00:00Saya masih bersama Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan Ferry Amsari dan CEO Indokoperasi Usaha Rakyat 2019-2025
00:08yang juga Ketua Asosiasi Kadar Sosioekonomi Strategis Suroto.
00:12Kayaknya masih ada yang ganjal ya soal mazhab yang disampaikan Bang Ferry tadi karena dinilai tidak menggambarkan kondisi ekonomi yang
00:20ada sekarang.
00:20Jadi gini, sekarang ini kondisi ekonomi Indonesia itu 100 juta dari rakyat yang termiskin itu kekayaannya sama dengan 4 anggota
00:31keluarga Kelongomerat.
00:32Artinya disparitas atau kesenjangan ekonominya itu sudah parah.
00:35Nah kemudian ini kenapa bisa terjadi seperti ini? Ini karena sistem kapitalis yang selama ini bekerja.
00:41Kita punya kebebasan berbicara tapi kita tidak punya bagaimana kekuasaan, kita punya setiap orang punya posisi untuk berada dalam kestaraan
00:53dalam hak bersuara.
00:55Tapi ternyata dalam eksekusi ekonomi tidak terjadi.
00:58Nah Presiden Prabowo menerjemahkan konstitusi pasal 33 ayat 1 perekonomian yang disusun artinya jangan dibiarkan sistem kapitalis ini, sistem ini
01:08bekerja terus.
01:08Makanya bagaimana cara merubahnya adalah membangun institusi demokrasi ekonomi supaya ada perimbangan dari demokrasi politik ini.
01:16Sehingga sistem yang tadi disusulkan tidak relevan.
01:18Lalu kemudian ini saya sebut sebagai mazab yang namanya mazab persemakmuran bersama.
01:23Jadi Presiden Prabowo ini ingin menerjemahkan bahwa ekonomi itu boleh tumbuh tapi jangan hanya segelintir kelompok serakah.
01:29Kalau istilah Prabowo Subianto itu kan serakah nomik.
01:32Nah sistem secara nomik ini yang ingin didekonstruksi, ingin dirobat, ingin kemudian direvitalisasi dengan membangun demokrasi ekonomi.
01:42Supaya apa? Ini juga akan menimbulkan demokrasi yang tidak palsu.
01:47Selama ini kan kawan-kawan ini banyak bersuara tapi mungkin dari donor asing, donor driven.
01:52Banyak NGO-NGO kita itu kan juga yang terlalu berharap dari donor asing sehingga isu-isunya yang dikemas itu lepas
01:59dari pengawasan publik.
02:00Mungkin bisa jadi kelompok-kelompok yang sekarang ini sedang mengkritisi pemerintah kan arahnya sebetulnya kan ingin melaksanakan isu-isu yang
02:10diciptakan oleh donor asing yang tidak mau Indonesia ekonominya berkembang atau berubah.
02:15Ya saya pikir argumentasi yang menunjuk-nunjuk tanpa arah seperti ini kan khasnya Pak Prabowo juga ya.
02:23Oh no no no no, Presiden Prabowo sangat jelas arahnya.
02:26Dengan menunjuk bahwa ini kerjasama asing dia lupa negara di bawah pimpinan Pak Prabowo salah satu yang suka dan ingin
02:35sekali bekerjasama dengan asing.
02:38Saya mau mengatakan tadi agak tajub juga saya dengan pilihan persemakmurannya ya.
02:44Ada tiga mashab dalam kooperasi satu mashab tolak ukur, mashab sosialisme, dan mashab persemakmuran.
02:52Dan dia mengatakan bahwa pilihan presiden adalah persemakmuran.
02:58Tapi yang digadang-gadangkan di mana-mana adalah pilihan sosialisme presiden.
03:04Karena bapak beliau penggagas itu.
03:07Jadi agak ada benturan-benturan juga di dalam cara berpikir.
03:10Enggak, Presiden Prabowo jelas itu masyabnya adalah masyab persemakmuran.
03:13Saya tadi berikan kesempatan ya.
03:16Nah kalau kita lihat, kalau dia persemakmuran kan dia memberikan ikut campur tangan sangat besar ya.
03:23Di dalam membangun kolektivisme dalam kooperasi.
03:27Padahal kita juga tahu pilihan-pilihan kolektivisme itu tidak tampak di dalam pendirian kooperasi merah putih.
03:36Mana kolektivitas itu?
03:37Anda membayar pajak dan seluruh pembayar pajak ini menjadi pemilik dan lokusnya adalah desa?
03:43Kalau logika pajak maka kami juga punya hak di BUMN.
03:46Kami bayar pajak di BUMN.
03:48Kami punya berhak untuk ikut rapat di istana.
03:51Karena kami bayar BUMN.
03:53Iya betul.
03:53Masalahnya selama ini kenapa Anda membiarkan sistem kapitalis ini bekerja terus?
03:58Anda dari tadi bilang kapitalis-kapitalis.
04:00Presiden itu juga termasuk orang kaya di Republik ini.
04:03Orang kaya itu belum tentu kapitalis.
04:05Iya kapitalis itu artinya dalam bahasa dasarnya tentu pemilik modal.
04:10Pemilik modal besar itu keluarga Presiden Prabowo.
04:14Dari dulu beliau malah tidak mendirikan konsep kooperasi untuk bisnis-bisnis dan pekerja-pekerjaan.
04:20Oh kakeknya Prabowo itu adalah tokoh kooperasi.
04:22Ya kakeknya nggak apa-apa.
04:23Tapi yang kita bicarakan adalah perusahaan Pak Prabowo-nya sekarang.
04:29Jadi bagi saya ini adalah proyek yang mau digadang-gadangkan atas nama rakyat.
04:35Tetapi yang untung tetap segelintir orang.
04:37Sama persis dengan MBG juga.
04:39Wah ini yang tidak dipahami konsep kooperasi desa merah seperti ini oleh Saudara Ferry Amsari ini.
04:45Saya bisa jelaskan sedikit ya.
04:46Tunggu dulu, tadi kan Anda sudah diberikan kesempatan.
04:49Oke tapi Anda semakin kemana-mana semakin.
04:51Sudah, saya kira yang paling penting bagaimana.
04:55Anda khawatir dengan penjelasannya saya kepada publik sehingga motong-motong dulu.
04:59Oke saya dengarkan.
05:00Karena kalau melihat dari sini saja terlihat ada yang berbeda posisi soal beroperasinya kooperasi desa merah putih.
05:06Saya kira ini perspektifnya yang berbeda.
05:08Nah karena beda persepsi itu pun juga tergambar di salah satu survei yang dikeluarkan oleh SMRC.
05:12Saat ditanyakan soal keyakinan respondens atas kelanjutan dan berkembangnya kooperasi desa merah putih ini.
05:1861,1 persen menilai tidak yakin bahwa kooperasi desa merah putih ini akan berkembang.
05:2525 persen yakin, 13,9 persen tidak tahu.
05:28Kalau menerisik dari data itu tadi, sejaman Anda membaca itu Bung Ferry.
05:32Ya publik kan paling merasakan di tingkat bawah.
05:35Kalau mereka disurvei ya nggak yakin lah.
05:37Karena kooperasi yang ada di bentaran publik ya, bersama dekat dengan publik saja belum betul-betul maksimal berkembang.
05:46Beliau juga mengakui itu.
05:47Kenapa tidak dikembangkan?
05:49Malah buat yang baru hingga di puncak bukit, puncak gunung, dalam hutan.
05:53Apa perlunya?
05:55Ini kan mengada-ada untuk memastikan proyek.
05:58Ini Saudara Ferry ini tidak tahu kalau pembangunan ini juga mengabaikan aspirasi masyarakat di bawah.
06:03Katanya Anda membicarakan soal aspirasi demokrasi.
06:06Tapi Anda ternyata mengoposisi hasil musdes yang memutuskan mereka membangun kooperasinya di mana.
06:12Nah ini saya kira yang perlu dikoreksi juga bahwa Saudara Amsari ini sekarang ini sedang beropini tentang kooperasi desa merah
06:19putih dibangin di kuburan di ini.
06:20Ini opini yang sebetulnya diset.
06:24Dan ada pergerakan algoritma yang mengarah kepada supaya kooperasi desa kelurahan merah putih ini digagalkan dalam konseptualisasi operasionalisasinya.
06:33Tapi dari survei ini kan ada yang 1,1% tidak yakin itu tadi.
06:36Jadi gini, sekarang ini kan belum operasional.
06:39Pembangunan gedungnya itu baru 20 ribu ini akan dideklarasikan operasional itu oleh Presiden pada bulan Agustus dan September ini.
06:49Dan ditargetkan itu yang akan operasional itu adalah sampai akhir tahun itu 40 ribu.
06:54Dan kemarin dalam hari kooperasi itu jelas Presiden menjelaskan secara tegas bahwa seluruh barang subsidi misalnya gas melon, pupuk, beras,
07:03SPHP, minyak kita dan sebagainya itu termasuk kredit program akan disalurkan oleh kooperasi desa kelurahan merah putih.
07:09Yang tadi dilakukan oleh saudara feri itu 16 ribu sekarang ini harga dari gas melon misalnya kan.
07:17Gas melon ini sekarang kenyataannya masyarakat memang masih beli di sistem yang lama yang belum digeser ke kooperasi desa kelurahan
07:24merah putih adalah selisih sampai rata-rata itu 25 ribu.
07:28Saya mau merespon, saya tidak sedang diskusi dengan bunyi-bunyian atau tua ya.
07:35Saya ingin menjelaskan misalnya dari data teman-teman di lapangan ketika diresmikan oleh Presiden satu kooperasi merah putih itu harga
07:45gas melonnya rendah sekali.
07:47Begitu ditinjau ke lapangan setelah peresmian harganya tinggi.
07:52Nah ini juga sudah ngamur nih. Jadi Bung Ferry Anda harus verifikasi ke lapangan.
07:57Sabar, sabar. Saya ngamur gak apa-apa. Yang benar Anda saja pokoknya.
08:01Oh enggak. Ini data Anda dari mana yang tadi 16 ribu sudah naik di kooperasi 16 ribu tadi?
08:07Nah Anda kurangkan mendengar hasil penelitian teman-teman.
08:10Hasil penelitian mana? Anda tadi mengatakan 16 ribu itu di desa mana? Anda bisa cek.
08:15Ya silahkan Anda cek salah satunya.
08:17Enggak Anda tadi mengatakan harga 16 ribu sekarang itu di atas 16 ribu.
08:20Makanya Anda dengarkan belum sampai saya cerita Anda sudah potong.
08:24Saya yang hari-hari jelas ada di situ Pak.
08:26Lanjut Mung Ferry.
08:27Setiap hari Anda ada di setiap kooperasi.
08:28Oh iya saya tahu itu ada dashboardnya bro.
08:31Pengelolanya pengelolanya pengelolanya dashboard bukan hari-hari nungguin kooperasi.
08:33Salah satu temuan yang tidak diakui oleh beliau sebagai orang kooperasi merah putih adalah salah satunya di...
08:39Justru saudara Ferry harusnya Anda itu mengkritik jalur distribusi yang kapitalis selama ini yang membuat gas melon yang harusnya dibeli
08:48oleh masyarakat 16 ribu dan akan digeser kepada kooperasi desa telur merah putih supaya harganya itu lebih bagus.
08:55Tapi Anda malah justru tidak mendukung ini.
08:58Ini ruang opini semua dapat gini.
09:01Jadi Anda pembela kapitalis kalau gitu.
09:04Silahkan Mung Ferry.
09:05Satu salah satu contohnya di sekitaran Blok M itu ketika diresmikan Pak Presiden keluar besoknya sudah tidak ada harganya juga
09:14naik.
09:15Nah silahkan dicek.
09:16Yang diresmikan Presiden itu belum ada yang di Jakarta saudara Ferry.
09:19Anda salah halamat.
09:20Yang diresmikan itu ada hanya yang 1061 itu adalah di Jawa Timur dan di Jawa Tengah.
09:27Nanti kita bisa lihatkan data ke Anda kalau Anda tidak beropini.
09:30Nah Anda hanya data dari sosmed yang itu adalah gorengan.
09:34Anda harus tegas kalau punya data bilang punya data.
09:37Kalau tidak tidak usah beropini gitu.
09:39Tim kita datang ke lokasi.
09:41Karena Anda ingin puas.
09:42Dari 1061 itu dipastikan harga gas melon sudah 16 ribu saudara Ferry.
09:47Kenapa Anda beropini?
09:48Kenapa Anda beropini?
09:48Paksakan temuan lapangan.
09:49Anda tinggal keluarkan opini dan data Anda.
09:52Dari tadi Anda tidak bicara data.
09:54Saya bicara data.
09:55Justru Anda yang tadi katanya ngawur hanya ngambil dari sosmed.
09:58Saya mengatakan logika dia.
09:59Dia mengatakan Anda mendukung harga gas dan segala macam.
10:02Dia lupa produksi gas itu dikendalikan oleh negara.
10:07Ya.
10:07Artinya negara bisa mengendalikan harga gas.
10:11Dia menyalahkan orang kemana-mana.
10:13Tapi sebagian-bagian dari negara.
10:17Dia lupa harusnya negara diwajibkan mengendalikan harga.
10:21Hingga sampai ke kooperasi merah putih.
10:24Ini tidak terjadi di kepalanya.
10:26Saya bisa jelaskan.
10:27Tunggu dulu lanjut.
10:28Di kepalanya untuk menjelaskan bagaimana duduk persoalan gas hingga kooperasi itu.
10:33Jadi ini kan permainan.
10:35Seolah-olah ini kooperasi.
10:37Ada musawaranya.
10:39Bahwa publik sebagai bagian dari keanggotannya.
10:42Pasti tidak diajak ikut musawarah lah.
10:45Datanya mengatakan begitu.
10:46Nah elit-elit inilah yang menikmati segala gemah, rimpah dari kekayaan negara dalam bentuk program kooperasi merah putih.
10:57Dengan data yang mereka sampaikan bahwa ini belum jalan tetapi sudah menghabiskan anggaran.
11:04Katanya sudah ada peresmian tapi akan menunggu bulan Agustus dan segala macamnya.
11:10Menurut saya ada ketidaksehatan dalam mengelola negara di sini.
11:14Terpampang luas, orang sudah mengkritik.
11:17Bahkan mereka selalu mempermasalahkan seolah-olah Anda kapitalis.
11:22Yang tidak mendukung program-program negara.
11:25Jadi begini, kooperasi desa kelurahan merah putih ini, saudara Fieri.
11:28Kenapa saya tidak boleh diselesaikan bicara?
11:31Anda sudah terlalu banyak bicara yang ngawur tadi tanpa data terus kemudian.
11:35Sekarang tolong kasih data dan kebenaranan.
11:38Jadi begini, Agrinas Pangan Nusantara yang membangun fisiknya ini untuk membangun gedung.
11:43Itu sekarang sudah menyelesaikan kurang lebih per hari ini, itu 18 ribu.
11:46Dan itu akan dioperasionalkan dan dideklarasikan dalam satu sesi khusus yang itu ditargetkan tadi bulan Agustus, bulan September.
11:54Nah, kemudian kemarin Presiden sudah secara tegas di dalam hari kooperasi itu mengatakan bahwa
11:59seluruh barang subsidi itu termasuk gas melon tadi akan disalurkan seluruhnya melalui kooperasi.
12:05Dan kemudian harganya tidak boleh dikomersialisasi lagi.
12:08Harus dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi yang dijual oleh pemerintah.
12:13Artinya harus 16 ribu, ya harus 16 ribu.
12:15Kalau di atas AET, itu adalah kebiadaban dan itu adalah sistem komersialisasi yang sistem ini bekerja selama ini
12:22ingin dirubah oleh Presiden Prabowo melalui kooperasi sebagai lembaga demokrasi ekonomi, sodara Ferry.
12:29Dan ini masalahnya masyarakat itu kenapa masih beropini banyak itu belum tahu dan belum setuju.
12:35Karena mereka ini memang belum merasakan manfaatnya secara operasional.
12:40Baru dideklarasikan kemarin itu yang operasional itu 1061.
12:51Sampai berbuih-buih beliau menjelaskan soal harga dan kepastian harga di kooperasi.
12:56Padahal negara sudah bisa memastikan harga yang layak untuk dibeli oleh publik di mana saja.
13:03Termasuk di warung-warung.
13:05Kenapa harus menunggu kooperasi?
13:08Nah ini sodara Ferry juga tidak tahu masalah.
13:10Harga gas melon itu HET yang ditetapkan pemerintahan Rp16.000.
13:14Dikomersialisasi oleh para kapitalis ini sampai kurang lebih rata-rata Rp25.000.
13:18Bisa enggak negara hadir untuk mengendalikan?
13:20Ya bisa melalui kooperasi desa Keluran Merah Putih.
13:22Eh tidak hanya melalui kooperasi Bung.
13:24Kenapa pilihannya adalah kooperasi?
13:27Karena kooperasi lembaga demokrasi.
13:28Anda menghargai demokrasi atau tidak?
13:30Kalau Anda menghargai sistem kapitalis ya seperti ini.
13:33Kesimpulannya Anda melonjak ya?
13:34Oh tidak.
13:35Jadi hari ini itu sebetulnya ada di dalam undang-undang untuk persaingan.
13:40Anda hal di tata negara tapi demokrasi politik yang Anda bicara bebas tapi Anda tidak tahu bagaimana cara membagi kekuasaan
13:47ini juga membagi kekayaan melalui demokrasi politik.
13:50Menteri-menteri di Kabinet Merah Putih.
Komentar