00:00Di Kalimantan Barat itu, kautlah itu sebenarnya sudah sering terjadi.
00:07Kita membahas tentang kautlah, tadi beliau membantu kita lewat personil untuk segera.
00:17Dan ini sudah dimulai, sudah kita satu minggu sudah kautlah ya.
00:29Presiden banyak membantu kita, terutama di Kalimantan Barat itu rumah adat, sekolah, beasiswa, jalan infrastruktur, rumah sakit, beasiswa, dan TNI
00:48Polri.
01:05Ya, dan beliau bersedia, ya.
01:16Itu gue benang beliau, Pak.
01:23Sudah, sudah. Sudah dibuat hujan apa segala, sudah.
01:28Penambahan helikopter juga sudah.
01:38Ya, di Kalimantan Barat itu, kautlah itu sebenarnya sudah sering terjadi.
01:46Tetapi yang menjadi pemikiran kita itu, peladang itu disalahkan.
01:57Jadi, peladang itu dengan perkebunan itu kadang-kadang bersamaan waktunya.
02:06Akhirnya peladang yang disalahkan.
02:08Tetapi sebenarnya, orang berladang tidak di lahan gambut.
02:11Orang berladang itu di lahan mineral.
02:15Jadi, dengan waktu yang bersamaan, akhirnya mungkin orang-orang yang tidak tahu tentang bagaimana berladang, bagaimana kehidupan kami di sana,
02:27akhirnya menunduh peladang yang menjadi sumber asapnya.
02:31Tetapi bukan, orang berladang tidak akan mungkin mau nanam padinya ke tempat yang gambut.
02:38Itu saja logikanya, ya.
02:55Itu khusus untuk perkebunan saja?
02:58Kalau ke Arifat Lopan tidak?
03:00Tidak.
03:01Beliau mendukung masyarakat adat?
03:11Berladang didukung.
03:28Kita masyarakat adat itu memang selalu monitoring, Pak.
03:32Jadi, kalau kita membakar di mana lahan ladang kita dibakar, disitulah kita yang akan monitoringnya.
03:37Dan itu tidak pernah terjadi namanya ada kebakaran hutan.
03:39Sebelum adanya perkebunan, di Kelimantan itu sudah ada namanya berladang dari zaman dulu, ribuan tahun yang lalu bahkan.
03:50Dan tidak pernah kita melihat namanya kejadian-kejadian yang seperti ini.
03:55Karena orang dayak tidak berladang di lahan gambut.
03:59Gambut itu tebal, gambutnya tebal.
04:16Masyarakat adat bersosialisasi lewat tokoh-tokoh adat agar tidak sembarangan membakar hutan.
04:23Karena masyarakat adat itu identik dengan, dekat dengan alam.
04:28Tentunya tidak ada alam, tidak ada masyarakat adat.
04:30Begitu, ya. Kita menjaga.
04:42Kemungkinan ada, tapi kemungkinan salah tangkap.
04:45Mungkin ada yang berladang, mungkin dikira berkebun.
04:49Nanti akan kita seleksi, Pak.
04:53Sudah, cukup ya.
04:55Terima kasih.
05:21Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
05:25Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar