00:00Jadi pintu dibuka gitu, ada celahnya itu kan, nah itu tali jariknya itu diikat di celah-celah pintu itu, terus
00:10diikat di kakinya.
00:12Nah saat penggerapkan itu tuh ikatan lagi belum dilepas.
00:17Jadi mereka tuh membuat kayak branding bahwa muslim, halus gitu, sampai kita itu sebagai orang tua kayak tertipu ya.
00:28Sampai sekarang anak saya tuh masih belum bisa kolektifnya ini bagus, yang saya lakukan pada udah cuma satu SD.
00:51Rumah penitipan anak yang seharusnya menjadi tempat paling aman berubah menjadi ruang trauma berkepanjangan,
00:57bagi ratusan balita.
00:59Kasus kekerasan anak di Little Aresha bukan sekadar penganiayaan biasa,
01:05melainkan dugaan kejahatan terorganisir yang berdampak pada fisik, psikologis dan tumbuh kembang anak.
01:14Di mana pada tanggal 24 April 2026, kami dari Satreskrim melakukan penggerdukan di Daycare Little Aresha.
01:23Yang sebelumnya sampai saat ini, kita sudah menetapkan sebanyak 32 tersangka dan 157 korban.
01:31Pada sesi pertama, kami melakukan penetapan tersangka sebanyak 13 tersangka,
01:37diantaranya yaitu 1 kepala atau ketua yayasan, 1 orang lagi kepala sekolah, kemudian 11 orang pengasuh.
01:47Hingga saat ini sebanyak 32 orang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.
01:53Dari jumlah itu, 13 tersangka yang ditetapkan lebih awal akan menjalani sidang perdana mereka pada 18 Agustus 2026 mendatang.
02:03Namun, perjuangan orang tua para korban mencari keadilan belum usai.
02:08Dia memang jahat gitu.
02:14Bagaimana kekerasan ini disemunyikan bertahun-tahun dibalik gedok pencitraan ramah anak dan bernuasa islami?
02:21Dan seperti apa dampak jangka panjang yang kini harus ditanggung para korban serta orang tua?
02:31Anak saya di Aresa kurang lebih 4,5 tahun, hampir 5 tahun.
02:38Di mana anak yang pertama masuk itu Agustus 2021, usia 3 tahun.
02:48Terus yang kedua itu masuk umur 2 bulan di bulan Desember 2021.
02:58Sebenarnya yang masih aktif pada saat penggerbekan itu yang adik.
03:03Kalau yang kakak itu per 1 Maret 2026 itu sudah mulai tidak mau deket.
03:12Sering juga dia bilang, kakak itu nggak mau makan di Aresa tapi dipaksa sampai mau mutah gitu.
03:20Terus kakak itu dipaksa tidur siang.
03:22Tapi kan saya bilang, kak kamu tuh tidak dipaksa tidur siang.
03:27Kamu memang harus tidur siang karena setelah dijemput mamah nanti kamu ada les.
03:31Jadi ketika les kamu tidak mengantuk.
03:34Tapi dia tidak menjelaskan bahwa apa yang terjadi di sana.
03:37Setelah kejadian ini saya baru tahu kalau di sana itu dipaksa tidur itu tanpa alas di lantai dua.
03:47Jadi benar-benar lantai aja.
03:49Kenapa kakak tidak cerita?
03:51Kenapa kakak tidak merekam?
03:53Karena kakak pernah sekolah itu pakai jam yang ada kamera pernah izin bawa tab.
03:59Dia bilang, nggak bisa mah nanti dimarahin sama Miss.
04:08Pihak yayasan secara masif membangun kecitraan yang begitu halus dan bernuansa keagamaan.
04:14Foto-foto stimulasi dan laporan harian dikirimkan rutin untuk menenangkan orang tua.
04:20Namun, usai penggerbekan terungkap bahwa seluruh mainan edukatif itu hanyalah properti foto mereka.
04:28Kita kan dikasih background, daily report kalau anak-anak itu di sana dikasih stimulasi pelajaran layaknya sekolah biasa ya.
04:38Dan kita percaya karena fotonya cantik, anaknya senyum gitu ya.
04:44Setelah kejadian kita tahu bahwa semua mainan itu hanya properti untuk foto.
04:49Nah, itu juga agak menyakiti hati saya.
04:53Kita harus pindah ke sekolah.
04:56Kita trial, trial-trial ke beberapa sekolah.
05:00Pertanyaan anak-anak saya setiap baru sampai di halaman melihat TK yang sesungguhnya banyak mainan itu,
05:07pertanyaannya adalah,
05:09Ma kalau sekolah di sini nanti ini mainannya boleh dibuat mainan enggak?
05:13Jadi kayak aku, aduh deh salah banget ya mamah dulu gitu.
05:19Pernah kita tanyakan, misalnya ada sesuatu luka di dagu.
05:25Yang paling saya, apa namanya saya paling ingat itu.
05:29Luka di dagu pun istri saya menanyakan ke admin.
05:33Pernah itu kan adminnya salah satu ya, nggak ada yang lain ya.
05:37Tanyakan, ini *** kenapa ya di TK apakah terkantuk atau kena sesuatu.
05:43Jawabannya dari pihak Dekar, oh nanti saya tanyakan pengasuh yang jaga waktu itu.
05:51Di konfrontasi ada segerinan semacam percakapan antara si pemilik liter Areset dengan pengasuh itu
06:00mengatakan bahwa, oh itu kata anaknya sudah tak tanya kemarin, katanya jatuh sama bundanya.
06:07Anaknya juga udah saya tanya kok, katanya jatuh sama bundanya.
06:10Pada itu nggak ada, jatuh di rumah.
06:13Setelah kejadian ini, Miss nya itu bilang,
06:16lah itu tuh budiah nanya di grup lho mah,
06:19ini si mamahnya *** tanya gini-gini nih, aku harus jawabnya apa, tolong ya Dek dibantu.
06:25Nah gitu, terus yang bikin ngarang cerita itu beliau sendiri,
06:30pakai HP satunya, dikirim ke HP beliau satunya kan banyak tuh HPnya, ada tiga kan.
06:36Dikirim lagi ke saya, jadi kesannya tuh kayak ini jawaban Miss dikirim ke saya, kata Miss.
06:42Tidak hanya memanipulasi informasi,
06:46para pengasuh juga secara aktif memberikan ancaman dan teguran pada anak-anak
06:51untuk membungkam dan membuat mereka takut mengadu pada orang tua.
07:00Penggerbekan yang dilakukan oleh pihak kepolisian membongkar fakta mengerikan.
07:05Metode pengikatan tubuh dan doktrinasi ekstrim diduga telah menjadi bagian dari rutinitas di tempat ini.
07:13Ini tuh jadi bukti temuan polisi ya, karena waktu penggerbekan itu *** itu di videonya tuh polisinya buka pintu,
07:22terus ada *** di situ sedang diikat di pintu gitu.
07:25Jadi ini jelas banget ada bukti pengikatan kan, jadi pintu dibuka gitu ada celahnya itu kan.
07:32Nah itu tali jariknya itu, tali jariknya itu diikat di celah-celah pintu itu terus diikat di kakin ***.
07:40Kalau anak lain mungkin ada yang hari ini diikat, besok enggak gitu.
07:44Tapi kalau *** ini yang setiap hari diikat.
07:48Ada juga yang bilang kayak *** itu kasian, dia masih kecil, dia cuma pengen main.
07:54Tapi karena dia pengennya lari-lari jadinya diikat terus.
08:00Kalau anak saya itu benjol itu ada.
08:04Sampai di sini itu kayak masih ada bekas tulang yang kayak numbuh gitu loh,
08:10kalau menurut saya.
08:11Jadi posisinya itu kalau dikiniin ada bekasnya gitu.
08:16Nah malem-malem tiba-tiba itu ada miss yang bikin video.
08:22Nah videonya itu kayak nyumin anak saya gitu ya.
08:27Terus ngirim ke saya gitu.
08:29Mak apakah kakak adik masih di sana?
08:32Terus saya lihat nih loh ini kok anak saya gitu kan.
08:35Terus ya miss tapi posisinya videonya missnya itu akan dipotong-potong.
08:41Cuma ada bagian dimana anak saya memang enggak pakai baju.
08:44Mbak bener-bener dari video-video itu kan enggak pakai baju.
08:46Terus ada bagian dimana si anak ini diikat.
08:51Posisi tidur diikat gini pakai kain apa namanya sarung.
08:57Trauma yang tertanam begitu dalam membuat refleks fisik anak berubah secara permanen.
09:03Pola kekerasan ini dapat diidentifikasi bahkan dari hal terkecil.
09:07Seperti cara anak memegang botol susunya.
09:10Saya baru tahu ketika dilakukan fisum kemarin.
09:17Ditanya ketika cara memegang dot.
09:20Nah memegang dotnya gimana?
09:23Nah ternyata kalau memegang dotnya seperti ini.
09:26Berarti dia kebiasaan sudah diikat dari lama.
09:31Nah kalau nanti mengecek tangannya gini atau gini.
09:34Itu berarti apa namanya tidak ada sesuatu yang.
09:38Nah anak saya gini Pak.
09:39Enak saya stunting pertama.
09:42Tinggi badan sangat kurang.
09:45Kemudian yang cewek juga masih diangembang.
09:48Batas yang memang harus digenjut lagi untuk tumbuh kembangnya.
09:53Kemudian kalau yang cewek ini sudah menjadi karakter yang dia suka menutup diri.
10:01Terus diikat.
10:03Terus dimarah-marahin.
10:05Terus kalau ngompol atau pup dibentak-bentak.
10:09Sampai sekarang anak saya itu masih belum bisa toilet training bagus yang cewek ini.
10:15Padahal sudah pas 1 SD.
10:17Masih sering nahan pipis, ngompol.
10:20Nah sekarang itu dampak dari itu.
10:23Anak-anak mengalami depresi dan gangguan psikososial sejak dini.
10:28Kegagalan toilet training, tantrum hebat, hingga ketakutan ekstrim menjadi konsekuensi logis dari tindakan tidak manusiawi yang berlangsung selama bertahun-tahun.
10:44Dampak kekerasan ini tidak berhenti saat anak keluar dari liter Aresha.
10:50Kerusakan perkembangan kognitif dan gangguan kesehatan mental justru memburu masa depan mereka dan orang tuanya.
10:57Jadi kalau melihat benar-benar hasil bentukan kerusakan Aresha itu ya anak saya yang kecil.
11:07Karena dari 2 bulan sampai mau 5 tahun besok ini, dia di sana dari pagi sampai malam lah ibaratnya sampai
11:17sore.
11:17Jadi benar-benar itu bentukan Aresha sekali.
11:20Umur 2 bulan dia masuk ke daycare, selang 1 bulan dia ispa, setelah ispa dia asma.
11:32Asmanya ini bukan asma yang sehari dua hari kambuh, bulan depan kambuh enggak.
11:38Tiada hari tanpa dia sesek.
11:40Dia itu tertarik banget kalau lihat selendang.
11:43Aku beli pasmina baru nih bentuknya kayak selendang.
11:46Si anak itu minta di bedong, kata-katanya adalah di bedong.
11:51Mah adik di bedong gitu kan, mau apa?
11:53Mau main pocong kayak di sekolah.
11:55Aku turutin dulu nih si anak di bedongnya di mana adik?
11:58Sini, sini atau sini?
12:00Kayak gambar yang beridari.
12:02Dia mintanya di bawah sini dong mbak.
12:04Berarti kan itu bukan di bedong, itu diiket.
12:07Terus aku kendorin gitu dia enggak mau.
12:10Kayak nis mah gini loh.
12:12Jadi dia mempraktekkan, gini loh mah.
12:14Nah, aku berpikir bahwa itu dicuci otaknya bener itu.
12:20Karena itu kata-kata bedong digunakan mengganti kata-kata tali.
12:25Itu kan udah dicuci otaknya.
12:27Itu membuat aku depresi kan.
12:29Kayak kepikiran lagi, aku harus wira-wiri kesini.
12:32Terus kepikiran masa depan anakku.
12:35Terus kepikiran, aduh aku kerja gimana ya ini caranya.
12:40Nanti anakku biar apa namanya terapinya itu tidak kecolongan gitu ya.
12:47Jadi saya tuh setiap malem tuh kalau anak saya udah tidur tuh saya jadinya nangis terus setiap malem.
12:53Jam tidur saya juga sehari maksimal 3-4 jam.
12:58Disaranin sama suami saya untuk ke psikiater,
13:02Diagnosanya PTSD,
13:04Anciety,
13:05Sama depresi.
13:12Di balik bobroknya pengasuhan Little Aresya,
13:15Dan kekerasan yang diduga terorganisir sejak lama,
13:18Orang tua korban pun menuntut keadilan maksimal
13:21Yang menyeret seluruh nama yang tercantum di struktur organisasi yayasan.
13:27Yang pasti ya Mbak ya, itu mereka orang tua itu pengen semua yang ada di struktur literalis itu masuk tersangka
13:36dan diberikan hukuman yang berat-beratnya.
13:40Anaknya dia itu namanya ***.
13:42Di struktur ada namanya ***.
13:44Itu juga kita pernah transfer ke mereka.
13:47Bukti transfer ada ***.
13:50Anaknya juga, itu juga kita pernah transfer uang ke mereka.
13:55Itu sudah menjadi alat bukti bahwa itu mereka juga terlibat di strukturan.
14:01Kami wali murid tetap menuntut untuk Little Aresa yang gedung utara itu diusut tuntas juga tentang aliran dananya itu.
14:16Itu perlu diusut tuntas juga gitu karena masih banyak yang lolos juga.
14:21Ini tuh kasusnya itu sebenarnya dari anak saya di sana.
14:24Itu kan sudah ada.
14:26Cuma seolah-olah itu dibikin bahwa ini tuh baru aja terjadi karena kondisinya sangat krodit.
14:35Anaknya banyak gitu ya Mbak.
14:37Ini tersangkanya itu gak cuma satu dan dua.
14:41Jadi menurut saya kayak sudah terorganisir ya.
14:45Jadi mereka tuh membuat kayak branding bahwa Muslim, halus gitu.
14:51Sampai kita itu sebagai orang tua kayak tertipu ya.
14:55Misalpun memang, memang maksimal lima tahun, saya berharap ini korbannya gak satu ratusan.
15:06Janganlah sampai di bawah maksimal gitu loh.
15:10Jadi ya harus maksimal gitu ya Mbak.
15:18Terkait dengan perkembangan kasus yang saya tangani sampai dengan saat ini jumlah tersangka ada 32.
15:25Kemudian korbannya ada 157.
15:28Di mana tersangka ini meliputi yang sesi pertama itu ada 13 tersangka itu sudah kita lipahkan atau tahap 2.
15:38Kemudian ada sesi 2 nya itu kita penetapan tersangka lagi 14 orang.
15:44Dan yang terakhir ini kita tambahkan lagi penetapan tersangka 5 orang.
15:48Jadi jumlahnya keseluruhan ada 32 orang.
15:53Terkait dengan yang di struktur organisasi yang Mbak *** itu ya.
15:59Anaknya dari ketua YSAN sudah kami lakukan merisaan.
16:04Sampai dengan sejauh ini polisi juga belum bisa membuktikan bahwa keterlibatan F ini di Deket Rital Aresya.
16:13Kalau misalnya memang ada orang tua yang mengetahui atau memiliki informasi terkait itu ya kami terbuka.
16:31Saksi Diana Fitasari bekerja selama di Deket Rital Aresya pernah melihat para terdakwa mencubit memukul mengikat kaki atau tangan anak
16:40dengan tali terhadap anak-anak yang rewel atau menangis.
16:42Bahkan ada pula yang menenggelamkan kepala anak di kamar mandi.
16:45Pengasuh yang pernah menenggelamkan kepala anak di kamar mandi adalah Terdakwa Dua Divina dan Terdakwa 10 Fitri.
16:53Dan pernah juga melihat anak ES dibedong dengan kain bedong dan bagian kainnya diikat dengan kain jarik lalu ikatan ditautkan
17:01di sela-sela jendela kamar.
17:04Kasus Litter Aresya menjadi tamparan keras bagi sistem pengawasan ruang tumbuh kembang anak di Indonesia.
17:10Keadilan bukan sekedar memencarakan pelaku, melainkan memastikan tidak ada lagi anak yang kehilangan masa kecilnya dibalik tembok pencitraan palsu.
17:22Terima kasih telah menonton!
17:31Terima kasih telah menonton!
Komentar