Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PONTIANAK, KOMPAS.TV - Masyarakat Kota Pontianak, Kalimantan Barat, melaksanakan salat istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin, Sabtu (29/8/2026) pagi.

Doa bersama untuk memohon turun hujan ini mengharapkan agar kabut asap berkurang dan kualitas udara bisa kembali membaik.

Salat istisqa dimulai pukul 7 pagi tadi di halaman Masjid Raya Mujahidin, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Ribuan warga nampak khidmat mengikuti rangkaian salat dan memanjatkan doa bersama.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan, ibadah ini sebagai bentuk ikhtiar di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan.

Terlebih, kondisi kabut asap tebal yang terjadi sudah membuat kualitas udara berkategori berbahaya.

Salat memohon turun hujan ini diharapkan bisa membuat cuaca kembali membaik dan musim kemarau segera berakhir.

Empat heli water bombing bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana disiapkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Sejak Februari, tim Satgas Udara telah menyiramkan lebih dari 50 juta liter ke wilayah titik api.

Empat heli water bombing disiapkan untuk membantu mengatasi karhutla yang terjadi di Provinsi Riau.

Sebelumnya, ada 5 heli water bombing yang digunakan memadamkan karhutla di Riau. Namun, satu heli water bombing harus digeser ke wilayah Kalimantan karena kondisi karhutla lebih besar.

Masing-masing heli ini memiliki water bucket dengan kapasitas minimum 4.000 liter.

Sejak ditetapkan darurat karhutla di Provinsi Riau, setidaknya tim Satgas Karhutla Udara telah menerbangkan 163 sorti dengan kemampuan mengangkut air hingga 50 juta 400 ribu liter air.

Hingga hari ini, tim Satgas Karhutla jalur udara masih memfokuskan operasi di wilayah Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, mengingat akses darat yang sulit dilalui.

Baca Juga [FULL] Status Tanggap Darurat Karhutla, Bupati Pelalawan Ungkap Progres Pemadaman di https://www.kompas.tv/nasional/687996/full-status-tanggap-darurat-karhutla-bupati-pelalawan-ungkap-progres-pemadaman

#karhutla #shalatistisqa #kemarau #kabutasap

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/687999/warga-pontianak-shalat-istisqa-memohon-kemarau-berakhir-dan-segera-turun-hujan-kompas-siang
Transkrip
00:04Masyarakat Kota Pontianak, Kalimantan Barat melaksanakan sholat Istuska di halaman Masjid Raya Mujahidin pada Sabtu pagi.
00:12Doa bersama untuk memohon turun hujan ini mengharapkan agar kabut asaf berkurang dan kualitas udara bisa kembali membaik.
00:30Sholat Istuska dimulai pukul 7 pagi tadi di halaman Masjid Raya Mujahidin, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
00:39Ribuan warga nampak hikmat mengikuti rangkaian sholat dan memanjatkan doa bersama.
00:46Wali Kota Pontianak, Edy Rusdi Kamtono menjelaskan, ibadah ini sebagai bentuk ikhtiar di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan.
00:54Terlebih, kondisi kabut asaf tebal yang terjadi sudah membuat kategori kualitas udara berkategori berbahaya.
01:03Sholat memohon turun hujan ini diharapkan bisa membuat cuaca kembali membaik dan musim kemarau segera berakhir.
01:16Ini kita baru saja melakukan sholat Istuska di halaman Masjid Raya Mujahidin.
01:22Dikuti oleh ribuan masyarakat pada Pontianak.
01:28Dan mereka kita meminta hujan yang berkah karena sudah dua bulan lebih tidak hujan.
01:32Dan ini dilaksanakan oleh DMI, Majid Raya Mujahidin, MUI.
01:38Mudah-mudahan semua ampunan dan doa masyarakat Kota Pontianak dan Galifantan Barat dikaburkan.
01:48Pak, kondisi karutlah hari ini di Kota Pontianak sendiri, Pak, seperti apa?
01:52Hasil pantauan kualitas udara kita sudah berbahaya, sudah-sudah empat hari ini.
02:00Jadi kita menjalankan untuk menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar.
02:06Dan kita berharap ini angin-angin yang dari daerah-daerah ini yang membawa asap ke kota ini
02:13yang menyebabkan kualitas udara di kota semakin memburuk.
02:22Empat heli waterbombing bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana
02:26disiapkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Riau.
02:30Sejak Februari, tim Satgas Udara telah menyeramkan lebih dari 50 juta liter ke wilayah titik api.
02:38Empat heli waterbombing disiapkan untuk membantu mengatasi karutlah yang terjadi di Provinsi Riau.
02:44Sebelumnya, ada lima heli waterbombing yang digunakan memadamkan karutlah di Riau.
02:49Namun, satu heli waterbombing harus digeser ke wilayah Kalimantan karena kondisi karutlah lebih besar.
02:57Masing-masing heli ini memiliki waterbucket dengan kapasitas minimum 4.000 liter.
03:03Sejak ditetapkan darurat karutlah di Provinsi Riau, setidaknya tim Satgas Karutlah Udara
03:09telah menerbangkan 163 sorti dengan kemampuan mengangkut air hingga 50.400.000 liter air.
03:17Hingga hari ini, tim Satgas Karutlah Jalur Udara masih memfokuskan operasi di wilayah kecamatan Kerumutan,
03:26Kabupaten Pelalawan, Riau mengingat akses darat yang sulit dilalui.
03:34Dari awal tahun, dari Februari, sejak ditetapkannya darurat karutlah di Provinsi Riau,
03:42kita itu sudah menerbangkan lebih kurang hampir 163 sorti terbang.
03:48Di mana kalau kita ukur itu hampir 50.400.000 liter air.
03:55Sejauh ini, waterbucket ini cukup efektif untuk memadamkan api.
04:00Ada beberapa titik api seperti sebelumnya terjadi di Pematang Pudu, di Sam-Sam Kandis, siak.
04:06Itu bisa kita padamkan.
04:08Dan sekarang kita fokusnya beberapa tak air ini memang masih di Kerumutan.
04:13Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan