Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOTAMOBAGU, KOMPAS.TV - Korlantas Polri melakukan olah TKP terkait kecelakaan drag race yang menewaskan 8 penonton.

Tim Subdit Laka Dit Gakum Korlantas Mabes Polri bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Utara menggelar olah TKP menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis, di antaranya laser scanner serta drone untuk memetakan kondisi lokasi kecelakaan.

Dua perangkat laser scanner ditempatkan di sejumlah titik penting lintasan, sementara drone diterbangkan merekam lokasi secara menyeluruh.

Teknologi ini memungkinkan petugas merekonstruksi kondisi lintasan secara digital, termasuk posisi kendaraan, titik benturan, dan lokasi para korban, hingga kecepatan kendaraan.

Penggunaan teknologi ini dilakukan untuk membantu polisi mengungkap secara lebih akurat kronologi kecelakaan, sekaligus mendukung proses pembuktian dalam perkara tersebut.

Delapan warga yang menjadi korban dalam kecelakaan pada ajang balap drag race di Kotamobagu, Sulawesi Utara, dimakamkan.

Sejumlah korban lain masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Proses pemakaman korban balap drag race dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kotamobagu bersama jajaran Forkopimda.

Beberapa panitia kegiatan drag race juga turut hadir menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan kepada keluarga korban.

8 warga Kotamobagu meninggal setelah sebuah mobil pebalap kehilangan kendali dan menabrak kerumunan penonton, hari Minggu, 9 Agustus.

Sebagian korban luka kini dirujuk ke Rumah Sakit Prof. Kandou Manado.

Baca Juga [FULL] Polda Metro & Ahli Dokter Forensik Soal Proses Ekshumasi Jasad Sutrimo, Pegawai Eks Jampidsus di https://www.kompas.tv/nasional/685182/full-polda-metro-ahli-dokter-forensik-soal-proses-ekshumasi-jasad-sutrimo-pegawai-eks-jampidsus

#dragrace #kecelakaan #balapan #kotamobagu #olahtkp

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/685187/polisi-olah-tkp-insiden-drag-race-kotamobagu-yang-tewaskan-8-penonton-kompas-siang
Transkrip
00:00Anda kembali di Kompas Siang.
00:02Saudara Korlantas Polri melakukan olah TKP terkait kecelakaan drug race yang menewaskan 8 penonton.
00:08Proses olah TKP menggunakan teknologi canggih.
00:15Tim Subdit Laka Ditgakum Korlantas Mabes Polri bersama Direkturat Lalu Lintas Polda Sulawesi Utara
00:21menggelar olah TKP menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis.
00:25Di antaranya laser scanner serta drone untuk memetakan kondisi lokasi kecelakaan.
00:31Dua perangkat laser scanner ditempatkan di sejumlah titik penting lintasan,
00:36sementara drone diterbangkan merekam lokasi secara menyeluruh.
00:40Teknologi ini memungkinkan petugas merekonstruksi kondisi lintasan secara digital,
00:45termasuk posisi kendaraan, titik benturan, dan lokasi para korban hingga kecepatan kendaraan.
00:50Penggunaan teknologi ini dilakukan untuk membantu polisi mengungkap secara lebih akurat
00:56kronologi kecelakaan, sekaligus mendukung proses pembuktian dalam perkara tersebut.
01:03Secara ilmiah untuk mengungkap kejadian dan pasca secara visual,
01:15tiga dimensi, nanti hasil yang didapatkannya.
01:21Dan delapan warga yang menjadi korban dalam kecelakaan pada ajang balap drug race
01:26di Kota Mobagu, Sulawesi Utara dimakamkan.
01:28Sejumlah korban lain masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
01:36Proses pemakaman korban balap drug race dihadiri sejumlah pejabat pemerintah Kota Mobagu
01:42bersama jajaran Forko Pimda.
01:44Beberapa panitia kegiatan drug race juga turut hadir menyampaikan bela sungkawa
01:48dan memberikan dukungan kepada keluarga korban.
01:50Delapan warga Kota Mobagu meninggal setelah sebuah mobil pebalap kehilangan kendali
01:55dan menabrak kerumunan penonton pada Minggu 9 Agustus.
02:00Sebagian korban luka kini dirujuk ke rumah sakit Prof. Kando Monado.
02:09Kita fokus untuk keluarga yang berduka, yang meninggal dunia.
02:16Tentu secara pribadi kami juga telah melakukan langkah-langkah membantu.
02:26Dan kita juga fokus pada yang masih dirawat di rumah sakit.
02:31Ya semoga cepat disembuhkan, kita akan menjamin bahwa keluarga korban atau korban yang ada di rumah sakit
02:40akan kami kawal.
02:41Sampai insya Allah sampai semua.
03:12Baik diri dan saudara, dari hasil olah TKP dengan menggunakan alat skener digital
03:20untuk menghasilkan visual tiga dimensi ini, kami belum bisa memastikan fakta apa yang didapat dari hasil skener ini.
03:32Sebab pelaksanaan ini dilakukan secara maraton dan dari informasi yang kami dapat
03:42itu akan dilakukan 2x24 jam untuk mempercepat agar proses penelidikan keharusia ini akan cepat terkelesaikan.
03:56Jadi saksi-saksinya, kalau tadi olah TKP sudah dilakukan, lalu saksi-saksinya siapa saja, pihak dari mana saja yang sudah
04:03diperiksa?
04:04Apakah sopir atau pengendara dari drug race ini juga sudah dimintai keterangan?
04:13Terkait saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik pokoknya sekotamu baru itu,
04:19kurang lebih kecil itu sudah berada 12 orang yang sudah diperiksa, termasuk anfitriah.
04:27Dan rencananya akan menyasar juga ke pihak pemerintah kotak Bama Babu yang meneluarkan izin.
04:35Dan untuk sopir sendiri, setelah kami konfirmasi itu belum dapat dilakukan peneritaan.
04:42Sebab pasca kejadian terjadi, sang sopir itu sempat dirujuk ke rumah sakit di Manado.
04:48Karena mengalami benturan di kepala.
04:53Namun oleh pihak kepolisian sendiri akan meminta reka medik dari dokter yang menyatakan bahwasannya,
05:01pihak sopir yang mengemudi mobil balap ini benar-benar mengalami benturan di bagian kepala.
05:08Jadi pihak sopir atau sopir pengendara ini belum bisa dimintai keterangan karena masih di rumah sakit begitu.
05:17Lalu kalau pemeriksaan dari pemerintah, kemudian panitia, sebenarnya kegiatan ini izinnya seperti apa?
05:27Ya memang dari awal setelah kami pasca kejadian, setelah kami konfirmasi dengan pihak pemerintah kota-kota Mabagu bahwasannya,
05:37wali kota-kota Mabagu menyatakan bahwa pemerintah kota mengeluarkan izin tidak drag race, drag bike di upaya ini,
05:49karena pemerintah kota Mabagu sudah menerima rekomendasi dari panitia yang terkait dalam kegiatan ini.
05:57Sehingga pemerintah kota juga berani mengembangkan izin.
06:01Namun sejauh ini polisi masih tetap melakukan penyelidikan atas peristiwa ini.
06:10sebab peristiwa ini salah satu peristiwa terbesar yang terjadi di kota Mabagu dengan jumlah korban yang cukup banyak.
06:21Baik. Lalu ini sudah ada izin.
06:25Terus pemeriksaan dari kepolisian misalnya evaluasinya soal standar keamanan dari penyelenggaran acara ini,
06:32seperti apa? Apakah itu juga sudah ada hasilnya?
06:37Ya baik. Jadi, untuk proses penyelidikan atas kasus ini, kami sejumlah wartawan yang ada di kota Mabagu ini
06:48sangat dibatasi akses, terutama dalam proses penyelidikan.
06:53Dan bisa kami katakan itu pemeriksaan ini dalam kondisi tertutup.
06:59Karena polisi ini sangat hati-hati untuk kemudian menyelidiki kasus ini.
07:06Namun, berdasarkan pemantauan kami di lapangan, bahwasannya kondisi track yang ada itu diduga itu sangat tidak layak.
07:18Apalagi di track sepanjang 402 meter, dari titik start finish 201 meter,
07:28dan dari finish ke tempat ruangan itu 201 meter itu sebagian menggunakan pagar besi atau baril,
07:37dan sebagian lagi hanya menggunakan balok kayu.
07:41Yang tentunya ini, ketika terjadi crash di lapangan, ini tidak jamin keselamatan dari para penonton.
07:49Dan satu hal lagi yang sangat disayangkan, yang tidak diperhatikan oleh manusia,
07:54antara jarak penonton dengan pagar itu sangat berdekatan dengan rumah warga.
08:01Sehingga warga atau penonton yang melihat langsung kejadian ini bisa masuk ke dalam lintasan saat kendaraan selesai melakukan race.
08:13Dan ini tentunya lagi dan lagi sangat membahayakan para penonton yang ada saat itu.
08:22Baik, terima kasih Rahman Rahim untuk laporan Anda.
08:26Kita akan tunggu bagaimana hasil olah TKP untuk mengetahui secara pasti dan secara terang apa penyebab peristiwa ini.
08:34Terima kasih Rahman Rahim.
08:40Suasana meriah ajang balap mobil dan motor di sirkuit non-permanen di Kota Mubagu Utara, Sulawesi Utara, berujung duka.
08:48Salah satu mobil pebalap yang melaju kencang tiba-tiba hilang kendali dan menabrak kerumunan penonton saat memasuki area garis finis.
08:58Lapan orang meninggal dan belasan lainnya terluka.
09:01Panitia menegaskan akan bertanggung jawab dan memberikan santunan kepada korban meninggal maupun korban luka.
09:09Seperti ini kan, kami ada di sini.
09:11Dan kami akan keingungan ke ini dan akan memberikan bantuan-bantuan luka yang dihati lima korban ini.
09:21Yang sudah meninggal juga, yang masih dirawat juga akan kami ini.
09:27Berarti Panitia akan tetap bertanggung jawab.
09:29Bertanggung jawab sekali, Panitia.
09:34Polisi menyerti kecelakaan termasuk aspek keselamatan dan kelayakan penyelenggaraan kegiatan balap mobil ini.
09:40Lima orang saksi diperiksa, termasuk Panitia Penyelenggara dan pebalap mobil yang mengakibatkan kecelakaan.
09:47Semua pihak kita akan periksa.
09:49Ini kan kita akan lihat alurnya dari Panitia Penyelenggara, siapa, apa potensi yang ada di sini, mekanisme diikuti.
09:58Kan ini masih berproses, tapi kan ini kita tidak bisa.
10:02Namanya Pradugata bersalah.
10:03Kita harus mengikuti.
10:04Tapi kalau yang pengemudi itu sudah jelas, karena dia walaupun kelalaiannya, kelalaian itu sudah jelas tersangka potensinya besar.
10:15Berapa orang, Pak, yang diperiksa?
10:17Kalau tidak salah, kemarin sudah lima orang, termasuk yang mengandarai mobil.
10:23Sejumlah korban luka akibat kecelakaan mobil balap ini masih menjalani perawatan medis di dua rumah sakit.
10:35Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan