Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kabinet Bayangan berencana merilis rapor dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober mendatang.

Namun, sebelum laporan resmi diterbitkan, Mensesneg Kabinet Bayangan, Feri Amsari, sudah memberi sinyal bahwa capaian pemerintah dinilai lebih banyak yang gagal dibanding berhasil.

Feri menegaskan penilaian masih dalam proses penyusunan dan dilakukan menggunakan tolok ukur konstitusi serta peraturan perundang-undangan.

Menurut Feri, rapor tersebut akan dipublikasikan sekitar peringatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo di bulan Oktober.

Saat ditanya apakah pemerintah juga memiliki capaian positif, Feri mengaku ada, namun jumlahnya dinilai lebih sedikit.

Khusus mengenai program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Feri memberikan penilaian yang keras.

Bahkan ketika ditanya apakah program tersebut layak dinyatakan tidak lulus, Feri menjawab, "Mungkin tidak lulus lah ya kalau di angka rapor."

Pernyataan itu ditanggapi CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat 20192025, Suroto. Ia meminta Kabinet Bayangan menyampaikan kritik berdasarkan data, bukan kesimpulan yang dinilai prematur.

"Saya kira Kabinet Bayangan ini kalau tidak mau disebut sebagai bayang-bayang kabinet yang tidak jelas itu nanti bicaranya pakai data."

Ia juga meminta Feri menunggu hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih benar-benar beroperasi penuh agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/-b90us7CbOs




#kabinetmerahputih #kabinetbayangan #feriamsari

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/683178/kabinet-bayangan-siapkan-rapor-2-tahun-pemerintahan-prabowo-gibran-bagaimana-nilainya-rosi
Transkrip
00:00Saya masih berdiskusi dengan Menteri Sekretaris Negara dari Kabinet Bayangan, Ferry Amsari dan CEO Indokoperasi Usaha Rakyat 2019-2025
00:08yang juga Ketua Asosiasi Kader Sosioekonomi Strategis Suroto.
00:12Saya ingat juga dalam konferensi PES minggu lalu Kabinet Bayangan rencananya dalam 3 bulan ini akan mengeluarkan rapor dari pemerintahan
00:18Presiden Prabowo Subianto.
00:20Kalau melihat debat yang saat ini kayaknya udah jadi bocoran juga rapornya berapa.
00:23Iya tentu saja kami belum menyampaikan elemen penilaian supaya fair ya agar pemerintah bisa membela diri juga
00:32dari data-data yang kami kumpulkan dengan alat ukur konstitusi dan peraturan perundang-undangan.
00:39Jadi kami akan mengeluarkan sekitar 2 setengah bulan lagi tepat 2 tahun Presiden Prabowo Subianto.
00:45Bulan Oktober berarti?
00:46Bulan Oktober ya di antara tanggal 20 atau setelah tanggal 20 Oktober untuk menjelaskan apa saja capaian yang gagal dilakukan
00:54dan apa yang harus dilakukan pemerintah.
00:57Ada yang gagal ada yang berhasil dong berarti ada kemungkinan?
00:59Tentu ada yang berhasil tapi mungkin agak lebih sedikit daripada yang gagalnya ya.
01:04Kalau Kopdes nilainya berapa?
01:05Ya dari perencanaan saja sudah gagal apalagi nilai akhirnya ya.
01:10Jadi?
01:11Jadi ya mungkin tidak lulus lah ya kalau di angka rapor ya.
01:15Tidak lulus menurut teman-teman Kabinet Bayangan Mas Roto?
01:18Ya saya kira Kabinet Bayangan ini kalau tidak mau disebut sebagai bayang-bayang kabinet yang tidak jelas itu nanti bicaranya
01:27pakai data.
01:28Dan saya kira ini penting ya karena Anda mengklaim sebagai pressure group, kelompok kecil masyarakat yang mengatasnamakan akademisi.
01:36Anda juga seorang dosen dan saya kira Anda akan lebih konstruktif kalau memberikan kritik dengan basis analisis yang kuat.
01:42Dan kemudian nanti kita akan bertengkar lagi di situ supaya publik tahu.
01:47Bertengkar atau berdebat nih? Anda kan awalnya bilangnya debat.
01:50Tiba-tiba bertengkar jadi niatnya beda nih.
01:51Pertengkaran apa? Pertengkaran substansi.
01:54Bukan kita asal ngomong tapi kita punya basis yang kuat.
01:58Saya berharap yang namanya Koperasi Desa Keluran Merah Putih itu tadi itu segera akan Bung Ferry rasakan ketika Koperasi Desa
02:07Keluran Merah Putih ini benar-benar sudah operasional.
02:08Sekarang baru ditesting itu kemarin 1061.
02:12Dan ini orang yang ada di desa itu sudah bisa merasakan manfaatnya karena apa?
02:17Gas melon itu tidak boleh lebih dari 16 ribu.
02:19Nah ini masalahnya harusnya Bung Ferry dan kawan-kawan ini juga banyak mengkritik ini kementerian maupun BUMN yang mereka itu
02:27tidak segera mengalokasikan barang-barang subsidi ini ke Koperasi sehingga masyarakat punya alat kendali.
02:33Karena apa?
02:34Masyarakat di desa itu menjadi pemiliknya, menjadi pengontrolnya dan juga akan menerima manfaat berupa keuntungan yang dihasilkan oleh Koperasi.
02:42Terburu-buru menurut Anda dibilang tidak lulus itu tadi.
02:44Oh iya karena apa Bung Ferry ini juga tadi saya katakan analisisnya belum basis data gitu loh.
02:50Belum basis data apalagi Bung Kodari kan berharapnya juga ada datanya dan harus ada apresiasi juga dong Bang.
02:56Mesti ada data yang akan kita sampaikan ke publik dan coba lihat cara berfikirnya.
03:04Dia mengatakan peran negara sebagai bagian dari Koperasi Merah Putih tapi mempertanyakan peran BUMN yang sama-sama negara.
03:14Oh iya Bung Ferry itu justru BUMN dan kementerian yang menyembunyikan justru urusan jalur distribusi ini.
03:23Saya kira kalau Anda analisinya bagus sebetulnya bisa saja.
03:26Koperasi Merah Putih negara BUMN negara.
03:30Perintah Presiden sudah jelas pastikan harganya baik.
03:33Nah negara nggak bisa kerjasama untuk mendukung proyek-proyek pemerintah.
03:36Itu salah satu yang Anda harus kritik harusnya menteri-menteri dan dilut BUMN.
03:40Yang tidak menjalankan pemerintah itu Anda kritik.
03:43Kenapa Anda sebagai bagian dari negara tidak mampu bekerjasama dengan negara.
03:47Ini kan kegagalan membangun negara dengan cara kerjasama.
03:51Tapi kritik Anda belum muncul di situ.
03:53Ya kenapa? Kan Anda tinggal kerjasama sama-sama negara.
03:56Justru inilah yang selama ini Presiden Prabowo ingin lomba.
03:59Supaya ada sinkronisasi dan ada kendali demokrasi.
04:02Ada Kepala Negara, ada Koperasi Merah Putih yang dijalankan oleh perusahaan negara.
04:08Ada BUMN yang dipertanyakan dan itu adalah perusahaan negara juga.
04:13Jadi dia tidak mampu bekerja bersama dan diantara mereka mau mengurus koperasi juga.
04:19Ini Presiden ini justru melalui Koperasi Desa Keluran Merah Putih supaya ada kendali masyarakat yang selama ini BUMN Ferry pun
04:26sebagai intelektual sampai tidak tahu kalau ada mafia kartel yang menguasai barang-barang subsidi ini.
04:32Dan ini ingin dibongkar, dirombak melalui sistem demokrasi ekonomi kooperasi.
04:36Dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, BUMN Ferry.
04:39Bilang kepada Presiden Anda, dia punya kuasa, dia bisa menyelesaikan kartel BUMN itu.
04:44Dan itu akan diselesaikan melalui Koperasi Desa Keluran Merah Putih.
04:46Kenapa Anda suruh saya yang mengkritik? Suruh Presiden Anda menyelesaikannya.
04:50Justru itu yang akan dikerjakan melalui koperasi.
04:52Harus diinstitusikan, bro.
04:54Sudah dua tahun, bro.
04:56Ini Koperasi Desa Keluran Merah Putih memang belum operasional makanya.
04:59Jadi jangan sampai kita ini, sekarang ini buru-buru mengambil kesimpulan bahwa demokrasi itu hanya suara terbanyak itulah yang benar.
05:08Omong kosong kemana-mana itulah yang paling benar.
05:10Harus berdasarkan fakta dan Koperasi Desa Keluran Merah Putih ini adalah ingin menciptakan apa?
05:15Pembagian kekuasaan itu harus dijamin dengan pembagian kekayaan juga.
05:20Supaya suara rakyat ini, kedaulatan rakyat atau people sovereignty betul-betul berkualitas.
05:25Di sinilah ruang opini dibuka seluas-luasnya.
05:28Buat siapapun yang mau berpendapat dan semoga bisa jadi sumber informasi Anda.
05:32Bung Ferry, terima kasih sudah datang.
05:34Mas Roto, terima kasih sudah datang.
05:35Terima kasih juga untuk Anda yang sudah menyaksikan, Rosy.
Komentar

Dianjurkan