00:00Selamat malam, program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda sebagai ruang opini sumber informasi.
00:07Saya Tifal Soliesa, sejumlah akademisi dan aktivis dari berbagai kelompok masyarakat sipil yang terbiasa bersuara lantang membentuk Kabinet Bayangan.
00:17Sebanyak 15 tokoh terpilih mengisi formasi untuk mengawasi kebijakan dari setiap menteri di Kabinet Merah Putih.
00:25Apakah Kabinet Bayangan ini menjadi strategi baru membangun oposisi?
00:30Malam ini saya mengundang seorang akademisi yang sekarang, biar gak salah ngomong, telah menjadi Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, Ferry
00:40Amsari.
00:41Juga bergabung bersama saya, CEO Indok Kooperasi Usaha Rakyat 2019-2025, yang juga Ketua Asosiasi Kader Sosioekonomi Strategis Suroto.
00:51Selamat malam semuanya, apa kabar?
00:52Selamat malam, Mas Tifal, Mas Tifal.
00:53Terima kasih, sudah mau datang ke studio kami kali ini.
00:57Pak Setnek, Pak Setnek panggilannya itu.
00:59Tapi saya mau mempertanya satu hal nih, Bung Ferry.
01:03Karena dalam konferensi pers minggu lalu, Anda sempat bilang, kita boleh tanding dengan menteri di sebelah tanding.
01:10Apa nih konteksnya dan menteri sebelahnya siapa sih?
01:12Ya tentu tanding dalam format melogikakan gagasan apakah itu sesuai dengan bangunan konstitusional kita dan prinsip-prinsip negara hukum.
01:24Kami sudah menjabarkan apa yang akan dilakukan oleh para menteri di kabinet bayangan dengan menjelaskan kira-kira counterpartnya ya, kawan
01:33tandingnya di Kementerian Merah Putih siapa saja.
01:37Sehingga akan terbangun checks and balances yang sudah tidak ada di dalam sistem presidensial kita.
01:43Karena sudah koalisi tinggal semua di lembaga legislatif yang harusnya menjadi pengawas kerja-kerja eksekutif.
01:51Jadi kami mengawasi apa saja programnya, disesuaikan dengan bangunan konstitusionalnya, disesuaikan dengan konsep negara hukum, sudah taat undang-undang atau
02:03tidak, apakah ada perencanaan yang matang dan lain sebagainya.
02:07Tapi kan itu hanya sebagian kecil dari sebanyaknya jumlah menteri, wakil menteri yang ada di kabinet merah putih.
02:12Kenapa hanya sebagian kecil yang diambil?
02:14Bukan sebagian kecil, 15 itu bahkan mengawasi seluruh postur kabinet yang ada.
02:20Jadi satu orang menteri di kami akan mengawasi bahkan enam hingga tujuh kementerian yang ada di kabinet merah putih.
02:27Itu sebagai bentuk kritik ya, bahwa membangun kabinet itu bisa kecil jika kemudian kita paham maksud kabinet.
02:37Kabinet itu, Mas Tifal artinya lemari kecil, kamar kecil.
02:41Dulu sejarahnya para raja mengumpulkan orang-orang kepercayaannya di ruang kecil sebelum masuk parlemen.
02:48Tidak mungkin orang kepercayaannya jumlahnya seratus, sesak nanti ruangannya.
02:53Itu kan parlement sistem pemerintah, kita kan presidensi.
02:56Ya, tradisi itu dibawa bahkan ke sistem pemerintahan presidensial.
03:01Karena lahirnya presidensial itu dari parlementer, itu sejarahnya.
03:05Jadi ada ciri khas yang dibawa dan bahkan disempurnakan.
03:08Di dalam sistem presidensial isi kabinetnya, Amerika yang 50 negara bagian bahkan ngurusin dunia,
03:16rata-rata jumlah menterinya hanya 15 hingga 21 orang.
03:20Kita 110 hingga 112 kalau dikaitkan dengan kepala badan dan lain-lain.
03:26Anda memenekankan apa dengan hal itu?
03:28Bahwa membangun efektivitas itu tidak dengan membangun kepentingan politik.
03:33Kalau kepentingan politik dibagi-bagi jumlahnya akan membludak.
03:37Tapi kalau kinerja yang dilakukan untuk kesejahteraan orang bisa lebih sederhana,
03:43beban keuangan negara juga tidak.
03:45Coba bayangkan rapat kabinet kami pertama karena 15 orang,
03:48itu anggarannya cuma 2 juta.
03:51Bandingkan dengan rapat paripurna kabinet di Merah Putih,
03:56jumlahnya saja penuh.
03:57Kapan diskusinya para menteri dengan presiden?
04:00Kalau kami ada diskusinya.
04:01Nah, tanggal 28 Juli Anda mengunggah di media sosial, Mas Roto.
04:06Apresiasi Anda, tapi juga menantang kabinet bayangan ini.
04:11Jadi Anda lagi memuji, lagi menguji, atau apa sih konteksnya?
04:14Ya, ini kabinet bayangan ini kan menarik ya.
04:19Setahu saya kalau di luar negeri sih kabinet bayangan itu dibentuk dari,
04:24posisinya itu dari parlemen.
04:26Tapi dianggap parlemen macet kan sekarang gitu.
04:29Teman-teman ini kan, ini menurut saya ini bukan kabinet bayangan yang seperti halnya di luar negeri,
04:34tapi ini mungkin semacam pressure group.
04:36Cuman mungkin supaya keren, jadi harus ada oposisi.
04:40Di luar negeri mana contohnya, Mas Roto?
04:42Contohnya kalau ada di Kanada itu, juga di sana ada kabinet bayangan.
04:47Tapi itu dari paranya.
04:47Tapi Mas Roto belum baca yang di Perancis.
04:49Ya, maksud saya begini, saya hanya mau mengatakan bahwa ini hanya semacam pressure group.
04:55Tunggu dulu, tunggu dulu.
04:55Dan pressure group ini, pressure group ini sebetulnya juga dilakukan oleh siapapun.
05:01Dan ini penting sekali untuk kita tanggapi.
05:05Saya terus terang, saya senang ada kawan kita yang ngaku sebagai segnek bayangan kan.
05:10Siapa tahu suatu saat akan terpilih sebagai segnek beneran gitu kan.
05:13Tapi kalau kemudian men-challenge, berarti ada yang hal ini sanksikan.
05:16Justru di situ, mereka itu pressure group yang mereka ini mengatasnamakan sebuah kabinet bayangan
05:23seperti halnya biasanya di luar negeri seperti itu.
05:26Terus kemudian, tapi mereka itu dipilih oleh siapa?
05:30Kan ini representasinya kan hanya representasi civil society.
05:33Apa bedanya sama LSM yang lain? Sama.
05:35Cuman ini segnek-segnekan, kementeri-kementerianan.
05:39Itu supaya lebih mungkin fokus kepada polosi-polosi yang tadi kabin-kabin kecil kan gitu.
05:44Tapi menurut saya ini terlepas dari itu.
05:47Saya ingin menguji ini, bagaimana perspektifnya terutama karena saya diundang ke sini kan
05:53sesinya adalah sesi menguji kebijakan tentang kooperasi Desa Kelurahan Merah Putih nih.
05:57Nah, saya ingin tahu sebenarnya perspektif teman-teman kabinet bayangan ini
06:01yang banyak saya lihat juga saya kenal baik.
06:04Saya perlu merespon sebelum kabinet ke kooperasi gak?
06:08Sebelum ngomongin soal kooperasi, kita akan siapkan itu nanti.
06:10Tapi kemudian disangsikan masalah pemilihan orang-orang itu tadi Bang Fed.
06:13Ya, tidak apa-apa. Kan beliau ini juga pressure group ya.
06:17Kalau oposisi itu memang pressure group.
06:20Dia mempressure pemerintahan.
06:23Nah, karena beliau ini masih kurang bahan bacaan ya.
06:27Kalau di beberapa negara sudah berkembang sekarang.
06:30Konsep Westminster dengan kabinet bayangan itu sudah kemana-mana.
06:35Terutama memang konsepnya di parlemen.
06:37Tapi ada perkembangan.
06:39Misalnya dengan negara dengan sistem kuasi presidensial di Perancis.
06:43Tidak hanya shadow kabinet di dalam parlemen.
06:46Ya, gak ada masalah.
06:48Mungkin gak masalah ya.
06:50Sabar supaya Anda paham.
06:51Bahwa di masyarakat secara informal juga dibentuk shadow kabinet ketika parlemen tidak lagi terbangun oposisi yang kuat.
07:01Sehingga suara publik tidak tersampaikan.
07:04Jadi sudah banyak perkembangan.
07:05Presidennya siapa nih Mas?
07:06Jangan, karena dulu fokus dulu.
07:08Fokus dulu.
07:09Kita bicara soal shadow kabinet boleh gak secara dilakukan oleh publik.
07:14Kalau Anda lebih jauh membaca.
07:16Shadow kabinet itu yang saya tahu itu dibentuk di parlemen.
07:20Tapi ini kan hanya dari masyarakat.
07:22Sikil society ini sebetulnya hanya pressure group seperti LSM biasa.
07:25Mas Roto tidak mendengar.
07:26Coba pasang di telinga.
07:27Satu di Perancis ada yang di parlemen shadow kabinet.
07:31Formule shadow kabinet namanya.
07:34Diisi oleh kabinet oposisi dari partai minoritas di parlemen.
07:40Oke.
07:40Paham ya?
07:41Di luar itu ternyata ada shadow kabinet publik di luar parlemen.
07:46Itu tradisi baru ketika kegagalan oposisi bertanding dengan pemerintahan di parlemen.
07:54Oke.
07:54Jadi ada model baru.
07:57Kalau kita pakai referensi sabar jangan dipotong dulu.
08:00Supaya paham kita duduk persoalannya.
08:03Tradisi ketatanegaraan baru politik ketatanegaraan baru itu lah yang kita bawa disini.
08:10Kenapa?
08:11Karena kalau mas Roto cermat dengan terbangunnya kolisi tunggal tidak lagi terjadi checks and balances yang baik.
08:19Saya ambil contoh percampuran yang terjadi.
08:22Wakil ketua DPR datang ikut terlibat menyusun kabinet.
08:28Itu percampuran legislatif.
08:30Dengar dulu.
08:30Anda kan tidak paham.
08:31Tapi tidak ada rekognisinya di dalam aturan hukum kita, konstitusi kita, tata negara.
08:36Kita kan tidak ada.
08:37Anda kan pakar tata negara.
08:38Gimana Anda?
08:39Tapi kemudian kan ada upaya check and balance.
08:41Mas Roto ini terlalu semangat.
08:44Dia bilang semua ada di ketatanegaraan, di konstitusi.
08:48Anda saya kasih tahu ya.
08:50Kejaksaan KPK tidak ada di konstitusi.
08:52Apakah tidak sah?
08:53Itu kan ada undang-undangnya.
08:55Ini kan tidak dibentuk oleh undang-undang.
08:57Mas, setiap lembaga negara itu ciri khasnya disebut di konstitusi biasanya.
09:01Enggak, tapi ada diatur di undang-undang.
09:03Ini kan hanya pressure group tidak diatur oleh undang-undang.
09:06Tidak ada kewenangan yang diatur.
09:07Saya sebut ya, di undang-undang namanya partisipasi publik.
09:11Ya, tapi ini sebagai institusi kan.
09:14Mana institusi ini partisipasi publik?
09:16Iya, makanya saya sebut LSM.
09:19Makanya Anda terlalu semangat.
09:21Ya, Anda juga pressure group.
09:22Tidak boleh.
09:24Sama-sama saya juga.
09:25Jangan apa-apa.
09:25Output check and balance apa sebetulnya yang mau dibuat dari kabinet bayangan itu?
09:29Ini yang saya mau jelaskan.
09:31Karena masih menyaksikan.
09:32Karena parlemen kan tidak mungkin, koalisi tunggal.
09:35Semua program negara bahkan tanpa undang-undang.
09:37Dia menyebut kita tidak ada undang-undangnya.
09:39Program negara banyak yang tidak ada undang-undang.
09:42Termasuk dengan kooperasi yang kemudian merah putih ini.
09:45Pakai uang banyak.
09:46MBG juga tidak ada undang-undangnya.
09:48Oke.
09:49Kalau apa salahnya?
09:50Apa persoalan?
09:51Nah, oleh karena itu kita sekarang ingin membangun kesetimbangan baru namanya.
09:56Di dalam ketataan negaraan Masuroto selalu ada hal yang baru.
10:01Negara itu sama sekali kalau mau dibaca dulu presiden sistem kabinet itu tidak ada.
10:07Semua dipimpin oleh raja.
10:08Tunggal.
10:09Nah, sekarang ada perkembangan baru.
10:11Ya, dan ini kelompok ini juga sebetulnya apa?
10:16Bagaimana saya bisa menjelaskan baik?
10:18Anda kan mengundang saya.
10:19Saya akan menjelaskan.
10:21Karena tidak berjalan, ada koalisi tunggal, maka kita rakyat sebagai pemegang mandat
10:29berencanakan untuk menjadi kawan tanding.
10:32Oke.
10:33Untuk mengoreksi.
10:34Ada maksud kawan tanding sehingga ini meyakinkan atau masih merangkan Anda?
10:37Istilah kawan tanding itu supaya apa?
10:38Kalau disebut lawan tanding terus kemudian membentuk kabinet ini membentuk presidensi
10:42mungkin akan ditakuti kalau disebut makar dan sebagainya.
10:45Itu sudah.
10:46Ini ahli tata negara ini pasti ya tahu lah.
10:48Masuroto.
10:48Pembahasan ini.
10:49Masih akan kita lanjutkan.
10:51Jelas masih panas.
Komentar