00:00Badan penanggulangan bencana daerah BPBD Aceh Besar terus memantau dampak anomali cuaca yang menyebabkan bencana kekeringan dan angin kencang di
00:09sejumlah kecamatan di Aceh Besar.
00:11Selain menyiapkan personil dan peralatan, BPBD Aceh Besar juga membuka posko siaga darurat bencana hidrometeorologi.
00:22Data dari Pusdalops BPBD Aceh Besar ada 19 kecamatan yang mengalami dampak kekeringan dan angin kencang.
00:28Akibat angin kencang, 13 atap rumah warga, 2 unit ruko, 3 unit lembaga pendidikan daya, dan 1 atap sekolah dasar
00:36rusak.
00:37Tak hanya itu, angin kencang juga menumbangkan 15 pohon besar terutama di wilayah Inginjaya dan Belang Bintang.
00:43Untuk mempercepat penanganan dan memudahkan koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana ini,
00:49BPBD mendirikan posko siaga darurat bencana hidrometeorologi di Posdamkar Induk Sibreh, kecamatan Sukamakmur.
00:57Warga juga bisa melaporkan setiap peristiwa alam agar cepat ditindaklanjuti petugas.
01:02Isi cuaca di Aceh Besar saat ini sedang dilanda kemarau atau kekeringan,
01:08yang mana telah berdampak pada 19 kecamatan yang tersebar di Aceh Besar,
01:15itu yang terdampak dengan kekeringan, lahan pertanian, atau sawah masyarakat yang mengeri.
01:21Juga yang mana di Kabupaten Aceh Besar dalam beberapa hari ini terjadi perubahan atau anomali cuaca yang sangat signifikan,
01:30itu dalam waktu seketika dan tiba-tiba terjadi angin kencang,
01:33sehingga juga telah terdampak pada 13 unit rumah masyarakat.
01:40BPBD Aceh Besar juga mengaktifasi 10 pos,
01:43mulai dari kecamatan Long yang ada di wilayah barat Aceh Besar,
01:47hingga ke kecamatan Lembah Saulawah di bagian timur Aceh Besar.
01:50Agar dampak dari anomali cuaca ini bisa ditangani dengan cepat,
01:54termasuk pantauan kebakaran hutan dan lahan yang juga kerap terjadi saat musim kemarau di Aceh Besar.
02:02Mustajab, Kompas TV, Aceh Besar, Aceh.
02:07Kita tanyakan lebih lanjut soal bencana kekeringan dan juga angin kencang di Aceh Besar
02:11bersama Kepala BPBD Aceh Besar, Bapak Ridwan Jamil.
02:15Salam Nusantara, Pak Ridwan.
02:17Ini boleh diupdate terkait dengan kekeringan dan anomali cuaca bagaimana hingga saat ini?
02:21Kecamatan mana saja yang terdampak, Pak?
02:25Selamat pagi. Salam Nusantara, Mbak Glennie.
02:31Bagaimana, Pak? Untuk updatenya, kecamatan mana saja yang terdampak kekeringan dan juga anomali angin kencang ini, Pak?
02:37Ya, kalau untuk kekeringan, kita mencapai 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Besar dari 23 kecamatan.
02:52Jadi boleh dikatakan hampir seluruh wilayah Aceh Besar sekarang dalam kondisi kekeringan.
02:57Kemudian, kita juga dalam dua hari ini juga terjadi bencana angin kencang yang sempat merusak rumpah warga.
03:15Kemudian, juga ada fasilitas pendidikan.
03:20Kemudian, terjadi karhutlah yang seperti kemarin itu bisa mencapai 9 titik sekaligus ya, Mbak Glennies.
03:32Jadi memang cukup banyak, ada 19 kecamatan.
03:35Ini kondisinya seperti apa, Pak? Area pertanian terdampak? Rumah-rumah warga?
03:38Bagaimana kebutuhan air bersih warga?
03:41Iya, kami sampaikan, Mbak Glennies, hingga hari ini terdapat 2.156 hektare lebih kondisi persawahan, area persawahan masyarakat yang mengalami
04:02kekeringan.
04:06Penanganannya seperti apa, Pak? Bantuan sudah mulai disalurkan kepada warga?
04:11Ya, setelah kita mendirikan kepuskoan siaga darurat di Kabupaten Najibersan, Mbak Dennis.
04:19Ya, tentu saja kita bersama-sama dengan dinas teknis lainnya secara bersama-sama berkolaborasi melakukan seperti misalnya penjatualan distribusi air
04:31ke sawah-sawah warga.
04:32Nah, ini kita lakukan selama 24 jam bersama petugas penjaga pintu air, supaya air secara bergilir bisa dialirkan ke kawasan
04:44-kawasan daerah-daerah persawahan warga masyarakat yang mengalami kekeringan.
04:48Nah, yang jadi masalah, di Bendungan saja kita sekarang kekurangan air yang bisa didistribusikan.
04:56Jadi, oleh karena itu dilakukan upaya-upaya untuk dialirkan sesuai jadwal ke kawasan-kawasan secara terjadwal.
05:05Dan itu bagaimana dengan sosialisasi kepada warga, Pak?
05:09Tentu warga sangat terdampak ya, petani dan juga warga lainnya terkait air yang berkurang ini karena kekeringan?
05:17Iya, pasti. Di kawasan Lampan Lengah itu di Kecamatan Kelimun, malah sudah beberapa waktu yang lalu kita berkerjasama dengan Balai
05:33Penataan Bangunan Perasaan Anah dan Kawasan,
05:36itu melakukan pendistribusikan dan suplai air, Mbak Aglainis.
05:43Oke, terus bagaimana juga dengan kesiapan personil misalnya, Pak, untuk distribusi air?
05:51Karena kan cukup meluas ya, hampir satu kabupaten ini.
05:54Yang sekarang kita fokuskan ada dua.
05:59Yang pertama, penjatualan distribusi air melalui irigasi teknis untuk petani.
06:06Kemudian di sisi lain baru ada satu wilayah yang perlu kita suplai air.
06:13Namun, kita sudah menyiagakan semua personil dan peralatan untuk mengantisipasi.
06:20Manakala kondisi ini terus menjadi parah, tentunya kita sudah melakukan atau menyiapkan upaya-upaya untuk mengantisipasinya, Mbak.
06:30Kira-kira kekeringan dan anomali cuaca ini akan terjadi sampai kapan, Pak, menurut prediksi BMKG?
06:38Ya, khusus di wilayah Aceh dan Aceh Besar diperkirakan bisa mencapai sampai September.
06:46Ya, walaupun hujan ada, tetapi sangat kecil.
06:53Artinya hujan ada, tapi hujan ringat, Pak.
06:57Ada proyeksi modifikasi cuaca, Pak, untuk bisa menurunkan hujan?
07:03Oh ya, pasca ditetapkan siaga darurat kekeringan di Aceh Besar, kita juga sudah berskoordinasi dan bersurat ke BNPB
07:13untuk kemungkinan dilakukannya modifikasi cuaca atau MC di wilayah Aceh atau Aceh Besar sendiri.
07:21Dan bagaimana, Pak? Apakah itu akan dilakukan hingga September nanti?
07:27Tentunya ini merupakan langkah-langkah yang akan ditempuh baik oleh pemerintah pusat dalam HMI BNPB
07:35dan kita juga di kabupaten terus melakukan sinergi bersama-sama dengan dinari-dinari terkait,
07:44TNI Polri dan dengan OKP, Organisasi Masyarakat untuk mengaktifasi persoalan ini.
07:50Dan pada minggu kemarin kita juga sudah menggelar apel gabungan siaga bencana, lintas sektor, TNI Polri, dan semua stakeholder yang
08:03terkait
08:03untuk sama-sama, untuk siap-siaga untuk mengaktifasi kondisi yang ada saat ini, Mbak Glenis.
08:12Selain kekeringan, air juga mulai sulit begitu ya, Pak.
08:16Ada anomali cuaca, angin kencang yang terjadi di Aceh Besar.
08:20Bagaimana dampaknya dan juga mitigasinya, Pak?
08:26Ya, sekarang kita mengaktifkan 10 pos yang masing-masing melakukan patroli,
08:35kemudian memantau perkembangan situasi apakah itu karhutlah,
08:40dan apapun kemungkinan yang bisa terjadi di wilayah Kabupaten Jengresan, Mbak Glenis.
08:45Seperti kita ketahui kemarin, saat terjadi angin kencang, itu 13 rumah, sempat atapnya terbawa angin,
08:56kemudian ada 2 ruku, kemudian ada 3 daya atau pesantren, juga tertimpa musib angin kencang,
09:08kemudian ada 1 sekolah, dan ada 15 titik lokasi kejadian karhutlah.
09:17Demikian, Pak.
09:18Baik, terakhir, Bapak, ada imbawan untuk warga di tengah kekeringan dan juga anomali cuaca ini
09:24agar tetap berhati-hati dan menghemat air tentunya?
09:27Ya, tentunya kita mengajak warga masyarakat untuk yang pertama,
09:34siap menghadapi manakala terjadi kondisi cuaca yang ekstrim ini,
09:39ya dengan memperhatikan ya kondisi cuaca di wilayah kita masing-masing,
09:49kemudian juga menghemat air, terutama air konsumsi,
09:53dan pemerintah daerah melalui posisi agar-gara-gara ini,
09:59bersama-sama dengan dinas teknis, semua yang terkait TNI PORI bersatu padu
10:07untuk melakukan langkah-langkah dan upaya-upaya untuk dapat menangani kondisi ini bersama-sama.
10:17Semoga kekeringan bisa cepat berlalu dan distribusi air tentunya bisa diharapkan bisa sampai kepada warga.
10:24Terima kasih, Bapak Ridwan Jamil, Kepala BBBD Aceh Besar telah bergabung di Jurnal Lusantara.
10:32Sehat selalu, Bapak.
Komentar