00:00Dan tadi juga disembung oleh Bapak Presiden, memang dari total 1.074 perusahaan BUMN kami melakukan streamlining.
00:10Perhari ini memang kita sudah menurunkan jumlah dari sekitar 290 perusahaan yang sudah kami tutup dengan dipestas,
00:25dengan kita melakukan merger, likudasi, konsulidasi vertikal, dan lain-lain.
00:30Contohnya, misalnya kita menggabungkan, memerger perusahaan aset management yang tadinya setiap bank,
00:38dan juga financial institusi di bawah BUMN punya perusahaan aset management sendiri, itu kita gabungkan.
00:44Kemudian juga kita terus menggabungkan, baik itu rumah sakit, hospitals, kurang lebih kita,
00:53setelah kita gabungkan ini, kita punya ada 137 hotel, itu juga kita gabungkan.
01:01Sehingga ini salah satu program yang kita jalankan dengan target memang pada akhir tahun ini
01:09kita bisa mencapai kurang lebih 300 perusahaan BUMN pada akhirnya.
01:15Tetapi memang ini harus kami akui perusahaan yang tidak mudah dan sangat-sangat berat,
01:20karena ini harus dilihat dari semua aspeknya, tetapi ya ini memang target kami untuk streamlining,
01:29sehingga kita bisa menciptakan efisiensi, kita bisa menciptakan meningkatkan produktivitas,
01:34dan mengontimalkan aset-aset kita yang ada.
01:36Nah, dan itu yang kita sedang jalankan juga, dan yang kami,
01:46oh tadi kalau tadi PISEL sudah disinggung oleh Pak Menko Pangan,
01:53mungkin yang kami tidak menyinggung beberapa proyek-proyek yang kita laksanakan,
01:58tapi yang ingin saya sampaikan juga bahwa,
02:00dan antara kita juga sudah di-rating baik oleh S&P, oleh Moody, oleh Fitch,
02:05dan rating kita ini sama dengan sovereign rating ya, dengan rating pemerintah.
02:10Alhamdulillah, ini juga sudah di-rating oleh semua rating agency,
02:15dan rating kita sama dengan rating pemerintah Indonesia.
02:21Kemudian, mungkin saya menyinggung sedikit mengenai DSI ini,
02:25ya memang, karena dengan ada DSI ini, terima kasih juga kepada seluruh kementerian terkait,
02:32karena kami bisa menarik data, baik di semua kementerian yang ada,
02:38baik di Kementerian Keuangan, Bia Cukai, kemudian perhubungan,
02:45SDM, Perdagangan, Pertanian, dan Kementerian lainnya,
02:51dan kami integrasikan, jadi kami bisa memantau dari pelabuhan mana,
02:56harga berapa, pricing berapa, volume berapa, negara tujuan berapa,
03:01dan memang, yang kalau kita lihat,
03:05yang tadinya ada gap antara indeks dan declared price,
03:10sebelum adanya DSI ini,
03:13sekarang Alhamdulillah, begitu ini dihubungkan,
03:15kita bisa pantau, kita bisa lihat harganya sekarang,
03:18sangat menempel dengan harga indeks,
03:22jadi memang,
03:23kalau dibilang ada under-invoicing,
03:27DSI itu datanya kami ada,
03:30dan kami bisa lihat,
03:31tapi Alhamdulillah ini sekarang sudah membaik,
03:35sangat-sangat membaik.
03:36selamat menikmati.
Komentar