Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Mentan Amran Ngamuk! Ancam Cabut Izin Importir Pakan Nakal & Copot Pejabat SPPG

Demi melindungi peternak telur lokal, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap hasil produksi lokal sesuai juknis seharga Rp26.500/kg.

Amran menegaskan penanggung jawab SPPG yang melanggar aturan ini akan terkena sanksi tegas hingga pencopotan jabatan.

Selain itu, diperingatkan juga kepara importir pakan ternak untuk tidak melakukan permainan harga yang merugikan peternak.

#Mentan #SPPG #Importir

Creative/Video Editor: Icha/Rizal
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Ketiga, kami ingin kepada seluruh peternak, kita sepakai juga kepada seluruh peternak besar,
00:08hip hop, pakan, jangan ada bermain-main, kami pasti cabut izinnya.
00:16Dan kami tidak beri uang.
00:19Kalau kami sekali cabut, selama kami masih menjabat, tidak akan kami berikan izin hip hop.
00:27Keempat, kita sepakai juga bertanggung jawab.
00:31HPP, harga pendidikan pemerintah, untuk harga itu, tapi harga pakan juga kita harus jaga.
00:40Yang tidak terlalu tinggi, jangan mengambil kesempatan dalam kesempatan.
00:45Itu kita sudah sepakai semua.
00:47Nah, ada satu perusahaan, diduga nakal, Satgas kami minta, dengan tegas, langsung diperiksa, insya Allah mulai besok.
01:00Karena diduga, mereka mempermainkan harga.
01:04Usahnya saya tidak sebut, tapi insya Allah mulai besok dari Satgas Mabas Polri.
01:10Halir, insya Allah mulai besok kita berisah.
01:18Kalau terbukti, izinnya saya cabut.
01:21Dengan ada kabar, izinnya saya cabut.
01:24Tidak ada lagi basah-basih.
01:26Ini 3,8 juta peternak kita harus jaga.
01:30Apa yang membiarkan mereka berpilihan setiap hari?
01:33Dan itu tugas kami.
01:35Begitu kami lihat ada demo, beberapa daerah, langsung kami terhapati seluruh ayah.
01:40Tidak menunggu negara-negara kebijakan tadi.
01:42Sampai jam biasa subuh dari malam kami bahas.
01:47Oke, sekarang kita sudah sepakai semua.
01:50Bapak ada seluruh yang terkait.
01:53Jangannya ada yang melanggar dari kesepakatan kita.
01:57Oke.
Komentar

Dianjurkan