Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANJAR, KOMPAS.TV - Mendukung akselerasi program literasi daerah, sebuah kafe di Kota Martapura, Kabupaten Banjar kini sengaja dilengkapi dengan fasilitas pojok baca.

Terobosan literasi berbasis tempat nongkrong ini merupakan bentuk kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar dalam mendekatkan akses bahan bacaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menikmati secangkir kopi hangat sambil membaca buku kini mulai bergeser menjadi gaya hidup baru bagi generasi muda di Kota Martapura, Kabupaten Banjar. Seperti terlihat di Sega Coffee Brew.

Kafe populer ini secara khusus menyediakan pojok baca mini dengan sebutan Banjar Corner. Hadirnya fasilitas ini merupakan bagian dari strategi jemput bola Pemerintah Kabupaten Banjar yang menyasar kelompok muda.

Kini, tersedia sedikitnya 71 koleksi buku berbagai genre yang disuplai langsung oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar.

Terobosan ini pun disambut positif oleh pelaku usaha mandiri, karena selain mendukung gerakan minat baca, fasilitas ini nyata mampu meningkatkan angka kunjungan hingga lama waktu pelanggan bersantai.

Inovasi menggandeng mitra kafe ini menjadi strategi baru dari Dispersip Kabupaten Banjar guna memacu angka kegemaran membaca masyarakat yang hingga kini masih perlu dioptimalkan.

Melalui kemitraan ini, masyarakat tetap bisa mengakses buku di luar jam operasional resmi perpustakaan daerah.

Langkah ini diambil karena tingginya animo baca dari kalangan mahasiswa dan pelajar saat berada di luar rumah.

Melalui terobosan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar berharap kegiatan literasi dapat melekat kuat menjadi bagian dari tren positif anak muda. Sehingga, pada akhirnya, upaya ini mampu berdampak signifikan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Banjar.

Baca Juga Tak Biarkan Anak-Anak Kehilangan Ruang Belajar, Kementrans Turun Tangan Pulihkan MI Al-Ikhtiar di https://www.kompas.tv/advertorial/687968/tak-biarkan-anak-anak-kehilangan-ruang-belajar-kementrans-turun-tangan-pulihkan-mi-al-ikhtiar

#pojokbaca #literasi #kafe #coffeeshop

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/687981/nongkrong-sambil-baca-buku-kolaborasi-dispersip-banjar-dan-kafe-dorong-literasi-masyarakat
Transkrip
00:05Intro
00:08Kembali di Jurnal Nusantara
00:09Saudara mendukung akselerasi program literasi daerah
00:12Sebuah cafe di Kota Martapura, Kabupaten Banjar
00:15Kini sengaja dilengkapi dengan fasilitas pojok baca
00:18Rebosan literasi berbasis tempat nongkrong ini
00:21Merupakan bentuk kolaborasi dinas perpustakaan
00:24Dan kearsipan Kabupaten Banjar
00:26Dalam mendekatkan akses bahan bacaan
00:28Kepada masyarakat khususnya generasi muda
00:33Menikmati secangkir kopi hangat sambil membaca buku
00:36Kini mulai bergeser menjadi gaya hidup baru
00:38Bagi generasi muda di Kota Martapura, Kabupaten Banjar
00:41Seperti terlihat di Sega Coffee Brew
00:44Cafe populer ini secara khusus menyediakan pojok baca mini
00:48Dengan sebutan Banjar Karner
00:50Hadirnya fasilitas ini merupakan bagian dari strategi jemput bola
00:54Pemerintah Kabupaten Banjar yang menyasar kelompok muda
00:57Kini tersedia sedikitnya 71 koleksi buku berbagai genre
01:01Yang disuplai langsung oleh dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Banjar
01:07Terobosan ini pun disambut positif oleh pelaku usaha mandiri
01:10Selain mendukung gerakan minat baca
01:13Fasilitas ini nyatanya mampu meningkatkan angka kunjungan
01:16Hingga lama waktu pelanggan bersantai
01:19Sangat mendukung lah untuk di tempat kita
01:25Kebetulan juga selama kita opening sampai sekarang
01:28Banyak pelanggan yang memang datang ke tempat kita
01:32Tidak hanya untuk ngopi, makan, ataupun santai ngumpul-ngumpul
01:39Jadi tempat ngumpul, bahkan mereka bisa sambil membaca
01:44Inovasi menggandeng mitra cafe ini menjadi strategi baru
01:47Dari dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Banjar
01:50Guna memacu angka kegemaran membaca masyarakat
01:53Yang hingga kini masih perlu dioptimalkan
01:55Melalui kemitraan ini, masyarakat tetap bisa mengakses buku
01:59Di luar jam operasional resmi perpustakaan daerah
02:02Langkah ini diambil karena tingginya animo baca
02:05Dari kalangan mahasiswa dan pelajar saat berada di luar rumah
02:08Kami ingin masyarakat Kabupaten Banjar
02:13Semakin berkualitas, bermartabat
02:17Pengen mereka menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah
02:23Untuk membangun literasi yang berkualitas
02:25Kenapa kita ber-MUU, berkolaborasi dengan KPKP
02:30Kami juga ingin menyampaikan bahwa ini bukan tugas pemerintah daerah saja
02:36Tapi masyarakat-masyarakat atau owner-owner KPKP juga punya kontribusi yang positif
02:45Melalui terobosan ini, dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Banjar
02:49Berharap kegiatan literasi dapat melekat kuat
02:52Menjadi bagian dari tren positif anak muda
02:55Sehingga pada akhirnya, upaya ini mampu berdampak signifikan
02:59Pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Banjar
03:02Arpawi, Kompas TV Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
03:11Saudara kafe kini tak hanya menjadi tempat untuk bersantai dan bersosialisasi
03:16Di Kabupaten Banjar, sejumlah kafe juga mulai dimanfaatkan sebagai ruang literasi
03:21Melalui program pojok baca dari Dispersif Kabupaten Banjar
03:25Lalu sejauh mana program ini mampu menarik minat baca masyarakat
03:28Khususnya anak muda, kita akan berbincang langsung
03:30Dengan Kepala Dispersif Kabupaten Banjar, Kencanawati
03:35Ibu Kencanawati, salam sehat
03:37Salam sehat Mbak Oktah
03:39Oke Ibu, menarik tadi ya soal bagaimana kafe ini dipilih jadi lokasi ekspansi
03:43Lainan Perpustakaan, nah ini gimana maksudnya kafe ini jadi lokasi untuk pojok baca
03:50Dan lain sebagainya untuk anak muda terutama
03:52Baik Mbak Oktah, terima kasih
03:54Kita memang target kita karena perkembangan KP di Kabupaten Banjar
04:03Khususnya di kota Martapura atau kota-kota sekitarnya di Kabupaten Banjar
04:08Itu lumayan pesat perkembangan pembangunan kafe nya
04:14Nah jadi kami juga melihat ini potensi banyak anak-anak muda
04:18Anak-anak gen Z, gen X itu pada ini ya suka ke kafe, ngopi, nongkrong
04:25Kenapa sih kita nggak buka peluang nih untuk berkolaborasi dengan pemilik KP-KP yang ada di Kabupaten Banjar
04:33Khususnya di kota-kota tadi
04:35Biar anak-anak muda itu bisa lebih menyukai kafe, kopi, juga menyukai membaca di kafe
04:46Begitu Mbak
04:47Jadi kami berharap kafe itu bisa menjadi perpustakaan kedua
04:54Setelah perpustakaan kami yang ada di kota Matapura
04:59Atau perpustakaan daerah pemerintah Kabupaten Banjar
05:02Seperti itu Mbak Oktah
05:03Oke Ibu, jadi bagaimana pojok baca di kafe ini mengatasi keterbatasan jam operasional perpustakaan?
05:09Betul sekali, jadi kita pemerintah daerah sangat terbatas selain jam operasional
05:15Yang hanya sampai sesuai dengan jam kerja kita Mbak
05:19Kita juga dibatasi oleh SDM
05:22Nah dengan adanya Banjar Corner ini kan kita bisa buka sejak kafe buka
05:28Artinya kafe udah buka dari jam 10 silahkan pengunjung kafe itu bisa mengunjungi kafe
05:37Atau nanti setelah jam kerja
05:39Biasanya kan jam kerja jam sore sampai jam 10 malam itu
05:44Biasanya kan mereka udah pada nongkrong tuh jenuh pulang kerja
05:48Atau pulang dari kampus
05:50Sementara perpustakaan daerah kan batas jam kerjanya jam 4 sampai jam 5 saja Mbak Oktah
05:55Layanan kami
05:56Jadi Alhamdulillah itu juga menjadi alternatif bagi mereka
06:03Untuk meluangkan waktu di luar jam kerja yang dibatasi hanya sampai hari Jumat atau hari Sabtu Mbak Oktah
06:10Oke jadi melengkapi bagaimana game operasional perpustakaan ya Ibu ya
06:14Nah lantas untuk pemilihan 71 koleksi buku yang dilakukan ini seperti apa?
06:18Kemudian seberapa sering bukunya dirotasi Ibu Kencanawati?
06:23Kita melakukan kurasi sesuai dengan medianya
06:30Jadi kita karena di kafe kita sesuaikan juga genre bukunya Mbak Oktah
06:35Karena pengunjungan mungkin rata-rata anak-anak muda
06:39Sedikit anak ada juga yang dewasa dan juga ada anak kadang-kadang ada keluarga yang bawa anak kecil
06:44Kalau yang jam-jam hari libur atau jam-jam di luar jam sekolah
06:49Itu biasanya kami mengkurasinya
06:52Kami pilih buku-buku yang sesuai dengan kekinian lah
06:58Artinya lagi bestseller
07:00Mungkin seperti misalnya saat ini kan anak-anak muda ini lagi
07:04Lagi ini ya
07:05Senang baca karya-karya Tan Malaka
07:08Karena kondisi memang saat ini lagi anu ya
07:13Anak-anak muda lagi senang melihat hal-hal yang kritis seperti itu
07:20Jadi kita menyediakan buku-buku seperti itu
07:22Juga kita menyediakan novel-novel karena
07:25Berdasarkan hasil dari identifikasi di perpustakaan kami
07:30Di perpustakaan daerah itu
07:32Banyak pengunjung itu mencari novel-novel Mbak Oktah
07:37Dan juga kita menyediakan juga buku-buku anak-anak
07:40Jadi ada beberapa buku-buku anak-anak
07:43Yang nanti anak-anak itu bisa sambil nunggu disajikan
07:49Kopi atau makanan itu mereka bisa sambil buka-buka buku
07:52Bersama orang tua atau keluarga mereka
07:55Seperti itu Mbak Oktah
07:56Oke berarti memang
07:57Jadi memang ada beragam jenis genre buku
08:01Maupun juga bisa untuk berbagai jenis umur gitu ya Ibu
08:04Nah lantas untuk bentuk komitmen ataupun MOU-nya ini seperti apa
08:07Kemudian ada syarat gak bu untuk kafe lain bisa bergabung
08:10Untuk menyediakan perpustakaan mini ini
08:11Ya kita komitmennya karena ini sebetulnya bentuk dari perpustakaan mandiri ya Mbak Oktah
08:19Kita komitmennya ini kita saling mendukung
08:23Saling menguntungkan kedua belah pihak
08:25Kami pemerintah daerah melalui MOU
08:28Synergis itu menyediakan
08:31Berkomitmen menyediakan koleksi buku
08:33Tadi sesuai dengan genre
08:34Dengan buku yang memang lagi kekinian
08:37Atau buku yang sedih
08:38Apalagi viral
08:40Kemudian kita juga menyediakan
08:42Apa
08:43Fasilitas-fasilitas
08:45Seperti mungkin kita melakukan
08:47Secara berkala inventarisasi
08:51Mencek buku
08:52Dan koordinasi lainnya
08:54Nah untuk si kafe itu menyediakan tempat yang aman dan nyaman
08:59Dan juga memastikan kebersihan setiap hari juga memonitor
09:03Keberadaan buku-buku itu dalam keadaan bersih, rapi, dan lain-lain
09:08Seperti itu dan komitmen ini berlakunya maksimal satu tahun Mbak Oktah
09:13Jadi bisa diperpanjang
09:14Kalau memang dirasa itu bisa untuk diteruskan lagi
09:18Seperti itu
09:19Oke yang menarik juga soal bagaimana mengukur efektivitas program
09:22Dalam meningkatkan minat bacanya
09:24Ini seperti apa yang dilakukan dispersif Ibu?
09:26Ya kita mengukurnya
09:28Kita melakukan minimal
09:30Minimal itu 2 bulan sampai 3 bulan sekali
09:32Kita melakukan evaluasi
09:34Monitoring
09:35Ke Banjar Corner Mbak Oktah
09:37Di sana kita akan mencek
09:39Karena itu kan akan kelihatan tuh di sistem
09:41Karena nanti mereka kan di sana berkunjung itu
09:44Bisa baca di tempat
09:45Bisa juga nanti mereka pinjam
09:48Dengan men-scan barcode di sana
09:51Nanti terdaftar juga bisa menjadi anggota juga
09:54Tidak perlu ke perpustakaan Mbak Oktah
09:56Bisa langsung di sana mendaftar jadi anggota
09:58Pinjam buku yang ada di situ
09:59Nah nanti akan terdata di aplikasi kami
10:02Berapa pengunjung yang pinjam buku
10:05Berapa pengunjung yang sudah menjadi anggota
10:08Dan berapa yang sudah membaca di tempat
10:11Karena baca di situ pun mereka juga ada input Mbak
10:14Seperti presensi Mbak Oktah
10:16Jadi mereka mengambil buku
10:17Mereka meng-input data bahwa mereka baca hari itu
10:20Seperti itu sementara Mbak Oktah
10:21Kita memantaunya
10:22Dan Alhamdulillah
10:24Sampai hari ini
10:25Untuk secara efektivitas dan efisiensi
10:27Terasa banget Mbak Oktah
10:29Kita bisa lebih efisien waktu dan SDM
10:32Karena by aplikasi online
10:35Dan efektifnya ya juga
10:36Mereka juga nggak bisa mendapatkan buku
10:40Sesuai dengan harapan mereka
10:42Karena juga bisa ngecek juga
10:43Pakai aplikasi lain
10:45Seperti Imatapura Mbak Oktah
10:46Oke, Ibu ini terakhir singkat saja
10:49Jadi saat ini sudah ada beberapa titik
10:51Kemudian targetnya bagaimana
10:53Lalu harapannya dari dispersif seperti apa?
10:55Kita hari ini
10:57Karena ini juga baru launching bulan Juli kemarin Mbak Oktah
11:00Kita baru dua titik
11:01Dan kita nanti
11:03Bulan sekitar September, Oktober
11:04Kita nanti nambah dua titik lagi
11:06Mbak Oktah
11:06Kita lihat yang pertumbuhan
11:08Pusat pertumbuhan KP yang pesat
11:10Yang penduduknya tinggi
11:12Yang strategis
11:12Untuk membangun literasi
11:14Di situ
11:15Dan tentunya
11:16Semua KP
11:17Kalau ingin bergabung
11:20Insya Allah bisa
11:21Mbak Oktah
11:22Kita siap menyediakan
11:24Atau membuat perjanjian
11:26Atau melakukan kerjasama
11:28Dengan KP-KP tersebut
11:29Jadi insya Allah
11:30Kita seluruh daerah
11:31Di Kabupaten Banjar
11:32Yang memiliki titik-titik
11:34Pusat pembangunan
11:35Apa
11:36Pembangunan KP yang
11:37Yang strategis
11:39Akan kami saksar
11:40Dan mereka juga mungkin
11:41Bisa mengajukan
11:42Dan kami siap
11:43Mengakomodir
11:45Seperti itu Mbak Oktah
11:47Oke luar biasa
11:47Harapan kami
11:48Mbak Oktah
11:49Harapan kami
11:50Tentunya ini
11:51Sinergis yang luar biasa
11:53Antara
11:55Usaha
11:56UMKM
11:57Yang ada di Kabupaten Banjar
11:59Karena pembangunan literasi
12:00Itu
12:00Sekali lagi
12:01Tidak bisa kita
12:03Pemerintah daerah
12:04Kerjakan sendiri
12:04Kami perlu
12:06Bersinergis
12:07Perlu berkolaborasi
12:08Dengan pihak-pihak
12:09Yang bisa
12:09Mensufat
12:10Dan berkontribusi
12:11Salah satunya
12:12Yang pemilih KP
12:13Kami juga berharap
12:14Semua KP-KP
12:15Yang di Kabupaten Banjar
12:17Tanpa
12:18Ataupun
12:20Berkerjasama
12:21Ataupun tanpa
12:21Kerjasama dengan kami
12:22Tetap menyediakan
12:23Pojok-pojok baca
12:24Untuk
12:26Apa
12:26Pengunjung KP mereka
12:28Agar bisa membangun
12:29Budaya baca
12:30Yang lebih masif
12:31Bagi
12:32Khususnya
12:33Bagi penduduk
12:34Masyarakat di
12:35Kabupaten Banjar
12:36Melalui
12:37Keberadaan KP-KP
12:38Tersebut
12:39Mbak Oktah
12:39Oke harap
12:40Harapannya
12:41Tidak hanya bisa
12:41Memajukan UMKM
12:42Tapi juga meningkatkan
12:43Minat baca
12:44Melalui program
12:44Pojok baca
12:45Terima kasih
12:46Ibu Kencana
12:46Wati
12:47Kepala Dispersif
12:48Kabupaten Banjar
12:48Sudah bersama di
12:49Jurnal Nusantara
12:50Sehat selalu
12:52Sama-sama
12:52Makasih
Komentar

Dianjurkan