00:00Intro
00:04Sejumlah penerbangan dari Singapura ke Jakarta dibatalkan dampak erupsi Gunung Anak Rakatau.
00:11Pembatalan dilakukan demi keselamatan dan keamanan penerbangan.
00:17Di Bandara Canggi, Singapura, sejumlah penumpang terlihat memadati terminal setelah penerbangan menuju Jakarta dibatalkan.
00:25Debu dan partikel erupsi dikhawatirkan dapat mengganggu mesin pesawat.
00:28Mas Kapai memberikan kompensasi berupa akomodasi hotel dan taksi bagi penumpang terdampak.
00:34Hingga kini belum ada informasi kapan penerbangan akan kembali dibuka.
00:42Jam 4 sore tadi aku landing dari Jerman ke Singapura dan sayangnya penerbangan aku untuk selanjutnya yang ke arah Jakarta
00:51harus ditunda karena ada erupsi Gunung Rakatau.
00:54Dan itu enggak memungkinkan untuk pesawat kita terbang balik ke Jakarta.
01:00Dan saat ini kondisinya kita lagi nunggu kepastian dari airlines kita sendiri untuk penerbangan selanjutnya kapan.
01:13Erupsi Gunung Anak Rakatau berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
01:19Bandara Suta ditutup sementara mulai pukul 1.30 sampai 9.30 WIB.
01:25Pada penerbangan internasional terdapat 39 penerbangan yang dibatalkan.
01:29Sementara untuk domestik 160 penerbangan dan 10 pesawat kargo.
01:34Penyesuaian operasional penerbangan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
01:44Sejak dini hari tadi telah terjadi penutupan sementara untuk operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta
01:51sejak pukul 1.30 sampai dengan 5.30 dan diperpanjang sampai dengan 9.30.
01:58Ini adalah notam yang dikeluarkan oleh pihak berunang dan kami terus melakukan evaluasi setiap 30 menit sekali dengan menggunakan paper
02:06test
02:06untuk memastikan bahwa apakah masih ada abu vulkanik yang memang beredar di wilayah Bandara Soekarno-Hatta.
02:12Dapat kami laporkan juga bahwa hingga saat ini penerbangan yang berdampak akibat terjadinya pembatalan di Bandara Soekarno-Hatta
02:23sebanyak 209 penerbangan.
02:28Untuk mengetahui kondisi terkini di Bandara Soekarno-Hatta dan kawasan Anyer Kabupaten Serang, Banten
02:34Sudara Jurnalist Kompas TV, Niputu Trisnanda dan Jurukamera Roy Ilman
02:37serta Jurnalist Kompas TV Medina Andas dan Jurukamera Yogi Syahrefi
02:42kita ke Niputu Trisnanda terlebih dahulu di Bandara Soekarno-Hatta, Putu.
02:46Untuk saat ini bagaimana aktivitas penerbangan di sana? Apakah ada informasi akan diperpanjang penutupan bandaranya?
02:58Ya selamat pagi Berman dan juga saudara sama dengan saat ini angkanya masih sama atau jamnya masih sama
03:03di mana pihak bandara sesuai dengan notam yang dikeluarkan oleh otoritas bandara
03:08bersama juga dengan tentunya notam dari Ditjen Perhubungan Udara dari Kementerian Perhubungan
03:14bahwa ini berlaku penutupan bandara sementara sampai dengan pukul 9.30 waktu Indonesia bagian Barat
03:21angkanya kemudian yang terdampak penerbangannya tentu saja ini bertambah
03:25ketika kemudian ditutup sementara selama 4 jam dari pukul 1.30 dini hari sampai dengan tadi pukul 5.30
03:32ini ada sekitar 33 penerbangan yang kemudian menyatakan pembatalan keberangkatan
03:37tapi dengan diperpanjangnya masa ataupun juga notam dari Kementerian Perhubungan
03:43terkait dengan operasional bandara sendiri ke 9.30 ini total ada 209 penerbangan
03:50yang harus menyatakan bahwa penerbangannya dibatalkan
03:54di mana dari 209 penerbangan tersebut ada penerbangan internasional
03:59kemudian juga ada penerbangan domestik dan juga ada pesawat kargo
04:02jumlahnya 209 penerbangan
04:04ini yang kemudian juga terus coba dikomunikasikan dengan calon penumpang
04:09yang akhirnya harus menerima pembatalan, reschedule ataupun juga refund
04:14pengembalian dana begitu ya
04:17karena beberapa diantaranya bagi tujuan-tujuan yang sebetulnya masih bisa diakses melalui jalur darat
04:22dengan menggunakan transportasi lain
04:24ini memutuskan untuk berganti transportasi karena dikejar oleh waktu
04:30tadi beberapa saya berbincang ada yang kemudian memutuskan untuk refund
04:33kemudian berganti ke moda transportasi kereta api
04:36karena ini masih bisa diakses begitu ya dengan menggunakan kereta api
04:40salah satunya adalah tujuan ke Jawa Tengah kemudian ke Jogja dan juga ke Solo
04:43sementara untuk mereka-mereka yang memang tujuannya ini cukup jauh
04:48meskipun besok di hari Senin ini harus bekerja
04:52ataupun juga ada yang kemudian melanjutkan sekolah
04:56ini mau tidak mau akhirnya harus menerima reschedule keberangkatan
05:02ada yang memutuskan untuk di reschedule ke besok
05:05ada yang juga memutuskan reschedule ke Lusa di tanggal 8 September 2026
05:10jadi sampai dengan saat ini upaya yang terus dilakukan
05:13tadi masih ada kans untuk diperpanjang lagi
05:15karena selama proses ataupun juga notam ini berlaku
05:20setiap 30 menit sekali pihak dari Bandara Soekarno-Hatta
05:24ini melakukan paper test atau pengujian dengan menggunakan kertas khusus
05:27untuk mengetes apakah memang masih ditemukan abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta
05:32jadi kalau masih ditemukan abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta
05:36maka notam akan diperpanjang dan tentu saja tidak ada pesawat yang bisa
05:40kemudian terbang keluar dari Bandara Soekarno-Hatta
05:43ataupun masuk menuju ke Bandara Soekarno-Hatta
05:46karena sekali lagi Bremana dan juga Saudara
05:49karakteristik dari abu vulkanik sendiri ini cukup berbahaya
05:53begitu terkait dengan banyak hal dari mode transportasi pesawat
05:58dimana ini bisa mengganggu sistem navigasi
06:01kemudian juga jarak pandang
06:03karena karakteristiknya yang juga cukup tajam
06:06begitu ini bisa kemudian membuat jarak pandang di kaca pilot
06:10ini tidak bisa terlihat dengan baik begitu ya
06:12kemudian juga bisa menyebabkan kerusakan dalam sistem mesin atau engine
06:17sehingga yang paling aman tentu saja bagi para penumpang
06:21adalah mengeluarkan notam dan ini menutup Bandara sementara
06:25tadi sampai dengan sekitar pukul 9 begitu ya
06:29disampaikan oleh pihak otoritas Bandara
06:32bahwa ini masih terus dilakukan paper test
06:34dan nanti di pukul 9.30
06:36kalau memang masih ditemukan abu vulkanik
06:38kemungkinan masih akan terus diberlakukan notam lanjutan atau diperpanjang
06:44hal yang kemudian tadi juga coba disampaikan oleh pihak Bandara
06:47adalah mengimbau agar calon penumpang
06:49bukan hanya yang hari ini akan berangkat saja
06:52tapi besok yang juga akan berangkat ini untuk terus memantau bagaimana
06:55jadwal ataupun juga penjadwalan tiket yang sudah dimiliki
07:00sampai dengan saat ini
07:01untuk memantau apakah memang ada perubahan jadwal
07:04atau himbawan khusus begitu ya
07:06dari masing-masing maskapai
07:07karena koordinasi ini juga terus dilakukan dengan pihak maskapai
07:10RNAF kemudian juga otoritas Bandara dan juga sejumlah stakeholder
07:14untuk memastikan kalau memang nantinya akan ada perpanjangan notam
07:18maka nanti pihak maskapai tentu saja harus mempersiapkan sejumlah kompensasi
07:21mulai dari makanan ringan begitu bagi pesawat-pesawat yang delay
07:25kemudian juga ada bantuan berupa bus yang nantinya juga bisa disiapkan
07:32dari pihak Bandara untuk memfasilitasi para penumpang
07:36yang akan menginap ataupun juga menuju hotel di sekitar area Bandara Soekarno-Hatta
07:41ada shuttle bus yang disiapkan
07:43dan juga upaya-upaya lain seperti menyiapkan ruang-ruang tunggu
07:47kemudian nursery room ini dilakukan
07:49agar penumpang yang kemudian masih harus mengantri
07:53karena antriannya juga cukup panjang
07:54Bremana dan juga saudara
07:55untuk mengatur reschedule ataupun juga refund
07:58ini bisa menunggu dengan kondisi yang nyaman
08:01meskipun sebagian besar dari para penumpang ini menerima
08:04begitu ya dengan kondisi saat ini
08:06bagaimana melihat penyebabnya
08:09ini bukan karena kesalahan sistem
08:10tapi merupakan kondisi alam
08:12yaitu erupsinya dari gunung anak Rakatau
08:16sehingga ini masih bisa diterima
08:18tetapi memang harapannya pihak Bandara ini
08:20tetap bisa menyediakan tempat yang nyaman bagi mereka
08:23selama proses yang tadi
08:25untuk menunggu, konfirmasi, kemudian refund
08:28ataupun juga reschedule jadwal penerbangan
08:31jadi sampai dengan saat ini ada 209 penerbangan
08:33yang sudah memutuskan untuk tidak bisa terbang
08:36dimana ada 160 penerbangan domestik
08:41kemudian ada 39 penerbangan internasional
08:44dan 10 penerbangan kargo
08:46yang akhirnya tidak bisa keluar
08:47ataupun juga berangkat dari
08:49tidak bisa lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta
08:53Bremana?
08:54Baik, 209 penerbangan masih dibatalkan
08:57hingga pagi hari ini
08:58terima kasih Niputu Trisnada
08:59kita bergeser ke Anyer
09:01ada Jurnalis Kopas TV Medina Andas
09:03dan Juru Kamera Yogi Syahrefi
09:05serta Den Yosua di sana
09:06Medina, kalau di pantai
09:08ataupun kawasan pantai Anyer
09:10seperti apa kondisinya?
09:11terutama aktivitas warga maupun wisatawan?
09:18Ya, Bremana dan juga saudara
09:20kalau kami lihat dan kami pantau
09:22sejak pukul 9 waktu Indonesia Barat
09:25hingga saat ini
09:26untuk aktivitas pariwisata
09:28ataupun kegiatan para wisatawan
09:30pengunjung ataupun masyarakat
09:32di sekitar kawasan pesisir
09:34pantai Anyer
09:35hingga saat ini
09:36memang masih ramai dipadati
09:38oleh sejumlah pengunjung wisatawan
09:40yang terus berdatangan
09:41untuk menikmati aktivitas
09:44libur akhir pekan
09:45walaupun pasca erupsi gunung
09:47anak Krakatau
09:48yang terjadi pada hari Jumat 4 September
09:50tepat pada pukul 23
09:52lewat 7 menit
09:53waktu Indonesia Barat kemarin
09:54akan diperlihatkan situasi terkini
09:56oleh Juru Kamera Kompas TV
09:58Yogi Syahrefi
09:59mengenai situasi
10:01gambaran yang
10:02saat ini
10:03di sekitaran kawasan pesisir
10:05pantai Anyer
10:06memang terlihat
10:07ada sejumlah pengunjung
10:08yang terus berdatangan
10:10dan mereka sekarang
10:11sedang melambaikan tangan
10:13dan juga terlihat
10:15ada sejumlah
10:16warga yang baru saja datang
10:18dan membawa alat lengkap
10:20untuk memancing
10:21begitu
10:21sepertinya mereka belum
10:23terdampak
10:25terdampak
10:26terjadinya pasca erupsi
10:29anak gunung Krakatau
10:30yang terjadi pada hari Jumat yang lalu
10:31karena kalau kami melihat
10:32situasinya saat ini
10:33mereka masih terus berdatangan
10:35dan juga
10:36menikmati aktivitas
10:37libur akhir pekan
10:38di sekitar kawasan
10:39pantai pesisir Anyer
10:41dan juga terlihat
10:42saat ini
10:42untuk cuaca
10:44ini juga tidak ada
10:45indikasi turunnya hujan
10:47dan juga
10:47tidak terlihat
10:48adanya hujan
10:49abu vulkanik tipis
10:50yang sudah dilaporkan
10:52sudah memasuki
10:53kawasan pesisir
10:54pantai Anyer
10:55kalau kami mengutip
10:56pernyataan dari
10:57Ketua Perhimpunan Hotel
10:59dan Restoran Indonesia
11:00Yarlene Rahman
11:01ini memang sempat
11:02menyatakan bahwa
11:03untuk
11:04sektor pariwisata
11:06hingga saat ini
11:07di kawasan pesisir
11:08pantai Anyer
11:08ini tidak terjadi
11:10belum terjadi
11:11belum terdampak
11:12begitu ya
11:12tidak terjadi
11:13adanya pembatalan
11:14masa
11:14ataupun cancellation
11:15begitu dari
11:17para tamu
11:18yang sudah
11:19memesan
11:19reservasi
11:21sejak jauh hari
11:22belum terlihat
11:22adanya pembatalan
11:23hingga hari ini
11:24dan untuk tingkat
11:25okupansi hotel
11:26ini masih berada
11:27di angka
11:28sekitar 80 hingga
11:29100 persen
11:30dan hingga saat ini
11:32memang kawasan
11:33pantai Anyer
11:34ini masih ramai
11:35belum terlihat
11:35adanya
11:36perubahan yang signifikan
11:38begitu pasca
11:38terjadinya
11:39erupsi
11:40anak gunung Krakatau
11:41pada hari Jumat kemarin
11:42dan juga
11:43memang ada pun
11:44di sisi lain
11:45kalau kami mengutip
11:46dari rilis resmi
11:48PVMBG
11:48yang terbaru
11:49ini memang
11:50untuk
11:51gunung anak Krakatau
11:52hingga saat ini
11:53memang sudah berada
11:54di level 3
11:55atau level
11:56siaga
11:58yang mana
11:58kalau diinterpretasikan
12:00ini
12:00gunung
12:02anak Krakatau
12:02sudah
12:05sudah
12:05seperti
12:07lava mountain
12:08atau lava air mancur
12:09begitu
12:09dan dari
12:11PVMBG
12:11ini juga
12:12mengimbau
12:13masyarakat
12:14dan juga pengunjung
12:14ataupun wisatawan
12:15untuk
12:16tidak melakukan
12:18aktivitas pendakian
12:19dan aktivitas lainnya
12:20dengan dalam radius
12:223 km
12:23dari
12:24gunung anak Krakatau
12:26begitu
12:26berimana
12:27baik
12:27kemudian bagaimana
12:28Medina dengan
12:29imbauan bagi warga
12:30yang masih ada di sana
12:31apakah sudah diberikan
12:32kepada mereka
12:33dari
12:34otoritas tempat
12:39ya berimana
12:41dan juga saudara
12:42kalau untuk
12:42imbauan dari
12:43pemerintah setempat
12:44memang
12:45walaupun hingga saat ini
12:46belum terlihat
12:46adanya hujan
12:48tipis dari
12:48abu vulkanik
12:49namun tetap
12:50diimbau untuk
12:51masyarakat
12:52ataupun pengunjung
12:53yang ingin melakukan
12:53aktivitas akhir pekan
12:55di sekitaran
12:56kawasan pesisir
12:56pantai anyer ini
12:57untuk memakai
12:58masker N95
12:59dan juga
13:00kalau bisa
13:01untuk mengurangi
13:02aktivitas di luar ruangan
13:03dan hingga saat ini
13:05dari
13:05ketua PHRI
13:07Yarlena Rahman
13:08ini juga mengimbau
13:08untuk
13:09masyarakat
13:10tetap bisa memilah
13:11informasi
13:12agar tidak
13:12termakan hoax
13:13di media sosial
13:14ataupun berita lainnya
13:16terkait dengan
13:17adanya
13:19kondisi yang
13:21tidak memungkinkan
13:22untuk melanjutkan
13:23aktivitas
13:24akhir pekan
13:25di sekitaran
13:26kawasan pantai anyer
13:27karena hingga saat ini
13:28kondisinya masih
13:29baik-baik saja
13:30dan pengunjung juga
13:31masih berdatangan
13:32terus ramai
13:33memadati
13:33kawasan pesisir
13:34pantai anyer
13:35begitu berimana
13:36baik terima kasih
13:37Medina Andas
13:38dan jurukamera
13:38Yogi Syahrifi
13:39serta
13:40Denny Yosua
13:40dari
13:41kawasan
13:41pantai anyer
13:42sebelumnya ada
13:43Niputu Trisnanda
13:44dan jurukamera
13:44Roy Ilman
13:45dari Bandara Soekarno-Hatta
13:46selamat bertugas kembali
13:49saudara
13:50sahabat dari siap
13:51pagi
13:51masih akan kembali
13:51usai jeda
13:52tetap bersama kami
14:02semoga Kompas TV
14:04semakin konsisten
14:05menjaga independensi
14:08serta menjadi
14:09rujukan terpengar
Komentar