Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mendukung pembicaraan baru dengan Amerika Serikat.

Pemerintah Iran meyakini, peluang terkuat untuk capai kesepakatan, saat Iran berupaya memecah kebuntuan dengan Washington.

Sementara itu, Donald Trump mengklaim perang melawan Iran bisa berakhir segera dan bersikeras kesepakatan tentang Selat Hormuz sudah dekat.

Trump menilai Teheran tidak akan bisa bertahan lebih lama jika perang berlanjut.

Baca Juga [FULL] Analisis Peneliti dan Guru Besar UKI soal Mojtaba Rombak Pejabat, Jadi Sinyal Keretakan Iran? di https://www.kompas.tv/internasional/684902/full-analisis-peneliti-dan-guru-besar-uki-soal-mojtaba-rombak-pejabat-jadi-sinyal-keretakan-iran

#iran #amerika #trump

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/684910/presiden-iran-dukung-pembicaraan-baru-dengan-as-trump-klaim-kesepakatan-selat-hormuz-sudah-dekat
Transkrip
00:00Silahin saudara presiden Iran mendukung pembicaraan baru dengan Amerika Serikat.
00:06Pemerintah Iran meyakini peluang terkuat untuk capai kesepakatan saat Iran berupaya memecah kebutuhan dengan Washington.
00:47Sementara itu, Donald Trump mengklaim perang melawan Iran bisa berakhir segera dan bersikeras kesepakatan tentang Selat Hormuz sudah dekat.
00:54Trump menilai Teheran tidak akan bisa bertahan lebih lama jika perang berlanjut.
01:00Jangan lupa, tidak akan menanggap.
01:04Hasn't you been reached to reopen the strength of Hermes?
01:07Saya tidak mahu menanggap.
01:08It's sort of open right now.
01:10Kita mengkontrol, tapi mereka bisa selalu menanggap sesuatu.
01:12Mereka akan menanggap sesuatu.
01:13Mereka akan menanggap sesuatu.
01:14Saya rasa kami melakukan sangat baik.
01:16Saya hanya melakukan persatangan.
01:18Saya rasa kami melakukan baik.
01:19Mereka akan menanggap.
01:22Jangan lupa, tidak akan menanggap sesuatu.
01:23Mereka akan menanggap sesuatu.
Komentar

Dianjurkan