Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden RI, Prabowo Subianto menerima kunjungan Panglima Jilah di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (28/8/2026).

"Kita membahas tentang karhutla tadi. Beliau, membantu kita lewat personel untuk segera, dan ini sudah dimulai, sudah sekitar satu minggu," ungkap Panglima Jilah.

"Kalimantan Barat itu, karhutla sebenarnya sudah sering terjadi. Tetapi yang menjadi, yang menjadi pemikiran kita itu, peladang itu disalahkan.

"Jadi, ladang itu dengan perkebunan itu kadang-kadang bersamaan waktunya. Akhirnya peladang yang disalahkan. Tetapi sebenarnya orang berladang tidak di lahan gambut," lanjutnya.

Baca Juga Karhutla Picu Peningkatan Kasus ISPA di Kalteng, Penderita Capai 70.000 Orang di Januari-Agustus di https://www.kompas.tv/regional/687931/karhutla-picu-peningkatan-kasus-ispa-di-kalteng-penderita-capai-70-000-orang-di-januari-agustus

#prabowo #panglimajilah #kalimantan #karhutla

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687971/presiden-prabowo-panglima-jilah-bertemu-singgung-karhutla-kalimantan
Transkrip
00:00Di Kalimantan Barat itu, kautlah itu sebenarnya sudah sering terjadi.
00:07Kita membahas tentang kautlah, tadi beliau membantu kita lewat personil untuk segera.
00:17Dan ini sudah dimulai, sudah kita satu minggu sudah kautlah ya.
00:29Presiden banyak membantu kita, terutama di Kalimantan Barat itu rumah adat, sekolah, beasiswa, jalan infrastruktur, rumah sakit, beasiswa, dan TNI
00:48Polri.
01:05Ya, dan beliau bersedia, ya.
01:16Itu gue benang beliau, Pak.
01:23Sudah, sudah. Sudah dibuat hujan apa segala, sudah.
01:28Penambahan helikopter juga sudah.
01:38Ya, di Kalimantan Barat itu, kautlah itu sebenarnya sudah sering terjadi.
01:46Tetapi yang menjadi pemikiran kita itu, peladang itu disalahkan.
01:57Jadi, peladang itu dengan perkebunan itu kadang-kadang bersamaan waktunya.
02:06Akhirnya peladang yang disalahkan.
02:08Tetapi sebenarnya, orang berladang tidak di lahan gambut.
02:11Orang berladang itu di lahan mineral.
02:15Jadi, dengan waktu yang bersamaan, akhirnya mungkin orang-orang yang tidak tahu tentang bagaimana berladang, bagaimana kehidupan kami di sana,
02:27akhirnya menunduh peladang yang menjadi sumber asapnya.
02:31Tetapi bukan, orang berladang tidak akan mungkin mau nanam padinya ke tempat yang gambut.
02:38Itu saja logikanya, ya.
02:55Itu khusus untuk perkebunan saja?
02:58Kalau ke Arifat Lopan tidak?
03:00Tidak.
03:01Beliau mendukung masyarakat adat?
03:11Berladang didukung.
03:28Kita masyarakat adat itu memang selalu monitoring, Pak.
03:32Jadi, kalau kita membakar di mana lahan ladang kita dibakar, disitulah kita yang akan monitoringnya.
03:37Dan itu tidak pernah terjadi namanya ada kebakaran hutan.
03:39Sebelum adanya perkebunan, di Kelimantan itu sudah ada namanya berladang dari zaman dulu, ribuan tahun yang lalu bahkan.
03:50Dan tidak pernah kita melihat namanya kejadian-kejadian yang seperti ini.
03:55Karena orang dayak tidak berladang di lahan gambut.
03:59Gambut itu tebal, gambutnya tebal.
04:16Masyarakat adat bersosialisasi lewat tokoh-tokoh adat agar tidak sembarangan membakar hutan.
04:23Karena masyarakat adat itu identik dengan, dekat dengan alam.
04:28Tentunya tidak ada alam, tidak ada masyarakat adat.
04:30Begitu, ya. Kita menjaga.
04:42Kemungkinan ada, tapi kemungkinan salah tangkap.
04:45Mungkin ada yang berladang, mungkin dikira berkebun.
04:49Nanti akan kita seleksi, Pak.
04:53Sudah, cukup ya.
04:55Terima kasih.
05:21Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
05:25Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar

Dianjurkan