00:05Intro
00:08Kembali di Jurnal Nusantara
00:09Saudara mendukung akselerasi program literasi daerah
00:12Sebuah cafe di Kota Martapura, Kabupaten Banjar
00:15Kini sengaja dilengkapi dengan fasilitas pojok baca
00:18Rebosan literasi berbasis tempat nongkrong ini
00:21Merupakan bentuk kolaborasi dinas perpustakaan
00:24Dan kearsipan Kabupaten Banjar
00:26Dalam mendekatkan akses bahan bacaan
00:28Kepada masyarakat khususnya generasi muda
00:33Menikmati secangkir kopi hangat sambil membaca buku
00:36Kini mulai bergeser menjadi gaya hidup baru
00:38Bagi generasi muda di Kota Martapura, Kabupaten Banjar
00:41Seperti terlihat di Sega Coffee Brew
00:44Cafe populer ini secara khusus menyediakan pojok baca mini
00:48Dengan sebutan Banjar Karner
00:50Hadirnya fasilitas ini merupakan bagian dari strategi jemput bola
00:54Pemerintah Kabupaten Banjar yang menyasar kelompok muda
00:57Kini tersedia sedikitnya 71 koleksi buku berbagai genre
01:01Yang disuplai langsung oleh dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Banjar
01:07Terobosan ini pun disambut positif oleh pelaku usaha mandiri
01:10Selain mendukung gerakan minat baca
01:13Fasilitas ini nyatanya mampu meningkatkan angka kunjungan
01:16Hingga lama waktu pelanggan bersantai
01:19Sangat mendukung lah untuk di tempat kita
01:25Kebetulan juga selama kita opening sampai sekarang
01:28Banyak pelanggan yang memang datang ke tempat kita
01:32Tidak hanya untuk ngopi, makan, ataupun santai ngumpul-ngumpul
01:39Jadi tempat ngumpul, bahkan mereka bisa sambil membaca
01:44Inovasi menggandeng mitra cafe ini menjadi strategi baru
01:47Dari dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Banjar
01:50Guna memacu angka kegemaran membaca masyarakat
01:53Yang hingga kini masih perlu dioptimalkan
01:55Melalui kemitraan ini, masyarakat tetap bisa mengakses buku
01:59Di luar jam operasional resmi perpustakaan daerah
02:02Langkah ini diambil karena tingginya animo baca
02:05Dari kalangan mahasiswa dan pelajar saat berada di luar rumah
02:08Kami ingin masyarakat Kabupaten Banjar
02:13Semakin berkualitas, bermartabat
02:17Pengen mereka menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah
02:23Untuk membangun literasi yang berkualitas
02:25Kenapa kita ber-MUU, berkolaborasi dengan KPKP
02:30Kami juga ingin menyampaikan bahwa ini bukan tugas pemerintah daerah saja
02:36Tapi masyarakat-masyarakat atau owner-owner KPKP juga punya kontribusi yang positif
02:45Melalui terobosan ini, dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Banjar
02:49Berharap kegiatan literasi dapat melekat kuat
02:52Menjadi bagian dari tren positif anak muda
02:55Sehingga pada akhirnya, upaya ini mampu berdampak signifikan
02:59Pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Banjar
03:02Arpawi, Kompas TV Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
03:11Saudara kafe kini tak hanya menjadi tempat untuk bersantai dan bersosialisasi
03:16Di Kabupaten Banjar, sejumlah kafe juga mulai dimanfaatkan sebagai ruang literasi
03:21Melalui program pojok baca dari Dispersif Kabupaten Banjar
03:25Lalu sejauh mana program ini mampu menarik minat baca masyarakat
03:28Khususnya anak muda, kita akan berbincang langsung
03:30Dengan Kepala Dispersif Kabupaten Banjar, Kencanawati
03:35Ibu Kencanawati, salam sehat
03:37Salam sehat Mbak Oktah
03:39Oke Ibu, menarik tadi ya soal bagaimana kafe ini dipilih jadi lokasi ekspansi
03:43Lainan Perpustakaan, nah ini gimana maksudnya kafe ini jadi lokasi untuk pojok baca
03:50Dan lain sebagainya untuk anak muda terutama
03:52Baik Mbak Oktah, terima kasih
03:54Kita memang target kita karena perkembangan KP di Kabupaten Banjar
04:03Khususnya di kota Martapura atau kota-kota sekitarnya di Kabupaten Banjar
04:08Itu lumayan pesat perkembangan pembangunan kafe nya
04:14Nah jadi kami juga melihat ini potensi banyak anak-anak muda
04:18Anak-anak gen Z, gen X itu pada ini ya suka ke kafe, ngopi, nongkrong
04:25Kenapa sih kita nggak buka peluang nih untuk berkolaborasi dengan pemilik KP-KP yang ada di Kabupaten Banjar
04:33Khususnya di kota-kota tadi
04:35Biar anak-anak muda itu bisa lebih menyukai kafe, kopi, juga menyukai membaca di kafe
04:46Begitu Mbak
04:47Jadi kami berharap kafe itu bisa menjadi perpustakaan kedua
04:54Setelah perpustakaan kami yang ada di kota Matapura
04:59Atau perpustakaan daerah pemerintah Kabupaten Banjar
05:02Seperti itu Mbak Oktah
05:03Oke Ibu, jadi bagaimana pojok baca di kafe ini mengatasi keterbatasan jam operasional perpustakaan?
05:09Betul sekali, jadi kita pemerintah daerah sangat terbatas selain jam operasional
05:15Yang hanya sampai sesuai dengan jam kerja kita Mbak
05:19Kita juga dibatasi oleh SDM
05:22Nah dengan adanya Banjar Corner ini kan kita bisa buka sejak kafe buka
05:28Artinya kafe udah buka dari jam 10 silahkan pengunjung kafe itu bisa mengunjungi kafe
05:37Atau nanti setelah jam kerja
05:39Biasanya kan jam kerja jam sore sampai jam 10 malam itu
05:44Biasanya kan mereka udah pada nongkrong tuh jenuh pulang kerja
05:48Atau pulang dari kampus
05:50Sementara perpustakaan daerah kan batas jam kerjanya jam 4 sampai jam 5 saja Mbak Oktah
05:55Layanan kami
05:56Jadi Alhamdulillah itu juga menjadi alternatif bagi mereka
06:03Untuk meluangkan waktu di luar jam kerja yang dibatasi hanya sampai hari Jumat atau hari Sabtu Mbak Oktah
06:10Oke jadi melengkapi bagaimana game operasional perpustakaan ya Ibu ya
06:14Nah lantas untuk pemilihan 71 koleksi buku yang dilakukan ini seperti apa?
06:18Kemudian seberapa sering bukunya dirotasi Ibu Kencanawati?
06:23Kita melakukan kurasi sesuai dengan medianya
06:30Jadi kita karena di kafe kita sesuaikan juga genre bukunya Mbak Oktah
06:35Karena pengunjungan mungkin rata-rata anak-anak muda
06:39Sedikit anak ada juga yang dewasa dan juga ada anak kadang-kadang ada keluarga yang bawa anak kecil
06:44Kalau yang jam-jam hari libur atau jam-jam di luar jam sekolah
06:49Itu biasanya kami mengkurasinya
06:52Kami pilih buku-buku yang sesuai dengan kekinian lah
06:58Artinya lagi bestseller
07:00Mungkin seperti misalnya saat ini kan anak-anak muda ini lagi
07:04Lagi ini ya
07:05Senang baca karya-karya Tan Malaka
07:08Karena kondisi memang saat ini lagi anu ya
07:13Anak-anak muda lagi senang melihat hal-hal yang kritis seperti itu
07:20Jadi kita menyediakan buku-buku seperti itu
07:22Juga kita menyediakan novel-novel karena
07:25Berdasarkan hasil dari identifikasi di perpustakaan kami
07:30Di perpustakaan daerah itu
07:32Banyak pengunjung itu mencari novel-novel Mbak Oktah
07:37Dan juga kita menyediakan juga buku-buku anak-anak
07:40Jadi ada beberapa buku-buku anak-anak
07:43Yang nanti anak-anak itu bisa sambil nunggu disajikan
07:49Kopi atau makanan itu mereka bisa sambil buka-buka buku
07:52Bersama orang tua atau keluarga mereka
07:55Seperti itu Mbak Oktah
07:56Oke berarti memang
07:57Jadi memang ada beragam jenis genre buku
08:01Maupun juga bisa untuk berbagai jenis umur gitu ya Ibu
08:04Nah lantas untuk bentuk komitmen ataupun MOU-nya ini seperti apa
08:07Kemudian ada syarat gak bu untuk kafe lain bisa bergabung
08:10Untuk menyediakan perpustakaan mini ini
08:11Ya kita komitmennya karena ini sebetulnya bentuk dari perpustakaan mandiri ya Mbak Oktah
08:19Kita komitmennya ini kita saling mendukung
08:23Saling menguntungkan kedua belah pihak
08:25Kami pemerintah daerah melalui MOU
08:28Synergis itu menyediakan
08:31Berkomitmen menyediakan koleksi buku
08:33Tadi sesuai dengan genre
08:34Dengan buku yang memang lagi kekinian
08:37Atau buku yang sedih
08:38Apalagi viral
08:40Kemudian kita juga menyediakan
08:42Apa
08:43Fasilitas-fasilitas
08:45Seperti mungkin kita melakukan
08:47Secara berkala inventarisasi
08:51Mencek buku
08:52Dan koordinasi lainnya
08:54Nah untuk si kafe itu menyediakan tempat yang aman dan nyaman
08:59Dan juga memastikan kebersihan setiap hari juga memonitor
09:03Keberadaan buku-buku itu dalam keadaan bersih, rapi, dan lain-lain
09:08Seperti itu dan komitmen ini berlakunya maksimal satu tahun Mbak Oktah
09:13Jadi bisa diperpanjang
09:14Kalau memang dirasa itu bisa untuk diteruskan lagi
09:18Seperti itu
09:19Oke yang menarik juga soal bagaimana mengukur efektivitas program
09:22Dalam meningkatkan minat bacanya
09:24Ini seperti apa yang dilakukan dispersif Ibu?
09:26Ya kita mengukurnya
09:28Kita melakukan minimal
09:30Minimal itu 2 bulan sampai 3 bulan sekali
09:32Kita melakukan evaluasi
09:34Monitoring
09:35Ke Banjar Corner Mbak Oktah
09:37Di sana kita akan mencek
09:39Karena itu kan akan kelihatan tuh di sistem
09:41Karena nanti mereka kan di sana berkunjung itu
09:44Bisa baca di tempat
09:45Bisa juga nanti mereka pinjam
09:48Dengan men-scan barcode di sana
09:51Nanti terdaftar juga bisa menjadi anggota juga
09:54Tidak perlu ke perpustakaan Mbak Oktah
09:56Bisa langsung di sana mendaftar jadi anggota
09:58Pinjam buku yang ada di situ
09:59Nah nanti akan terdata di aplikasi kami
10:02Berapa pengunjung yang pinjam buku
10:05Berapa pengunjung yang sudah menjadi anggota
10:08Dan berapa yang sudah membaca di tempat
10:11Karena baca di situ pun mereka juga ada input Mbak
10:14Seperti presensi Mbak Oktah
10:16Jadi mereka mengambil buku
10:17Mereka meng-input data bahwa mereka baca hari itu
10:20Seperti itu sementara Mbak Oktah
10:21Kita memantaunya
10:22Dan Alhamdulillah
10:24Sampai hari ini
10:25Untuk secara efektivitas dan efisiensi
10:27Terasa banget Mbak Oktah
10:29Kita bisa lebih efisien waktu dan SDM
10:32Karena by aplikasi online
10:35Dan efektifnya ya juga
10:36Mereka juga nggak bisa mendapatkan buku
10:40Sesuai dengan harapan mereka
10:42Karena juga bisa ngecek juga
10:43Pakai aplikasi lain
10:45Seperti Imatapura Mbak Oktah
10:46Oke, Ibu ini terakhir singkat saja
10:49Jadi saat ini sudah ada beberapa titik
10:51Kemudian targetnya bagaimana
10:53Lalu harapannya dari dispersif seperti apa?
10:55Kita hari ini
10:57Karena ini juga baru launching bulan Juli kemarin Mbak Oktah
11:00Kita baru dua titik
11:01Dan kita nanti
11:03Bulan sekitar September, Oktober
11:04Kita nanti nambah dua titik lagi
11:06Mbak Oktah
11:06Kita lihat yang pertumbuhan
11:08Pusat pertumbuhan KP yang pesat
11:10Yang penduduknya tinggi
11:12Yang strategis
11:12Untuk membangun literasi
11:14Di situ
11:15Dan tentunya
11:16Semua KP
11:17Kalau ingin bergabung
11:20Insya Allah bisa
11:21Mbak Oktah
11:22Kita siap menyediakan
11:24Atau membuat perjanjian
11:26Atau melakukan kerjasama
11:28Dengan KP-KP tersebut
11:29Jadi insya Allah
11:30Kita seluruh daerah
11:31Di Kabupaten Banjar
11:32Yang memiliki titik-titik
11:34Pusat pembangunan
11:35Apa
11:36Pembangunan KP yang
11:37Yang strategis
11:39Akan kami saksar
11:40Dan mereka juga mungkin
11:41Bisa mengajukan
11:42Dan kami siap
11:43Mengakomodir
11:45Seperti itu Mbak Oktah
11:47Oke luar biasa
11:47Harapan kami
11:48Mbak Oktah
11:49Harapan kami
11:50Tentunya ini
11:51Sinergis yang luar biasa
11:53Antara
11:55Usaha
11:56UMKM
11:57Yang ada di Kabupaten Banjar
11:59Karena pembangunan literasi
12:00Itu
12:00Sekali lagi
12:01Tidak bisa kita
12:03Pemerintah daerah
12:04Kerjakan sendiri
12:04Kami perlu
12:06Bersinergis
12:07Perlu berkolaborasi
12:08Dengan pihak-pihak
12:09Yang bisa
12:09Mensufat
12:10Dan berkontribusi
12:11Salah satunya
12:12Yang pemilih KP
12:13Kami juga berharap
12:14Semua KP-KP
12:15Yang di Kabupaten Banjar
12:17Tanpa
12:18Ataupun
12:20Berkerjasama
12:21Ataupun tanpa
12:21Kerjasama dengan kami
12:22Tetap menyediakan
12:23Pojok-pojok baca
12:24Untuk
12:26Apa
12:26Pengunjung KP mereka
12:28Agar bisa membangun
12:29Budaya baca
12:30Yang lebih masif
12:31Bagi
12:32Khususnya
12:33Bagi penduduk
12:34Masyarakat di
12:35Kabupaten Banjar
12:36Melalui
12:37Keberadaan KP-KP
12:38Tersebut
12:39Mbak Oktah
12:39Oke harap
12:40Harapannya
12:41Tidak hanya bisa
12:41Memajukan UMKM
12:42Tapi juga meningkatkan
12:43Minat baca
12:44Melalui program
12:44Pojok baca
12:45Terima kasih
12:46Ibu Kencana
12:46Wati
12:47Kepala Dispersif
12:48Kabupaten Banjar
12:48Sudah bersama di
12:49Jurnal Nusantara
12:50Sehat selalu
12:52Sama-sama
12:52Makasih
Komentar