Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden RI, Prabowo Subianto, menyoroti laporan dari Kepala BNPB, Suharyanto, terkait lahan bekas kebakaran hutan yang berubah menjadi perkebunan sawit dalam rapat terbatas (ratas) penanganan bencana di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

"Habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi, ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini rakyat atau ini korporasi. Tapi, tolong diselidiki terus." ujar Presiden Prabowo.

"Ini udah kelewatan dan juga saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," lanjutnya (timecode 4:07).

Baca Juga Prabowo Sebut Bencana Jadi Takdir Indonesia di Ring of Fire, Soroti Erupsi Gunung Berapi di https://www.kompas.tv/nasional/689558/prabowo-sebut-bencana-jadi-takdir-indonesia-di-ring-of-fire-soroti-erupsi-gunung-berapi

#prabowo #breakingnews #karhutla

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689610/geram-presiden-prabowo-dapat-laporan-lahan-karhutla-jadi-kebun-tanam-sawit-sudah-kelewatan
Transkrip
00:00Dan kami laporkan juga memang di lapangan betul sekali bahwa Presiden memang ada upaya-upaya kesengajaan dengan cara membakar.
00:07Kami menangkap itu di Jambi, ada pelaku pembakaran hutan dan memang disuruh dengan uang hanya 500 ribu diberi upah begitu.
00:17Kemudian di Kalimantan Barat terlihat bahwa Presiden digambar lokasi yang baru saja kebakar, belum selesai kebakarannya di tempat lain.
00:26Jadi lokasi itu sudah berubah menjadi rencana penanaman pohon, pohon sawit.
00:33Itu bahwa Presiden untuk Karhutlah, jadi yang kami sekarang perlu sampaikan bahwa Presiden ini kami masih terus bekerja, berjibaku paling
00:46tidak sampai musim hujan alami turun Bapak Presiden.
00:49Kalau prediksi dari BMKG, mungkin sekitar akhir Oktober itu baru musim hujan turun secara alami.
00:58Nah kalau secara alami memang ini sangat membantu untuk memadamkan api dan asap.
01:03Tetapi sebelum itu datang tentu saja kami akan terus dengan Satgas Darat dan mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca ini juga
01:11bisa segera mendatangkan hujan.
01:14Demikian Bapak Presiden untuk operasi Karhutlah, selanjutnya kami mohon petunjuk, mohon arahan.
01:23Sekian terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:26Baik, terima kasih Kepala BNPB, General Suharyanto, terima kasih.
01:38Saya tertarik tadi laporan yang terakhir ya tentang penangkapan orang-orang yang melakukan pembakaran sengaja.
02:00Itu jumlahnya berapa ya sampai sekarang di semua provinsi?
02:05Datanya ada di Kapolri atau di Kepala BNPB?
02:12Datanya di Bapak Kapolri, Pak Presiden.
02:15Iya. Bapak Kapolri, berapa total oknum yang ditangkep karena membakar hutan?
02:25Mohon izin Bapak Presiden.
02:30Kami mungkin langsung menjelaskan yang terkait dengan masalah Tadudlah.
02:35Namun sebelumnya nanti setelah ini mungkin kami jelaskan juga terkait dengan masalah penanganan NTT dan erupsi juga Pak, kalau diizinkan.
02:46Iya saya mau, nanti aja saya mau tahu yang itu.
02:49Berapa orang yang sudah ditangkep?
02:51Jadi mohon izin Bapak, ada 200 laporan polisi yang saat ini kita proses, ada 138 tersangka yang kita amankan, 119
03:08sengaja dan 18 lalai.
03:10Kemudian ada 8 korporasi Bapak yang kami proses, kemudian kami juga sedang melakukan pendalaman terhadap 18 perusahaan dan 42 perusahaan
03:24yang saat ini diberikan sanksi administrasi, pembekuan atau pencaputan izin.
03:30Apakah mereka juga melakukan pidana Pak?
03:33Kalau memang nanti mereka juga melakukan pidana, maka kami akan proses Pak.
03:39Jadi angka ini akan terus bergerak Bapak, bertambah, disesuaikan dengan tim yang saat ini terus bergerak di lapangan.
03:49Mungkin itu yang bisa kami laporkan Pak.
03:52Baik, terima kasih.
03:53Saya tertarik juga ya, itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat.
04:06Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini rakyat atau ini korporasi.
04:14Tapi terung diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, yang 8 maupun yang 18.
04:27Dan nanti akan saya minta mungkin Menteri Kutanan, Gedeh ATR dan juga Satgas PKH untuk menilai,
04:45kalau perlu kita segera cabut semuanya itu, semua izin-izinnya kita cabut, ya, HGO-nya dan sebagainya.
04:59Ini sudah, sudah keliwatan dan juga saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa.
05:17Baik, kemudian saya mau tanya ya, Kepala BNPB.
05:24Kalau kita lihat sekarang mungkin areal kebakaran yang paling besar adalah di Rio, kalau tidak salah.
05:33Kalimantan Barat, Bapak Presiden?
05:35Oh, masih di Kalimantan Barat?
05:37Betul, Bapak Presiden.
05:38Titik api yang paling banyak masih di Kalimantan Barat?
05:42Lahan terbakar, luas lahan terbakar, Kalimantan Barat, Bapak Presiden.
05:46Yang nomor dua, Rio.
05:47Oke.
05:48Siap.
Komentar

Dianjurkan