- 2 jam yang lalu
- #karhutla
- #kebakaran
- #pelalawan
JAKARTA, KOMPAS.TV Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah semakin meluas. Kabut asap dampak karhutla mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.
Saat ini, 2 wilayah di Provinsi Riau, yakni Kabupaten Pelalawan dan Kota Pekanbaru, telah meningkatkan status siaga menjadi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan.
Simak kondisi terkini dari Bupati Pelalawan, Zukri Misran, dalam program Sapa Indonesia Pagi pada Sabtu, (29/8/2026).
Baca Juga Kualitas Udara Tak Sehat, Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/687985/kualitas-udara-tak-sehat-pekanbaru-tetapkan-status-tanggap-darurat-karhutla-sapa-pagi
#karhutla #kebakaran #pelalawan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687996/full-status-tanggap-darurat-karhutla-bupati-pelalawan-ungkap-progres-pemadaman
Saat ini, 2 wilayah di Provinsi Riau, yakni Kabupaten Pelalawan dan Kota Pekanbaru, telah meningkatkan status siaga menjadi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan.
Simak kondisi terkini dari Bupati Pelalawan, Zukri Misran, dalam program Sapa Indonesia Pagi pada Sabtu, (29/8/2026).
Baca Juga Kualitas Udara Tak Sehat, Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/687985/kualitas-udara-tak-sehat-pekanbaru-tetapkan-status-tanggap-darurat-karhutla-sapa-pagi
#karhutla #kebakaran #pelalawan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687996/full-status-tanggap-darurat-karhutla-bupati-pelalawan-ungkap-progres-pemadaman
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:08Kepakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah semakin meluas.
00:13Kabut asap dan pakar hutlah mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.
00:17Bahkan di beberapa titik, kebakaran mendekat ke permukiman warga.
00:22Saat ini, dua wilayah di Provinsi Riau,
00:25yakni Kabupaten Pelalawan dan Kota Pekanbaru,
00:28telah meningkatkan status siaga.
00:30Menjadi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan.
00:34Peningkatan status tersebut menyusul kabut asap yang semakin pekat
00:37dan kualitas udara yang semakin memburuk di kedua daerah.
00:42Data pantauan BMKG Pekanbaru,
00:45kualitas udara pertanggal 28 Agustus menunjukkan
00:48Kota Pekanbaru berada pada kategori tidak sehat.
00:52Asap juga teridentifikasi masuk dari wilayah pelalawan.
00:58Kondisi ini berpotensi mengganggu kesehatan,
01:00khususnya bagi anak-anak dan lansian.
01:04Tak hanya asap dari karhutlah di Riau,
01:06kondisi kabut asap di Pekanbaru juga diperparah oleh asap kiriman
01:10dari titik kebakaran di tiga provinsi terdekat,
01:13yakni Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung.
01:17Kalau di Riau, jadi ada trajektori asap ya,
01:22di bagian tengah sebenarnya.
01:23Karena memang kumpulan ya,
01:25artinya kumpulan dari awan-awan dari asap-asap dari selatan.
01:28Tengahnya ini di Kabupaten Baru?
01:30Dari, bisa masuk dari pelalawan masuk ke Pekanbaru.
01:34Berarti titiknya itu di Pekanbaru?
01:36Tidak di Pekanbaru juga, artinya dari pelalawan memanjang, bukan titik.
01:42Kita bisa tidak menyebutkan titik, karena itu areanya agak luas.
01:46Dan itu bisa menyebar, artinya tidak semuanya pekat.
01:52Kualitas udara hari ini apa?
01:54Masih tidak sehat.
01:57Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah,
02:00dampak karhutlah telah menyebabkan peningkatan kasus ISPA.
02:03Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah,
02:07hingga kini, tercatat penderita ISPA mencapai 70 ribu,
02:11terhitung dari Januari hingga Minggu ke-2 bulan Agustus.
02:15Kota Palangkaraya menjadi peringkat pertama dengan kasus ISPA tertinggi.
02:20Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menyebut,
02:23kebakaran hutan dan lahan memperparah kondisi ISPA,
02:26sehingga angka kasusnya terus meningkat.
02:29Sekal Tengah itu dari Januari sampai Agustus,
02:34Minggu ke-2,
02:35sebanyak 70.470 kasus ISPA.
02:40Yang terbanyak itu ada di kota Palangkaraya,
02:44itu sebanyak 15.515 kasus.
02:47Hubungan dengan kasus telah,
02:49ini sudah ada hubungan SITPikan.
02:54Peningkatan status menjadi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan,
02:58menunjukkan bahwa situasi karhutlah saat ini harus segera ditangani dengan tepat.
03:03Status tersebut juga mempermudah koordinasi dalam penyaluran bantuan,
03:08baik dari pemerintah pusat maupun antarwilayah.
03:11Hal ini dinilai penting,
03:13mengingat eskalasi karhutlah yang terjadi cukup cepat.
03:25Kebakaran hutan dan lahan terus meluas saudara.
03:28Asap dampak karhutlah semakin mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.
03:32Bahkan, dua wilayah di Provinsi Riau,
03:35yakni Kabupaten Pelalawan dan Kota Pekanbaru,
03:38meningkatkan status siaga menjadi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan.
03:42Lalu bagaimana situasi terkini di sana,
03:45dan seperti apa penanganan karhutlah yang kini tengah diupayakan?
03:49Sudah bergabung bersama kami melalui sambungan Zoom saudara,
03:52ada Bupati Pelalawan, Zukri Misran.
03:54Selamat pagi, Pak Zukri.
03:57Pagi.
03:58Waalaikumsalam, Pak Zukri.
04:01Pak Zukri, bisa Anda gambarkan bagaimana keadaan terkini di Pelalawan sendiri?
04:05Kabupaten asapnya seperti apa?
04:07Dan juga bagaimana dengan titik-titik api yang masih ada di sana?
04:12Kabupaten asap masih terlihat,
04:15dan kondisi udara belum dalam keadaan baik.
04:26Tapi memang kondisi titik api kita di Pelalawan,
04:30Alhamdulillah sampai pagi ini,
04:33ada dua lokasi yang menjadi titik api terbesar,
04:38karutlah terbesar,
04:40satu di Kecamatan Kerumutan dan Ukui.
04:44Sampai pagi ini,
04:46Alhamdulillah titik api sudah zero.
04:49Lahan kita yang terbakar di sana itu totalnya 969 hektare.
04:5420 hektare lagi proses pendinginan.
04:58Hampir 25 hari,
05:05kita melakukan pemadaman di sana.
05:09Teman-teman berjibaku di lapangan.
05:13Ada 500 personil yang kita kerahkan di sana.
05:18Ada 80 unit mesin pemadam,
05:22alat berat 18 unit.
05:26Termasuk tentu kenderaan R4, R2, dan R6.
05:30Ada 20 unit, 40 unit, dan 10 unit.
05:33Roda 6, roda 2-nya 40 unit,
05:36roda 4, 20 unit, dan drone kita ada 6 unit.
05:39Dan Alhamdulillah sampai pagi ini,
05:41kondisi titik api sudah zero.
05:43Dan yang kedua,
05:44loa kebakaran kita terjadi di desa Rantau Baru.
05:48Sampai hari ini sudah terbakar 669 hektare.
05:54Personil kita di sana ada 240 orang.
05:58Ada sekitar 30 sampai 30 peralatan.
06:06Alat berat ada 6.
06:09sampai hari ini ya titik api yang berdasarkan laporan tadi pagi,
06:17posisinya sudah hampir zero juga.
06:20Tapi kita lagi memastikan dengan pengambilan drone di pagi hari ini.
06:26Baik, ada dua wilayah tadi ya Pak ya,
06:28untuk yang terdampak kebakaran.
06:30Untuk wilayah yang kedua,
06:32ini kan masih dilihat kembali titik apinya.
06:35Kemudian kendalanya apa nih Pak,
06:37untuk bisa memadamkan titik api yang masih ada di sana?
06:40Sampai tadi malam,
06:42tim kita, khususnya dari Damkar,
06:44Kabupaten Pelawanan itu,
06:45masih berjibaku di lapangan sampai jam 2 pagi.
06:49Tim kita masih di lapangan.
06:51Kepala api sudah bisa kita padamkan.
06:55Di jam 2 tadi pagi,
06:57laporan terakhir yang masuk ke saya.
07:02Kondisi satu,
07:03pasti kesulitan sumber air.
07:06Yang kedua memang,
07:08karena arah angin yang berubah-ubah,
07:10sehingga memang,
07:11proses pendinginan itu,
07:14tidak,
07:15titik apinya,
07:17fire spotnya tidak ada.
07:18Tetapi,
07:19out spot bisa berubah kembali menjadi fire spot.
07:22Karena,
07:23dalam proses pendinginan,
07:26itu,
07:27out spot,
07:28kalau angin kencang,
07:29itu bisa menimbulkan,
07:31berubah menjadi fire spot,
07:32dan akan melebar,
07:33atau menjalan ke daerah baru.
07:37Baik,
07:38kendalanya masih soal sumber air,
07:39dan juga tadi,
07:40angin kencang ya,
07:40yang bisa membuat api kembali muncul.
07:42Kemudian,
07:43Pak Zukri,
07:45untuk cuaca sendiri,
07:46memungkinkan tidak,
07:47untuk dilakukan operasi modifikasi cuaca.
07:49Apakah,
07:50sudah ada awan yang terkumpul,
07:52untuk bisa dilakukan modifikasi cuaca di sana?
07:56Posisi sampai kemarin,
07:58itu belum bisa dilakukan OMC,
08:01operasi modifikasi cuaca.
08:04Kita masih menunggu.
08:05Segala upaya sudah kita lakukan.
08:08Jadi,
08:08darat,
08:08dan hari ini pun,
08:09saya sebentar lagi akan,
08:11jam 8,
08:12melakukan soal istis kok,
08:14bersama masyarakat di lokasi.
08:16Baik,
08:17ini kan kemudian,
08:18di Kabupaten Pelalawan,
08:19jadi salah satu kabupaten yang di Riau,
08:22ini menetapkan status tanggap darurat.
08:24Kemudian,
08:25pertimbangannya kemarin,
08:26apa Pak?
08:26Apakah memang,
08:27sempat tidak bisa terkendali suasananya,
08:30atau semakin memburuk,
08:31dan dengan tadi kondisi yang sudah cukup padam,
08:35seperti itu,
08:35titik apinya,
08:36apakah status ini akan dicabut?
08:39Kondisi kemarin memang,
08:41di kerumutan cukup parah,
08:43karena ambatannya cukup tinggi di sana,
08:46karena cukup luas,
08:49maka kita ambil langkah-langkah,
08:54mengambil sikap untuk menetapkan tanggap darurat.
08:57Tapi,
08:58terhitung kemarin,
09:01berdasarkan evaluasi kita,
09:03kita masuk ke posisi transisi hari ini.
09:07Jadi, kita masuk dalam transisi.
09:09Oke, masih masuk ke transisi,
09:11untuk turun kembali ke status siaga darurat,
09:13seperti itu Pak?
09:13Iya.
09:15Oke, baik.
09:15Jadi, tidak tanggap darurat,
09:17kita masuk ke transisi,
09:18untuk masuk ke siaga.
09:20Baik,
09:20kemudian, terkait dengan kondisi warga di sana,
09:24dari catatan mungkin Dinas Kesehatan di Pelalawan, Pak,
09:28berapa kasus ISPA-nya,
09:29ataukah juga meningkat,
09:31selama masa tanggap darurat ini?
09:34Kasus ISPA meningkat,
09:36sampai hari ini sudah 900 lebih,
09:39kasus ISPA yang terjadi,
09:41tapi kita tetap mempersiapkan,
09:43baik pengobatan gratis,
09:44maupun posko-posko,
09:45yang kita tempatkan,
09:48di daerah-daerah yang kita anggap,
09:50lokasi-lokasi,
09:51baik di daerah perkotaan,
09:53maupun lokasi-lokasi yang kita anggap penting.
09:55Termasuk tentu daerah yang,
09:58mengalami bencana,
09:59seperti rantau baru,
10:00perumutan,
10:01ada posko khusus yang kita siapkan,
10:03kolaborasi dengan,
10:04tentu dengan kepolisian,
10:06dengan TNI,
10:06dan seluruh stakeholder yang lain.
10:09Sejauh ini,
10:10fasilitas,
10:11kemudian alat,
10:12tenaga medis,
10:12apakah cukup Pak?
10:14Cukup,
10:14tenaga medis kita cukup,
10:16oksigen kita siapkan,
10:18juga di lapangan,
10:20bahkan di kerumutan,
10:22sampai,
10:23polda riau juga membantu kita,
10:25untuk menyiapkan,
10:26apa,
10:28serana,
10:29atau ruang khusus,
10:30untuk healing,
10:30untuk anak-anak.
10:32Baik.
10:33Baik,
10:34untuk di Kabupaten Pelanlawan sendiri,
10:36terkait dengan masa tanggap darurat,
10:37yang saat ini masih berlaku Pak,
10:39kebijakan apa saja yang diambil,
10:41soal pembatasan aktivitas luar ruangan,
10:43terutama?
10:45Untuk sekolah,
10:49dari Senin sudah kita liburkan,
10:51dan kita akan evaluasi,
10:54hari ini,
10:55kita akan evaluasi,
10:56apakah memungkinkan Senin,
10:57anak-anak masuk sekolah,
10:58atau belum.
11:00Nanti evaluasinya hari ini,
11:01akan kita putuskan.
11:03Ini seluruh sekolah Pak,
11:04dari mulai TK, SD,
11:06sampai SMA,
11:06atau hanya sebagian saja?
11:10Mulai dari TK,
11:11sampai SMP,
11:14karena SMA kewenangan,
11:16tidak di Bupati,
11:17jadi,
11:17tapi kita anjurkan untuk libur.
11:20Semuanya.
11:20Oke,
11:21baik,
11:21selain soal sekolah,
11:22apakah juga ada pembatasan,
11:23untuk masyarakat,
11:24beraktivitas di luar ruangan Pak?
11:26Untuk luar ruangan,
11:28paling di pegawai negeri,
11:29kita untuk ibu amil,
11:31menyusui,
11:31untuk cukup,
11:33apa,
11:34mereka bisa,
11:37bekerja,
11:38cukup dari rumah saja.
11:39Jadi,
11:40work from home.
11:42Untuk ASN ya,
11:43kemudian,
11:44untuk masyarakat lain,
11:45mungkin Pak,
11:45yang saat ini,
11:46juga masih,
11:47berjibaku dengan,
11:49asap,
11:49di sekitar permukiman,
11:50apakah juga ada,
11:51pembagian masker,
11:52ataupun juga ada edukasi,
11:54soal bagaimana,
11:55cara,
11:56menghindari kabut asap?
11:59Masker sudah kita bagi-bagi,
12:01dan,
12:01sudah,
12:02kita siapkan,
12:0430 ribu,
12:05masker,
12:06yang dibagi ke masyarakat,
12:08dan edukasi,
12:08tetap berjalan.
12:10Dan,
12:10tim pengobatan gratis,
12:12juga berjalan di masyarakat.
12:13Oke,
12:14baik,
12:15memang tidak,
12:16mungkin tidak bisa semua masyarakat,
12:17yang ada di pelalawan,
12:19tercover oleh petugas,
12:20misalnya.
12:21Lalu,
12:21bagaimana,
12:22imbauan Anda,
12:22dan juga mungkin,
12:23atau di edukasi,
12:24kepada masyarakat,
12:25untuk bisa menciptakan,
12:26ruangan yang aman,
12:27untuk mereka terbebas dari kabut asap?
12:30Ya,
12:31pastinya kita,
12:33satu,
12:34mengklaster daerah-daerah,
12:35yang kita anggap,
12:36tingkat kabut asapnya cukup tinggi,
12:39tentu,
12:39imbauan kita,
12:40untuk mengurangi,
12:41beraktifitas di,
12:43di luar rumah.
12:44Untuk fasilitas kesehatan,
12:46kita sudah punya fasilitas yang,
12:48posko-posko,
12:49yang sudah kita siapkan.
12:51Oke,
12:51baik,
12:52kami ingin tanyakan kembali,
12:54terkait dengan,
12:54upaya pemadaman,
12:56Pak Zukri,
12:57untuk di desa,
12:59rantau baru ya,
13:00tadi,
13:00yang masih,
13:01dipantau situasinya.
13:03Untuk titik lokasi,
13:04api yang saat ini,
13:06masih dipantau,
13:06apakah juga ini,
13:07dekat dengan,
13:08permukiman warga Pak?
13:11Dekat,
13:11dekat dengan,
13:12permukiman warga.
13:14Terakhir,
13:15titik api terakhir,
13:17satu setengah kilo,
13:18dari pemukiman warga,
13:21yang kita pantau.
13:23Tapi,
13:24insya Allah,
13:25sudah bisa kita padamkan.
13:27Kalau dari,
13:28catatan,
13:30Pemkap,
13:31pelalawan sendiri,
13:32ini lokasi yang terbakar,
13:33di desa ini,
13:34apakah masuk konsesi,
13:35atau,
13:36hanya lahan terbuka biasa Pak?
13:39Ini,
13:40lahan terbuka biasa,
13:42ada pemiliknya masyarakat,
13:44ada juga pemilik,
13:45lahan luas,
13:46yang,
13:47tidak,
13:48digunakan.
13:50Awal api muncul,
13:51itu dari,
13:53lahan,
13:54dengan pemilikan luas,
13:55tapi,
13:56belum mengantongi izin,
14:00yang,
14:02melakukan,
14:03munculnya,
14:04dari asap rokok,
14:05oleh pekerja,
14:07kebun,
14:10sehingga,
14:11bisa meluas,
14:12sampai,
14:12sudah mengorbankan,
14:13660 hektar,
14:14dan mengorbankan,
14:15banyak orang,
14:15di pemerintah,
14:17kita sudah minta,
14:17dengan,
14:20perkempindah,
14:20dan kehukum,
14:21untuk,
14:22tidak cuman,
14:23mengejar,
14:24pekerjanya saja,
14:26tapi,
14:26pemiliknya,
14:27lalainnya,
14:28karena,
14:28lahan,
14:29sudah lebih dari,
14:30200 hektar,
14:31tapi,
14:31bahkan,
14:32tidak memiliki,
14:33alat,
14:34pemadam,
14:35di,
14:36lapangan,
14:37ini,
14:38akan,
14:38akan,
14:38kita minta,
14:39untuk,
14:41ditindak,
14:41oleh,
14:42kepolisian,
14:43kita,
14:43saya juga,
14:44akan,
14:44mengenvaluasi,
14:44lahan-lahan luas,
14:45yang,
14:45tidak dikelola,
14:46untuk,
14:47peradam,
14:47saya,
14:47evaluasi,
14:48terkait,
14:48keberadaan,
14:49kepemilikan,
14:50lahannya.
14:51Tadi,
14:52terkait dengan,
14:54identifikasi,
14:55terduga,
14:55pelaku,
14:56pembakaran ini,
14:57Pak,
14:57apakah,
14:58sudah,
14:59diketahui,
15:00pemiliknya,
15:00ataupun,
15:01perusahaannya,
15:01dari,
15:02catatan,
15:02pemkap,
15:03pelawan sendiri?
15:05Pemiliknya,
15:05sudah diketahui,
15:06kalau,
15:07pelakunya,
15:08sudah,
15:09ditersangkakan,
15:10tapi,
15:11kita akan,
15:11kejar sampai,
15:12ke pemiliknya.
15:14Oke,
15:14kemudian,
15:15ini juga,
15:15apakah,
15:16pelakunya sama,
15:16dengan,
15:17wilayah yang satunya lagi,
15:18Pak?
15:20Di wilayah,
15:21kerumutan berbeda,
15:22kerumutan itu,
15:24adalah,
15:24daerah,
15:25konsesi,
15:26ATI,
15:27yang,
15:27dicabut,
15:28izinnya,
15:28oleh pemerintah,
15:30jadi,
15:30memang,
15:31statusnya,
15:32tidak,
15:34bertuhan,
15:35jadi,
15:35tidak ada yang mengelola.
15:37Itu berbeda.
15:38Untuk penyebabnya juga,
15:39apakah tadi,
15:40soal,
15:40pekerja yang?
15:41Penyebabnya,
15:42karena ada yang,
15:44masyarakat,
15:45yang,
15:46membuka lahan di situ,
15:47di area,
15:48tersebut,
15:49walaupun,
15:49di dalam kawasan hutan,
15:50ada yang berani,
15:51membuka,
15:51dan dengan cara membakar.
15:53Awalnya,
15:53membuka di 10 hektare,
15:55dengan cara membakar,
15:56dan itu yang menyebabkan,
15:57sampai,
16:01969 hektare terakhir.
16:02Berarti,
16:03yang di kerumutan ini,
16:04apakah juga,
16:04sudah ada,
16:06pelakunya,
16:07yang didetifikasi,
16:08dan juga,
16:08mungkin ditangkap?
16:08Sudah,
16:08sudah tersangka.
16:09Ada berapa, Pak?
16:10Sudah tersangka.
16:12Di kerumutan,
16:13satu.
16:13Tersangkanya,
16:14satu.
16:14Karena sumber apinya,
16:16satu dari situ.
16:16yang di rentau baru,
16:18juga,
16:20satu,
16:21tersangkanya.
16:23Oke,
16:23satu tersangka ini adalah,
16:24pekerja tadi ya,
16:25yang untuk di rentau baru,
16:27tapi pemiliknya,
16:28sampai sekarang,
16:28berarti belum,
16:31tertangkap,
16:31ataupun belum diproses,
16:32Pak, berarti?
16:34Hari ini,
16:35informasi tadi malam,
16:36saya minta untuk dipanggil,
16:38ya,
16:39apa,
16:39di tindak lanjuti,
16:41pagi ini,
16:42katanya,
16:42akan dipanggil mereka.
16:43Karena kita,
16:44sampai hari ini pun,
16:45mereka pemilik lahan-lahan ini,
16:47juga tidak membantu,
16:48pemerintah datang pun,
16:49tidak ke lapangan.
16:50Jadi,
16:50memang,
16:50kita kesal sekali,
16:52jadi,
16:54tidak ada upaya,
16:55niat,
16:55now I do,
16:56dari mereka itu,
16:58peduli dengan,
16:59karhut lain nih.
17:00Padahal,
17:01kita,
17:02apa,
17:02memadamkan,
17:04api di lahan mereka,
17:05mereka pun tidak muncul,
17:06pemilik-pemilik ini.
17:08Oke,
17:08masih dicari ya,
17:09pemiliknya ini,
17:10untuk bisa muncul.
17:11Pemilik lahan besar yang kita,
17:12kita ini,
17:12walaupun mereka tidak,
17:14menjadi pemicu apinya,
17:15tapi kita anggap,
17:16tidak peduli dengan lahannya.
17:18Oke,
17:19berarti,
17:19apakah juga,
17:20dari PMK Pelaluan,
17:21mendorong,
17:22untuk memberikan sanksi juga,
17:23polisi terhadap,
17:24pemilik lahan ini?
17:26Ya,
17:27pemilik lahannya,
17:28akan kita beri sanksi,
17:29lahan-lahan besar,
17:30yang kita anggap,
17:31mereka tidak peduli,
17:32dan,
17:33mestinya mereka mampu,
17:34untuk melakukan,
17:36upaya,
17:36misalnya melakukan,
17:37sekat,
17:38kanal,
17:39batas lahan mereka,
17:40kalau mereka tidak lakukan,
17:41kita akan memberikan sanksi,
17:43termasuk,
17:43tentu tidak memiliki,
17:45peralatan,
17:46pemadaman,
17:46api di,
17:48kebun-kebun mereka.
17:50Berarti,
17:50selama ini,
17:50soal perizinan Pak,
17:51untuk perusahaan,
17:52yang ada di,
17:53rantau baru ini,
17:54seperti apa,
17:55selama ini?
17:55Apakah mereka juga,
17:56sudah mengantong izin yang resmi,
17:57dari PMK Pelaluan?
17:59Sampai hari ini,
18:00ternyata mereka,
18:01tidak mengantong izin.
18:02Saya,
18:03sudah tanyakan,
18:04kepulauan desa,
18:04bahwa kepulauan desa pun,
18:06mereka tidak pernah lapor juga,
18:07kepulauan desa.
18:09kemudian,
18:10kemudian,
18:10kemudian,
18:10kalau dari,
18:10catatan PMK Pelaluan sendiri,
18:13untuk lahan-lahan yang dipantau,
18:16seperti itu Pak Zukri,
18:18adakah lahan-lahan yang kemudian menjadi fokus,
18:21misalnya,
18:22soal pembukaan lahan,
18:24ataukah,
18:25misalnya mereka sudah selama ini,
18:27menjalankan SOP-nya dengan benar,
18:28atau seperti apa Pak?
18:32Pembukaan lahan,
18:34yang,
18:34yang,
18:36kasus pertama,
18:37yang dirantau baru,
18:38pemilik lahan pertama itu,
18:40memang posisinya sudah tertanam dengan sawit.
18:43Jadi,
18:43memang,
18:44mereka,
18:44dalam pengelolaannya yang tidak baik,
18:46menurut kami,
18:48abai dan dianggap lalai.
18:50Ada juga lahan lain yang,
18:53tidak dikelola,
18:55lalai dan abai juga.
18:57Ditinggalkan,
18:58sehingga menjadi makanan empuk bagi api.
19:02Berarti selama ini memang tidak terdeteksi oleh Pemkap,
19:05atau seperti apa Pak?
19:07Kita tidak terdeteksi bahwa mereka memiliki lahan luas,
19:11dan sehingga tidak ada laporan ke pemerintah,
19:14dan tidak mengantungi izin.
19:16Kalau dari pemerintah kelurahan sendiri,
19:20atau mungkin dari pihak desa,
19:21tidak ada laporan,
19:22gitu ada operasional yang mencurigakan di sana?
19:26Tidak ada,
19:26karena kepulauan desa ternyata juga tidak,
19:30mereka tidak pernah melapor juga ke kepulauan desa.
19:32Mungkin kepulauan desa sebelumnya,
19:34karena pergantian kepulauan desa,
19:35jadi kepulauan desa yang terakhir,
19:38mungkin tidak tahu dengan kondisi aktivitas mereka.
19:41Oke, baik.
19:42Pak Zukri,
19:43jika kita berkaca ke belakang,
19:44kalau untuk di pelalawan sendiri,
19:46kondisi seperti ini,
19:48apakah juga berulang,
19:49terkait dengan kebakaran hutan dan juga lahan,
19:51dan apakah juga sempat waktu itu diterapkan juga
19:54status tanggap darurat seperti saat ini?
19:58Ya, ini berulang,
20:00sempat dilakukan status tanggap darurat oleh kita,
20:04sehingga ini memang evolusi terakhir yang akan kita lakukan oleh pemerintah,
20:11langkah-langkah untuk ke depannya,
20:13supaya memang kita bisa minimalisir dan mengelaminir,
20:17terjadinya terhubatlah pelalawan,
20:20yang pastinya bahwa pemerintah membutuhkan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat,
20:26bagaimana kebun-kebun masyarakat yang berada di dalam kawasan gambut ini,
20:32betul-betul bisa kita buat sekat-sekat kanal,
20:37bantuan alat berat dari pemerintah dibutuhkan oleh masyarakat,
20:40sehingga memang ketika musim kemarau,
20:43air gambut itu bisa terjaga dengan baik,
20:46kalaupun ada potensi kelalaian masyarakat,
20:52misalnya membuka lahan kecil atau seperti yang di Rantau Baru membuang puntung rokok,
20:59itu kita bisa atasi cepat.
21:03Oke, baik.
21:04Pak Zukri, untuk tahun ini,
21:06terjadinya ada di tadi kerumutan dan juga desa Rantau Baru.
21:11Dengan, kalau kita bandingkan dengan kejadian mungkin di tahun lalu,
21:15ini kebakaran hutannya apakah di titik yang sama,
21:17ataukah memang di titik-titik lain yang sempat terbakar juga, Pak?
21:22Titik yang berbeda, titik yang berbeda.
21:25Terberat kita itu di 2015,
21:28itu juga terberat, yang paling parah 2015,
21:32terus terakhir di 2019,
21:35ini yang kita lakukan tangkap darurat.
21:38Sebelumnya tidak sampai ke tangkap darurat.
21:40Tapi penyebabnya apakah juga masih sama soal pembukaan lahan,
21:44ataupun tidak sengaja misalnya puntung rokok yang dibuang?
21:47Ada pembukaan lahan,
21:49ada juga kelalaian masyarakat.
21:51Tapi kalau sejauh ini aturan di pelalawan sendiri, Pak,
21:54untuk pembukaan lahan,
21:55apakah juga ada,
21:56misalnya kalau di Kalimantan,
21:58ada aturan yang membolehkan maksimal 2 hektare
22:01untuk masyarakat adat seperti itu.
22:03Apakah juga ada aturan khusus
22:05yang membolehkan mereka untuk membuka lahan
22:07dengan cara dibakar, Pak?
22:08Tidak ada.
22:09Kita tidak ada.
22:10Tidak membolehkan itu.
22:11Bahkan justru saya, Seraku Bupatis,
22:16membantu, mempersiapkan,
22:17kita siapkan alat berat,
22:18kalau masyarakat mau buka lahan,
22:21kita berikan bantuan,
22:22dukungan alat berat gratis.
22:24Di 2 tahun terakhir.
22:26Di 2 tahun terakhir.
22:27Oke, baik.
22:28Di 2 tahun terakhir.
22:28Dan bantuan,
22:30kalau mau buka lahan,
22:31alat beratnya dibantu oleh pemerintah.
22:33Jadi tidak ada alasan
22:34kalau mereka tidak ajab,
22:36ataupun terkendala biaya
22:37untuk membuka lahan dengan cara dibakar,
22:39karena alatnya sudah disediakan oleh pemerintah kabupaten.
22:42Tapi, Pak Sukri,
22:43jika kita bicara tadi soal 2 titik yang terbakar
22:45di kali ini,
22:47di desa Rantau Baru,
22:48dan juga kerumutan.
22:50Ini keduanya memang semuanya lahan sawit
22:52atau ada
22:54pemanfaatan lahan lain, Pak?
22:57Kalau di kerumutan,
22:58lahannya lahan akasia.
22:59Berbeda.
23:00Lahan akasia?
23:01Ya, lahan akasia
23:04yang ditinggalkan
23:05sudah cukup lama
23:07karena izinnya dicabut oleh Kementerian Kutana.
23:09Kalau di Rantau Baru,
23:11mayoritas sawit.
23:13Sawit dan lahan kosong
23:14yang tidak dikelola oleh pemiliknya.
23:17Jadi kalau lahan kosong
23:18tidak dikelola itu,
23:20di sini namanya
23:21ada tanaman
23:22sejenis
23:23orang kampung
23:24menyebutnya kumpai,
23:26itu tumbuh subur.
23:27Dan itu memang
23:28menjadi bahan bakar bagi api,
23:31sehingga memang
23:32penyebarannya cukup kuat.
23:33Oke, untuk jenis lahannya sendiri, Pak.
23:35Di dua desa ini,
23:36apakah juga lahannya sama?
23:38Lahan gambut?
23:39Dua-duanya sama gambut.
23:40Oke, jadi inilah
23:41yang membuat
23:42api sulit dipadamkan ya,
23:45karena lahannya
23:46gak lahan gambut.
23:46Kemudian,
23:47Pak Zukri,
23:49dari catatan
23:50Pemkap Pelalawan,
23:52ada berapa
23:53yang kemudian
23:54sudah diidentifikasi?
23:55Lahan-lahan yang saat ini
23:57tidak ada
23:58izinnya,
23:59ataupun
24:00yang tidak terurus
24:01seperti itu.
24:02Adakah datanya, Pak?
24:05Kalau data
24:06detail yang tidak terurus,
24:08kita belum punya.
24:09Tentu kita akan
24:09evaluasi dulu,
24:11seperti kejadian
24:12di Rantau Baru,
24:13ternyata
24:14di lapangan
24:15saya menemukan langsung
24:16bahwa
24:16saya tanya ini
24:17lahan siapa,
24:18kok bisa luas,
24:19tapi malah tidak
24:20diurus,
24:21ditinggalkan,
24:22tidak diperhatikan.
24:24Ternyata pemiliknya
24:26pemilik besar,
24:27ada yang 70,
24:28ada yang 100 hektar,
24:29ada yang 200 hektar,
24:31ini yang kita
24:32akan evaluasi,
24:33kenapa mereka
24:34lahannya
24:35ditinggalkan,
24:36sehingga ketika
24:37musim panas begini
24:39rentan sekali
24:39untuk menjadi
24:40karhutlah.
24:41Maka berpotensi
24:42lahan-lahan
24:43tersebut
24:44akan kita
24:46evaluasi
24:46ke pemilikannya.
24:48Kalau dianggap
24:49memang mereka
24:50tidak
24:51memanfaatkan
24:52lahan tersebut.
24:54Kemudian nanti
24:55ketika sudah
24:56dievaluasi
24:57ke pemilikannya,
24:58kemudian bagaimana
24:58langkah selanjutnya
24:59dari PMK Pelalawan
25:01ataukah dengan
25:01menutup lahan tersebut
25:02atau misalnya
25:03mencabut ke pemilikannya?
25:06Berpotensi
25:07untuk dicabut
25:07ke pemilikannya
25:08kalau memang
25:08dianggap
25:09mereka lalai
25:10dan alfa
25:11dan tidak
25:15melakukan
25:16pemanfaatan
25:16yang sehingga
25:17berdampak
25:18bersiko tinggi
25:19seperti
25:21karhutlah ini.
25:22Oke,
25:23bisa dicabut
25:24ke pemilikannya.
25:25Kemudian
25:25dari catatan juga
25:27dari PMK Pelalawan
25:28sendiri Pak,
25:28untuk lahan yang
25:29sudah berizin
25:30ada berapa
25:31dan bagaimana
25:31selama ini
25:32pengawasannya?
25:33Untuk yang
25:34berizin
25:35semuanya
25:37pengawasan kita
25:38cukup
25:38ketat
25:39dan
25:40mereka
25:41sangat
25:41peduli
25:42dan bahkan
25:42untuk proses
25:43pemadaman kita
25:44keterlibatan
25:45pemilik-pemilik
25:46lahan
25:46yang memiliki
25:48izin
25:48baik AGU
25:49maupun
25:50ATI
25:51itu
25:51sangat
25:52sangat
25:53proaktif sekali.
25:55Kita sangat
25:56terbantu
25:56dengan seluruh
25:57perusahaan-perusahaan
25:58yang ikut
25:58membantu kita
25:59karena yang
25:59bekerja di lapangan
26:00bukan cuman
26:01TNI,
26:02Polri,
26:03Menggala Agni
26:04dan BPPD
26:05Kabupaten,
26:06Provinsi
26:06dari
26:07Damkar,
26:08Kabupaten
26:11termasuk
26:12Satpol,
26:13BP
26:13juga turun
26:14tapi
26:15hampir
26:16seluruh perusahaan
26:17itu ikut
26:18terlibat
26:19dan mereka
26:20kita bagi tugasnya
26:21untuk bersama-sama.
26:22Ada 500 orang
26:23hampir
26:24600
26:25di kerumutan
26:26itu
26:27terlibat
26:27seluruh
26:28perusahaan
26:29yang ada.
26:30Oke, baik.
26:31Kami
26:31soroti kembali
26:33saat ini Pak
26:34upaya yang dilakukan
26:34di kerumutan
26:35dan juga
26:35di rantau
26:37baru saat ini
26:38kan masih ada
26:38asapnya
26:39walaupun titik api
26:40sudah tidak ada.
26:41Ini upaya yang
26:42akan dilakukan
26:43ke depannya
26:44paling tidak
26:44untuk bisa
26:46menghilangkan
26:47asap ini
26:47atau juga
26:48bisa
26:49menghilangkan
26:50potensi api
26:51yang masih ada di dalam
26:52lahan gambut.
26:52Apa saja nanti Pak?
26:55proses tetap
26:56masih berjalan
26:57bahwa
26:58kanal blocking
27:00tetap kita
27:01lakukan
27:01dan
27:02pendinginan
27:03apa namanya
27:04titik-titik yang kita
27:05anggap
27:05butuh pendinginan
27:06tetap berjalan
27:07dengan baik
27:08dan kita akan
27:08pantau dan
27:09kawal terus
27:10sehingga
27:11tim-tim itu
27:12dibagi
27:13nanti
27:14untuk pengawasan
27:16di lapangan
27:16tetap berjalan
27:17sehingga kita pastikan
27:18supaya memang
27:19tidak ada titik
27:20api baru.
27:21Oke, ada target Pak?
27:22mungkin kira-kira
27:23bisa tuntas
27:24asap-asapnya
27:25kapan Pak?
27:27Kalau asap
27:29memang kan
27:29kita harap
27:30tuntasnya
27:31dalam
27:31minggu ini
27:32tuntas
27:32ya
27:33Senin Selasa
27:34sudah tidak ada lagi
27:35asap
27:36tapi kami juga
27:36tidak tahu
27:37ini sumber asapnya
27:38apakah
27:38sumber dari asap
27:39pelaluan semua
27:40atau mungkin
27:40ada kiriman
27:41dari daerah luar
27:42seperti mungkin
27:43terdekat kita
27:44selatannya
27:44ada
27:45ada
27:45Inhil
27:46Indragiri Hilir
27:47ada
27:47Indragiri Hulu
27:48dan bahkan
27:49kita perbatasan
27:51dengan Jambi
27:52dan Sumatera Selatan
27:53bisa jadi
27:54maka kita belum tahu
27:55walaupun arah angin
27:56memang
27:59sepertinya
28:00lebih cenderung
28:01ke utara
28:01jadi
28:03posisi Jambi
28:05dan Sumsel itu
28:06berada di
28:06selatan
28:07jadi potensi kiriman
28:08itu juga
28:09tinggi
28:10oke
28:10ada koordinasi juga Pak
28:11soal
28:12asap-asap kiriman ini
28:13mungkin dengan
28:14kabupaten dan kota sekitar
28:15ya
28:17kita koordinasi
28:18dengan kabupaten tetangga
28:19pastinya
28:19dan dari mereka
28:21juga masih
28:21kendalanya masih sama Pak
28:23atau seperti apa
28:25di kabupaten
28:27tetangga
28:27memang
28:28asapnya juga
28:29khusus
28:30Indragiri Hilir
28:31Indragiri Hulu
28:32juga tinggi
28:33kabur asapnya
28:34kebakaran
28:36tingkat kebakaran
28:38terakhir
28:38terpantau ada di
28:39Inhil dan Inwu
28:40tapi tidak signifikan
28:42oke baik
28:43terakhir Pak Zukri
28:44tentunya ini kan
28:45kejadian yang terus berulang
28:46tidak hanya di
28:47pelalawan
28:48tapi juga di wilayah lain
28:49baik di Sumatera
28:50maupun juga di Kalimantan
28:51kalau dari pelalawan sendiri
28:53langkah apa
28:53selanjutnya Pak
28:54yang mungkin
28:55akan diambil oleh
28:56PMK pelalawan
28:57agar tidak terulang kembali
28:58terutama
28:58soal lahan-lahan
28:59yang tidak berizin
29:00ataupun juga lahan-lahan
29:01yang tidak diurus
29:02oleh pemiliknya
29:03seperti apa Pak?
29:04ya
29:05kita akan tertipkan
29:06lahan-lahan
29:06yang tidak berizin
29:07dan tidak diurus
29:09oleh pemiliknya
29:10dan bisa jadi
29:11akan dicabut oleh
29:12kepemilikannya
29:13oleh pemerintah
29:15yang kedua
29:16tentu kita akan
29:17minta bantuan
29:18supaya memang
29:19dilakukan sekat kanal
29:20sebanyak mungkin
29:21di lahan-lahan masyarakat
29:23jadi pemerintah
29:23membantu alat
29:24jadi bisa
29:25lahan kebun-kebun
29:26itu bisa di sekat kanal
29:27sehingga
29:28bisa membantu
29:30petani
29:31dan sekaligus
29:32bisa menjadi
29:32antisipasi kita
29:33ketika terjadi
29:34kemarau panjang
29:36yang terjadi
29:37seperti hari ini
29:38oke kita harapkan
29:39semoga penanganan
29:40di sana
29:40berjalan lancar Pak
29:42asapnya hilang
29:43titik api juga
29:44semuanya bisa padam
29:45dan tadi
29:46kedepannya
29:47izin-izin
29:48lahan-lahan
29:48yang tidak bertuan
29:50atau tuannya tidak ada
29:51entah kemana
29:52juga bisa ditertipkan
29:53supaya tidak berulang lagi
29:54di tahun-tahun ke depan
29:55terima kasih Pak Zukri
29:56Misran
29:56Bupati Pelalawan
29:57sudah bergabung bersama kami
29:58di Sapa Indonesia pagi
30:00selamat pagi Pak Zukri
30:01pagi terima kasih
30:03Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
30:04Waalaikumsalam
30:05Terima kasih
Komentar