00:00Dan kalau kita melihat tadi, yang unik di kejuaraan FIFA ASEAN ini memang dimasukkan menjadi kalender FIFA Match Day
00:10yang digabungkan pada bulan September dan Oktober.
00:13Kalau melihat dari seperti ini, pastikan semua pemain terbaik Indonesia bisa hadir.
00:21Dan kita harapkan tentu prestasinya bisa maksimal.
00:24Tapi tentu dinamika kita bisa lihat apakah nanti amit-amit cedera seperti apa, nanti kita lihatlah seperti apa.
00:34Cuman sebagai Tuhan rumah, kalau bisa tim nasionalnya juga berprestasi dengan baik,
00:40ya ini hal-hal yang tentu kita harapkan sebagai masyarakat sepak bola.
00:45Bapak Presiden, saya rasa saya sudah sampaikan tidak mungkin sepak bola kita seperti ini
00:53tanpa dukungan masyarakat sepak bola, pemerintah pusat, pemerintah daerah, semua stakeholder.
01:02Kalau ditanya apakah sepak bola kita sudah bangkit, sudah bangkit.
01:06Kita bisa lihat kita juara SEA Games saat itu awalnya.
01:11Nah memang tentu konteks yang lainnya kita bisa lihat,
01:15kita juga harus apresiasi kepada semua pelatih tim nasional.
01:19Mau coach Indra Safri, coach Nova, coach Sintayong, coach Patrick, coach John Herman,
01:25mereka sudah melakukan yang terbaik yang mereka sudah berikan.
01:28Tetapi tentu kita semua dukung segala kebutuhan pelatih.
01:34Apakah dari kompetisi dalam negeri ataupun dari tentu para pemain yang dibesarkan di luar negeri.
01:40Kita dukung maksimal.
01:41Pemerintah hadir.
01:43Ya ini menpung hadir.
01:44Pada saat hal-hal itu kita berikan yang maksimal.
01:49Jadi kalau kita bicara tentu hasil-hasil prestasi juga jangan dilihat hanya yang putra.
01:55Yang putri yang selama ini belum terlihat kemarin sudah mulai juara back to back walaupun di Liga 2.
02:03Tapi ini kan langkah.
02:04Langkah ke atas.
02:05Dan itulah kenapa dari PSSI, ini ada Pasek Jen, kita menyiapkan juga bagaimana strategi blueprint menuju 2030.
02:15Nah tentu tidak bisa kerja sendiri.
02:17Dan saya memohon dengan hormat tadi, perlindungan kepada pelatih dan pemain harus ada.
02:25Jangan sampai kita menjadi bangsa yang memecah belah kita sendiri.
02:30Pemain itu punya keluarga, punya perasaan.
02:34Mereka juga berkorban untuk musa dan bangsa.
02:37Jadi ini hal-hal seperti ini yang saya rasa tentu sebagai pecinta tim nasional, ketika tim nasional baik naik atau
02:47sedang turun, ya kita harus sama-sama.
02:49Karena tadi semua sudah memberikan yang terbaik.
02:52Tentu hasil berbeda-beda.
02:56Khususnya buat FIFA ASEAN, karena ini di kalender FIFA, tadi kita bisa memberikan tim yang terbaik yang kita punya.
03:05Karena kalau di luar FIFA Kalender, ya kita harus juga mengerti tidak mudah untuk klub-klub yang bisa memberikan pemainnya
03:17keluasaan untuk bergabung.
03:18Saya apresiasi ketika Liga, klub-klub nasional memberikan keluasaan pemainnya bergabung di luar FIFA Kalender.
03:29Karena yang menggaji para pemain ini kebanyakan klub-klub loh.
03:33Nah ini harus juga konteksnya dilihat secara bersama.
03:36Dan tentu menjadi tuan rumah itu juga bagian kita membangun kesempatan tim kita untuk bisa mendapatkan pertandingan-pertandingan yang baik.
03:48Seperti contoh kemarin, tim nasional kita bertanding dengan Bulgaria, nggak mudah.
03:55Ya terakhir tim nasional kita waktu itu bertanding dengan Argentina.
03:58Nah ini hal-hal seperti ini yang tentu kita dorong supaya peningkatan daripada tim nasional ini bisa terlihat.
04:07Rankingnya hari ini mungkin 118, mungkin karena kemarin bisa turun sedikit.
04:11Tapi ini prestasi yang terbaik setelah sekian lama.
04:16Nah ini yang saya rasa mungkin tadi hal seperti ini dalam membangun olahraga apapun,
04:22Pasti mau di semua olahraga, mau volley, mau futsal, bulu tangkis, tenus, semua ada prosesnya.
04:31Tetapi di bawah pemerintahan Bapak Presiden, Bapak Presiden sangat punya komitmen bahwa olahraga ini harus menjadi bagian terpenting dalam pembangunan
04:42karakter.
04:42Dan juga bagaimana untuk tadi kita sebagai bangsa yang juga dihormati di konteks banyak negara juga secara realitas dan persepsi.
Komentar