Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Minimnya CCTV dan saksi menyulitkan pengungkapan kasus pembunuhan satpam Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebut hanya 27 CCTV yang mengawasi Objek Vital Nasional Waduk Jatiluhur, dan yang terdekat letaknya sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.

Direktur Utama PJT II, Imam Santoso, menjelaskan Waduk Jatiluhur memiliki 27 kamera pengawas atau CCTV yang tersebar di sejumlah titik strategis objek vital.

Tiga kamera berada di kawasan Ubrug, dan rekamannya telah diserahkan kepada penyidik kepolisian sebagai bagian dari proses penyelidikan.

#investigasi #kasuskematiansatpam #jatiluhur

Baca Juga Istri Bupati Pemalang di Bebaskan, Jubir KPK Sebut Statusnya Hanya Saksi | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/nasional/683169/istri-bupati-pemalang-di-bebaskan-jubir-kpk-sebut-statusnya-hanya-saksi-berita-utama



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/683170/polisi-ungkap-progres-investigasi-kasus-kematian-satpam-jatiluhur-kompas-malam
Transkrip
00:00Kita ke informasi dalam negeri saudara, minima CCTV dan saksi menyulitkan pengungkapan kasus pembunuhan Satpam di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa
00:07Barat.
00:07Pengelola Waduk Jatiluhur menyebut hanya 27 CCTV yang mengawasi obyek vital nasional Waduk Jatiluhur dan yang terdekat letaknya sekitar 2
00:17km dari lokasi kejadian.
00:21Direktur Utama PJT2 Imam Santoso menjelaskan Waduk Jatiluhur memiliki 27 kamera pengawas atau CCTV yang tersebar di sejumlah titik strategis
00:31obyek vital.
00:33Tiga kamera berada di kawasan ubruk dan rekamannya telah diserahkan kepada penyelidik kepolisian sebagai bagian dari proses penyelidikan.
00:41Namun lokasi kejadian pembunuhan Satpam berada di luar jangkauan pantauan kamera pengawas yang berjarak sekitar 2 km.
00:52Kami di Waduk Jatiluhur ada 27 CCTV, jadi bukan tidak ada tapi ada 27 CCTV dan letaknya tersebar.
01:02Lokasi yang ada di ubruk di Radical Gate itu ada tiga CCTV di sana yang beroperasi dan sudah diambil oleh
01:11polisi yang rekamannya.
01:13Sedangkan lokasi kejadian yang terjadi itu adalah di luar jangkauan CCTV karena emang jaraknya sekitar 2 km dari CCTV.
01:22Jenasah seorang Satpam ditemukan tewas dalam kondisi tangan terburgo di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat pada 24 Juli lalu.
01:31Hampir sepekan kasus kematian tersebut belum terungkap.
01:34Timporesta Purwakarta telah menggelar olah TKP dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap kematian korban.
01:43Untuk membahas pengungkapan kasus ini saat ini kami sudah bersamaan dengan Kabit Humas Polda, Jawa Barat, Kombes Hendra Rohmawan.
01:51Selamat malam Pak Kabit.
01:53Selamat malam Pak Ibrahim.
01:55Pak Kabit jadi untuk saat ini apakah sudah ada tersangka atau seperti apa progres investigasinya Pak?
02:01Baik, jadi dari hasil gelar perkara kemarin yang kita panggil dari kasus-kasus dan tim ke Polda,
02:10kita mendapatkan beberapa informasi yang cukup ada kemajuannya.
02:16Dimana dalam hari ini mereka memberikan beberapa hipotesa kemungkinan para pelaku yang menjadi pembunuh dan penganyaihan dari korban Satpam ini.
02:29Dan tentu saja backup kami di sini tentu dengan penguatan beberapa personal kita untuk mendukung dari hipotesa yang mereka berikan
02:38itu.
02:39Sehingga perbantuan dari IT, perbantuan dari Inavis, guna perbantuan juga terhadap tenaga penyidik.
02:47Ini harapan kita dengan bantuan kita ini yang dua hari baru kita bekerja ini mempercepat daripada harapan masyarakat untuk mengungkap
02:56tapir pembunuhan yang terjadi di jati luhur ini.
03:01Demikian Ibrahim.
03:01Pak Kabin, ada temuan baru tidak? Karena kan sebelumnya soal minima saksi dan juga CCTV yang cukup jauh dari TKP,
03:08ini jadi kendala Pak Kabin.
03:11Ya, tambah taman itu diperoleh dari saksi ya.
03:16Dengan adanya beberapa hipotesa tadi itu, kami juga sampaikan bahwa hipotesa ini masih juga perlu didukung oleh beberapa saksi yang
03:24perlu dipanggil.
03:25Dan saksi-saksi ini yang sangat kami harapkan adalah dari masyarakat sekitar TKP.
03:33Karena di mana kejadian ini adalah dini hari ya, sekitar jam 2 lebih 50 itu di mana celebrate dari handphone
03:43itu dia tidak aktif lagi.
03:45Nah, situ kemudian kejadian sampai jam pukul 5.
03:47Ini ada beberapa saksi yang dari sekitar warga ini masih belum terbuka 100% ya.
03:54Kita berharap adanya keterbukaan dan kami sebagai kepolisian selalu melindungi saksi-saksi ini sehingga harapan kita bisa terkuat bersama-sama
04:04dengan cepat bantuan daripada keterangan saksi saya dari sekitar TKP.
04:08Demikian Mas Yurahim.
04:09Pak Kabi termasuk ini, peran dari kelompok pemuda yang sebelumnya beredar di visualnya bertemu dengan korban sebelum kejadian.
04:18Bagaimana, apa peran mereka atau ada apa mereka kesana sebetulnya?
04:23Jadi ini diposting oleh teman-teman dari rekan-rekan Satpam ya.
04:29Satpam ini dan mereka juga mungkin mengira ini pelakunya.
04:34Tetapi kami berangkat dari titik TKP, kemudian scientific investigation, kemudian kita juga berbagi keterangan saksi-saksi ini.
04:44Yaitu ada kemungkinan-kemungkinan yang tetap kita dalami.
04:47Semua kemungkinan karena belum terungkap kita dalami semuanya.
04:51Dan tetapi masyarakat jangan, kami tidak 100% percaya itu.
04:56Kita harus berdasarkan keterangan-keterangan dari saksi dan juga bukti-bukti yang ada di TKP.
05:03Tapi yang pasti di sini memang dari alibi atau motif untuk pengambilan harta daripada si korban ini tidak ada.
05:13Karena dompet, kemudian motor, dan perang-perang pergalaannya masih utuh berada di saku daripada si korban ini.
05:23Terima kasih Kabupaten Umpas Polda, Jawa Perat, Kompas Hendra Rohmawan telah menyampaikan informasi.
05:28Nanti kita tunggu perkembangannya.
05:30Terima kasih Pak Kabupaten.
05:32Terima kasih Pak Kabupaten.
05:33Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan