Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU, Yenny Wahid menyoroti pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Muktamar ke-35.

"Saya berharap bahwa kepengurusan NU ke depan itu tidak politik praktis, tetapi berpolitik kebangsaan. Jadi bahwa NU harus berpolitik karena NU adalah organisasi Islam terbesar di dunia pada saat ini," ujar Yenny Wahid pada Sabtu (29/8/2026).

"Sehingga NU tentu bersentuhan dengan politik, dengan isu politik, namun bukan berarti kemudian NU harus menjadi alatnya salah satu partai. NU harus berdiri di atas kepentingan semua partai, NU harus berdiri untuk kepentingan politik masyarakat," lanjutnya (time code 9:08).

Baca Juga Sekretaris Muktamar ke-35 NU Jelaskan Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU: Pilihan yang Lama atau Baru? di https://www.kompas.tv/nasional/687994/sekretaris-muktamar-ke-35-nu-jelaskan-mekanisme-pemilihan-ketum-pbnu-pilihan-yang-lama-atau-baru

#nadhlatululama #muktamar #pbnu



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687998/full-yenny-wahid-soroti-pemilihan-ketum-pbnu-di-muktamar-ke-35-singgung-sikap-politik
Transkrip
00:00Juga kita sudah tergabung bersama dengan Yeni Wahid, Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU.
00:08Selamat pagi, Assalamualaikum Mbak Yeni.
00:12Selamat pagi, Waalaikumsalam, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:15Baik, Mbak Yeni, untuk muktamar kali ini tentunya tujuan dan juga agendanya sudah pasti soal salah satunya pemilihan ketua umum.
00:26Tapi untuk setujuan strategis NU terutama, untuk juga menjawab persoalan bangsa seperti apa, Mbak Yeni?
00:33Jadi, kalau dalam Islam itu kita mengenal dua hal, Mas. Kita mengenal yang namanya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:40Jadi ada yang tetap, ada yang berubah.
00:43Nah, kalau yang berubah, pemilihan ketua umum itu pasti setiap utama akan ada perubahan.
00:47Tapi yang tetap, yang jelas, selalu pasti menjadi tujuan dari NU adalah bahwa kita, NU itu tidak berubah kepada persoalan
00:59menjaga akidah aswajah.
01:02Lalu kemudian yang kedua, memastikan bahwa kesejahteraan masyarakat menjadi persoalan yang menjadi fokus dari NU.
01:11Dan yang ketiga, NU itu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
01:15Jadi itu tiga, ya, yang tidak berubah sampai kapanpun siapapun yang akan terpilih waktu nanti.
01:22Itu kira-kira. Jadi, dalam hal ini, NU tidak hanya memiliki ketua umum, karena ketua umum itu hanyalah wasilah atau
01:32alat saja.
01:33Tapi gaya atau tujuan utama diadakan di utama adalah bahwa seluruh muktamirin berkumpul
01:40untuk bicara, untuk berdiskusi mengenai persoalan-persoalan yang ada di bangsa ini.
01:48Dan kemudian bersama-sama berpikir dari sudut pandang keislaman, bagaimana pandangan Islam mengenai masalah-masalah tersebut.
01:58Dan kemudian para ulama melalui forum Bahtul Masail berdiskusi mengenai bagaimana menetapkan pandangannya mengenai masalah-masalah tersebut sehingga bisa menjadi
02:10pegangan bagi umat.
02:11Baik. Mbak Yeni, tentunya selain soal tadi, apa yang kemudian difokuskan oleh NU untuk menjawab berbagai persoalan,
02:21tapi juga bagaimana rekonstitulasi internal di tubuh PBNU sendiri, terutama juga yang saat ini sedang menjadi fokus adalah
02:28bagaimana perbedaan pandangan soal mekanisme pemilihan ketua umum PBNU. Bagaimana Anda melihatnya, Mbak Yeni?
02:34Betul. Kita tentu sangat berharap bahwa muktamar ini kemudian bisa menyatukan semua faksi-faksi yang kemarin tidak bisa dipungkiri,
02:44sempat mengalami ketegangan dalam beberapa bulan terakhir.
02:47Kita sama-sama tahu bahwa dalam konon asasi, keutuhan dari organisasi NU itu menjadi yang paling utama.
02:55Ini selalu diingatkan oleh Haberti Syekhi, Haji Asyum Asyari, bahwa keutuhan itu yang paling utama.
03:00Nah, jadi kita berharap bahwa semangat persatuan dan kesatuan itu dipahami betul oleh para muktamirin,
03:08sehingga dalam proses pelaksanaan pemilihan ketua umum dan roh isam ke depan nanti,
03:15tidak ada gontok-gontokan mengenai mekanisme. Mekanisme hanyalah alat saja.
03:19Tetapi tujuan yang paling utamanya tetap adalah kita akan mencari nakoda baru yang akan memimpin NU 5 tahun ke depan,
03:27dan kita harapkan bahwa sosok yang akan terpilih adalah sosok yang bisa merangkul semua golongan,
03:34merangkul semua vaksi yang ada.
03:36Rekonsiliasi menjadi wajah utama, menjadi salah satu output utama dari muktamir NU kali ini yang berlangsung dicombang.
03:44Oke, kemudian menurut pandangan Mbak ini juga,
03:48sosok yang seharusnya nanti menjadi ketua umum PBNU maupun juga Roy Samini,
03:52sosok yang seperti apa untuk tadi, lagi-lagi bisa merangkul semua vaksi dan membuat internal PBNU semakin kuat?
04:01Sosok yang ke depan, sosok pemimpin NU ke depan tentu harapan saya ini.
04:06Saya bukan sukses siapapun ya.
04:09Jadi harapan saya adalah sosok yang bisa mengayomi,
04:13yang bisa memberikan keteduhan bagi semua vaksi yang ada,
04:19tidak ada lagi perpecahan ya, karena perpecahan itu hal yang sangat-sangat jelek sekali.
04:25Seperti selalu, jelas sekali dalam konon asasi.
04:28Lalu kemudian yang kedua adalah orang yang tentunya bisa menjadi mitra pemerintah,
04:33tetapi tidak melupakan kuara dan cerita hati rakyat.
04:37Itu yang paling penting.
04:38Jadi saya hanya ingin bercerita sedikit tentang apa yang saya lihat dalam perjalanan ayah saya ketika memimpin NU.
04:45Dulu Guzdur sering mengajak Mbak Tutut Putri Presiden Soeharto berkunjung ke pesantra-pesantren.
04:53Tetapi hal itu tidak mengurangi kekritisan Guzdur terhadap berbagai macam kebijakan Presiden Soeharto
04:59yang waktu itu dianggap mungkin bertentangan dengan demokrasi dan lain sebagainya.
05:04Jadi Ketua Umum NU ke depan haruslah bisa adalah orang yang bisa mengaruhi ini semua,
05:10tetap bisa menjadi jembatan dialog antara masyarakat dengan pemerintah,
05:15menjadi penyambung suara hati masyarakat,
05:18lalu juga bisa membantu pemerintah untuk menenangkan masyarakat.
05:23Berbagai macam persoalan-persoalan yang ada di masyarakat pada saat ini,
05:27kenaikan harga pokok, dan lain sebagainya,
05:31semua hal yang menjadi isu kegelisah di masyarakat,
05:34itu hendaknya bisa diperjuangkan oleh PBNU ke depan,
05:38sehingga tercipta perasaan didengar di masyarakat,
05:47tapi pemerintah juga mendengar apa yang ada di masyarakat.
05:51Bisa membuat kebijakan-kebijakan,
05:53yang memang selaras dengan tujuan kita berbangsa dan bernegara,
05:56yaitu menciptakan negara yang mahmud dan sejahtera.
05:59Oke, kemudian dengan persoalan negara yang mungkin saat ini menjadi sorotan gitu Mbak Yeni,
06:05banyak sekali yang menjadi sorotan soal bencana di NTT,
06:08kemudian kebakaran hutan dan juga lahan di Kalimantan,
06:10dan Sumatera, dan beberapa wilayah lain,
06:13terkait juga soal ekonomi kita saat ini juga masih menghadapi banyak tantangan.
06:17Kemudian apa yang kita harapkan bisa direkomendasikan oleh NU,
06:21dan juga bisa disarankan oleh NU kepada pemerintah,
06:23tentunya untuk mengatasi semua persoalan ini?
06:33Ya, betul. Jadi memang dalam muktamar kali ini juga ada forum-forum masyarakat untuk membahas ekonomi,
06:40isu kesejahteraan guru, isu lingkungan hidup,
06:45isu geopolitik, dan lain sebagainya.
06:47Nah, itu semua dibahas. Dan kita berharap nanti bahwa isu-isu tersebut kemudian bisa diperkuat dengan dalil-dalil agama,
06:57sehingga menjadi pegangan bagi kita semua dalam menentukan sikap.
07:01Dan kemudian isu-isu ini, rekomendasi ini bisa dibawa ke pemerintah,
07:05dan semoga kemudian juga bisa didengar dan bisa menjadi masukan bagi pemerintah
07:10untuk membuat kebijakan-kebijakan yang pro rakyat ke depannya nanti.
07:15Oke, tentunya NU kita harapkan juga tidak hanya berjalan bersama pemerintah,
07:20tapi juga bisa memberikan masukan-masukan tentu Mbak Yeni untuk ke depannya bangsa lebih baik lagi.
07:25Kemudian, kritik seperti apa, ataupun saran seperti apa,
07:29yang bentuknya seperti apa gitu Mbak Yeni tentunya,
07:32biar sama-sama kita berkembang sebagai sebuah bangsa yang besar.
07:38NU itu menjadi mitra pemerintah tetapi pelindung masyarakat.
07:43Jadi tidak boleh hanya satu sisi.
07:45NU harus bisa menjadi penyambung lidah masyarakat,
07:49supaya pemerintah bisa mendengar apa yang menjadi keresahan,
07:54apa yang menjadi kepisahan masyarakat.
07:56Nah, jadi NU harus selalu berada di tengah-tengah.
07:59NU sifatnya memang selalu di tengah, selalu moderat.
08:03Nah, jadi tidak boleh kemudian hanya membela pemerintah,
08:09misalnya tidak boleh seperti itu.
08:10Pemerintah harus didukung ketika program-programnya memang berkaitan langsung
08:14dengan kesejahteraan rakyat.
08:16Nah, rakyat juga harus ditenangkan ketika ada hal-hal yang mengarah kepada anarkisme.
08:22Jadi NU berada di tengah untuk melakukan dialog dengan semua pihak
08:28untuk mengajak semua pihak berdiri di tengah,
08:31saling mendengarkan, saling bernegosiasi, saling berdialog,
08:35dan semua berpikir untuk kepentingan umat,
08:39kepentingan masyarakat, kepentingan bangsa dan negara.
08:41Oke, terakhir, Mbak Yeni.
08:44Yang Mbak Yeni harapkan juga nanti ketika Muktamar sudah selesai,
08:48Ketua Umum sudah terpilih,
08:50Roh Isam juga sudah terpilih,
08:52Ahwah terpilih.
08:52Apa yang kemudian nanti bisa Anda sarankan juga untuk ke depannya,
08:55organisasi ini bisa berjalan lebih baik untuk 5 tahun ke depan, Mbak Yeni?
09:00Ya, saya berharap bahwa kepengurusan NU ke depan itu tidak politik praktis,
09:08tetapi berpolitik kebangsaan.
09:10Jadi, bahwa NU harus berpolitik karena NU adalah organisasi Islam terbesar di dunia,
09:17ya, pada saat ini.
09:18Sehingga NU tentu bersentuhan dengan politik, politik, politik, politik, ya.
09:23Dengan istri-istri politik.
09:24Namun, bukan berarti kemudian NU harus menjadi alatnya salah satu partai.
09:29NU harus berdiri di atas kepentingan semua partai.
09:32NU harus berdiri untuk kepentingan politik masyarakat.
09:36Itu harapan saya.
09:37Jadi, bisa tegas mengayomi semua partai.
09:41Semua politisi yang mau berjuang untuk kepentingan rakyat,
09:43maka NU akan mendukung mereka.
09:45Itu harapan saya.
09:46Baik, sekali lagi Mbak Yeni,
09:48untuk mungkin Anda punya pesan kepada Muktamirin yang hadir saat ini,
09:52ataupun juga Nahdilin secara umum,
09:54untuk Muktamirin dan juga NU ke depan seperti apa, Mbak Yeni?
10:04Mbak Yeni?
10:08Oke, baik.
10:09Itu tadi, saudara, perbincangan kami bersama...
10:13Baik, Mbak Yeni.
10:17Kami masih mencoba menghubungi Mbak Yeni.
10:20Saat ini masih tersambung, Mbak Yeni.
10:25Baik, nanti kami akan kembali bersama dengan...
10:29Pesan saya untuk para Muktamirin adalah,
10:32gunakan hak kamu,
10:34gunakan...
10:37Baik, Yeni.
10:42Oke, baik.
10:44Baru saja, saudara, kita berbincang bersama dengan Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis BBNU, Yeni Wahid.
10:52Dan, saudara, jangan beranjak.
10:54Kami akan kembali usai jidah berikut ini.
10:56Tetap bersama kami di Breaking News.
11:02Selamat siang, saudara. Anda masih menyaksikan Breaking News Kompas TV bersama saya, Imran Fadila.
11:07Kita akan lanjutkan dialog bersama dengan Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis BBNU, Ibu Yeni Wahid.
11:15Bu Yeni, saat ini bersama dengan Imran Fadila di studio, Bu Yeni.
11:21Assalamualaikum.
11:22Waalaikumsalam.
11:23Waalaikumsalam.
11:24Waalaikumsalam.
11:24Waalaikumsalam.
11:24Waalaikumsalam.
11:24Waalaikumsalam.
11:25Waalaikumsalam.
11:25Bu Yeni, yang saya ingin juga tanyakan, yang menarik begitu ya, terkait dengan lanjutan tadi bersama dengan Bremana, dialognya,
11:33soal pemilihan Ketua Umum Nahdlatul Ulama untuk periode 2026-2031 ya, Bu.
11:40Kalau dari Mas Hasibullah Satratul, tadi sebelumnya ada beberapa poin yang sebenarnya sangat menjadi hal yang paling utama untuk dapat
11:52terpilih begitu ya, sebagai Ketua Umum PBNU.
11:57Yang pertama soal keislaman, keagaman, dan komitmen soal kebangsaan.
12:02Kalau menurut Mbak Yeni, adakah kriteria-kriteria yang masuk dalam tiga poin tersebut kepada beberapa kandidat yang namanya mulai mengerucut,
12:10atau mungkin Mbak Yeni punya kriteria tersendiri?
12:15Kalau saya selalu berangkat dari masalahnya dulu, masalah yang dihadapi NU pada saat ini apa sih?
12:22Nah, saya melihat bahwa masalah yang dihadapi NU pada saat ini adalah ancaman perpecahan.
12:27Nah, karena ada banyak faksi-faksi yang menguat, yang memanas yang ada di NU pada saat ini, dan kemudian bisa
12:36mendatangkan, apa namanya, Madorat atau kerusakan yang sangat kuat sekali.
12:41Karena sesama warga NU saling serang menyerang.
12:45Bahkan dilakukan di media dan media sosial.
12:48Ini kan sangat, apa namanya, menyedihkan karena membuat meruah NU itu menjadi hancur, menjadi turun.
12:57Nah, jadi bagi saya, kriteria pemimpinan ke depan itu harus berdasarkan pada kebutuhan pada saat ini.
13:06Nah, kebutuhan utama dari NU adalah orang yang bisa mengedepankan rekonsiliasi.
13:11Nah, jadi siapa orang yang bisa mengayomi, orang yang bisa menedukan semua golongan, orang yang bisa mengakomodasi semua kepentingan,
13:25dan orang yang bisa kembali kepada prinsip-prinsip non-asasi, mukaddimah non-asasi,
13:31seperti yang ditulis oleh para muasis atau pendirian dan satu ulama,
13:35yang sangat mengedepankan persatuan dan kesatuan, itulah yang layak untuk menjadi ketua umum ke depannya nanti.
13:42Itu pendapat saya pribadi.
13:43Oke, yang utama tadi bisa mengujudkan rekonsiliasi begitu ya, Bionet.
13:47Tapi dari para...
13:50Silahkan.
13:50Kriteria kedua, Mas.
13:52Kriteria kedua adalah tidak politis, praktis.
13:56Tidak terafiliasi dengan salah satu partai politik.
13:59Karena NU sudah menyatakan sikapnya untuk kembali kepada khitahnya sebagai organisasi Islam yang mengabdi kepada kemasyarakatan, kepada umat.
14:10Ya, tidak berpolitik praktis, tetapi berpolitik kebangsaan.
14:14Nah, jadi kita berharap betul bahwa NU bisa mengayomi semua partai politik yang ada di Indonesia,
14:20tidak terkotasi oleh salah satu partai politik, bisa menjadi mitra pemerintah,
14:25tetapi juga bisa menjadi penyambung lidah dan suara hati masyarakat.
14:29Itu yang kedepannya ketua umum NU, menurut saya kriteria-kriteria itulah yang harus dipenuhi oleh seorang ketua umum.
14:39Nah, tapi luar.
14:40Oke.
14:41Bisa mewujudkan rekonsiliasi, tapi yang juga tidak akal penting adalah tidak berpolitik praktis,
14:45tapi politik kebangsaan, begitu mbak Yania.
14:47Kalau kita tahu NU begitu penting, kebijakan NU tidak hanya dikenal sebagai lembaga keberagaman,
14:53tapi juga menjadi sesuatu yang penting dalam perjalanan sejarah dan juga kebangsaan Republik Indonesia.
14:58Tapi untuk mewujudkan NU atau pemimpin di NU yang tidak berpolitik praktis, begitu bu,
15:04apakah ada kendala-kendala atau hal yang mungkin bisa menjadi batu sandungan, begitu bu?
15:12Apakah, apa yang maaf, maaf?
15:14Jadi ya.
15:14Apa yang jadi batu sandungan?
15:15Oke, apakah begini, mudah, gampangnya begini,
15:19apakah sulit untuk mewujudkan NU begitu organisasi NU dengan pemimpin-pemimpin yang tidak berpolitik praktis,
15:27tapi dengan politik kebangsaan?
15:28Karena kita ketahu bahwa NU ini lembaga keagamaan yang tidak hanya dikenal sebagai lembaga keagamaan,
15:36tapi juga menjadi sesuatu yang penting dalam perjalanan sejarah dan juga kebangsaan Republik Indonesia.
15:41Ya, kalau politik kebangsaan harus dilakukan oleh NU.
15:46Karena NU merepresentasikan puluhan dengan ratusan juta umat Islam di Indonesia.
15:51Jadi memang harus berpolitik kebangsaan.
15:53Artinya apa?
15:54Politiknya adalah politik untuk kemaslahan umat.
15:57Tetapi tidak politik praktis di mana cobroslah partai politik A atau partai politik B.
16:02Bukan seperti itu.
16:02Nah, tapi kalau politik kebangsaan dalam artian berdialog dengan pemerintah,
16:08lalu kemudian mesikapi, contohnya hal yang terbaru ya,
16:12isu terkini misalnya tentang undang-undang perampasan aset, itu wajib dilakukan.
16:15Itu namanya politik kebangsaan.
16:18Nah, itu boleh dilakukan.
16:20Ketika NU mesikapi hukuman untuk koruptor, itu harus dilakukan.
16:24Wajib dilakukan.
16:25Nah, jadi bukannya kemudian sama sekali tidak terlibat dalam proses politik negara kita,
16:34tetapi politiknya adalah politik kebangsaan.
16:36Bukan politik yang sempit, bukan politik di mana kebandingan warga NU dikumpulkan,
16:42lalu acara pakai baju warna merah, kuning, hijau, biru, gitu.
16:46Bukan, bukan seperti itu.
16:48Oke.
16:50Insya Allah ya Bu, semoga saja muktamar ke-35 NU yang sebentar lagi rencana nanti malam,
16:54begitu biar akan dilakukan pemilihan ketua umum bisa memunculkan pemimpin atau ketua umum
16:58yang bisa mewujudkan rekonsiliasi, berprinsip pada tidak berpolitik praktis,
17:03tapi politik kebangsaan, serta mementingkan kemaslahatan umat.
17:08Terima kasih atas informasi dan juga segala hal yang dibagikan di Breaking News Kompas TV.
17:14Ibu Yanni Wahyus, terima kasih. Salam sehat.
17:17Terima kasih.
17:20Dan Saudara Breaking News Kompas TV akan segera kembali usah jeda.
17:23Tetaplah bersama kami.
Komentar

Dianjurkan