00:00Intro
00:04Kita tanyakan soal perang Amerika-Iran yang kian panas dan aksi saling klaim kekuatan antar keduanya
00:11bersama dengan guru besar keamanan internasional dari Universitas Kristen Indonesia
00:15Bergabung bersama kami sudah ada Bu Angel Damayanti. Selamat pagi Bu Angel
00:21Selamat pagi Mbak Aristi
00:24Ya Bu Angel kalau kita lihat kan Trump mengatakan Iran tidak akan bertahan lama
00:29Sementara Teheran mengatakan rakyat Iran memiliki kekuatan seperti baja
00:34Strategi apa yang saat ini tengah dimainkan oleh Iran dan juga Amerika Serikat?
00:40Karena keduanya saling klaim sama-sama kuat
00:45Iya betul sekali Mbak Adisti
00:47Klaim kedua belah pihak itu itulah strateginya
00:51Artinya gini Amerika membangun narasi bahwa mereka dengan kekuatan militer yang sedemikian hebatnya
00:58Seakan-akan mau menunjukkan Iran bukan tandingannya dan memang kalau secara militer
01:03Kekuatan militer Amerika sangat kuat gitu ya
01:06Dan itulah yang selalu disampaikan oleh Trump atau narasi-narasi di Amerika
01:11Tapi di sisi lain Iran juga mau menunjukkan bahwa kita juga kuat
01:16Tapi strateginya mungkin tidak dalam bentuk kekuatan militer yang kalau dibandingkan dengan Amerika ya tentu berbeda jauh
01:23Tapi mereka juga masih punya kekuatan-kekuatan yang kita tidak bisa sepelekan gitu ya
01:28Tidak bisa disederhanakan karena kekuatan Iran sudah habis
01:31Mereka masih punya cadangan rudalnya, kemudian dronenya, belum lagi kalau misalnya tang uraniumnya itu dijadikan sebagai deterrence
01:41Itu juga bisa menjadi sebuah kekuatan
01:42Dan kekuatan Iran dalam hal ini tadi betul yang bahwa disampaikan
01:47Pemerintah Iran menunjukkan kekuatan mental baja dari masyarakat Iran
01:52Warga Iran yang memang boleh dibilang mereka cukup solid
01:55Dalam hal ini melihat Amerika sebagai ancaman
01:58Dan yang kedua yang tidak bisa dipungkiri juga
02:00Ada mitra-mitra atau asimetriknya ya
02:04Asimetrik war, strategi asimetrik yang masih tetap digunakan oleh Iran
02:08Dan yang ketiga yang juga tidak bisa dilupakan oleh Amerika adalah
02:13Iran dalam hal ini punya posisi strategis yaitu selat hormus
02:18Bagaimana Iran memainkan selat hormus sebagai katakanlah jual
02:25Bergening posisinya Iran gitu ya
02:28Itu membuat Iran sulit untuk dibantah kekuatannya
02:32Dan Iran sebenarnya tidak harus dengan strategi mengalahkan Amerika
02:36Kalau Amerika mungkin mudah dengan menyerang Iran
02:39Amerika bisa klaim dia mengalahkan Iran karena kekuatan militer
02:42Tapi Iran sebenarnya cukup dengan statement bahwa
02:44Kami membuat perang ini lebih lama saja
02:46Amerika akan kehilangan banyak
02:48Biaya perang terlalu besar gitu
02:50Belum lagi biaya politik di dalam negeri untuk Trump itu juga sangat besar
02:54Nah dengan klaim-klaim inilah sebenarnya
02:57Yaitu strategi dari masing-masing pihak untuk menyatakan bahwa dirinya
03:00Baik Amerika maupun Iran dalam hal ini mereka menang gitu
03:04Menurut versi mereka masing-masing
03:06Begitu Mbak Disti
03:07Oke saling klaim ini merupakan salah satu bentuk taktik
03:10Ataupun strategi yang dilakukan oleh baik itu Amerika Serikat dan juga Iran
03:14Untuk bisa saling klaim sama-sama menang atau posisinya kuat dalam hal ini
03:19Tapi bisa dikatakan ini merupakan taktik psikologis juga gak sih
03:23Bu Angel antar kedua negara untuk memengaruhi lawan
03:27Dalam tanda kutip ya Psywar lah
03:31Betul, betul sekali Mbak Disti
03:32Ini Psywar artinya psikologis tekanan terhadap lawan
03:35Dan juga bentuk membangun kepercayaan publik di dalam negeri
03:41Terutama khususnya untuk Amerika hari ini gitu ya
03:43Trump karena menjelang pemilu selah dan sebagainya
03:46Artinya bisa keluar Psywar nya ini artinya mengancam, mengintimidasi pihak lawan
03:51Sekaligus menunjukkan bahwa kami kuat
03:53Kami tidak sesederhana itu untuk dikalahkan
03:56Dan ke dalam negeri juga Iran juga sebenarnya kan
03:58Apa namanya, sempat ada sedikit perbedaan
04:01Walaupun tujuannya sama, tujuan strategisnya sama gitu ya
04:05Publik di dalam Iran
04:06Ingin menyelesaikan masalah dengan Amerika
04:08Atau menganggap Amerika ini sebagai ancaman dan musuh
04:11Tapi caranya bisa jadi berbeda-beda gitu
04:13Nah sehingga klaim-klaim ini sebenarnya digunakan oleh pemerintah Iran
04:17Untuk menyatukan pandangan dari warga Iran
04:20Bahwa kita punya musuh yang sama dan kita tidak mudah dikalahkan
04:25Nah gitu, jadi selain Psywar keluar
04:27Tapi juga membangun trust untuk publik di dalam negerinya
04:31Begitu Mbak Rizdi
04:32Oke, menarik kalau dari sisi Iran
04:33Ini adalah klaim untuk bisa menjaga kesulitan di dalam negeri
04:37Begitu ya, antara pemerintah dan juga warganya
04:40Tapi kemudian untuk Amerika Serikat
04:42Ini dilakukan Trump untuk bisa dalam tanda kutip adalah
04:45Meyakinkan masyarakat Amerika Serikat
04:49Menuju pemilu sela
04:51Apakah ini cukup efektif dilakukan oleh Trump
04:55Untuk bisa dalam tanda kutip lagi
04:56Menghamankan pemilu sela dari Donald Trump ini?
05:01Itu pertanyaan yang menarik Mbak Rizdi
05:03Karena gini
05:06Kepercayaan publik terhadap Trump hari ini
05:08Masih tetap merosot gitu ya
05:10Masih tetap turun gitu
05:12Belum ada titik balik yang membuat Trump naik lagi di atas 30%
05:16Karena Trump bukan saja menghadapi oposisi dari Partai Demokrat yang paling besar
05:20Tapi di dalam Partai Republiknya sendiri juga mulai ada perpecahan nih
05:24Perpecahan itu dalam arti gini
05:25Ada yang memang masih sangat mendukung Trump untuk segera mengalahkan Iran gitu ya
05:33Atau membuat Iran tidak lagi melawan karena Iran benar-benar dianggap sebagai ancaman gitu
05:38Tapi ada pihak-pihak lain masih dalam Partai Republik juga yang melihat bahwa
05:43Sudahlah yang tujuan kita bukan untuk menghancurkan Iran
05:46Bukan untuk mengalahkan Iran gitu
05:48Karena terlalu besar biaya untuk mengalahkan Iran
05:50Mari gunakan saja jalur diplomasi negosiasi
05:53Karena yang terpenting adalah kebutuhan akan selat hormus dibuka
05:57Kebutuhan energi yang harus melintasi selat hormus yang akan mencapai Amerika gitu
06:02Sehingga perekonomian bisa stabil dan inflasi juga bisa ditekan gitu
06:09Sehingga tadi publik secara ekonomi tenang dan ini
06:13Perang itu kan memakan juga selain biaya juga korban nyawa ya Mbak Yana
06:18Ini yang dicegah juga oleh masyarakat atau warga Amerika yang melihat bahwa
06:24Jangan lagi ada korban dari warga Amerika atau tentara-tentara Amerika
06:27Nah itu yang di dalam Republiknya sendiri juga mulai ada perpecahan
06:31Begitu Mbak Adisti
06:32Oke ada gejolak juga di dalam masyarakat dari Amerika Serikat
06:37Yang kemudian menginginkan sudahi saja dari peperangan antara Amerika Serikat dan juga Iran
06:43Kembali lagi ke meja diplomasi
06:44Tapi untuk situasi yang saat ini terjadi
06:47Kalau kita lihat kan Amerika Serikat dan juga Iran
06:50Sama-sama masih panas lah ibaratnya ini ya
06:53Apakah mungkin potensi kembali ke meja perundingan ini bisa kembali terjadi
06:58Setelah kita tahu Iran dan juga Oman sudah bersepakat
07:03Soal perubahan jalur pelayaran di Selat Hormuz
07:36Oke nah ini menariknya Mbak
07:37Mereka tidak ingin perang berkepanjangan sebenarnya selain karena biaya tadi juga
07:43Inflasi di dalam negeri masing-masing itu tinggi
07:45Di Iran juga inflasinya besar Mbak bisa 2-3 kali lipat harga itu gitu
07:49Perekonomian apa namanya harga naik cukup banyak dan warga juga sudah mulai
07:54Bukan mulai sudah resah lah dengan kondisi ekonomi di dalam negeri
07:57Dengan kata lain supaya dua-duanya punya harapan perang harus segera selesai
08:02Supaya tidak menjadi lebih besar tidak menjadi lebih panjang
08:05Dan tidak menimbulkan efek-efek yang jauh lebih besar daripada yang hari ini kita hadapi
08:10Nah memang harapannya diplomasi tadi negosiasi tadi mediasi tadi
08:14Nah cuma memang ada sekali lagi beda strateginya
08:18Amerika seperti menggunakan coercive diplomacy gitu ya
08:22Yang kalau bahasanya Al-Qa pun with you can get further with talk and gun
08:29Jadi kamu bisa dapat lebih banyak dengan kamu ngomong mediasi, diplomasi, dan senjata
08:34Nah di sisi lain Iran melihat apa yang dilakukan oleh Amerika ini justru menurunkan
08:39Kredibilitas dan kepercayaan Iran terhadap Amerika
08:42Padahal kata kunci untuk bisa diplomasi bernegosiasi adalah saling percaya
08:48Nah ini yang menjadi repot nih
08:50Walaupun saya tetap percaya diplomasi negosiasi masih sangat dimungkinkan
08:53Karena dua-duanya sangat membutuhkan
08:54Tapi bagaimana mempunyai saling percaya di antara kedua belah pihak
08:58Itu tugas berat mediator
09:00Oman terutama gitu ya Qatar atau beberapa negara lain yang terlibat di dalamnya
09:04Itu harus dijaga
09:06Begitu Mbak Disti
09:07Oke menarik sekali harus ada kunci trust disana
09:12Kepercayaan antara Amerika Serikat dan juga Iran
09:15Inilah yang kemudian masih menjadi tanda tanya begitu ya
09:18Apalagi setelah kita tahu ketua parlemen Iran Mohamed Galibov menyebut
09:22Trump ini sering berdiplomasi sandiwara
09:25Nah mungkin kah terjadi trust antara Amerika Serikat dan juga Iran
09:29Kalau kita lihat ya di belakang panggung lah
09:32Begitu kalau di depan panggung kan kita lihat ya
09:35Rasa-rasanya kok ya panas betul begitu saat ini kondisinya
09:39Tapi upaya apa yang bisa dilakukan oleh Amerika Serikat dan juga Iran
09:44Dibantu oleh negara-negara lain yang untuk bisa kembali keduanya ke meja perundingan untuk berdiplomasi
09:53Yes itu dia Mbak Disti
09:55Itulah tugas beratnya mediator gitu ya
09:57Tugas beratnya Oman dan beberapa negara lain
10:00Pakistan misalnya yang memang ingin mewujudkan negosiasi ini berjalan dengan baik
10:07Toh memang sejauh ini sebenarnya kesepakatan-kesepakatan itu dilakukan melalui pihak ketiga
10:13Di belakang layar gitu ya
10:14Oman dan Iran sebenarnya sudah banyak bicara
10:16Sudah menyusun draft seperti yang tadi Mbak Disti sampaikan
10:19Membuat apa namanya
10:21Menyepakati jalur-jalur mana yang boleh dilewati untuk selat hormus ini gitu ya
10:25Sehingga artinya ada dibuka tapi terbatas gitu
10:27Nah ini yang sedang disepakati
10:29Artinya ya tugas dari para mediator atau negara-negara ketiga ini
10:34Untuk membangun rasa saling percaya
10:36Meyakinkan Iran bahwa masih ada niat baik Amerika untuk mau berdiplomasi, bernegosiasi
10:41Dan meyakinkan Amerika untuk ayo jaga perilaku, jaga sikap
10:46Bahwa ketika kamu melakukan koersif diplomasi itu akan dianggap sebagai ancaman besar buat Iran
10:52Sehingga jangan sampai upaya yang sudah dijalin selama ini untuk bernegosiasi
10:57Untuk membangun rasa saling percaya itu jadi berantakan, hancur gitu
11:02Karena perilaku-perilaku Amerika atau lebih tepatnya statement-statementnya Trump gitu ya
11:06Baik yang melalui medsosnya atau lewat press conference-nya
11:10Nah ini yang kemudian oleh ketua parlemen Iran
11:14Itu disampaikan, ayolah ini kayak
11:16Trump ini kayak main sandiwara banget gitu
11:19Sebentar ngomong perang, sebentar ngomong gencatan sejata
11:23Sebentar bilang akan menyerang dengan kekuatan militer
11:26Sebentar, oh ini negosiasi sudah berjalan baik
11:29Nah ini kan kayak apa ya
11:31Inkonsistensi
11:32Tapi ya buat Iran itu jadi ini kayak becanda
11:37Ya ini sebarang ya nah itu
11:38Sehingga kepercayaan Iran terhadap Amerika bisa menurun
11:42Begitu, baik sih
11:44Oke kuncinya untuk adanya kesepakatan kembali lagi ke meja perundingan
11:48Untuk berdiplomasi adalah saling kepercayaan
11:50Saling percaya antara Amerika Serikat dan juga Iran
11:54Tentu ini menjadi tugas berat bagi negara-negara ketiga
11:58Yang berfungsi untuk bisa memediasi antara Amerika Serikat dan juga Iran ke depannya
12:03Terima kasih Guru Besar Keamanan Internasional dari Universitas Kristian Indonesia
12:07Bu Angel Damayanti telah bergabung bersama kami
12:10Meluangkan waktunya untuk bagaimana perspektif ini
12:13Terima kasih, selamat pagi
12:17Terima kasih Mbak Distri
12:19Informasi penting lainnya masih akan kami hadirkan
12:22Usai jeda dari peristiwa kebakaran lahan di Kabupaten Kubur Raya, Kalimantan Barat yang meluas
12:28BPBD mencatat
Komentar