Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat 20192025, Suroto, menilai konsep Kabinet Bayangan" lebih tepat disebut sebagai pressure group ketimbang shadow cabinet seperti yang dikenal di sejumlah negara.

Menurut Suroto, kabinet bayangan identik dengan sistem oposisi di negara lain. Ia mengatakan, "Ini menurut saya ini bukan kabinet bayangan yang seperti halnya di luar negeri, tapi ini mungkin semacam pressure group."

Menanggapi kritik tersebut, Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, Feri Amsari, membantah anggapan itu. Ia menjelaskan bahwa konsep shadow cabinet telah berkembang dan tidak lagi hanya berada di dalam parlemen.

Feri mengatakan, "Kalau di beberapa negara sudah berkembang sekarang. Konsep Westminster dengan kabinet bayangan itu sudah kemana-mana, terutama memang konsepnya di parlemen."

Ia mencontohkan praktik di Prancis yang mengenal model kabinet bayangan di luar parlemen sebagai respons terhadap melemahnya fungsi oposisi.

"Di luar itu ternyata ada shadow kabinet publik di luar parlemen. Itu tradisi baru ketika kegagalan oposisi bertanding dengan pemerintahan di parlemen. Sehingga suara publik tidak tersampaikan," kata Feri.

Feri menegaskan, keberadaan Kabinet Bayangan bertujuan mengawasi jalannya pemerintahan, termasuk memastikan kebijakan pemerintah sesuai dengan konstitusi dan prinsip negara hukum.

"Jadi kami mengawasi apa saja programnya, disesuaikan dengan bangunan konstitusionalnya, disesuaikan dengan konsep negara hukum, sudah taat undang-undang atau tidak, apakah ada perencanaan yang matang dan lain sebagainya."

Ia juga mengungkapkan bahwa setiap menteri di Kabinet Bayangan mengawasi beberapa kementerian sekaligus.

"Kalau Mas Suroto cermat dengan terbangunnya koalisi tunggal tidak lagi terjadi checks and balances yang baik."



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/-b90us7CbOs




#kabinetmerahputih #kabinetbayangan #feriamsari

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/683175/debat-dikritik-hanya-pressure-group-feri-amsari-kabinet-bayangan-awasi-kinerja-menteri-rosi
Transkrip
00:00Selamat malam, program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda sebagai ruang opini sumber informasi.
00:07Saya Tifal Soliesa, sejumlah akademisi dan aktivis dari berbagai kelompok masyarakat sipil yang terbiasa bersuara lantang membentuk Kabinet Bayangan.
00:17Sebanyak 15 tokoh terpilih mengisi formasi untuk mengawasi kebijakan dari setiap menteri di Kabinet Merah Putih.
00:25Apakah Kabinet Bayangan ini menjadi strategi baru membangun oposisi?
00:30Malam ini saya mengundang seorang akademisi yang sekarang, biar gak salah ngomong, telah menjadi Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, Ferry
00:40Amsari.
00:41Juga bergabung bersama saya, CEO Indok Kooperasi Usaha Rakyat 2019-2025, yang juga Ketua Asosiasi Kader Sosioekonomi Strategis Suroto.
00:51Selamat malam semuanya, apa kabar?
00:52Selamat malam, Mas Tifal, Mas Tifal.
00:53Terima kasih, sudah mau datang ke studio kami kali ini.
00:57Pak Setnek, Pak Setnek panggilannya itu.
00:59Tapi saya mau mempertanya satu hal nih, Bung Ferry.
01:03Karena dalam konferensi pers minggu lalu, Anda sempat bilang, kita boleh tanding dengan menteri di sebelah tanding.
01:10Apa nih konteksnya dan menteri sebelahnya siapa sih?
01:12Ya tentu tanding dalam format melogikakan gagasan apakah itu sesuai dengan bangunan konstitusional kita dan prinsip-prinsip negara hukum.
01:24Kami sudah menjabarkan apa yang akan dilakukan oleh para menteri di kabinet bayangan dengan menjelaskan kira-kira counterpartnya ya, kawan
01:33tandingnya di Kementerian Merah Putih siapa saja.
01:37Sehingga akan terbangun checks and balances yang sudah tidak ada di dalam sistem presidensial kita.
01:43Karena sudah koalisi tinggal semua di lembaga legislatif yang harusnya menjadi pengawas kerja-kerja eksekutif.
01:51Jadi kami mengawasi apa saja programnya, disesuaikan dengan bangunan konstitusionalnya, disesuaikan dengan konsep negara hukum, sudah taat undang-undang atau
02:03tidak, apakah ada perencanaan yang matang dan lain sebagainya.
02:07Tapi kan itu hanya sebagian kecil dari sebanyaknya jumlah menteri, wakil menteri yang ada di kabinet merah putih.
02:12Kenapa hanya sebagian kecil yang diambil?
02:14Bukan sebagian kecil, 15 itu bahkan mengawasi seluruh postur kabinet yang ada.
02:20Jadi satu orang menteri di kami akan mengawasi bahkan enam hingga tujuh kementerian yang ada di kabinet merah putih.
02:27Itu sebagai bentuk kritik ya, bahwa membangun kabinet itu bisa kecil jika kemudian kita paham maksud kabinet.
02:37Kabinet itu, Mas Tifal artinya lemari kecil, kamar kecil.
02:41Dulu sejarahnya para raja mengumpulkan orang-orang kepercayaannya di ruang kecil sebelum masuk parlemen.
02:48Tidak mungkin orang kepercayaannya jumlahnya seratus, sesak nanti ruangannya.
02:53Itu kan parlement sistem pemerintah, kita kan presidensi.
02:56Ya, tradisi itu dibawa bahkan ke sistem pemerintahan presidensial.
03:01Karena lahirnya presidensial itu dari parlementer, itu sejarahnya.
03:05Jadi ada ciri khas yang dibawa dan bahkan disempurnakan.
03:08Di dalam sistem presidensial isi kabinetnya, Amerika yang 50 negara bagian bahkan ngurusin dunia,
03:16rata-rata jumlah menterinya hanya 15 hingga 21 orang.
03:20Kita 110 hingga 112 kalau dikaitkan dengan kepala badan dan lain-lain.
03:26Anda memenekankan apa dengan hal itu?
03:28Bahwa membangun efektivitas itu tidak dengan membangun kepentingan politik.
03:33Kalau kepentingan politik dibagi-bagi jumlahnya akan membludak.
03:37Tapi kalau kinerja yang dilakukan untuk kesejahteraan orang bisa lebih sederhana,
03:43beban keuangan negara juga tidak.
03:45Coba bayangkan rapat kabinet kami pertama karena 15 orang,
03:48itu anggarannya cuma 2 juta.
03:51Bandingkan dengan rapat paripurna kabinet di Merah Putih,
03:56jumlahnya saja penuh.
03:57Kapan diskusinya para menteri dengan presiden?
04:00Kalau kami ada diskusinya.
04:01Nah, tanggal 28 Juli Anda mengunggah di media sosial, Mas Roto.
04:06Apresiasi Anda, tapi juga menantang kabinet bayangan ini.
04:11Jadi Anda lagi memuji, lagi menguji, atau apa sih konteksnya?
04:14Ya, ini kabinet bayangan ini kan menarik ya.
04:19Setahu saya kalau di luar negeri sih kabinet bayangan itu dibentuk dari,
04:24posisinya itu dari parlemen.
04:26Tapi dianggap parlemen macet kan sekarang gitu.
04:29Teman-teman ini kan, ini menurut saya ini bukan kabinet bayangan yang seperti halnya di luar negeri,
04:34tapi ini mungkin semacam pressure group.
04:36Cuman mungkin supaya keren, jadi harus ada oposisi.
04:40Di luar negeri mana contohnya, Mas Roto?
04:42Contohnya kalau ada di Kanada itu, juga di sana ada kabinet bayangan.
04:47Tapi itu dari paranya.
04:47Tapi Mas Roto belum baca yang di Perancis.
04:49Ya, maksud saya begini, saya hanya mau mengatakan bahwa ini hanya semacam pressure group.
04:55Tunggu dulu, tunggu dulu.
04:55Dan pressure group ini, pressure group ini sebetulnya juga dilakukan oleh siapapun.
05:01Dan ini penting sekali untuk kita tanggapi.
05:05Saya terus terang, saya senang ada kawan kita yang ngaku sebagai segnek bayangan kan.
05:10Siapa tahu suatu saat akan terpilih sebagai segnek beneran gitu kan.
05:13Tapi kalau kemudian men-challenge, berarti ada yang hal ini sanksikan.
05:16Justru di situ, mereka itu pressure group yang mereka ini mengatasnamakan sebuah kabinet bayangan
05:23seperti halnya biasanya di luar negeri seperti itu.
05:26Terus kemudian, tapi mereka itu dipilih oleh siapa?
05:30Kan ini representasinya kan hanya representasi civil society.
05:33Apa bedanya sama LSM yang lain? Sama.
05:35Cuman ini segnek-segnekan, kementeri-kementerianan.
05:39Itu supaya lebih mungkin fokus kepada polosi-polosi yang tadi kabin-kabin kecil kan gitu.
05:44Tapi menurut saya ini terlepas dari itu.
05:47Saya ingin menguji ini, bagaimana perspektifnya terutama karena saya diundang ke sini kan
05:53sesinya adalah sesi menguji kebijakan tentang kooperasi Desa Kelurahan Merah Putih nih.
05:57Nah, saya ingin tahu sebenarnya perspektif teman-teman kabinet bayangan ini
06:01yang banyak saya lihat juga saya kenal baik.
06:04Saya perlu merespon sebelum kabinet ke kooperasi gak?
06:08Sebelum ngomongin soal kooperasi, kita akan siapkan itu nanti.
06:10Tapi kemudian disangsikan masalah pemilihan orang-orang itu tadi Bang Fed.
06:13Ya, tidak apa-apa. Kan beliau ini juga pressure group ya.
06:17Kalau oposisi itu memang pressure group.
06:20Dia mempressure pemerintahan.
06:23Nah, karena beliau ini masih kurang bahan bacaan ya.
06:27Kalau di beberapa negara sudah berkembang sekarang.
06:30Konsep Westminster dengan kabinet bayangan itu sudah kemana-mana.
06:35Terutama memang konsepnya di parlemen.
06:37Tapi ada perkembangan.
06:39Misalnya dengan negara dengan sistem kuasi presidensial di Perancis.
06:43Tidak hanya shadow kabinet di dalam parlemen.
06:46Ya, gak ada masalah.
06:48Mungkin gak masalah ya.
06:50Sabar supaya Anda paham.
06:51Bahwa di masyarakat secara informal juga dibentuk shadow kabinet ketika parlemen tidak lagi terbangun oposisi yang kuat.
07:01Sehingga suara publik tidak tersampaikan.
07:04Jadi sudah banyak perkembangan.
07:05Presidennya siapa nih Mas?
07:06Jangan, karena dulu fokus dulu.
07:08Fokus dulu.
07:09Kita bicara soal shadow kabinet boleh gak secara dilakukan oleh publik.
07:14Kalau Anda lebih jauh membaca.
07:16Shadow kabinet itu yang saya tahu itu dibentuk di parlemen.
07:20Tapi ini kan hanya dari masyarakat.
07:22Sikil society ini sebetulnya hanya pressure group seperti LSM biasa.
07:25Mas Roto tidak mendengar.
07:26Coba pasang di telinga.
07:27Satu di Perancis ada yang di parlemen shadow kabinet.
07:31Formule shadow kabinet namanya.
07:34Diisi oleh kabinet oposisi dari partai minoritas di parlemen.
07:40Oke.
07:40Paham ya?
07:41Di luar itu ternyata ada shadow kabinet publik di luar parlemen.
07:46Itu tradisi baru ketika kegagalan oposisi bertanding dengan pemerintahan di parlemen.
07:54Oke.
07:54Jadi ada model baru.
07:57Kalau kita pakai referensi sabar jangan dipotong dulu.
08:00Supaya paham kita duduk persoalannya.
08:03Tradisi ketatanegaraan baru politik ketatanegaraan baru itu lah yang kita bawa disini.
08:10Kenapa?
08:11Karena kalau mas Roto cermat dengan terbangunnya kolisi tunggal tidak lagi terjadi checks and balances yang baik.
08:19Saya ambil contoh percampuran yang terjadi.
08:22Wakil ketua DPR datang ikut terlibat menyusun kabinet.
08:28Itu percampuran legislatif.
08:30Dengar dulu.
08:30Anda kan tidak paham.
08:31Tapi tidak ada rekognisinya di dalam aturan hukum kita, konstitusi kita, tata negara.
08:36Kita kan tidak ada.
08:37Anda kan pakar tata negara.
08:38Gimana Anda?
08:39Tapi kemudian kan ada upaya check and balance.
08:41Mas Roto ini terlalu semangat.
08:44Dia bilang semua ada di ketatanegaraan, di konstitusi.
08:48Anda saya kasih tahu ya.
08:50Kejaksaan KPK tidak ada di konstitusi.
08:52Apakah tidak sah?
08:53Itu kan ada undang-undangnya.
08:55Ini kan tidak dibentuk oleh undang-undang.
08:57Mas, setiap lembaga negara itu ciri khasnya disebut di konstitusi biasanya.
09:01Enggak, tapi ada diatur di undang-undang.
09:03Ini kan hanya pressure group tidak diatur oleh undang-undang.
09:06Tidak ada kewenangan yang diatur.
09:07Saya sebut ya, di undang-undang namanya partisipasi publik.
09:11Ya, tapi ini sebagai institusi kan.
09:14Mana institusi ini partisipasi publik?
09:16Iya, makanya saya sebut LSM.
09:19Makanya Anda terlalu semangat.
09:21Ya, Anda juga pressure group.
09:22Tidak boleh.
09:24Sama-sama saya juga.
09:25Jangan apa-apa.
09:25Output check and balance apa sebetulnya yang mau dibuat dari kabinet bayangan itu?
09:29Ini yang saya mau jelaskan.
09:31Karena masih menyaksikan.
09:32Karena parlemen kan tidak mungkin, koalisi tunggal.
09:35Semua program negara bahkan tanpa undang-undang.
09:37Dia menyebut kita tidak ada undang-undangnya.
09:39Program negara banyak yang tidak ada undang-undang.
09:42Termasuk dengan kooperasi yang kemudian merah putih ini.
09:45Pakai uang banyak.
09:46MBG juga tidak ada undang-undangnya.
09:48Oke.
09:49Kalau apa salahnya?
09:50Apa persoalan?
09:51Nah, oleh karena itu kita sekarang ingin membangun kesetimbangan baru namanya.
09:56Di dalam ketataan negaraan Masuroto selalu ada hal yang baru.
10:01Negara itu sama sekali kalau mau dibaca dulu presiden sistem kabinet itu tidak ada.
10:07Semua dipimpin oleh raja.
10:08Tunggal.
10:09Nah, sekarang ada perkembangan baru.
10:11Ya, dan ini kelompok ini juga sebetulnya apa?
10:16Bagaimana saya bisa menjelaskan baik?
10:18Anda kan mengundang saya.
10:19Saya akan menjelaskan.
10:21Karena tidak berjalan, ada koalisi tunggal, maka kita rakyat sebagai pemegang mandat
10:29berencanakan untuk menjadi kawan tanding.
10:32Oke.
10:33Untuk mengoreksi.
10:34Ada maksud kawan tanding sehingga ini meyakinkan atau masih merangkan Anda?
10:37Istilah kawan tanding itu supaya apa?
10:38Kalau disebut lawan tanding terus kemudian membentuk kabinet ini membentuk presidensi
10:42mungkin akan ditakuti kalau disebut makar dan sebagainya.
10:45Itu sudah.
10:46Ini ahli tata negara ini pasti ya tahu lah.
10:48Masuroto.
10:48Pembahasan ini.
10:49Masih akan kita lanjutkan.
10:51Jelas masih panas.
Komentar

Dianjurkan