00:00Dan kami laporkan juga memang di lapangan betul sekali bahwa Presiden memang ada upaya-upaya kesengajaan dengan cara membakar.
00:07Kami menangkap itu di Jambi, ada pelaku pembakaran hutan dan memang disuruh dengan uang hanya 500 ribu diberi upah begitu.
00:17Kemudian di Kalimantan Barat terlihat bahwa Presiden digambar lokasi yang baru saja kebakar, belum selesai kebakarannya di tempat lain.
00:26Jadi lokasi itu sudah berubah menjadi rencana penanaman pohon, pohon sawit.
00:33Itu bahwa Presiden untuk Karhutlah, jadi yang kami sekarang perlu sampaikan bahwa Presiden ini kami masih terus bekerja, berjibaku paling
00:46tidak sampai musim hujan alami turun Bapak Presiden.
00:49Kalau prediksi dari BMKG, mungkin sekitar akhir Oktober itu baru musim hujan turun secara alami.
00:58Nah kalau secara alami memang ini sangat membantu untuk memadamkan api dan asap.
01:03Tetapi sebelum itu datang tentu saja kami akan terus dengan Satgas Darat dan mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca ini juga
01:11bisa segera mendatangkan hujan.
01:14Demikian Bapak Presiden untuk operasi Karhutlah, selanjutnya kami mohon petunjuk, mohon arahan.
01:23Sekian terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:26Baik, terima kasih Kepala BNPB, General Suharyanto, terima kasih.
01:38Saya tertarik tadi laporan yang terakhir ya tentang penangkapan orang-orang yang melakukan pembakaran sengaja.
02:00Itu jumlahnya berapa ya sampai sekarang di semua provinsi?
02:05Datanya ada di Kapolri atau di Kepala BNPB?
02:12Datanya di Bapak Kapolri, Pak Presiden.
02:15Iya. Bapak Kapolri, berapa total oknum yang ditangkep karena membakar hutan?
02:25Mohon izin Bapak Presiden.
02:30Kami mungkin langsung menjelaskan yang terkait dengan masalah Tadudlah.
02:35Namun sebelumnya nanti setelah ini mungkin kami jelaskan juga terkait dengan masalah penanganan NTT dan erupsi juga Pak, kalau diizinkan.
02:46Iya saya mau, nanti aja saya mau tahu yang itu.
02:49Berapa orang yang sudah ditangkep?
02:51Jadi mohon izin Bapak, ada 200 laporan polisi yang saat ini kita proses, ada 138 tersangka yang kita amankan, 119
03:08sengaja dan 18 lalai.
03:10Kemudian ada 8 korporasi Bapak yang kami proses, kemudian kami juga sedang melakukan pendalaman terhadap 18 perusahaan dan 42 perusahaan
03:24yang saat ini diberikan sanksi administrasi, pembekuan atau pencaputan izin.
03:30Apakah mereka juga melakukan pidana Pak?
03:33Kalau memang nanti mereka juga melakukan pidana, maka kami akan proses Pak.
03:39Jadi angka ini akan terus bergerak Bapak, bertambah, disesuaikan dengan tim yang saat ini terus bergerak di lapangan.
03:49Mungkin itu yang bisa kami laporkan Pak.
03:52Baik, terima kasih.
03:53Saya tertarik juga ya, itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat.
04:06Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini rakyat atau ini korporasi.
04:14Tapi terung diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, yang 8 maupun yang 18.
04:27Dan nanti akan saya minta mungkin Menteri Kutanan, Gedeh ATR dan juga Satgas PKH untuk menilai,
04:45kalau perlu kita segera cabut semuanya itu, semua izin-izinnya kita cabut, ya, HGO-nya dan sebagainya.
04:59Ini sudah, sudah keliwatan dan juga saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa.
05:17Baik, kemudian saya mau tanya ya, Kepala BNPB.
05:24Kalau kita lihat sekarang mungkin areal kebakaran yang paling besar adalah di Rio, kalau tidak salah.
05:33Kalimantan Barat, Bapak Presiden?
05:35Oh, masih di Kalimantan Barat?
05:37Betul, Bapak Presiden.
05:38Titik api yang paling banyak masih di Kalimantan Barat?
05:42Lahan terbakar, luas lahan terbakar, Kalimantan Barat, Bapak Presiden.
05:46Yang nomor dua, Rio.
05:47Oke.
05:48Siap.
Komentar