00:00Kebakaran Gunung Bromo sudah seperti apa, update apa, kemudian nanti skemanya atau rencana operasi penanganannya seperti apa?
00:08Ya, pertama karena ini kebakaran hutan terjadi di daerah pegunungan, medannya sangat menantang.
00:14Ada titik-titik yang tidak bisa dijangkau oleh personil, ada yang tidak bisa dijangkau dengan kendaraan,
00:20ada yang bahkan juga sulit dijangkau apabila menggunakan personil yang berjalan kaki menuju lokasi.
00:27Nah, inilah yang dilengkapi dengan penggunaan helikopter waterbombing.
00:34Helikopter waterbombing saat ini hari ini ada tiga unit yang bekerja, fokusnya ada dua.
00:40Satu ada di daerah puncak B-29 di Pundak Lembu.
00:44Nah, di Pundak Lembu ini lokasinya paling timur ya, paling timur dari titik kebakaran seluas 500 hektare.
00:51Nah, 500 hektare ini bukan berarti saat ini sedang terbakar semuanya, tetapi tambahan 250-an hektare terjadi kemarin sampai tadi
01:02pagi.
01:02Nah, ini sebagian sudah padam, memang yang terbakar ini daerah sangat panah, alang-alang yang sangat mudah terbakar.
01:09Dan kebakaran ini pun terjadi di malam hari.
01:11Nah, saat sudah padam ini ada personil dari berbagai unsur, dari TNI Angkatan Darat, dari Kodim, juga dari Polres, dan
01:20juga dari Kementerian Kehutanan melalui Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,
01:25dan dari BPPD Provinsi dan BPPD Kabupaten.
01:28Yang diterjunkan adalah damkar, personil lapangan, serta kendaraan tanki air.
01:35Ini yang kemudian melakukan kombinasi pemadaman menggunakan helikopter di titik yang masih ada apinya,
01:41dan juga untuk melakukan pemadaman di titik-titik api kecil, serta pendinginan di lapangan langsung.
01:48Dan selain dari titik di sekitar B29, maupun di daerah yang disebut sebagai Watangan di sisi paling barat, dengan luas
01:56sekitar 500 hektare,
01:58ada satu titik api lain yang berlokasi jauh, berjarak dari sini, bukan di bagian 500 hektare, yaitu di Penanjakan.
02:06Nah, di Penanjakan ini terjadi api yang saat ini juga menjadi sasaran operasi dari helikopter waterbombing.
02:13Tadi sudah melakukan pengambilan air dari Ranupane, tadi pagi sekitar jam 8, 1 titik di B29 sudah dilakukan waterbombing,
02:23dan setelah ini akan dilakukan waterbombing dari air yang diambil di Ranupane di Penanjakan.
02:30Tiga unit akan fokus di dua titik ini dulu.
02:32Ditambah ada tambahan personil untuk melakukan gerakan darat, gerakan lapangan di titik Penanjakan juga,
02:39jangan sampai Penanjakan ini kemudian menjadi tambahan yang meluas.
02:44Jadi kita fokus segera mematikan yang di Penanjakan, dan kemudian fokus bagaimana yang 500 hektare dari barat di Watangan sampai
02:52ke timur di Budak Lembu B29,
02:54ini bisa ditangani.
02:56Sesuai dengan arahan Ibu Gubernur, dua helikopter setelah ditambah lagi dengan satu unit helikopter waterbombing.
03:02Oke, Pak Ebel, mengonfirmasi kembali Pak, jadi total berapa luas lahan yang terbakar saat ini?
03:08Dari titik kemarin 250 hektare, ini berkembang menjadi 500 hektare.
03:14Tetapi 500 hektare ini bukan berarti sekarang apinya lagi nyala semua, tapi luasan yang akhirnya terkena api.
03:21Jadi ini sebenarnya ada jalan selebar 18 meter yang disebut jalur lingkar kaldera tenggar,
03:27tapi sayangnya jalur itu tidak bisa menahan, karena angin yang kencang api bisa meloncati jalur itu,
03:32sehingga rumput-rumputan atau alang-alang itu terbakar juga.
03:38Nah ini ada jalur lama yang berada di sisi utara ya.
03:42Utara apa selatan itu?
03:44Jadi ada jalur lain ya ke arah penanjakan, itu jalur lama, dia lebih pendek ya, tidak selebar 18 meter,
03:53tetapi itu menjadi batas atas dari titik kebakaran.
03:58Nah ini yang dijadikan titik siaga, supaya jangan sampai dia menyebar lagi ke titik lebih lanjut.
04:03Jadi fokus kita mudah-mudahan kita bertahan di 500 hektare ini,
04:06dengan jumlah ada 7 unit damkar plus 1 mobil tanki,
04:12ada lebih dari 200 personil, ada dari unsur TNI, polisi, maupun juga dari BPBD dan TNBTS,
04:20serta 3 helikopter waterbombing.
04:22Ini bergerak untuk menangani wilayah 500 hektare ini,
04:25yang memang meskipun sudah padam dan ada sisa titik api,
04:29tapi semuanya menjadi kewaspadaan.
04:31Jadi di paling barat di Watangan, ini ada unit damkar yang dimiliki TNBTS,
04:36ini berada di sana dengan sekitar 20 personil,
04:40ada sekitar 20 personil lagi bergerak di penanjakan,
04:44dan ada helikopter waterbombing yang menyasar penanjakan,
04:47dan juga dari sisi paling timur, yaitu di puncak B29, Budak Lembu.
04:52Oke, Pak Emil, jadi apa yang menjadi penyebab kebakaran di kawasan Gunung Perumuh ini?
04:56Kemudian mengapa api yang bisa dikatakan cepat menyebar atau meluas, Pak Emil?
05:02Angin dan juga memang bahan bakar bagi kebakaran hutan,
05:07ini adalah alang-alang.
05:08Jadi makanya yang kita lakukan saat ini kombinasi pemadaman dan pencegahan.
05:14Pencegahan itu artinya titik yang meskipun secara pandangan mata sudah padam,
05:19tetapi tetap disiagakan di sana damkar dan personil,
05:23dengan tujuan untuk mengantisipasi kalau tiba-tiba muncul lagi api,
05:27sehingga dia tidak mudah menyebar ke titik-titik berikutnya yang memang berpotensi terbakar.
05:32Oke, kendala terbesar yang dihadapi oleh petugas pemadam dan juga penanganan di sana seperti apa, Pak?
05:39Kendala terbesar alat kita sudah mulai habis, nih.
05:42Robiok, ya.
05:43Jadi namanya, Robiok itu adalah alat untuk memadamkan.
05:47Jadi kalau ada api-api kecil itu dipadamkannya pakai alat itu,
05:50itu sudah kepakai semua, gitu.
05:52Jadi bahkan sekarang dari 100 personil Kodim, hanya ada 4 yang pegang.
05:57Maka mereka di jalan, di lapangan berimprovisasi menggunakan ranting.
06:00Nah, ini ada 3 regu dari Banyuwangi, Jember, dan dari kantor BKSDA.
06:07Semuanya dari tim Kemenhut.
06:08Ini bawa alat, dan BBBD ini sedang mencari lagi tambahan alat untuk manualnya.
06:14Selama belum ada alat manual itu, maka kombinasi menggunakan ranting-ranting
06:18untuk memadamkan secara manual, ditambah tentunya semprotan secara manual.
06:22Kami juga ingin menyampaikan ada 3 drone sprayer yang dimiliki BBBD Provinsi,
06:27yang saat ini difokuskan di titik B29.
06:29Nah, ini memang kendala lapangan ini adalah angin,
06:33karena kalau misalnya angin atau awan yang ada di titik pemberangkatan heli
06:37di daerah Malang, maupun juga angin yang ada di sekitar Bromo ini,
06:42ini kemudian tidak kondusif, seperti kemarin terjadi di jam setengah 2,
06:46mau tidak mau operasi helikopter waterbombing tidak bisa dilakukan.
06:50Oke, Pak Emil, untuk target pemadamannya sendiri, ini bisa dilakukan sampai kapan?
06:55Begitu kemudian untuk warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran,
06:58ini penanganannya bagaimana, Pak?
07:00Ini sudah dipetakan, radiusnya, lingkarnya, ini memang titik-titik yang rawan kepada warga,
07:06ini ada satu titik di B29, itulah yang disiagakan lebih banyak,
07:10dan tapi belum sampai ke evakuasi warga karena masih cukup berjarak.
07:14Tetapi ini selalu ada pantauan 24 jam untuk memastikan bahwa warga ini juga siaga dan siap evakuasi.
07:21Oke, apakah akan ada upaya evakuasi, Pak?
07:25Dan kemudian kalau misalnya memang ada, akan dievakuasi kemana masyarakat ini?
07:29Mereka sudah punya titik-titik evakuasi di sini,
07:32kalau yang di sekitar B29 tentu ada kerabat-kerabat mereka yang berkediaman lebih jauh lagi dari titik-titik rawan.
07:40Tetapi saya sampaikan sekali lagi, hasil pantauan rekan-rekan di lapangan ini belum pada titik evakuasi,
07:47tapi sudah disiagakan jalur evakuasinya.
07:51Oke, Pak Emil, ini kan juga kita tahu kondisinya masih panas dan juga kering,
07:57kemudian tadi juga yang menjadi salah satu tantangan terbesarnya adalah angin.
08:00Apakah ada upaya atau rencana untuk modifikasi cuaca, Pak?
08:05Angin tidak bisa dimodifikasi sayangnya.
08:08Yang bisa dimodifikasi cuaca itu biasanya adalah memindahkan hujan misalnya.
08:14Atau kemudian kalau memang ingin mengatasi kebakaran, ya pakai tekniknya namanya waterbombing.
08:19Jadi kalau modifikasi cuaca menciptakan hujan mungkin ya,
08:24itu saat ini terus terang belum menjadi fokus kita.
08:27Nah, itu karena awan-awan yang bisa disemai untuk menjadi hujan ini juga belum teridentifikasi.
08:34Kita butuh awan yang cukup patah untuk kemudian disemai.
08:37Nah, di atas ini meskipun di Malang itu ada awan,
08:40tapi harus ada awan-awan di sekitar sini yang kemudian dibuat supaya dia bisa hujan.
08:46Nah, ini kondisi belum ada saat ini. Jadi fokusnya waterbombing.
08:50Oke, Pak Emil, untuk itu tadi kalau misalnya warga rumahnya terdampak,
08:55kalau kebun warga ada nggak Pak di sekitar lokasi kawasan Gunung Bromo ini?
08:59Itu terdampak juga kah?
09:01Sejauh ini yang terbakar ini adalah kawasan alang-alang dan kawasan hutan.
09:06Jadi kita telah menetapkan perimeter itu dari awal masih lima puluhan hektare,
09:13sampai seratusan hektare, sampai dua ratus hektare kemarin dan lima ratus,
09:16itu perimeternya masih bukan perkebunan warga.
09:19Tapi ada kombinasi hutan dan ada kawasan alang-alang atau savanan.
09:24Oke, Pak Emil, terakhir mungkin ini mitigasi dari Pemprov untuk penanganan bencana kebakaran di Gunung Bromo
09:29supaya tentunya tidak terjadi kembali, seperti apa Pak?
09:33Ya, mohon izin.
09:34Memang kita untuk menentukan apa sih sebenarnya penyebab persisnya kebakaran,
09:42ini saja kita masih menduga-duga faktor ya, apa penyebabnya gitu.
09:47Jadi saat ini dengan skala perluasannya sedemikian besar,
09:51kita betul-betul berfokus kepada upaya pemadaman.
09:54Tapi saya setuju bahwa kita memang mencegah ini terjadi lagi di titik-titik lain.
10:00Bahkan di penanjakan terjadi kebakaran pun,
10:03kemungkinan ada orang sengaja membakar di situ sebenarnya sangat kecil.
10:06Maka untuk sementara TNBTS ditutup terlebih dahulu dari wisata.
10:11Sehingga kita meminimalisir pergerakan manusia di sekitar titik-titik yang rawan ini
10:16mudah-mudahan tidak memicu terjadinya kebakaran lagi.
Komentar