00:00Badan Geologi nyatakan episode erupsi Gunung Anak Rakatau resmi berakhir.
00:05Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
00:08mengonfirmasi bahwa rangkaian erupsi Gunung Anak Rakatau di Selat Sunda
00:13yang terjadi selama 25 jam resmi berakhir pada Minggu 6 September 2026
00:19pukul 00.04 WIB.
00:22Kepala Badan Geologi, Lana Saria,
00:25menyampaikan bahwa berhentinya fase letusan terus-menerus berdurasi panjang ini
00:30menandai masuknya aktivitas vulkanik ke tahap transisi menuju karakteristik erupsi strombolian.
00:37Meskipun demikian, pihak otoritas mengingatkan bahwa potensi munculnya letusan susulan
00:43di masa mendatang masih tergolong tinggi.
00:46Berdasarkan pengamatan instrumental periode 6-7 September 2026,
00:51Badan Geologi merekam dinamika kegempaan yang mencakup 3 kali gempa erupsi,
00:589 kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency,
01:0398 kali gempa hybrid, 4 kali gempa tremor menerus,
01:08serta 1 kali gempa vulkanik dangkal.
01:11Selain itu, grafik rata-rata amplitude real-time seismic amplitude measurement
01:17yang sebelumnya melonjak pada 5 September, kini mulai menunjukkan penurunan.
01:23Merujuk pada hasil evaluasi menyeluruh tersebut,
01:26status aktivitas gunung anak Rakatau hingga saat ini
01:29masih dipertahankan pada level 3 atau siaga.
01:33Untuk menjaga keselamatan masyarakat, wisatawan, maupun pendaki,
01:38Badan Geologi mengimbau keras agar tidak ada aktivitas apapun
01:41dalam radius bahaya 3 km dari kawah aktif.
01:45Pembatasan jarak ini bertujuan meminimalisir resiko terkena lontaran batu pijar,
01:51awan panas, aliran lava, hingga paparan abu tebal.
01:56Masyarakat di kawasan pesisir Banten dan Lampung
01:59diminta untuk tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh hoaks
02:03mengenai potensi tsunami akibat erupsi.
02:06Selain itu, warga yang harus beraktifitas di luar ruangan
02:10disarankan untuk selalu memakai masker
02:13guna melindungi diri dari bahaya gangguan pernafasan
02:17akibat sebaran abu vulkanik.
Komentar