalau kami mengutip
11:46dari rilis resmi
11:48PVMBG
11:48yang terbaru
11:49ini memang
11:50untuk
11:51gunung anak Krakatau
11:52hingga saat ini
11:53memang sudah berada
11:54di level 3
11:55atau level
11:56siaga
11:58yang mana
11:58kalau diinterpretasikan
12:00ini
12:00gunung
12:02anak Krakatau
12:02sudah
12:05sudah
12:05seperti
12:07lava mountain
12:08atau lava air mancur
12:09begitu
12:09dan dari
12:11PVMBG
12:11ini juga
12:12mengimbau
12:13masyarakat
12:14dan juga pengunjung
12:14ataupun wisatawan
12:15untuk
12:16tidak melakukan
12:18aktivitas pendakian
12:19dan aktivitas lainnya
12:20dengan dalam radius
12:223 km
12:23dari
12:24gunung anak Krakatau
12:26begitu
12:26berimana
12:27baik
12:27kemudian bagaimana
12:28Medina dengan
12:29imbauan bagi warga
12:30yang masih ada di sana
12:31apakah sudah diberikan
12:32kepada mereka
12:33dari
12:34otoritas tempat
12:39ya berimana
12:41dan juga saudara
12:42kalau untuk
12:42imbauan dari
12:43pemerintah setempat
12:44memang
12:45walaupun hingga saat ini
12:46belum terlihat
12:46adanya hujan
12:48tipis dari
12:48abu vulkanik
12:49namun tetap
12:50diimbau untuk
12:51masyarakat
12:52ataupun pengunjung
12:53yang ingin melakukan
12:53aktivitas akhir pekan
12:55di sekitaran
12:56kawasan pesisir
12:56pantai anyer ini
12:57untuk memakai
12:58masker N95
12:59dan juga
13:00kalau bisa
13:01untuk mengurangi
13:02aktivitas di luar ruangan
13:03dan hingga saat ini
13:05dari
13:05ketua PHRI
13:07Yarlena Rahman
13:08ini juga mengimbau
13:08untuk
13:09masyarakat
13:10tetap bisa memilah
13:11informasi
13:12agar tidak
13:12termakan hoax
13:13di media sosial
13:14ataupun berita lainnya
13:16terkait dengan
13:17adanya
13:19kondisi yang
13:21tidak memungkinkan
13:22untuk melanjutkan
13:23aktivitas
13:24akhir pekan
13:25di sekitaran
13:26kawasan pantai anyer
13:27karena hingga saat ini
13:28kondisinya masih
13:29baik-baik saja
13:30dan pengunjung juga
13:31masih berdatangan
13:32terus ramai
13:33memadati
13:33kawasan pesisir
13:34pantai anyer
13:35begitu berimana
13:36baik terima kasih
13:37Medina Andas
13:38dan jurukamera
13:38Yogi Syahrifi
13:39serta
13:40Denny Yosua
13:40dari
13:41kawasan
13:41pantai anyer
13:42sebelumnya ada
13:43Niputu Trisnanda
13:44dan jurukamera
13:44Roy Ilman
13:45dari Bandara Soekarno-Hatta
13:46selamat bertugas kembali
13:49saudara
13:50sahabat dari siap
13:51pagi
13:51masih akan kembali
13:51usai jeda
13:52tetap bersama kami
14:02semoga Kompas TV
14:04semakin konsisten
14:05menjaga independensi
14:08serta menjadi
14:09rujukan terpengar
Komentar

Dianjurkan