Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Di tengah mencuatnya berita tentang tewasnya 7 tujuh prajurit Angkatan Laut Amerika Serikat di USS Abraham Lincoln, militer Iran kini ancang-ancang memperluas wilayah operasinya hingga ke luar perbatasan negaranya.

Apakah kegentingan di kapal perang AS akan mengubah peta konflik di Selat Hormuz dan Iran?

Kita bahas bersama Mantan Atase Pertahanan RI di Iran, Mayjen Purnawirawan Budi Pramono.

Baca Juga [FULL] Negosiasi Alot! Pengamat Timur Tengah Bicara Soal Iran-AS Saling Tekan di Selat Hormuz di https://www.kompas.tv/internasional/685388/full-negosiasi-alot-pengamat-timur-tengah-bicara-soal-iran-as-saling-tekan-di-selat-hormuz

#iran #amerika #tentaraamerika

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/685476/full-bentrok-7-tentara-as-diberitakan-tewas-di-kapal-uss-abraham-lincoln-untungkan-iran
Transkrip
00:00Di tengah mencuatnya berita tentang tewasnya tujuh prajurit Angkatan Laut Amerika Serikat di USS Abraham Lincoln,
00:07militer Iran kini ancang-ancang memperluas wilayah operasinya hingga keluar perbatasan.
00:13Apakah kegentingan di kapal perang Amerika Serikat akan mengubah peta konflik di Selat Hormuz dan Iran?
00:19Kita bahas bersama mantan atas sepertahanan Republik Indonesia di Iran,
00:23Majen Purnawirawan Budi Pramono.
00:26Selamat sore Pak Budi, semoga sehat selalu.
00:28Selamat sore Mas, apa kabar Mas?
00:30Pak Budi, untuk saat ini kita mengatakan ada informasi dari media Iran
00:35bahwa ada tujuh prajurit marinir di USS Abraham Lincoln terlibat perkelahian sesama prajurit
00:41dan mengakibatkan tujuh orang tewas.
00:43Lalu apakah ini tandanya blokade maritim akan tidak seketat sebelumnya
00:49dan apakah ini juga akan menguntungkan bagi Iran?
00:54Iya Mas, kalau menurut saya ini adalah military blunder.
01:00Military blunder yang kalau misalnya merubah strategi itu sampai operasionalnya begitu,
01:09kalau menurut saya jauh api dari panggang.
01:11Kenapa? Karena tidak bisa serta-merta military blunder kekonyolan-kekonyolan yang ada dalam dunia
01:18kemiliteran ketika beroperasi seperti ini, kemudian mengubah strategi besar
01:24bagaimana nanti Amerika memblokade.
01:28Saya jadi ingat Mas, ini kan kasusnya kayak kasus yang USS Enterprise
01:33yang sekitar tahun 72 ya, itu sekitar tahun 65 kalau tidak salah.
01:41Dan juga USS Kitty Hawk yang tahun 72, itu semua kan perang Vietnam.
01:49Tapi ini adalah akumulasi Mas.
01:52Jadi memang terjadinya itu istilahnya itu konflik kecil gitu di dalam kapal itu sendiri
01:59yang jauh api dari panggang tadi saya sampaikan, tapi terakumulasi
02:03dengan bagaimana political will, bagaimana political background
02:08sehingga di dalam negeri itu semakin meningkat tekanan-tekanan politik yang ada,
02:15kemudian tekanan-tekanan ekonomi yang ada, tekanan-tekanan publik yang ada.
02:20Kalau itu semuanya sudah meluas, nah barulah itu nanti akan menjadi bahan evaluasi
02:26dan bahan evaluasi itu nanti baru akan ditentukan sampai sejauh mana
02:30strategi pertempurannya, kemudian operasionalnya itu sampai dirubah gitu.
02:35Jadi kalau kasus-kasus militeri blunder yang saya lihat seperti ini ya,
02:41saya menengah rahinya ini baru sebatas ya SDM saja ya,
02:48Roman Resources yang belum sampai ke war fatigue,
02:51war fatigue yang US-US Enterprise, war fatigue yang terjadi di Kitty Hawk,
02:58US-US Kitty Hawk yang di Vietnam, belum sampai pada saat itu.
03:02Namun demikian bisa kita ambil bagaimana yang disampaikan
03:06close switch di Onward lah mas, bahwa
03:08no matter how high the technology is, but main matter most.
03:12Di sana lah mas, pentingnya sampai sejauh mana teknologi itu kau gape,
03:17tapi manusia itu tetap akan sangat berpengaruh.
03:21Jadi kalau situasi itu dibiarkan dalam jangka panjang,
03:25tentunya ya sangat tidak bagus untuk operasional Amerika dalam hal ini,
03:31dalam rangka blokade itu.
03:33Kenapa? Ya itu tadi mas,
03:35the technology, everything in technology ended by pushing the button.
03:40sampai setinggi mana teknologi yang kau dapatkan,
03:43katakanlah di apa itu kapal Indo itu.
03:46Tapi ya ujung-ujungnya berakhir pada pushing the button,
03:50menekan daripada tombol-tombol itu yang menekan adalah jarinya manusia,
03:54itu kata close switch.
03:56Jadi ini memang tidak bisa di-ignore mas,
03:59tidak bisa dibiarkan untuk ke jangka panjang.
04:03Harus merupakan catatan,
04:05karena ini udah lesson learned,
04:06bagaimana Kitty Hawk 72 di Vietnam,
04:09bagaimana juga US Enterprise 65 Perang Vietnam,
04:13yang semuanya ini bisa merubah eskalasi dan strategi
04:18untuk operasional yang secara strategik, secara meluas gitu mas.
04:24Kita mengatakan bahwa USS Abraham Lincoln
04:26sebuah kapal induk yang juga sangat besar
04:29dan membawa 5.000 awak
04:31dan ini merupakan salah satu kapal induk yang prioritas,
04:35terutama untuk mempelukai ada di kawasan Timur Tengah,
04:37terutama bagi Iran.
04:38Untuk saat ini Anda juga melihatnya bahwa ini menjadi moral hazard
04:42bagi kapal induk ataupun kapal Amerika lainnya
04:47yang saat ini sedang berupaya untuk mempelukai ada Iran,
04:51terutama di Selat Hormuz.
04:54Iya mas, jadi kalau hubungannya dengan adanya di Selat Hormuz,
05:00tentunya ini sampai sejauh mana sih mas,
05:03blokade itu bisa dikatakan kendor atau tidak gitu kan.
05:07Kan Iran tentunya melihat mas,
05:09kalau ini misalnya kendor,
05:11Iran akan mempunyai strategi sendiri.
05:13Tapi kalau misalnya tidak kendor,
05:16Iran juga akan tetap mempunyai strategi sendiri.
05:18Nanti ya tetap apapun yang terjadi,
05:20dia akan tetap memperkuat.
05:21Bagaimana Hormuz agar tetap di bawah pengaruhnya dia.
05:25Nah, namun demikian mas,
05:26kalau kita melihat kendor atau tidak kendornya,
05:29sekali lagi,
05:30ini bukan sesuatu hanya dari satu titik,
05:33kemudian kita bisa melihat bahwa itu kendor.
05:35Kendor itu mas, apabila apa?
05:38Apabila ada pengurangan katakanlah kapal-kapal serang,
05:43kapal perusahaan,
05:44kemudian kapal lindungnya juga diganti full gitu,
05:48SDM-nya di sana,
05:49dan juga ini tentunya kendor,
05:51apabila sudah ada decision dari Kongres,
05:55bahwa ya mulai sekarang agar mundur situasi yang ada di blokade di sana,
06:00atau juga logistik yang ada,
06:02logistik yang ada tidak mendukung,
06:04politik dalam negeri tidak mendukung,
06:06kemudian rakyat juga,
06:09terutama korban-korban yang ada,
06:11keluarga yang ada di USS,
06:14tadi Abraham Lincoln itu juga komplain.
06:17Nah, ini kalau terjadi si Mulsternley secara berbarengan,
06:21baru dikatakan kendor,
06:22tapi sampai detik ini jauh api dari panggang lah,
06:25mas, kalau misalnya dikatakan bahwa blokade itu kendor,
06:27dan tentunya Iran tidak pada titik sana menilai kekendoran itu.
06:31Ya, karena untuk saya terakhir,
06:33informasinya bahwa militer Iran siap akan melakukan ubah strategi,
06:37terutama dari defensif melalui jadi lebih ofensif.
06:41Nah, ini apakah juga akan merusak,
06:43dan juga akan pengerahannya akan lebih masif,
06:45terutama untuk melindungi strategi di Selat Hormuz?
06:50Ya, itu dia Mas.
06:52Tadi saya perlu tambahkan,
06:54bahkan IRGC kan sudah bukan lagi,
06:57apa ya, maksudnya melemah,
07:00tapi malah declare the war.
07:01Kenapa?
07:02Karena kok semakin menemui jalan buntu dalam hal ini,
07:06kok semakin tidak ditentukan,
07:08kapan waktunya akan diadakan perundingan,
07:11dan lain sebagainya.
07:12Ini menunjukkan kalau memang di depan mata ini semakin ada jalan buntu.
07:18Jadi kalau menurut saya Mas,
07:21ini tentunya akan bertahap-tahap ini,
07:23kelanjutan bagaimana Amerika dengan Iran ini.
07:26Yang pertamanya kan tentunya dia saling tekan,
07:29yang selama ini kita tahu koersif diplomasi,
07:32ya tekanan-tekanan ini akan menuju pada suatu titik,
07:36apakah ini nanti akan terjadi eskalasi terbatas, ya kan.
07:40Setelah eskalasi terbatas,
07:41tentunya berjalan terus eskalasi terbatas,
07:44apakah dia tidak menentukan pada,
07:46tidak bertemu pada titik temu,
07:48titik temunya, titik penentuannya adalah,
07:50apakah berlanjut secara besar,
07:52ataukah mengendor,
07:54baru ada evaluasi.
07:55Kalau memang mengendor,
07:57dengan ciri-ciri simptom yang tadi saya sampaikan dari awal,
08:01ya berarti meredah,
08:02tapi apabila tidak,
08:04ini akan membuka open total warfare di kawasan,
08:08menurut saya begitu.
08:09Jadi kira-kira tahapannya seperti itulah Mas,
08:11ke depan kalau Amerika sama Iran ini,
08:13masih menemui titik-titik buntu dalam perundingan.
08:18Baik.
08:19Tampaknya kedua belah pihak masih saling intip,
08:21dan juga saling mengintai,
08:22dan juga untuk saat ini,
08:23mereka masih dalam posisi satu sama lain,
08:26untuk meminta kompensasi atas perang yang terjadi.
08:28Terima kasih.
08:29Atas perspektifnya,
08:31Majen Purnawirawan Budi Pramono,
08:34mantan atas sepertahanan Republik Indonesia di Iran
08:37pada periode 2009-2012.
08:40Sehat-sehat selalu, Pak.
08:41Terima kasih, Mas.
08:42Terima kasih, Mas.
08:42Terima kasih.
08:43Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan