00:01Anda kembali di berita utama bersama saya, Asri Gunawan.
00:05Kami akan menghadirkan dua topik pilihan dalam sepekan,
00:09mulai dari nestapa pasien BPJS yang dihina saat curhat di media sosial
00:14dan kasus mutilasi yang menimpa seorang pria di Depok, Jawa Barat.
00:19Kita ke topik pertama.
00:238 jam bukan sekadar hitungan waktu saat seorang pasien harus menunggu ruang inap
00:29di tengah kondisi yang kian melebah.
00:31Lewat media sosialnya, Yurizal, seorang pasien BPJS,
00:36mencoba menyampaikan keluh kesahnya berharap ada yang mendengar
00:39di balik layanan kesehatan yang seharusnya memberikan rasa aman.
00:43Namun curahan hati Yurizal justru dibalas cibiran oleh oknum petugas medis
00:50yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan profesionalisme.
00:54Jika seorang nakes yang seharusnya menjadi garda terdepan di rumah sakit justru mencibir,
01:02lalu siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab?
01:098 jam belum dapat ruangan.
01:13Gak mau spill RS-nya soalnya gue pakai BPJS.
01:17Lewat kalimat sederhana, ia mengungkapkan kegelisahannya di media sosial.
01:22Beragam tanggapan mengalir.
01:24Ada yang bersimpati, ada pula yang membagikan pengalaman serupa
01:28hingga memicu diskusi panjang.
01:32Alih-alih mendapatkan dukungan dan simpati,
01:36curahan hati Yurizal justru dibalas dengan berbagai komentar
01:40bernada nirempati.
01:43Bahkan sejumlah akun yang diidentifikasi sebagai tenaga kesehatan dan dokter
01:47ikut melontarkan tanggapan yang dinilai bernada sinis.
01:51Reaksi itu pun memperpanjang perbincangan di dunia maya
01:54dan memunculkan perdebatan tentang empati di tengah keluhan seorang pasien BPJS.
02:04Kabar duka pun datang menyelimuti.
02:078 hari setelah mengunggah curahan hatinya di media sosial,
02:12Yurizal dinyatakan meninggal dunia.
02:15Pihak keluarga mengungkapkan,
02:17almarhum tak pernah bercerita mengenai penyakit yang dideritanya,
02:21sehingga kepergiannya menjadi pukulan mendalam bagi orang-orang terdekatnya.
02:26Semasa hidup, Yurizal dikenal aktif sebagai Master of Ceremony atau MC,
02:32khususnya untuk acara pernikahan dengan sosok yang hangat,
02:36ramah, dan muda akrab dengan siapa saja.
02:44Kepergian Yurizal tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga,
02:50tetapi juga menyisakan penyesalan bagi mereka yang sebelumnya menuliskan komentar
02:55bernada sinis di media sosial.
02:58Di hujani kecaman warganet,
03:00sejumlah tenaga kesehatan akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka
03:04dan mengakui bahwa kata-kata mereka tidak pantas
03:08dan telah melukai hati keluarga almarhum.
03:13Permintaan maaf dan penyesalan saya yang sebesar-besarnya
03:17terhadap sikap dan tindakan saya di sosial mediatris
03:21yang telah menyinggung dan menyakiti almarhum Yurizal beserta keluarga.
03:27Saya menyadari hal itu sangatlah tidak pantas
03:31dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
03:37Saya turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Yurizal.
03:42Semoga amal ibadahnya dapat diterima di sisi Allah. Amin.
03:46Yang kedua, saya mengucapkan permohonan maaf
03:49yang sebesar-besarnya kepada pihak keluarga dari almarhum Yurizal
03:54atas utas saya yang menambah beban emosional dan luka pada keluarga.
04:00Saya menyadari kesalahan saya
04:02dan ketidakprofesionalan saya sebagai tenaga kesehatan.
04:09Komentar near empathy oleh Nakes jelas menyalahi etika.
04:14Namun kondisi ini tak bisa dilepaskan dari persoalan sistem kesehatan
04:18yang masih belum sehat.
04:20IDI menyoroti efisiensi besar-besaran anggaran kesehatan
04:24yang dinilai berdampak pada layanan kesehatan
04:28yang belum merata dan optimal.
04:32Sakit mereka yang bertugas juga seperti itu.
04:35Kalau memang sama, ini ada masalah di pelayanan kesehatan.
04:42Kedokteran itu tidak boleh melakukan diskriminasi.
04:46Ini tugas pemerintah gitu loh.
04:48Untuk melakukan pembiayaan tidak boleh efisiensi di bidang kesehatan itu tidak boleh.
04:53Apalagi di dalam mutu pelayanan.
04:55Jadi negara harus membiayai sesuai dengan kebutuhannya.
05:01Terkait kasus ini,
05:03Menteri Kesehatan Budi Gudadi Sadikin mengaku merasa gagal
05:07setiap kali mendengar ada pasien yang meninggal dunia.
05:11Ia pun berkomitmen terus membenahi pelayanan kesehatan
05:15termasuk fasilitas dan SDM kesehatan
05:18agar tak ada lagi pasien dan keluarga yang merasa terabaikan.
05:27Jadi setiap ada yang meninggal itu hati saya sedih.
05:31Apalagi kalau meninggalnya muda.
05:32Saya merasa saya sebagai main cash itu gagal.
05:35Kok teman-teman kita itu ada yang meninggal muda.
05:39Jadi harusnya memang kita usahakan memberikan layanan terbaik lah.
05:43Agar mereka bisa usianya lanjut sampai ke 76.
05:48Kekurangan itu ada, itu yang harus kita perbaiki.
05:50Baik di fasilitas kesehatannya,
05:52di alat-alat kesehatannya,
05:54maupun di SDM kesehatannya.
Komentar