Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan sejumlah langkah pemerintah menghadapi gangguan penerbangan akibat abu vulkanik.

Lima bandara disiapkan sebagai destinasi atau bandara pengalihan, yakni Kertajati di Majalengka, Ahmad Yani di Semarang, Adi Sumarmo di Surakarta, YIA di Kulon Progo, dan Juanda di Surabaya.

Sejumlah bandara lain juga disiapkan untuk mendukung konektivitas apabila terjadi pengalihan penerbangan.

Pemerintah juga memastikan penumpang terdampak dapat memperoleh refund 100 persen serta menyiapkan transportasi darat, termasuk bus DAMRI dan kereta KAI, untuk membantu perjalanan penumpang dari bandara pengalihan menuju Jakarta maupun sebaliknya.

AHY menegaskan langkah tersebut dilakukan dengan pendekatan konservatif karena keselamatan menjadi prioritas, sementara kondisi dan pergerakan abu vulkanik terus dipantau berdasarkan advisory dari Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/689600/imbas-abu-krakatau-ahy-ungkap-5-bandara-pengalihan-penerbangan-kereta-api-damri-digratiskan
Transkrip
00:00Untuk sementara, lima bandara yang disiapkan sejak awal sebagai destinasi ataupun terminal atau bandara pengalihan tadi
00:07yang diantaranya adalah Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, kemudian Ahmad Yani di Semarang,
00:14kemudian Adi Sumarmo di Surakarta, dan IIA di Yogyakarta, Kulonprogo, dan terakhir Juanda di Surabaya.
00:24Kelima ini operasional, 24 jam per hari ini, ditambah ada lima bandara lainnya,
00:30seingat saya itu di Palembang, Pekanbaru, termasuk Pontianak, Balikpapan, dan Palembang.
00:40Jadi itu membuktikan bahwa kami semua berupaya agar ketika terjadi situasi yang tidak kita hendaki,
00:49tetapi konektivitas masih harus terus dicarikan solusinya dengan pengalihan.
00:53Nah terkait dengan pengalihan, terima kasih Pak Menhub dan teman-teman lainnya berupaya agar pertama,
01:00yang refund itu 100 persen harus dikembalikan, baik secara online maupun datang langsung ke bandara.
01:07Ini juga sudah disampaikan kepada OTA, Online Travel Agents, untuk juga memastikan mengikuti kebijakan ini.
01:15Kemudian yang kedua, disiapkan sarana transportasi darat.
01:19Menggunakan bis, jadi damri, termasuk juga kereta, berarti KAI.
01:24Di kota-kota tadi yang bisa digratiskan juga tentunya bagi masyarakat yang harus akhirnya mendarat di bandara-bandara tadi,
01:33menuju ke Jakarta atau sebaliknya.
01:35Ini semua ingin kami tegaskan sekali lagi adalah upaya bersama semua pihak agar masyarakat yang terdampak langsung,
01:47ia tidak terlalu berat, dan informasi atau progres dan update yang bisa disampaikan dari waktu-waktu,
01:56mohon agar diikuti oleh masyarakat luas, dan tentunya Kementerian Perhubungan ada di depan,
02:02untuk bisa mengintegrasikan ini semua.
02:05Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya terbaik.
02:10Tentu tidak mudah dalam situasi yang penuh ketidakpastian, karena ini alam,
02:15tapi juga kita punya metodologi, punya alat, punya teknologi untuk bisa memitigasi.
02:22Dan mudah-mudahan dengan dukungan segenap masyarakat, termasuk teman-teman media,
02:26membantu menjelaskan secara utuh, lengkap, sehingga tidak mengakibatkan adanya kepanikan yang luar biasa,
02:33tapi juga membuat semua tetap waspada, teredukasi.
02:36Saya rasa ini adalah tugas kita bersama.
02:38Terima kasih atas perhatiannya.
02:47Ya, nanti bisa dibantu dijelaskan.
02:50Tadi dalam brief di dalam, Notam juga akan terus diupdate,
02:55karena sekali lagi kita ingin lebih, bukan konservatif, tapi lebih memastikan keselamatan.
03:03Jadi kalau nanti dihadapkan dengan hasil VEAC dari Darwin,
03:10masih sedikit lagi perlu waktu, maka itu akan menyesuaikan.
03:15Tambahan sedikit, tadi kami juga berdiskusi dengan Pak Menteri Perhubungan
03:18terkait pelayaran atau penyeberangan dari Merak Bakahuning.
03:22Secara umum, ini masih bisa beroperasi dengan baik,
03:27karena dari 2-3 hari terakhir ini tidak diindikasikan terjadi peningkatan permukaan air laut yang sangat ekstrim,
03:42sea level rise, dan juga gelombang yang masih relatif dalam ukuran yang moderat.
03:50Jadi tidak ada atau tidak ditemukan potensi tsunami.
03:55Bisa dikatakan angkanya di bawah 50 persen,
03:58sehingga pelayaran masih bisa dilakukan, penyeberangan masih bisa dilakukan,
04:02tapi tentu ini semua dalam pengawasan yang ketat,
04:06karena sekali lagi kita tidak ingin menomorduakan faktor keselamatan.
04:11Dan himbawan dari pemerintah tentunya bagi kita semua untuk tetap menjaga kesehatan,
04:17karena abu vulkanik bukan hanya berdampak pada sektor penerbangan,
04:23karena mengandung material silika yang ada dampak pada mesin,
04:27termasuk juga operasional landasan pacu,
04:30tapi juga bagi kesehatan masyarakat,
04:33terutama bagi lansia, balita, dan masyarakat yang memiliki riwayat permasalahan pernafasan.
04:40Saya rasa itu semua yang, mungkin Pak Menteri bisa ditambahkan.
04:45Ya, memang kami sudah melakukan paper test di seluruh bandara,
04:54ada beberapa bandara yang sudah negatif secara paper test,
04:59tapi sekali lagi, seperti mana ditambahkan oleh Pak Menko,
05:02bahwa kami merujuk kepada Volcanic Advisory Centers yang di Darwin,
05:08di mana beberapa wilayah di Sumatera Selatan,
05:13Lampung, Sumatera Selatan, itu masih terdampak.
05:18Jadi, kami bersikap konservatif,
05:21karena khususnya berkaitan dengan keselamatan,
05:24kami ingin menunggu lagi hasil terakhir kurang lebih sekitar pukul 19.30,
05:30akan keluar lagi advisory dari Darwin.
05:35Di situ, kita harapkan bahwa dengan kecepatan 10 knot ke arah barat daya,
05:41maka harapan kita debu vulkanik itu akan bergeser ke arah Samudah India.
05:48Kenapa kami bersikap konservatif?
05:51Karena, seperti yang kita tahu, arah angin sangat dinamis.
05:55Kita ingin memastikan betul bahwa debu vulkan ini menjauh dari lokasi bandara
06:01yang ada di sekitar Gunung Anak Rakatau.
06:04Jadi, kita ingin memastikan betul karena,
06:07sebagaimana tadi sampaikan oleh Pak Menko,
06:10keselamatan itu tidak bisa kita tawar-tawar,
06:12selalu menjadi prioritas utama kita semua.
Komentar

Dianjurkan