00:04Masyarakat Kota Pontianak, Kalimantan Barat melaksanakan sholat Istuska di halaman Masjid Raya Mujahidin pada Sabtu pagi.
00:12Doa bersama untuk memohon turun hujan ini mengharapkan agar kabut asaf berkurang dan kualitas udara bisa kembali membaik.
00:30Sholat Istuska dimulai pukul 7 pagi tadi di halaman Masjid Raya Mujahidin, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
00:39Ribuan warga nampak hikmat mengikuti rangkaian sholat dan memanjatkan doa bersama.
00:46Wali Kota Pontianak, Edy Rusdi Kamtono menjelaskan, ibadah ini sebagai bentuk ikhtiar di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan.
00:54Terlebih, kondisi kabut asaf tebal yang terjadi sudah membuat kategori kualitas udara berkategori berbahaya.
01:03Sholat memohon turun hujan ini diharapkan bisa membuat cuaca kembali membaik dan musim kemarau segera berakhir.
01:16Ini kita baru saja melakukan sholat Istuska di halaman Masjid Raya Mujahidin.
01:22Dikuti oleh ribuan masyarakat pada Pontianak.
01:28Dan mereka kita meminta hujan yang berkah karena sudah dua bulan lebih tidak hujan.
01:32Dan ini dilaksanakan oleh DMI, Majid Raya Mujahidin, MUI.
01:38Mudah-mudahan semua ampunan dan doa masyarakat Kota Pontianak dan Galifantan Barat dikaburkan.
01:48Pak, kondisi karutlah hari ini di Kota Pontianak sendiri, Pak, seperti apa?
01:52Hasil pantauan kualitas udara kita sudah berbahaya, sudah-sudah empat hari ini.
02:00Jadi kita menjalankan untuk menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar.
02:06Dan kita berharap ini angin-angin yang dari daerah-daerah ini yang membawa asap ke kota ini
02:13yang menyebabkan kualitas udara di kota semakin memburuk.
02:22Empat heli waterbombing bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana
02:26disiapkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Riau.
02:30Sejak Februari, tim Satgas Udara telah menyeramkan lebih dari 50 juta liter ke wilayah titik api.
02:38Empat heli waterbombing disiapkan untuk membantu mengatasi karutlah yang terjadi di Provinsi Riau.
02:44Sebelumnya, ada lima heli waterbombing yang digunakan memadamkan karutlah di Riau.
02:49Namun, satu heli waterbombing harus digeser ke wilayah Kalimantan karena kondisi karutlah lebih besar.
02:57Masing-masing heli ini memiliki waterbucket dengan kapasitas minimum 4.000 liter.
03:03Sejak ditetapkan darurat karutlah di Provinsi Riau, setidaknya tim Satgas Karutlah Udara
03:09telah menerbangkan 163 sorti dengan kemampuan mengangkut air hingga 50.400.000 liter air.
03:17Hingga hari ini, tim Satgas Karutlah Jalur Udara masih memfokuskan operasi di wilayah kecamatan Kerumutan,
03:26Kabupaten Pelalawan, Riau mengingat akses darat yang sulit dilalui.
03:34Dari awal tahun, dari Februari, sejak ditetapkannya darurat karutlah di Provinsi Riau,
03:42kita itu sudah menerbangkan lebih kurang hampir 163 sorti terbang.
03:48Di mana kalau kita ukur itu hampir 50.400.000 liter air.
03:55Sejauh ini, waterbucket ini cukup efektif untuk memadamkan api.
04:00Ada beberapa titik api seperti sebelumnya terjadi di Pematang Pudu, di Sam-Sam Kandis, siak.
04:06Itu bisa kita padamkan.
04:08Dan sekarang kita fokusnya beberapa tak air ini memang masih di Kerumutan.
04:13Terima kasih.
Komentar