00:00Lautan di bumi menguap sebanyak 500 ribu kilometer kubik air setiap tahunnya.
00:04Angka ini cukup untuk mengisi lebih dari 200 juta kolam renang ukuran Olimpiade.
00:10Tapi coba tebak, volume di lautan kita hari ini nyaris sama dengan jutaan tahun lalu?
00:16Kok bisa air sebanyak itu hilang ke langit, tapi lautnya tidak pernah surut?
00:21Kalau kita mundur ke era geologi ketika dinosaurus masih berkeliaran,
00:25sebaran air di planet ini memang berbeda.
00:28Tapi total volume airnya itu yang bikin ilmuwan memperhatikan.
00:32Penelitian dari Universitas Teknologi Tokyo pada tahun 2023 menemukan
00:38bahwa distribusi air antara laut, daratan, dan atmosfer selalu bergerak dalam satu sistem tertutup.
00:44Bayangkan bumi seperti akwarium raksasa yang tertutup kaca.
00:48Tidak ada air yang benar-benar keluar dari sistem ini.
00:51Semua hanya berpindah wujud dan tempat.
00:54Dan nanti ada satu bagian dari siklus ini yang baru-baru ini dikoreksi oleh para ilmuwan
00:59karena selama puluhan tahun kita menghitungnya dengan angka yang keliru.
01:04Proses utamanya dimulai dari matahari.
01:07Energi panas dari bintang kita menyerang permukaan laut
01:10dan mengubah air cair menjadi gas uap air.
01:12Ini disebut penguapan, atau dalam sains dikenal, sebagai evaporation.
01:17Uap air ini naik ke atmosfer karena masa jenisnya lebih ringan dari udara di sekitarnya.
01:23Begitu sampai di ketinggian tertentu, suhu yang lebih dingin memaksa molekul-molekul air itu berkumpul lagi.
01:29Proses ini namanya kondensasi.
01:31Mereka membentuk awan, kumpulan tetesan air mikroskopis yang melayang di langit.
01:36Tanpa mekanisme pengembalian ini, setiap tetes uap air akan terus menumpuk di atmosfer
01:41dan bumi akan berubah menjadi neraka tekanan tinggi.
01:45Angin menggerakkan awan-awan ini melintasi benua,
01:48suhu dan tekanan udara yang terus berubah memaksa tetesan air dalam awan bertabrakan
01:53dan menyatu hingga terlalu berat untuk tetap melayang.
01:56Saat itulah terjadi presipitasi.
01:58Kita mengenalnya sebagai hujan, salju, atau hujan es.
02:02Sebagian besar air hujan ini jatuh langsung ke lautan.
02:05Sebagian lagi mendarat di daratan.
02:08Di daratan, air itu punya tiga jalur.
02:10Pertama, ia mengalir di permukaan tanah membentuk sungai
02:13yang akhirnya bermuara kembali ke laut.
02:16Kedua, ia meresap ke dalam tanah dan menjadi cadangan air tanah.
02:20Ketiga, ia membeku menjadi glasir dan es dikutub
02:23disimpan selama ribuan tahun sebelum akhirnya mencair dan kembali ke lautan.
02:28NASA melaporkan bahwa sekitar 97% air di bumi tersimpan di lautan.
02:33Dan, sisanya, sisanya, hanya 3% adalah air tawar.
02:37Dan dari 3% itu, 2 per 3-nya terkunci dalam es dan glasir.
02:42Jadi, air yang benar-benar bisa kita minum dan gunakan sehari-hari itu
02:46hanya sekitar 1% dari total seluruh air di planet ini.
02:50Angka ini penting karena meskipun siklus air terus berputar,
02:54distribusinya tidak merata.
02:56Ada wilayah yang kebanjiran, ada wilayah yang kekeringan parah.
03:00Itulah mengapa memahami siklus ini bukan sekadar pengetahuan umum,
03:04tapi fondasi untuk mengelola sumber daya air kita di masa depan.
03:09Lautan juga punya peran ganda yang sering dilupakan.
03:12Selain menjadi sumber utama uap air,
03:14laut menyerap sekitar 30% karbon dioksida yang kita hasilkan.
03:19Laut juga menyerap lebih dari 90% kelebihan panas
03:22dari atmosfer akibat efek rumah kaca.
03:26Bayangkan lautan seperti pendingin raksasa untuk seluruh planet.
03:29Tanpa kemampuan ini, suhu rata-rata permukaan bumi
03:32bisa naik hingga 50 derajat Celcius.
03:35Air yang menguap dari permukaan laut
03:37membawa serta energi panas ini ke atmosfer,
03:40lalu mendistribusikannya kembali melalui pola angin
03:43dan arus laut global.
03:44Sistem pendinginan ini menjaga suhu agar tetap layak huni.
03:48Ada satu konsep kunci yang menjelaskan
03:51mengapa penguapan tidak pernah bisa menghabiskan lautan sepenuhnya.
03:55Dalam fisika, ini disebut tekanan uap jenuh.
03:58Ketika udara di atas permukaan laut sudah penuh dengan molekul uap air,
04:02laju penguapan akan melambat drastis.
04:05Udara itu sudah jenuh.
04:07Ia tidak bisa menampung lebih banyak air.
04:09Dalam kondisi ini, ada keseimbangan dinamis
04:12antara air yang menguap dan air yang mengembun kembali ke laut.
04:16Pertukaran molekul terus terjadi di permukaan,
04:18tapi jumlah totalnya tidak bertambah.
04:21Ibarat ruangan penuh asap,
04:23semakin banyak asap di dalam,
04:25semakin sulit asap baru masuk.
04:26Begitu pula uap air di atmosfer.
04:30Sekarang kita sampai pada temuan yang saya janjikan tadi.
04:33Studi terbaru dari NASA Earth Science Division menunjukkan
04:36bahwa pemanasan global mengubah laju,
04:38penguapan secara signifikan.
04:41Sejak tahun 2000,
04:43tingkat penguapan dari lautan tropis
04:45meningkat 10% lebih cepat dari prediksi model iklim sebelumnya.
04:48Ini artinya siklus air berputar lebih cepat.
04:51Awan terbentuk lebih banyak di satu wilayah,
04:54sementara wilayah lain mengalami kekeringan yang lebih parah.
04:58Jadi, air laut memang tidak akan habis menguap dalam pengertian volumenya.
05:02Tapi distribusinya berubah,
05:04pola hujan bergeser,
05:05dan ini punya konsekuensi nyata bagi miliaran manusia yang bergantung
05:09pada pola curah hujan yang stabil.
05:13Besok, ketika hujan turun di kotamu,
05:15coba hujan selama satu menit dan perhatikan.
05:18Rasakan butiran air itu di tanganmu.
05:20Setiap tetes yang menyentuh kulitmu mungkin adalah molekul air
05:23yang beberapa minggu lalu masih menjadi bagian dari samudera pasifik.
05:27Itu bukan puisi.
05:29Itu adalah mekanisme siklus air yang bekerja
05:32tanpa henti selama miliaran tahun.
05:34Ceritakan di kolom komentar pengalaman paling berkesan
05:37yang kamu punya soal hujan.
05:38Atau kalau tinggal di daerah yang jarang hujan,
05:42bagaimana kalian menghadapi musim kering?
05:44Terima kasih sudah menonton sampai titik ini.
05:47Kalau video ini bermanfaat,
05:49tekan subscribe dan ikuti terus channel ini
05:51untuk cerita-cerita sains yang membuka cara pandang baru
05:55tentang dunia di sekitar kita.
05:57Sampai jumpa di video berikutnya.
05:58Sampai jumpa di video berikutnya.