Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun

Purbaya Yudhi Sadewa mempertanyakan kinerja Direktur Angkutan Laut Kementerian Perhubungan terkait kendala aktivitas bongkar-muat (lift on-lift off) di pelabuhan. Sorotan tajam mengarah pada dugaan adanya aliran dana transaksi tak tercatat dalam proses bongkar-muat tersebut.
Masalah lift on-lift off ini tidak hanya menghambat arus logistik, tetapi juga memicu kebocoran potensi ekonomi akibat perputaran uang yang berada di luar sistem resmi. Purbaya mendesak Kemenhub memberikan klarifikasi atas praktik tersebut serta memperjelas mekanisme pengawasan yang dijalankan pemerintah.

#Purbaya #Kemenhub

Creative/Video Editor: Aqilah/Atha
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Sudah tiga kali yang disebut tadi, keputusannya apa?
00:08Untuk pesannya, Pak, terkait satu tarif, nanti ini ada satu, Pak,
00:12tarif lulu tinggi, benar-benar jantaran pertambaran, kemudian ini untuk RPM, Pak,
00:17kemudian untuk pengawasannya SK pengawasan, Pak, kemudian standar pelayanan depo, Pak.
00:25Pak, tarif di pelabuhan sama di luar pelabuhan untuk lift on, lift off, bisa disamakan enggak?
00:36Kalau dari jenis, aku paham tarifnya nih yang nanti mungkin kita lihat, Pak.
00:42Pak, saya tanya sekarang di sini, waktu rapat, apa keputusannya?
00:46Dibiarkan sedikit sekarang, di mana ada kekuatan, ini bukan market kan,
00:51ini tadi bilang monopsonis, apa? Anda bilang apa tadi?
00:58Oligopsonis, di mana penguasaan input itu ya, dikuasain oleh yang sana yang memberi,
01:09yang menjual produk ya, ke Anda ya.
01:11Jangan pembeli, tapi produsen yang menguasain, kira-kira gitu,
01:14itu supplier yang menguasain. Apalagi tadi 50-70 persen ke luar negeri uangnya.
01:21Saya enggak rela, kenapa jadangan saya tergrus untuk hal yang sebetulnya bisa kita kendalikan.
01:28Pandangan perhubungan seperti apa di rapat-rapat itu didiskusikan enggak?
01:35Kalau yang sekarang ini sudah mulai disusikan, Pak.
01:38Yang kemarin sudah didiskusikan, jadi memang sudah bentuk RPM, Pak.
01:42Itu apa?
01:43Rencana perselalanan menteri, Pak.
01:45Rencana?
01:46Peraturan menteri, Pak.
01:47Isinya apa?
01:49Terkait, apa, apa, jasa terkait, Pak.
01:53Tapi jasa terkait, Pak.
01:54Ini pandangannya apa, sama apa enggak, di dalam sama di luar,
01:57mengingat keadaan seperti ini,
01:58atau kebijakan baru apa yang diambil dalam RPM yang Anda buat?
02:05Nanti terkait Anda, Pak, komponen penarifannya, Pak.
02:09Jadi misalnya tarif tak apa saja yang diberikan layanan di situ, Pak.
02:15Lift on, lift on kan sama kan pasti.
02:17Jangan serp, naik, itu kan.
02:19Apa susahnya?
02:21Bedanya di mana, di dalam pelabuhan atau di luar pelabuhan?
02:24Ternyata di sini tidak hanya itu, Pak.
02:26Tidak hanya, kami juga, apa, tidak hanya,
02:29setidaknya itu, Pak, berjalanan, dia naik turun saja sebetulnya.
02:32Ternyata di kita, ya, Pak, ya, itu ada
02:35bermacam layanan-layanan yang ada dilakukan seperti itu.
02:38Apa bedanya, Pak, dari itu?
02:40Siapa tadi?
02:41Bedanya layanan ambat Anda dengan yang di pelabuhan, apa bedanya?
Komentar

Dianjurkan