Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
SOLO, KOMPAS.TV - Presiden ke-7 RI Joko Widodo menanggapi perkembangan sidang terkait perkara tudingan ijazah.

Jokowi menyatakan jika pihak yang menuding yakin ijazah tersebut 100 persen palsu, seharusnya pembuktian dilakukan dengan masuk ke pokok perkara di persidangan, bukan melalui praperadilan.

Menurutnya, proses hukum perlu diikuti agar persoalan tersebut segera selesai.

Baca Juga FULL! Jokowi Tegaskan Hubungan Prabowo-Gibran, Respons Kaesang Nyaleg dan Sidang Kasus Ijazah di https://www.kompas.tv/video/685163/full-jokowi-tegaskan-hubungan-prabowo-gibran-respons-kaesang-nyaleg-dan-sidang-kasus-ijazah

Jokowi juga menegaskan kesiapannya hadir dalam persidangan dan membawa ijazah dari jenjang SD, SMP, SMA, serta ijazah S1 yang saat ini berada di Kejaksaan.

Ia menyatakan akan menunjukkan seluruh dokumen tersebut dalam proses persidangan dan meminta semua pihak mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/685180/ultimatum-jokowi-soroti-prapedadilan-tifa-ulur-waktu-kalau-yakin-100-palsu-bawa-buktinya
Transkrip
00:00Terkait yang sidang ijazah, Pak, kemarin kan eksepsi-eksepsinya, Pak,
00:05Dr. Riva sempat diterima, kemudian sempat terhenti.
00:09Kemudian besok lanjut lagi, Pak, enggak punya seperti apa, Pak?
00:13Ya, kalau yakin 100 persen palsu,
00:26maksudnya masuk ke pokok perkara di persidangan itu diikuti.
00:34Tidak malah pra-peradilan.
00:38Biar perkara ini segera selesai, masalah ini bisa segera selesai.
00:45Kalau untuk sidang rencana besok dari Pak Jokowi, seperti apa, Pak?
00:51Kalau siap, hadir kalau?
00:53Hadir, saya sudah sampaikan, saya akan hadir,
00:57membawa ijazah, SD, SMP, SMA, dan yang S1 yang sekarang dikejaksaan.
01:08Semuanya akan kita tunjukkan.
01:13Ini sudah masuk pokok perkara, Pak, di persidangan.
01:17Kita ikuti proses hukum yang ada.
01:22Bisa dibilang pra-peradilan kemarin mengulur-mengulur waktu untuk persidangan, Pak?
01:25Ya, untuk apa?
01:27Kalau sudah yakin 100 persen palsu, ya bawa saja buktinya.
01:32Masuk ke pokok perkara di persidangan.
01:35Mestinya.
01:41Kalau untuk terkait Mas Kaisang yang kemarin sudah mendiklarkan mau nyalek di DAPI 5, seperti apa?
01:48Ya, itu sudah menjadi keputusan Mas Kaisang, saya kira itu sudah dihitung.
01:53Sudah dikalkulasi risiko-risikonya, kan PSI punya tim yang berkaitan dengan hitung-hitungan politik.
02:09Tetapi ya kita tahu bahwa DAPI 5, Jawa Tengah itu adalah DAPI yang sangat berat.
02:18Tapi sudah diputuskan masuk ya, hadapi risiko dan segera kuasai lapangan.
02:28Arahannya ke Mas Kaisang sebelumnya?
02:30Ah, enggak ada, enggak ada, enggak pernah ada.
02:32Anggapannya?
02:33Sudah memutuskan, pasti sudah dihitung dengan kalkulasi-kalkulasi yang matang.
02:39Termasuk satu DAPI dengan bupuan ya?
02:42Ya, kalau di DAPI 5 ya.
02:45Sudah merestui berarti Pak terkait langkah Mas Kaisang untuk maju di DAPI 5?
02:50Orang tua itu hanya merestui dan mendoakan.
02:56Lanjut Pak, terkait survei dari Pak Prabowo untuk kinerja Prabowo-Gibran menurun Pak di SRMIC itu.
03:06Anggapannya Pak, dari 80 ke 50 itu tanggapannya sepertinya?
03:09Ya, yang paling penting merintah tetap fokus bekerja.
03:16Jangan kehilangan fokus.
03:17Nanti yang menilai masyarakat.
Komentar

Dianjurkan