00:00Kabut asap yang menyelimuti kota Pekanbaru, Riau, mulai mengganggu kesehatan warga.
00:05Salah satu puskesmas mencatat, pasien ispa didominasi anak balita hingga usia 18 tahun.
00:13Di puskesmas simpang tiga Pekanbaru, data pasien ispa masih fluktuatif,
00:19namun tidak ada lonjakan signifikan selama sepekan terakhir.
00:23Pasien ispa didominasi anak balita hingga usia 18 tahun.
00:27Pihak puskesmas mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.
00:48Infeksi saluran pernafasan atas.
00:51Iya, hanya batuk lah, batuk aja. Tapi kalau sesak belum terjadi.
00:55Anak-anak rentang usia sampai 18 tahun.
01:01Kalau untuk kasus ispa sendiri, sampai hari ini belum terjadi lonjakan yang signifikan ya.
01:07Masih rata-rata seperti hari biasa tidak terjadi kasus kabut asap.
01:13Jadi masih seperti biasa belum ada terjadi lonjakan untuk kasus ispa.
01:19Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan kian mengancam keselamatan kelompok rentan.
01:26Seorang ibu hamil terpaksa harus menggunakan masker di dalam rumah demi melindungi janinnya.
01:32Dari kepungan asap yang menerobos masuk ke dalam rumah.
01:39Di tengah kepungan kabut asap, Sri Wahyuni, warga jalan pembataan Banjarbaru, Kalimantan Selatan tetap harus menjalani aktivitas rumah tangga di
01:49dalam rumah.
01:49Dengan usia kandungan 3 bulan setengah, Sri Wahyuni menanggung resiko kesehatan dan mengaku sering sesak nafas disertai batu.
02:00Kondisi ini diakui sudah terjadi 2 pekan terakhir karena kabut asap sudah menerobos ke dalam rumah.
02:07Meski sudah berobat dan diminta dokter menghindari paparan asap, Sri hanya bisa pasrah dengan kondisi rumahnya.
02:14Memakai masker dan menutup rapat jendela menjadi satu-satunya siasat darurat agar anak-anak dan calon bayi di dalam kandungannya
02:22tidak terpapar asap lebih parah.
02:30Ya kayak apa ya, ya nggak bisa juga dihindari kan Pak.
02:36Ibaratnya ya mau nggak mau tetap daripada di luar gitu loh.
02:40Mending kan di dalam rumah masih bisa lah semuanya ditutup-tutup, jendela ngatasi cuma itu aja sih.
02:46Berapa lama udah bu kayak gini sampai masuk ke rumah?
02:49Ya untuk saat ini cuma ya sekitar 2 mingguan inilah masuk rumah tuh yang pas kanan-kiri kan sudah terbakar
02:56kan gini.
02:57Nah sudah kayak seakan habis kan.
03:02Sudah 2 pekan kabut asap kebakaran hutan dan lahan mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.
03:07Lalu bagaimana kondisinya saat ini setelah upaya pemadaman terus dilakukan?
03:12Ketanyakan kepada jurnalis Kompas TV Nabila Ceva dan juru kamera Arpawi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
03:19Selamat siang Nabila.
03:20Kemarin kondisi kabut asap dilaporkan sangat tebal hingga membuat jarak pandang pengendara terbatas.
03:26Lalu bagaimana dengan kondisi kabut asap di sana saat ini?
03:30Selamat siang Imron dan saudara.
03:34Memang pada siang hari ini kita lihat memang kabut asap sudah mulai menipis dan menghilang begitu.
03:40Namun hingga pagi hari tadi saudara sepatnya di jalan jurusan play hari pada pukul 6 hingga 6.30 waktu Indonesia
03:50bagian tengah.
03:51Ini kabut asap juga masih begitu pekat dan hanya menisahkan jarak pandang sekitar 2 meter saja.
03:59Sehingga juga masih membuat sebagian besar pengendara begitu menepi dan menunggu kabut asap perlahan menghilang.
04:08Di bagian kota Banjarbaru, di tempat lain pun kabut asap juga masih cukup pekat pada pagi hari ini.
04:16Ini memang karena pada saat ini saudara lahan-lahan kas terbakar di sekitar wilayah kota Banjarbaru ini masih mengeluarkan asap.
04:28Karena dari lahan gambut ini masih terus mengeluarkan asap walaupun titik-titik api baru sudah tidak ditemukan.
04:35Sehingga ini BPBD Provinsi Kalimantan Selatan telah meminta bantuan juga kepada BNPB Bantuan Drone Thermal begitu untuk mempermudah petugas mengetahui
04:46titik api di lahan-lahan gambut yang sudah terbakar ini.
04:52Karena jika masih keluar asap belum tentu titik api tersebut ada di bawahnya begitu.
04:58Sehingga memang saat ini kesulitan petugas adalah menemukan titik-titik api begitu Imron.
05:04Baik meskipun sudah mulai berkurang namun beberapa wilayah kabut asap masih cukup tebal sehingga mengganggu jarak pandang.
05:11Lalu apa yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat atau pihak-pihak terkait setidaknya untuk melakukan upaya penanganan yang lebih aktif?
05:21Ya memang saat ini petugas terus berupaya untuk melakukan pembasahan lahan dan juga memompak air dari kanal begitu ke lahan
05:32-lahan terbakar agar lahan gambut ini benar-benar dibasahi sehingga tidak lagi mengeluarkan asap-asap putih.
05:38Jadi upaya tersebut terus dilakukan oleh petugas dan masyarakat saat ini terus dihimbau untuk menggunakan masker terutama saat kabut asap
05:49pada pagi hari begitu pekat, begitu saudara dan di wilayah-wilayah terdampak juga ketika terjadi kebakaran lahan.
05:56Begitu warga masih terus dihimbau untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas mereka di luar ruangan.
06:06Baik hingga saat ini penanganan Karhutla dan juga kabut asap dampak dari Karhutla masih terus dilakukan.
06:11Beberapa wilayah sudah mulai menipis namun ada juga wilayah yang masih diselimuti oleh asap tebal.
06:15Terima kasih atas laporan Anda Jurnalis Kompas TV Nabila Ceva dan Juru Kamer Arpawi dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Komentar