- 2 jam yang lalu
- #kabinetmerahputih
- #kabinetbayangan
- #feriamsari
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah akademisi dan aktivis dari berbagai kelompok masyarakat sipil yang terbiasa bersuara lantang membentuk Kabinet Bayangan.
Sebanyak 15 tokoh terpilih mengisi formasi, untuk mengawasi kebijakan setiap menteri Kabinet Merah Putih. Apakah Kabinet Bayangan ini cara baru membangun oposisi di luar parlemen?
Belum genap sebulan, Kabinet Bayangan langsung mendapat tantangan debat terbuka, guna adu ide dan gagasan.
Program ROSI mengundang Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan Feri Amsari. Juga CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat sekaligus Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis Suroto.
Saksikan dalam ROSI episode Kritik Kebijakan, Kabinet Bayangan Ditantang
Tayang Kamis, 30 Juli 2026 pukul 20.30 WIB LIVE di KompasTV.
#kabinetmerahputih #kabinetbayangan #feriamsari
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/683165/full-debat-feri-amsari-jawab-kritik-kabinet-bayangan-bagaimana-kinerja-menteri-prabowo-rosi
Sebanyak 15 tokoh terpilih mengisi formasi, untuk mengawasi kebijakan setiap menteri Kabinet Merah Putih. Apakah Kabinet Bayangan ini cara baru membangun oposisi di luar parlemen?
Belum genap sebulan, Kabinet Bayangan langsung mendapat tantangan debat terbuka, guna adu ide dan gagasan.
Program ROSI mengundang Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan Feri Amsari. Juga CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat sekaligus Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis Suroto.
Saksikan dalam ROSI episode Kritik Kebijakan, Kabinet Bayangan Ditantang
Tayang Kamis, 30 Juli 2026 pukul 20.30 WIB LIVE di KompasTV.
#kabinetmerahputih #kabinetbayangan #feriamsari
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/683165/full-debat-feri-amsari-jawab-kritik-kabinet-bayangan-bagaimana-kinerja-menteri-prabowo-rosi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Intro
00:01Ukuran integritas ini seperti apa?
00:04Berarti pemerintah masih sanggup atau tidak
00:06Walaupun faktanya masih ada
00:07Akan muncul kontroversi berkepanjangan
00:09Ini tetap tidak mengubah satu tetas cinta pun untuk Indonesia
00:36Dalam waktu dekat akan kami kerjakan adalah
00:38Tiga bulan ke depan kurang lagi
00:40Akan meluncurkan rapor pemerintahan Prabowo Subianto
00:45Dalam perspektif checks and balances yang kami lakukan
00:50Kita menghargai semua masukan, semua saran
00:54Yang penting nanti dia pakai data
00:58Kemudian bukan hanya bicara mengenai kritik
01:01Dan saran, tapi juga harapan saya bisa mengapresiasi
01:04Jadi yang bagus diapresiasi
01:07Yang bagus juga diangkat
01:08Yang bagus juga dikomentarin
01:11Dengan hanya kurang-kurang
01:13Ada privilege di bawah payung
01:16Untuk mereka membangun kogdes di seluruh desa di Indonesia
01:19Padahal Indonesia memiliki lebih dari 131 ribu
01:23Kooperasi yang sudah beroperasi
01:24Tetapi kenapa mereka selalu membangun hal yang baru
01:27Yang diragukan
01:29Yang mereka pun bingung sendiri dengan diri mereka
01:37Kooperasi ini bukan toko, bukan kooperasi
01:40Utamanya dia fungsinya infrastruktur pemerintah
01:43Jadi tidak usah khawatir warung-warung segala macam
01:46Retail-retail tidak ada bisa saling melakukan
01:59Selamat malam
02:00Program Rusi kembali hadir ke hadapan Anda
02:02Sebagai ruang opini sumber informasi
02:05Saya Tifal Solesa
02:06Sejumlah akademisi dan aktivis dari berbagai kelompok masyarakat sipil
02:10Yang terbiasa bersuara lantang
02:12Membentuk kabinet bayangan
02:15Sebanyak 15 tokoh terpilih mengisi formasi untuk mengawasi kebijakan dari setiap menteri di kabinet merah putih
02:23Apakah kabinet bayangan ini menjadi strategi baru membangun oposisi?
02:28Malam ini saya mengundang seorang akademisi yang sekarang
02:32Biar tidak salah ngomong
02:34Telah menjadi Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan Ferry Amsari
02:39Juga bergabung bersama saya
02:41CEO Indok Kooperasi Usaha Rakyat 2019-2025
02:44Yang juga Ketua Asosiasi Kader Sosioekonomi Strategis Suroto
02:49Selamat malam semuanya apa kabar?
02:50Selamat malam
02:51Mas Tifal
02:51Terima kasih
02:52Sudah mau datang ke studio kami kali ini
02:55Pak Setnek
02:56Pak Setnek panggilannya itu
02:58Tapi saya mau memutanya satu hal nih
03:01Bung Ferry
03:01Karena dalam konferensi pers minggu lalu
03:03Anda sempat bilang
03:04Kita boleh tanding dengan menteri di sebelah tanding
03:08Apa nih konteksnya dan menteri sebelahnya siapa sih?
03:11Ya tentu tanding dalam format melogikakan gagasan
03:15Apakah itu sesuai dengan bangunan konstitusional kita dan prinsip-prinsip negara hukum
03:22Kami sudah menjabarkan apa yang akan dilakukan oleh para menteri di kabinet bayangan
03:28Dengan menjelaskan kira-kira counterpartnya ya
03:31Kawan tandingnya di kementerian merah putih siapa saja
03:35Sehingga akan terbangun checks and balances yang sudah tidak ada di dalam sistem presidensial kita
03:41Karena sudah kualisi tinggal semua di lembaga legislatif yang harusnya menjadi pengawas kerja-kerja eksekutif
03:50Jadi kami mengawasi apa saja programnya
03:54Disesuaikan dengan bangunan konstitusionalnya
03:58Disesuaikan dengan konsep negara hukum sudah taat undang-undang atau tidak
04:01Apakah ada perencanaan yang matang dan lain sebagainya
04:05Tapi kan itu hanya sebagian kecil dari sebanyaknya jumlah menteri-wakil menteri yang ada di kabinet merah putih
04:10Kenapa hanya sebagian kecil yang diambil?
04:12Bukan sebagian kecil, 15 itu bahkan mengawasi seluruh postur kabinet yang ada
04:18Jadi satu orang menteri di kami akan mengawasi bahkan enam hingga tujuh kementerian yang ada di kabinet merah putih
04:25Itu sebagai bentuk kritik ya
04:28Bahwa membangun kabinet itu bisa kecil jika kemudian kita paham maksud kabinet
04:35Kabinet itu Mas Tifal artinya lemari kecil, kamar kecil
04:39Dulu sejarahnya para raja mengumpulkan orang-orang kepercayaannya di ruang kecil sebelum masuk parlemen
04:46Tidak mungkin orang kepercayaannya jumlahnya seratus, sesak nanti ruangannya
04:51Itu kan parlemen sistem pemerintahan, kita kan presidensial
04:54Ya, tradisi itu dibawa bahkan ke sistem pemerintahan presidensial
04:59Karena lahirnya presidensial itu dari parlementer, itu sejarahnya
05:03Jadi ada ciri khas yang dibawa dan bahkan disempurnakan
05:07Di dalam sistem presidensial isi kabinetnya
05:10Amerika yang lima puluh negara bagian bahkan ngurusin dunia
05:14Rata-rata jumlah menterinya hanya lima belas hingga dua puluh satu orang
05:18Kita seratus puluh hingga seratus dua belas
05:22Kalau dikaitkan dengan kepala badan dan lain-lain
05:24Anda mau menekankan apa dengan hal itu?
05:26Bahwa membangun efektivitas itu tidak dengan membangun kepentingan politik
05:31Kalau kepentingan politik dibagi-bagi jumlahnya akan membludak
05:35Tapi kalau kinerja yang dilakukan untuk kesejahteraan orang bisa lebih sederhana
05:41Beban keuangan negara juga tidak
05:43Coba bayangkan rapat kabinet kami pertama karena lima belas orang
05:46Itu anggarannya cuma dua juta
05:48Bandingkan dengan rapat paripurna kabinet di Merah Putih
05:53Jumlahnya saja penuh
05:55Kapan diskusinya para menteri dengan presiden
05:58Kalau kami ada diskusinya
06:00Nah tanggal 28 Juli Anda mengunggah di media sosial Mas Roto
06:04Apresiasi Anda tapi juga menantang kabinet bayangan ini
06:09Jadi Anda lagi memuji, lagi menguji atau apa sih konteksnya?
06:12Ya ini kabinet bayangan ini kan menarik ya
06:17Setahu saya kalau di luar negeri sih kabinet bayangan itu dibentuk dari
06:22Posisinya itu dari parlemen
06:24Tapi dianggap parlemen macet kan sekarang gitu
06:27Teman-teman ini kan
06:28Nah ini menurut saya ini bukan kabinet bayangan yang seperti halnya di luar negeri
06:32Tapi ini mungkin semacam pressure group
06:34Cuman mungkin supaya keren jadi harus ada oposisi
06:39Di luar negeri mana contohnya Mas Roto?
06:40Contohnya kalau ada di Kanada itu juga disana ada kabinet bayangan
06:45Tapi itu dari parlemen
06:45Tapi Mas Roto belum baca yang di Perancis
06:48Ya maksud saya begini
06:50Saya hanya mau mengatakan bahwa ini hanya semacam pressure group
06:53Tunggu dulu
06:53Dan pressure group ini
06:55Pressure group ini sebetulnya juga dilakukan oleh siapapun
06:58Dan ini penting sekali untuk kita tanggapi
07:03Saya terus terang saya senang ada kawan kita yang ngaku sebagai segnek bayangan kan
07:08Siapa tahu suatu saat akan terpilih sebagai segnek beneran gitu kan
07:11Tapi kalau kemudian men-challenge berarti ada yang hal yang disangsikan
07:14Justru disitu mereka itu pressure group yang
07:18Mereka ini mengatasnamakan sebuah kabinet bayangan seperti halnya biasanya di luar negeri seperti itu
07:24Terus kemudian
07:26Tapi mereka itu dipilih oleh siapa
07:28Kan ini representasinya kan hanya representasi civil society
07:31Apa bedanya sama LSM yang lain?
07:33Sama
07:33Cuman ini segnek-segnekan
07:35Kementeri-kementerianan
07:37Itu supaya lebih mungkin fokus kepada polose-polose yang tadi kabin-kabin kecil kan gitu
07:42Tapi menurut saya ini terlepas dari itu
07:45Saya ingin menguji ini
07:47Bagaimana perspektifnya terutama karena saya diundang ke sini kan
07:51Sesinya adalah sesi menguji kebijakan tentang kooperasi Desa Kelurahan Merah Putih nih
07:55Nah saya ingin tahu sebenarnya perspektif teman-teman kabinet bayangan ini
07:59Yang banyak saya lihat juga saya kenal
08:02Saya perlu merespon sebelum kabinet ke kooperasi
08:05Sebelum ngomongin soal kooperasi kita akan siapkan itu nanti
08:09Tapi kemudian disangsikan masalah pemilihan orang-orang itu tadi Bang Fed
08:12Ya tidak apa-apa kan beliau ini juga pressure group ya
08:15Kalau oposisi itu memang pressure group
08:18Dia mempressure pemerintahan
08:21Nah karena beliau ini masih kurang bahan bacaannya
08:25Kalau di beberapa negara sudah berkembang sekarang
08:27Konsep Westminster dengan kabinet bayangan itu sudah kemana-mana
08:33Terutama memang konsepnya di parlemen
08:35Tapi ada perkembangan
08:37Misalnya dengan negara dengan sistem koasi presidensial di Perancis
08:41Tidak hanya shadow kabinet di dalam parlemen
08:44Ya itu enggak ada masalah
08:46Mungkin enggak masalah ya
08:48Sabar supaya Anda paham
08:49Bahwa di masyarakat secara informal
08:52Juga dibentuk shadow kabinet ketika
08:55Parlemen tidak lagi terbangun oposisi yang kuat
08:59Sehingga suara publik tidak tersampaikan
09:02Jadi sudah banyak perkembangan
09:03Tapi presidennya siapa nih Mas?
09:04Jangan karena dulu fokus dulu
09:06Kita bicara soal shadow kabinet boleh enggak
09:10Secara dilakukan oleh publik
09:12Kalau Anda lebih jauh
09:14Shadow kabinet itu yang saya tahu
09:16Itu dibentuk di parlemen
09:18Tapi ini kan hanya dari masyarakat
09:20Sikil Society
09:20Ini sebetulnya hanya pressure group seperti LSM biasa
09:22Mas Roto tidak mendengar
09:24Coba pasang di telinga
09:25Satu di Perancis
09:26Ada yang di parlemen shadow kabinet
09:29Formula shadow kabinet namanya
09:31Diisi oleh kabinet oposisi
09:36Dari partai minoritas di parlemen
09:38Oke
09:38Paham ya
09:39Di luar itu ternyata ada shadow kabinet publik
09:43Di luar parlemen
09:45Itu tradisi baru ketika kegagalan
09:48Oposisi bertanding dengan pemerintahan di parlemen
09:52Oke
09:52Jadi ada model baru
09:55Kalau kita pakai referensi
09:57Sabar jangan dipotong dulu
09:58Supaya paham kita duduk persoalannya
10:01Tradisi ketatanegaraan baru
10:04Politik ketatanegaraan baru itu
10:06Lah yang kita bawa disini
10:08Kenapa?
10:09Karena kalau mas Roto cermat
10:11Dengan terbangunnya kolisi tunggal
10:14Tidak lagi
10:14Terjadi checks and balances yang baik
10:17Saya ambil contoh
10:18Percampuran yang terjadi
10:20Wakil ketua DPR datang
10:22Ikut terlibat
10:23Menyusun kabinet
10:25Itu percampuran legislatif
10:28Dengar dulu
10:28Anda kan tidak paham
10:29Ya tapi tidak ada rekognisinya
10:31Di dalam aturan
10:32Hukum kita
10:33Konstitusi kita
10:34Tata negara
10:34Kita kan tidak ada
10:35Anda kan pakar tata negara
10:36Bagaimana Anda?
10:37Tapi kemudian kan ada upaya check and balance
10:39Ya ini hanya sepacem
10:40Present group biasa
10:41Mas Roto ini terlalu semangat
10:42Dia bilang semua ada di ketatanegaraan
10:44Di konstitusi
10:45Anda saya kasih tahu ya
10:48Kejaksaan KPK
10:49Tidak ada di konstitusi
10:50Apakah tidak sah?
10:52Loh itu kan ada undang-undangnya
10:53Ini kan tidak dibentuk oleh undang-undang
10:55Setiap lembaga negara itu
10:57Ciri khasnya disebut di konstitusi biasanya
10:59Enggak
11:00Tapi ada diatur di undang-undang
11:01Ini kan hanya pressure group
11:02Tidak diatur oleh undang-undang
11:04Tidak ada kewenangan yang diatur
11:05Saya sebut ya
11:06Di undang-undang
11:07Namanya partisipasi publik
11:09Ya tapi ini sebagai institusi kan
11:12Dia tidak milik
11:12Mana institusi ini
11:13Partisipasi publik
11:14Iya
11:15Makanya saya sebut
11:16LSM
11:17Makanya Anda terlalu semangat
11:19Kalau gitu
11:19Ya Anda juga pressure group
11:20Output check and balances apa sebetulnya
11:22Sama-sama saya juga
11:23Jangan apa-apa
11:24Output check and balances apa sebetulnya
11:26Yang mau dibuat dari kabinet bayangan itu
11:27Sebetulnya
11:28Ini yang saya mau jelaskan
11:29Karena masih menyaksikan ya
11:30Karena parlemen kan gak mungkin
11:32Koalisi tunggal
11:33Semua program negara
11:34Bahkan tanpa undang-undang
11:35Dia menyebut kita tidak ada undang-undangnya
11:37Program negara
11:38Banyak yang tidak ada undang-undang
11:40Termasuk dengan kooperasi
11:42Yang kemudian merah putih ini
11:43Pakai uang banyak
11:44MBG juga tidak ada undang-undangnya
11:46Oke
11:46Lalu apa salahnya
11:48Apa persoalan
11:49Nah oleh karena itu
11:50Kita sekarang ingin membangun
11:52Kesetimbangan baru namanya
11:54Di dalam ketata negaraan
11:56Mas Uroto
11:57Selalu ada hal yang baru
11:59Negara itu sama sekali
12:01Kalau mau dibaca
12:02Dulu presiden
12:03Sistem kabinet itu gak ada
12:05Semua dipimpin oleh raja
12:06Tunggal
12:07Oke
12:07Nah sekarang ada perkembangan baru
12:10Ya dan ini
12:10Kita belum selesai
12:11Lompok ini juga sebetulnya
12:12Apa
12:12Bagaimana saya mau menjelaskan
12:14Bagaimana saya bisa menjelaskan
12:16Anda kan mengundang saya
12:17Saya akan menjelaskan
12:19Karena tidak berjalan
12:21Ada koalisi tunggal
12:23Maka kita
12:24Rakyat sebagai
12:25Pemegang mandat
12:26Berencanakan
12:28Untuk menjadi
12:29Kawan tanding
12:31Oke
12:31Untuk mengoreksi
12:32Ada maksud kawan tanding
12:33Sehingga ini meyakinkan
12:34Istilah kawan tanding itu
12:35Supaya apa
12:36Kalau disebut lawan tanding
12:38Terus kemudian membentuk
12:38Kabinet ini membentuk presidensi
12:40Mungkin akan ditakuti
12:42Kalau disebut makar
12:43Oke
12:43Itu sudah
12:44Ini ahli tata negara
12:45Pasti ya tahulah
12:46Mas Uroto
12:47Pembahasan ini
12:48Masih akan kita lanjutkan
12:49Jelas masih panas
12:52Belum genap sebulan
12:53Kabinet bayangan
12:55Langsung mendapat
12:55Tantangan debat terbuka
12:57Untuk adu ide
12:59Dan gagasan
13:00Saya masih bersama
13:01Menteri Sekretaris Negara
13:03Dari Kabinet Bayangan
13:04Ferry Amsari
13:05Serta CEO
13:06Indokoperasi Usaha Rakyat
13:082019-2025
13:09Yang juga
13:10Ketua Asosiasi
13:11Kader Sosioekonomi Strategis
13:13Suroto
13:13Mas Uroto
13:14Dalam unggahan Anda
13:15Tanggal 28 itu
13:16Anda fokus
13:17Ingin adu gagasan
13:19Berdebat
13:20Terbuka
13:21Soal Kopdes
13:22Terlepas dengan
13:23Atribusi Anda
13:23Yang juga mengurusi
13:24Koperasi
13:25Tapi kenapa Kopdes
13:26Di tengah sekian banyak
13:27Hal-hal
13:28Terutama program-program
13:30Pemerintah
13:30Yang dikritisi oleh
13:31Kabinet Bayangan
13:32Kabinet Bayangan ini kan
13:34Dideklarasinya 27
13:35Saya mengunggah surat
13:37Ke Bung Ferry
13:38Itu tanggal 28
13:38Baru satu hari
13:39Jadi mungkin belum
13:40Sertijab
13:42Baru ini ya
13:43Warming up
13:44Saya kira ini
13:45Penting ya
13:46Saya menyambut
13:48Juga gembira
13:48Ini macam
13:49Pressure Group
13:50Yang mungkin dapat
13:50Legitimasi luas
13:51Dari sosial media
13:53Saya baca
13:54Ini menurut saya
13:55Harus juga jelas
13:57Karena mereka mengklaim
13:58Sebagai kelompok
13:59Semacam kelompok
14:00Interactual gitu
14:02Terus kemudian
14:03Ada aktivismenya
14:04Di situ
14:04Terus kemudian
14:05Mereka mengatasnamakan
14:06Kabinet Bayangan
14:06Yang itu sebenarnya
14:07Berbeda perspektifnya
14:09Dengan kabinet bayangan
14:10Ada di
14:10Tadi saya sebut
14:11Di luar negeri kan gitu
14:12Nah
14:13Tapi paling tidak
14:15Saya melihat
14:16Saya mengenal
14:17Teman-teman ini
14:18Mereka ini
14:19Adalah kelompok
14:20Yang selama ini
14:20Juga banyak mengkritik
14:21Kebijakan pemerintah
14:22Terutama Kooperasi Desa Merah Putih
14:23Sementara saya sendiri
14:25Dalam posisi
14:26Sebagai pendukung
14:27Dari programatika
14:29Dari Kooperasi Desa Kelurahan Merah Putih
14:31Ini Mas Tifal
14:31Jadi
14:32Saya ingin tahu
14:33Sebetulnya
14:33Seperti apa
14:34Gagasan
14:35Kebijakan
14:36Atau kritik kebijakan
14:38Yang mereka ingin lontarkan
14:40Terhadap
14:40Program pemerintah
14:41Yang saya lihat
14:42Sekarang ini
14:43Sedang dibangun
14:43Sebagai kekuatan
14:45Untuk membangun
14:46Ekonomi masyarakat
14:47Dan
14:47Mendekonstruksi
14:49Sistem kapitalis
14:50Yang selama ini
14:51Bekerja
14:52Yang selama ini
14:53Mereka itu
14:54Hidup di dalam
14:55Satu
14:56Sistem ekonomi
14:58Yang itu
14:58Menjadi mainstream
14:59Apakah ini berkaitan juga
15:01Dengan
15:02Pernyataan dari
15:03Menteri Pertanian
15:04Dan Kedaulatan
15:04Pangan Kabinet
15:05Bayangan
15:05Isnawati Hidayah
15:06Makanya Anda terpancing
15:07Untuk ada debat
15:07Karena
15:07Dia yang begini
15:08Indonesia memiliki
15:10Lebih dari
15:10131 ribu
15:12Kooperasi
15:12Yang sudah beroperasi
15:13Dan saat ini
15:14Berjalan di masyarakat
15:15Tetapi kenapa
15:16Mereka selalu
15:17Membangun hal yang baru
15:19Yang diragukan
15:20Yang mereka pun
15:21Bingung sendiri
15:21Dengan diri mereka
15:22Makanya Anda terpancing
15:23Pernyataan itu
15:23Untuk debat terbuka
15:24Jadi begini
15:25Mbak Isna
15:26Itu saya kira
15:27Itu salah satu
15:28Tapi saya juga mengenal
15:30Teman-teman
15:30Misalnya seperti
15:31Bima itu kan
15:32Ada di Selios
15:33Dan mereka juga
15:34Sering menguji ini kan
15:37Kooperasi Desa Merah Putih
15:38Dalam perspektif
15:39Sebagai kritikan gitu
15:40Nah Mbak Isna ini
15:41Juga mengatakan
15:42131 ribu
15:44Kooperasi sekarang
15:45Sebagai badan hukum
15:46Gitu kan
15:46Tapi kalau
15:47Mbak Isna tambahkan
15:49Selama ini
15:50Sudah
15:51Sekarang sudah
15:5280 tahun
15:53Lebih
15:53Indonesia Merdeka
15:54Itu
15:55Kalau kita perbandingkan
15:57Dari total turnover
15:59Bisnis dari
15:59Kooperasi ini
16:00Tidak lebih dari 1%
16:01Tahun 2025 itu
16:03Hanya 0,97
16:04Nah jumlah
16:05Kooperasinya banyak
16:06Tapi kontras dengan
16:09Bagaimana kontribusi
16:10Ekonominya
16:11Artinya
16:11Kita di dalam
16:12Situasi
16:13Yang
16:13Sedang dikuasai oleh
16:15Sistem Kapitalis
16:16Dan Presiden Prabowo
16:17Dengan konsep
16:18Kooperasi Desa Kelurahan
16:19Merah Putihnya ini
16:20Ingin mengekonstruksi ini
16:22Ingin merubah
16:22Struktur ekonomi
16:23Yang kapitalistik ini
16:25Sehingga ada
16:26Namanya ekonomi rakyat
16:27Dan kemudian
16:28Ekonomi rakyat ini
16:29Adalah bergerak
16:30Di seluruh desa
16:31Sehingga disebut
16:31Kooperasi Desa Kelurahan
16:33Merah Putih
16:33Kalau kemudian dinilai oleh
16:34Isnawati
16:35Bingung
16:35Nah ini
16:36Karena beliau ini
16:38Saya kira tidak menguasai
16:39Persoalan dan juga
16:40Tidak menguasai data
16:41Ini saya
16:42Katakan tadi itu
16:43Data BPS itu
16:44Harusnya dicek
16:45Bahwa data BPS itu
16:47Turnover bisnis dari
16:48Kooperasi ini
16:49Tidak lebih dari 1%
16:50Mau dibiarkan
16:51Seperti ini terus
16:52Mau dibiarkan
16:53Kooperasi
16:54Sebagai soko guru ekonomi
16:56Ini ditelantarkan terus
16:58Kemudian
16:58Apa yang akan terjadi
17:00Di dalam sistem
17:02Kooperasi
17:03Kalau tidak ada
17:03Upaya pemerintah
17:04Sebagai afirmatif action
17:05Untuk
17:06Merubah struktur ekonomi
17:07Dimana
17:08Letak bingungnya
17:09Apa dasar bingung itu
17:10Karena begini Bang
17:11Pernyataan Menkopangan
17:12Zulhas juga bilang
17:13Terakhir kali
17:14Dalam rapat koordinasi
17:15Soal program
17:16Kopdes ini
17:17Dia bilang
17:18Tidak akan berkembang
17:19Menjadi supermarket
17:19Seperti yang dipersepsikan
17:21Masyarakat
17:21Jadi kooperasi desa ini
17:22Menyalurkan barang-barang subsidi
17:24Berbagai bantuan pemerintah
17:26Dan off taker
17:27Produk desa
17:27Jadi dimana
17:28Letak bingungnya
17:28Kan udah jelas begini
17:29Pertama begini
17:31Beliau ini kan bekerja
17:32Untuk kepentingan
17:34Agrinas ya
17:34Di dalam
17:35Kooperasi
17:37Kooperasi
17:38Merah Putih
17:38Agrinas Pangan
17:39Ya
17:39Kooperasi Merah Putih
17:41Artinya tentu saja
17:42Kalau pekerjaan beliau
17:44Dikritik
17:44Wajar saja
17:45Beliau
17:45Marah-marah
17:46Kita berdebat soal
17:48Substansi data
17:49Ya karena kalau
17:50Seandainya program ini
17:52Katakala bermasalah
17:54Kemudian dibatalkan
17:55Beliau kan mengalami
17:56Kerugian ekonomi juga
17:57Tapi
17:59Apapun
18:00Maksudnya kerugian ekonomi
18:01Gimana ya
18:01Ya kan bekerja di
18:02Agrinas kan
18:03Saya itu bekerja
18:05Saya dapat gaji
18:06Dan saya
18:06Bekerja sebagai profesional
18:08Gak apa masalahnya
18:10Profesional kan dibayar
18:11Makanya
18:11Wajar saja dibela
18:12Saya tidak mempersoalkan itu
18:14Oke kembali ke pertanyaan saya
18:15Kritik Anda apa gagasan Anda
18:16Sebagai pengkritik apa
18:17Itu yang paling penting
18:18Ya ini belum disampaikan
18:19Sudah marah-marah
18:20Oke
18:20Sabar
18:21Oke lanjut
18:22Makanya begini ya
18:24Pertama
18:25Tentu saja kita lihat
18:27Program ini harus terukur
18:29Di dalam
18:30Proses penyelenggaraan negara
18:32Ada namanya
18:33Perencanaan
18:34Perencanaan itu
18:36Harus terbuka
18:37Tidak kemudian
18:38Ujuk-ujuk
18:39Dilaksanakan
18:41Saya agak khawatir
18:43Dengan gagasan-gagasan
18:44Yang muncul di presiden
18:45Lebih kepada
18:46Faktor wangsit saja
18:47Misalnya MBG
18:49Dikatakan itu
18:49Wangsit
18:50Dari Pak Presiden
18:51Jangan-jangan
18:52Koperasi
18:53Merah Putih
18:54Juga wangsit
18:55Gitu ya
18:55Universitas Republik Indonesia
18:58Juga wangsit
18:59Kenapa
19:00Alat ukur
19:00Melihatnya wangsit
19:02Karena memang
19:02Nihilnya
19:03Perencanaan
19:04Kalau orang terencana
19:06Dia akan memperhatikan
19:07Misalnya
19:08Seratus tiga puluhan ribu
19:09Koperasi tadi
19:10Kalau memang
19:11Ada turnover
19:12Yang bermasalah
19:13Kenapa
19:14Tidak diperkuat
19:15Dengan dana
19:15Dari negara
19:17Ya konsep anda apa
19:18Ini
19:19Salah satu konsepnya
19:20Tidak anda dengar
19:21Bahwa peran negara
19:23Untuk memperkuat
19:24Dengan dana tambahan
19:26Memperkuat
19:27Koperasi rakyat
19:28Yang sudah ada
19:29Kenapa
19:30Dibuat lagi
19:30Ini rumahnya
19:32Belum selesai
19:32Mau diruntuhkan
19:34Bangun rumah baru
19:35Yang anda khawatirkan
19:36Kalau bertambah
19:36Bukannya itu akan
19:37Menambah kemungkinan
19:38Untuk menaikkan ekonomi
19:39Di tingkat desa
19:40Ini saja belum selesai
19:42Kok dibangun yang baru
19:43Jadi saudara Ferry
19:44Anda tidak pernah
19:45Memahami substansi
19:46Jadi begini
19:46Seratus tiga puluh satu ribu
19:48Itu kenapa
19:49Turnover bisnisnya
19:51Atau
19:51Omsetnya itu hanya
19:52Satu persen itu
19:54Itu karena
19:54Mereka ini
19:57Bekerja
19:58Berada di dalam
19:59Sistem
20:00Yaitu tadi
20:01Koperasi yang
20:01Apa
20:04Dilemahkan
20:04Oleh sistem kapitalis
20:06Pemerintah sekarang
20:07Pemerintah Prabowo ini
20:09Ingin mendekonstruksi ini
20:10Nah itu omong kosong
20:11Kenapa omong kosong
20:12Begini
20:13Karena tidak ada
20:14Perencanaan
20:15Maka terlihatlah di hutan
20:17Di bukit
20:18Dan segala macam
20:19Padahal ada yang
20:20Nah ini ini
20:21Tunggu sabar
20:22Katanya mau mendengar
20:23Perspektif orang
20:25Katanya mau berdebat
20:27Masa kemudian
20:28Dipotong-potong
20:29Jadi setelah
20:30Kemudian terencana
20:32Kita bisa mengetahui
20:33Kelemahan
20:34Koperasi selama ini apa
20:35Katanya kapitalis
20:37Negara kan punya peran
20:39Mengendalikan
20:40Pemilik modal
20:41Kenapa itu
20:42Tidak dilakukan
20:43Kenapa buat yang baru
20:44Bagi kita ini
20:45Proyek militer lah
20:47Agrinas kan bagian
20:48Dari
20:49Militaristik ini
20:50Ini kan hanya
20:52Koperasi-koperasian
20:53Pura-puranya
20:54Koperasi
20:54Kalau dia
20:55Koperasi
20:56Dia akan
20:57Berdasar
20:58Kepada
20:59Kepentingan
21:00Anggota
21:00Ada anggotanya
21:01Tanya
21:02Siapa anggotanya
21:03Masyarakat enggak
21:03Modalnya saja
21:05Dari negara
21:05Koperasi itu kan
21:07Ada tiga jenisnya
21:08Konsumsi
21:09Produksi
21:10Kredit
21:11Ini apa
21:12Makhluknya
21:13Dimana pengaturannya
21:15Bagaimana pengelolaannya
21:16Belum dimulai saja
21:18Sudah menyerah
21:19Sampai
21:19Diancam oleh
21:20Menteri Desa
21:21Kalau tidak
21:22Dibantu oleh
21:23Mini market
21:24Mini market itu
21:25Dalam supply chain
21:25Atau dalam
21:26Segala hal
21:27Mau diberhentikan
21:29Ditutup
21:29Ini saya kira
21:30Asal-asalan ini
21:31Jadi saya bisa
21:33Jelaskan ya
21:34Boleh nanti
21:34Sabar
21:35Ini kan
21:35Anda minta dulu
21:36Oleh karena itu
21:38Peran negara
21:38Mengancam
21:39Untuk membantu
21:40Koperasi
21:41Desa Merah Putih
21:42Ini janggal
21:43Bagi saya
21:43Pada titik tertentu
21:45Negara harus
21:46Bekerja demi
21:46Kepentingan raya
21:47Ini kepentingan siapa
21:48Ngapain negara
21:49Kemudian tidak
21:50Menyokong
21:51Koperasi yang ada
21:52Aneh bagi saya
21:54Kalau kemudian
21:55Cerita
21:55Dari orang
21:56Yang menjalankan
21:58Bisnis
21:58Koperasi Merah Putih
21:59Bertahan dan mengatakan
22:01Koperasi Rakyat
22:02Bermasalah
22:03Padahal dia sendiri
22:04Orang Koperasi
22:05Nah gimana tuh
22:06Mas
22:06Jadi begini
22:07Saudara Ferry
22:08Saya mau jelaskan
22:10Yang namanya
22:10Kondisi Koperasi
22:12Di Indonesia itu
22:13Sekarang ini
22:13Itu
22:14Tidak lebih dari
22:16Soko Pinggiran
22:16Soko Pinggiran pun
22:17Tidak lebih dari
22:18Satu persen
22:19Jika dibandingkan
22:20Dengan total GDP
22:21Tadi kan
22:22Nah terus kemudian
22:23Ini artinya apa
22:26Ekonomi konstitusi
22:27Itu kan
22:28Pasal 33 itu
22:29Itu yang dimaksud
22:29Dengan demokrasi ekonomi
22:31Itu bentuknya
22:31Wujudnya adalah
22:32Badan hukum
22:33Koperasi ini
22:33Bangun perusahaan
22:34Yang sesuai dengan
22:35Demokrasi itu
22:35Yalah koperasi itu
22:36Di state
22:37Di penjelasan
22:38Pasal 33
22:39Yang itu masih
22:40Berlaku aktif
22:41Kan gitu
22:41Kalau itu
22:43Karena apa
22:44Karena ayat-ayatnya
22:45Kan tidak dirubah
22:46Itu kan
22:46Nah sekarang ini
22:49Pemerintah
22:49Berkeinginan
22:51Supaya apa
22:51Ada namanya
22:53Kepemilikan rakyat
22:54Yang ini
22:55Bentuknya adalah
22:56Yang paling mungkin
22:57Adalah
22:57Koperasi
22:58Tadi kan
22:59Siapa anggotanya
23:01Apa segala macam
23:01Jadi saudara
23:02Itu sebetulnya
23:03Belum banyak diskusi
23:04Belum banyak tahu
23:04Tentang konsep
23:05Dari Koperasi Desa Kelurahan
23:06Merah Putih
23:07Tapi sudah komentar duluan
23:08Kemana-mana
23:10Sesungguhnya
23:10Yang namanya Koperasi Desa Kelurahan
23:12Merah Putih
23:12Karena sudah dibayar
23:13Pakai pajak
23:14Dan pemerintah
23:15Kemudian ini
23:16Membangun
23:16Infrastrukturnya
23:18Ya kan
23:18Nah ini
23:20Anggotanya adalah
23:21Seluruh masyarakat desa
23:22Dan
23:23Kalau kawan-kawan ini
23:24Kan kritiknya
23:25Koperasi harus bottom up
23:26Selama ini
23:27Koperasi bottom up
23:28Koperasi yang ditumbuhkan
23:29Dari bawah juga
23:29Tidak dilarang oleh pemerintah
23:31Tapi hasilnya
23:32Yang satu persen
23:33Koperasi
23:33Soko pinggiran aja
23:35Belum seperti ini
23:36Nah sekarang
23:37Kenapa masalahnya ini
23:39Terjadi seperti ini
23:40Pemerintah
23:41Presiden Prabowo ini
23:42Punya
23:42Satu gagasan besar
23:44Ingin apa
23:45Merubah struktur ekonomi
23:47Supaya tidak kapitalis
23:48Supaya
23:50Demokrasi politik ini
23:51Yang banyak kita bicarakan
23:53Itu juga ada
23:54Perimbangannya dengan
23:55Demokrasi ekonomi
23:56Karena apa
23:57Kalau demokrasi politik
23:58Tanpa demokrasi ekonomi
23:59Itu sesungguhnya ya
24:01Kuasa
24:01Dari sistem
24:03Apa
24:03Kebijakan pemerintah kita
24:05Dan sebagainya
24:06Itu akan dikuasai oleh
24:07Kapitalis
24:07Sederhananya berarti
24:08Koperasi desa merah putih
24:09Ini akan menggenjot
24:10Ekonomi desa
24:11Akan seberapa besar
24:11Ini adalah
24:13Aset yang ditransfer itu
24:15Kalau dalam
24:17Prognosa
24:18Rencah anggaran
24:19Yang akan ditransfer
24:21Keseluruhan
24:22Itu 83 ribu itu
24:24Kalau dikalikan 3 miliar
24:25Itu kan
24:26249 triliun
24:27Ini bujatnya
24:28Kenapa?
24:29Angka mana itu?
24:30Ya ini angka
24:31Untuk pembangunan
24:31Kooperasi desa keluruhan merah putih
24:33Yang dikerjakan
24:34Dalam bentuk
24:35Prasana sarana
24:36Dan kemudian juga
24:37Membangun ekosistem
24:38Dari bisnisnya
24:39Dari besaran ini
24:41Ini kalau dibandingkan
24:43Dengan sistem ekonomi
24:44Apa
24:45Dengan
24:46Apa
24:46Putaran bisnis kapitalis ini
24:48Ini kan gak seberapa
24:49Belum seberapa
24:51Yang tadi
24:51Dari putaran ekonominya
24:53Tidak lebih dari
24:54Berapa persen itu
24:55Kalau dibandingkan itu
24:57Dengan total
24:58Kita itu hanya 1 persen
24:59Bagaimana kita mau membangun
25:01Bangsa ini
25:02Dan perekonomian itu
25:04Pasal 33
25:05Jelas sekali
25:06Perekonomian harus disusun
25:08Kalau saya tidak tahu
25:10Beliau baca buku
25:11Kooperasi yang mana
25:12Dan jilid berapa ya
25:13Tapi ada problematika
25:15Di konsep pasal 33
25:17Undang-Undang Dasar
25:18Kan di pasal 33
25:20Ayat 1 itu
25:21Perekonomian dibangun
25:22Disusun
25:23Ya disusun
25:25Berdasarkan ekonomi
25:26Kekeluargaan
25:27Kan gitu ya
25:28Nah kalau kita lihat
25:30Ini bukan
25:30Kooperasi kekeluargaan
25:32Karena konsep kooperasi itu
25:34Adalah
25:35Berbasis kepada
25:36Keanggotaan
25:37Setiap anggota itu
25:39Punya one man one foot
25:40Tadi sudah dijelaskan
25:42Ini dibangun dari pajak
25:44APBN negara itu
25:45Iya
25:46Bukan konsep kooperasi
25:48Anda kan pembayar pajak juga
25:49Tunggu dulu
25:50Anda punya hak
25:50Suara sama
25:52Anda kalau warga negara
25:53Kecuali warga negara lain
25:57Khabar
25:58Anggota kooperasi
25:59Oke
26:00Itu dua hal yang berbeda
26:01Kooperasi itu berbasis
26:03Kepada iuran anggotanya
26:04Dan anggotanya
26:05Ini mazhab Anda
26:05Mazhab kuno ini
26:06Iya betul
26:07Anda hanya
26:07Berkotat di satu mazhab
26:09Ada banyak mazhab kooperasi
26:10Mazhab persemakmuran
26:11Mazhab sosialisme
26:13Atau mazhab
26:14Nah yang ekspektasi Anda
26:16Ini mazhab yang mana
26:16Kalau dari permazhaban
26:18Ini mazhab kuno
26:19Makanya kooperasi
26:20Mau dibiarkan
26:21Tidak bergerak
26:22Sehingga ekonomi masyarakat
26:23Kita tidak akan berkembang
26:24Dan kemudian
26:25Dikuasai oleh kapitalis
26:26Saya malah curiga ini
26:27Jangan-jangan
26:28Bang Ferry ini
26:28Sudah agensi dari kapitalis
26:30Juga gitu
26:30Saya puas sekali
26:31Dengan gagasan Anda
26:32Yang penuh emosional itu
26:34Menunjukkan
26:34Lemahnya
26:36Rasa persaudaran
26:37Dalam diskusi
26:38Silahkan
26:39Bang Ferry
26:40Ketika dia menyumbang
26:42Dia punya hak one man one foot
26:44Sekarang
26:45Bagaimana cara
26:46Kooperasi Merah Putih
26:48Memberikan hak suara
26:49Kepada anggotanya
26:50Yang disebut
26:51Pembayar pajak itu
26:53Jadi aneh sekali konsepnya
26:55Kedua
26:56Dia mempermasalahkan
26:58Turnover
26:59Dari kooperasi
27:01Yang sudah ada
27:02Tetapi yang dia bicarakan
27:04Adalah
27:04Berapa banyak uang negara
27:06Yang dipakai
27:07Untuk membangun
27:08Kooperasi baru
27:09Jadi ini pengeluaran
27:10Bukan juga
27:11Kekuatan ekonomi
27:13Baru yang timbul
27:14Dari masyarakat
27:14Belum ada
27:15Nah itu sebabnya
27:17Sebenarnya ini
27:18Proyek ambisius
27:19Belaka
27:19Untuk menghidupkan
27:21Mesin-mesin
27:22Kepentingan politik
27:23Yang ada
27:23Beliau bicara
27:25Tidak dari sudut
27:26Membangun
27:26Kooperasi
27:28Ala Indonesia
27:29Yang dicita-citakan
27:30Oleh
27:31Ibu bapak bangsa kita
27:32Jadi saya
27:33Saya bisa jelaskan ini mas
27:34Jadi begini
27:35Bapak bangsa itu
27:37Belum selesai
27:38Oke silahkan
27:38Bapak bangsa itu
27:40Macam-macam
27:40Tetapi kan
27:41Dalam pemahaman kita
27:43Kita bisa lihat
27:44Pastikan dulu
27:46Apakah
27:46Anggota punya hak suara
27:49Di dalam
27:49Kooperasi Merah Putih
27:50Anda
27:50Siapa anggotanya
27:52Rakyat yang mana
27:53Pembayar pajaknya
27:54Jadi aneh sekali
27:56Kalau gagasannya
27:57Ferry Amsari
27:57Kan pembayar pajak
27:58Jadi saya anggota
27:59Kooperasi Merah Putih
28:00Bagaimana saya punya hak suara
28:02Anda punya hak suara
28:04Anda punya hak kendali
28:05Ada di dalam desa
28:06Gimana caranya
28:07Anda
28:08Saya anggota sekarang
28:09Anda punya KTP di mana
28:11Desa mana
28:11Ya di Sumatera Barat
28:12Sumatera Barat
28:13Di desa apa
28:14Anda adalah menjadi
28:16Pemegang KTP di situ
28:17Anda menjadi anggota di situ
28:19Bagaimana mekanismenya
28:20Mekanismenya ya
28:21Anda sebagai pemilik
28:22Dari kooperasi
28:23Sejak kapan itu saya tahu
28:24Sejak ketika nanti
28:26Di operasionalkan
28:27Oke
28:27Seluruh yang punya KTP
28:29Seluruh yang punya KTP bro
28:30Ini namanya demokrasi ekonomi
28:32Betul-betul
28:33Demokrasi ekonomi yang luar biasa
28:35Tapi tidak
28:37Baik
28:38Saya masih bersama
28:39Menteri Sekretaris Negara
28:41Kabinet Bayangan
28:42Ferry Amsari
28:43Dan CEO
28:44Indokoperasi Usaha Rakyat
28:452019-2025
28:46Yang juga
28:47Ketua Asosiasi Kadar
28:48Sosioekonomi Strategis
28:50Suroto
28:50Kayaknya masih ada yang ganjal ya
28:52Soal mazhab yang disampaikan
28:53Bang Ferry tadi
28:55Karena dinilai tidak seperti
28:56Tidak menggambarkan
28:57Kondisi ekonomi yang ada sekarang
28:58Jadi gini
28:59Sekarang ini
29:00Kondisi ekonomi Indonesia
29:02Itu 100 juta dari rakyat yang termiskin
29:04Itu kekayaannya sama dengan
29:08Empat anggota keluarga Kelongomerat
29:10Artinya
29:11Disparitas atau kesenjangan ekonominya itu sudah parah
29:13Nah
29:14Kemudian ini kenapa bisa terjadi seperti ini
29:17Ini karena sistem kapitalis yang selama ini bekerja
29:19Kita punya kebebasan berbicara
29:22Tapi kita tidak punya
29:23Bagaimana kekuasaan kita
29:26Setiap orang punya posisi untuk
29:30Berada dalam
29:31Kestaraan dalam hak bersuara
29:33Tapi ternyata dalam eksekusi ekonomi tidak terjadi
29:36Nah
29:36Presiden Prabowo
29:37Menerjemahkan
29:39Konstitusi pasal 33 ayat 1
29:41Perekonomian disusun
29:42Artinya jangan dibiarkan
29:44Sistem kapitalis ini
29:45Sistem ini bekerja terus
29:46Makanya
29:47Bagaimana cara merubahnya
29:49Adalah membangun institusi demokrasi ekonomi
29:51Supaya ada perimbangan
29:52Dari demokrasi politik ini
29:54Sehingga sistem yang tadi disusulkan tidak relevan
29:56Lalu kemudian ini saya sebut sebagai mazab
29:59Yang namanya mazab persemakmuran bersama
30:01Jadi
30:01Presiden Prabowo ini ingin menerjemahkan bahwa ekonomi itu boleh tumbuh
30:05Tapi jangan hanya segelintir kelompok serakah
30:07Kalau istilah Prabowo Subianto itu kan serakah nomik
30:11Nah
30:11Sistem serakah nomik ini yang ingin didekonstruksi
30:14Ingin dirobat
30:15Ingin kemudian direvitalisasi dengan membangun demokrasi ekonomi
30:20Supaya apa ini juga akan menimbulkan demokrasi yang tidak palsu
30:25Selama ini kan kawan-kawan ini banyak bersuara
30:27Tapi mungkin dari donor asing
30:29Donor driven
30:30Banyak NGO-NGO kita itu kan juga yang terlalu berharap dari donor asing
30:34Sehingga isu-isunya yang dikemas
30:36Itu lepas dari pengawasan publik
30:38Mungkin bisa jadi
30:41Kelompok-kelompok yang sekarang ini sedang mengkritisi pemerintah
30:45Kan arahnya sebetulnya kan
30:46Ingin melaksanakan isu-isu yang diciptakan oleh donor asing
30:50Yang tidak mau Indonesia ekonominya berkembang
30:52Tepat ke alasan itu Mbak Ferry
30:53Ya saya pikir argumentasi yang menunjuk-nunjuk tanpa arah seperti ini
30:59Kan khasnya Pak Prabowo juga
31:01Oh no no no
31:01Presiden Prabowo sangat jelas aranya
31:04Dengan menunjuk bahwa ini kerjasama asing
31:07Dia lupa
31:08Negara di bawah pimpinan Pak Prabowo
31:11Salah satu yang suka dan ingin sekali bekerjasama dengan asing
31:15Saya mau mengatakan tadi agak tajub juga saya dengan pilihan persmakmurannya ya
31:22Ada tiga mashab dalam kooperasi
31:24Satu mashab tolak ukur
31:26Mashab sosialisme
31:28Dan mashab persmakmuran
31:30Dan dia mengatakan bahwa
31:32Konstitusi
31:33Pilihan
31:34Pilihan presiden adalah persmakmuran
31:36Tapi yang digadang-gadangkan
31:38Dimana-mana adalah pilihan sosialisme presiden
31:42Karena bapak beliau penggagas itu
31:45Jadi agak ada benturan-benturan juga di dalam cara berpikir
31:49Presiden Prabowo jelas itu masyabnya adalah masyab persmakmuran
31:52Saya tadi berikan kesempatan
31:53Nah kalau kita lihat
31:55Kalau dia persmakmuran kan dia memberikan ikut campur tangan sangat besar ya
32:01Di dalam membangun kolektivisme dalam kooperasi
32:05Padahal kita juga tahu pilihan-pilihan kolektivisme itu tidak tampak
32:10Di dalam pendirian kooperasi merah putih
32:13Mana kolektivitas itu
32:16Anda membayar pajak dan seluruh pembayar pajak ini menjadi pemilik
32:19Dan lokusnya adalah desa
32:21Kalau logika pajak maka kami juga punya hak di BUMN
32:24Kami bayar pajak di BUMN
32:26Kami punya berhak untuk ikut rapat di istana
32:29Karena kami bayar BUMN
32:32Masalahnya selama ini kenapa Anda membiarkan sistem kapitalis ini bekerja terus
32:36Anda dari tadi bilang kapitalis-kapitalis
32:38Presiden itu juga termasuk orang kaya di republik ini
32:41Orang kaya itu belum tentu kapitalis
32:43Iya kapitalis itu artinya dalam bahasa dasarnya tentu pemilik modal
32:48Pemilik modal besar itu keluarga Presiden Prabowo
32:52Dari dulu beliau malah tidak mendirikan konser kooperasi
32:55Untuk bisnis-bisnis dan pekerja-pekerja
32:58Oh kakeknya Prabowo itu adalah tokoh kooperasi
33:00Ya kakeknya nggak apa-apa
33:01Tapi yang kita bicarakan
33:02Yang kita bicarakan adalah perusahaan Pak Prabowo-nya sekarang
33:07Jadi bagi saya ini adalah proyek yang mau digadang-gadangkan atas nama rakyat
33:13Tetapi yang untung tetap segelintir orang
33:16Sama persis dengan MBG juga
33:18Wah ini yang tidak dipahami konsep kooperasi desa merah
33:22Saya bisa jelaskan sedikit ya
33:24Tunggu dulu
33:25Tadi kan Anda sudah diberikan kesempatan
33:27Tapi Anda semakin kemana-mana
33:29Saya kira yang paling penting bagaimana
33:32Anda khawatir dengan penjelasannya saya kepada publik
33:36Sehingga motong-motong
33:37Begini
33:38Karena kalau melihat dari sini saja
33:40Terlihat ada yang berbeda posisi
33:42Soal beroperasinya kooperasi desa merah putih
33:44Saya kira ini perspektifnya yang berbeda
33:46Nah karena beda persepsi itu pun juga tergambar
33:48Di salah satu survei yang dikeluarkan oleh SMRC
33:50Saat ditanyakan soal keyakinan respondens
33:53Atas kelanjutan dan berkembangnya kooperasi desa merah putih ini
33:5661,1% menilai tidak yakin bahwa kooperasi desa merah putih ini akan berkembang
34:0225% yakin, 13,9% tidak tahu
34:06Kalau menerisik dari data itu tadi
34:08Sejaman Anda membaca itu, Bung Ferry
34:10Ya publik kan paling merasakan di tingkat bawah
34:13Kalau mereka disurvei ya enggak yakin lah
34:15Karena kooperasi yang ada di bentaran publik
34:19Bersama dekat dengan publik saja
34:22Belum betul-betul maksimal berkembang
34:24Beliau juga mengakui itu
34:25Kenapa tidak dikembangkan
34:27Malah buat yang baru
34:28Hingga di puncak bukit, puncak gunung, dalam hutan
34:31Apa perlunya?
34:33Ini kan mengada-ada untuk memastikan proyek
34:36Ini saudara Ferry ini tidak tahu
34:38Kalau pembangunan ini juga mengabaikan aspirasi masyarakat di bawah
34:41Katanya Anda membicarakan soal aspirasi demokrasi
34:45Tapi Anda ternyata mengoposisi hasil musdes
34:47Yang memutuskan mereka membangun kooperasinya di mana
34:50Nah ini saya kira yang perlu dikoreksi juga
34:52Bahwa saudara Amsari ini
34:54Sekarang ini sedang beropini tentang kooperasi desa merah putih
34:57Dibangin di kuburan di ini
34:58Ini opini yang sebetulnya diset
35:01Dan ada pergerakan algoritma yang mengarah kepada
35:05Supaya kooperasi desa keluran merah putih ini
35:08Digagalkan dalam konseptualisasi operasionalisasinya
35:11Tapi dari survei ini kan ada yang
35:13Saya mau menjelaskan itu
35:14Jadi gini
35:15Sekarang ini kan belum operasional
35:17Pembangunan gedungnya itu baru
35:2020 ribu ini akan dideklarasikan operasional itu
35:25Oleh Presiden pada bulan Agustus dan September ini
35:27Dan ditargetkan itu yang akan operasional itu
35:30Adalah sampai akhir tahun itu 40 ribu
35:32Dan kemarin dalam hari kooperasi
35:34Itu jelas Presiden menjelaskan secara tegas
35:37Bahwa seluruh barang subsidi
35:39Misalnya gas melon, pupuk, dan beras, SPHP, minyak kita, dan sebagainya itu
35:43Termasuk kredit program
35:44Akan disalutkan oleh kooperasi desa keluran merah putih
35:47Yang tadi dilakukan oleh saudara Ferry
35:50Itu 16 ribu sekarang ini
35:52Harga dari gas melon misalnya kan
35:54Gas melon ini sekarang
35:56Kenyataannya masyarakat memang masih beli
35:58Di sistem yang lama
36:01Yang belum digeser ke kooperasi desa keluran merah putih
36:03Adalah selisih
36:04Sampai rata-rata itu 25 ribu
36:07Silahkan Ferry
36:07Saya mau merespon
36:09Saya tidak sedang diskusi dengan bunyi-bunyian atau tua ya
36:12Oke
36:13Saya ingin menjelaskan misalnya
36:15Dari data teman-teman di lapangan
36:17Ketika diresmikan oleh presiden
36:20Satu kooperasi merah putih
36:23Itu harga gas melonnya rendah sekali
36:25Begitu ditinjau ke lapangan setelah peresmian
36:29Harganya tinggi
36:30Nah ini juga sudah ngamur nih
36:32Jadi Bung Ferry Anda harus
36:34Ya verifikasi ke lapangan
36:36Sabar, sabar
36:36Saya ngamur gak apa-apa
36:37Yang benar Anda saja pokoknya
36:39Oh enggak
36:40Ini data Anda dari mana
36:42Yang tadi 16 ribu sudah naik di kooperasi 16 ribu tadi
36:45Nah Anda kurangkan mendengar hasil penelitian teman-teman
36:48Hasil penelitian mana Anda tadi mengatakan 16 ribu itu di desa mana
36:52Anda bisa cek
36:53Ya silahkan Anda cek salah satunya
36:55Enggak Anda tadi mengatakan harga 16 ribu sekarang itu di atas 16 ribu
36:59Makanya Anda dengarkan belum sampai saya cerita Anda sudah potong
37:02Saya yang hari-hari jelas ada di situ Pak
37:04Lanjut mau Ferry
37:05Setiap hari Anda ada di setiap kooperasi
37:07Oh iya saya tahu itu ada dashboardnya bro
37:09Pengelolanya pengelolanya pengelolah dashboard bukan hari-hari nungguin kooperasi
37:12Salah satu temuan yang tidak diakui oleh beliau sebagai orang kooperasi merah putih adalah
37:16Salah satunya di
37:17Justru saudara Ferry
37:19Lanjut mau Ferry
37:20Harusnya Anda itu mengkritik jalur distribusi yang kapitalis selama ini
37:24Yang membuat gas melon yang harusnya dibeli oleh masyarakat 16 ribu
37:28Dan akan digeser kepada kooperasi desa telurah merah putih
37:32Supaya harganya itu lebih bagus
37:34Tapi Anda malah justru tidak mendukung ini
37:36Ini ruang opini semua dapat gini
37:39Jadi Anda pembela kapitalis kalau gitu
37:43Salah satu contohnya di sekitaran blok M itu
37:47Ketika diresmikan Pak Presiden
37:49Keluar besoknya sudah tidak ada harganya juga naik
37:53Nah silahkan dicek
37:54Yang diresmikan Presiden itu belum ada yang di Jakarta
37:57Saudara Ferry Anda salah lamat
37:58Yang diresmikan itu ada hanya yang 1061 itu adalah di Jawa Timur dan di Jawa Tengah
38:06Nanti kita bisa lihatkan data ke Anda kalau Anda tidak beropini
38:09Nah Anda hanya data dari sosmed yang itu adalah gorengan
38:12Anda harus tegas kalau punya data bilang punya data
38:15Kalau tidak tidak usah beropini gitu
38:17Tim kita datang ke lokasi
38:19Karena Anda ingin puas
38:20Dari 1061 itu dipastikan harga gas melon sudah 16 ribu
38:25Saudara Ferry
38:25Kenapa Anda beropini
38:27Kenapa Anda paksakan temuan lapangan
38:27Anda tinggal keluarkan opini dan data Anda
38:30Dari tadi Anda tidak bicara data
38:32Saya bicara data
38:33Justru Anda yang tadi datanya ngawur hanya ngambil dari sosmed
38:36Saya mengawuran logika dia
38:37Dia mengatakan Anda mendukung harga gas dan segala macam
38:40Dia lupa
38:41Produksi gas itu dikendalikan oleh negara
38:44Ya
38:45Artinya negara bisa mengendalikan harga gas
38:49Dia menyalahkan orang kemana-mana
38:52Tapi sebagian-bagian dari negara
38:55Dia lupa
38:56Harusnya negara diwajibkan mengendalikan harga
38:59Hingga sampai ke kooperasi merah putih
39:02Ini tidak terjadi di kepalanya
39:05Saya bisa jelaskan
39:05Tunggu dulu lanjut
39:06Di kepalanya untuk menjelaskan bagaimana
39:09Duduk persoalan gas hingga kooperasi itu
39:11Jadi ini kan permainan
39:13Seolah-olah ini kooperasi
39:15Ada musawaranya
39:17Bahwa publik sebagai bagian dari keanggotannya
39:20Pasti tidak diajak ikut musawarah lah
39:22Datanya mengatakan begitu
39:24Nah elit-elit inilah yang menikmati
39:27Segala gemah rimpah dari kekayaan negara
39:32Dalam bentuk program kooperasi merah putih
39:35Dengan data yang mereka sampaikan
39:37Bahwa ini belum jalan
39:39Tetapi sudah menghabiskan anggaran
39:42Katanya sudah ada peresmian
39:43Tapi akan menunggu
39:45Bulan Agustus dan segala macamnya
39:48Menurut saya
39:48Ada ketidaksehatan dalam mengelola negara disini
39:52Terpampang luas
39:54Orang sudah mengkritik
39:55Bahkan mereka selalu mempermasalahkan
39:58Seolah-olah Anda kapitalis
40:00Yang tidak mendukung
40:02Program-program negara
40:03Saya bisa jelaskan ya
40:03Jadi begini
40:04Kooperasi desa kelurahan merah putih ini
40:06Kenapa saya tidak boleh diselesaikan bicara
40:09Anda sudah terlalu banyak bicara yang ngawur
40:12Tadi tanpa data
40:13Terus kemudian
40:14Sekarang tolong kasih data
40:15Dan kebenaranan
40:16Jadi begini
40:17Agrinas Pangan Nusantara
40:19Yang membangun fisiknya
40:20Ini untuk membangun gedung
40:21Itu sekarang sudah menyelesaikan
40:22Kurang lebih per hari ini
40:23Itu 18 ribu
40:24Dan itu akan dioperasionalkan
40:27Dan dideklarasikan dalam
40:28Satu sesi khusus
40:29Yang itu ditargetkan tadi
40:31Bulan Agustus
40:31Bulan September
40:32Nah kemudian kemarin
40:34Presiden sudah secara tegas
40:35Di dalam hari kooperasi itu
40:37Mengatakan bahwa
40:37Seluruh barang subsidi
40:39Itu termasuk gas melon tadi
40:41Akan disalurkan seluruhnya
40:42Melalui kooperasi
40:43Dan kemudian
40:44Harganya tidak boleh dikomersialisasi lagi
40:46Harus dijual
40:48Sesuai dengan harga eceran tertinggi
40:50Yang dijual oleh pemerintah
40:51Artinya harus 16 ribu
40:52Ya harus 16 ribu
40:53Kalau di atas AET
40:54Itu adalah kebiadapan
40:56Dan itu adalah sistem komersialisasi
40:58Yang sistem ini
40:59Bekerja selama ini
41:01Ingin dirubah oleh
41:02Presiden Prabowo
41:02Melalui kooperasi sebagai
41:05Lembaga Demokrasi Ekonomi
41:06Saudara Ferry
41:07Dan ini
41:08Masalahnya masyarakat itu
41:09Kenapa masih beropini
41:11Banyak itu
41:11Belum tahu dan belum setuju
41:14Karena mereka ini
41:15Memang belum merasakan
41:16Manfaatnya secara operasional
41:18Baru dideklarasikan kemarin itu
41:20Yang operasional itu
41:211061
41:22Sampai berbuih-buih beliau mengatakan
41:39Untuk dibeli oleh publik
41:40Dimana saja
41:41Termasuk di warung-warung
41:43Kenapa harus menunggu kooperasi
41:45Logika
41:46Nah ini saudara Ferry juga tidak tahu masalah
41:49Harga gas melon
41:50Itu HET
41:50Yang ditetapkan pemerintahan
41:5116 ribu
41:52Dikomersialisasi oleh
41:53Para kapitalis ini
41:54Sampai kurang lebih
41:55Rata-rata 25 ribu
41:56Bisa enggak negara hadir
41:58Untuk mengendalikan
41:59Ya bisa
41:59Melalui kooperasi
42:00Eh tidak hanya melalui kooperasi
42:02Bung
42:02Kenapa
42:03Pilihannya adalah kooperasi
42:05Karena kooperasi
42:05Lembaga Demokrasi
42:06Anda menghargai
42:07Demokrasi atau tidak
42:08Kalau Anda menghargai sistem kapitalis
42:11Kesimpulannya Anda melonjak
42:12Adakah kemungkinan
42:13Melonjak
42:14Jadi hari ini
42:15Ada di dalam undang-undang
42:17Untuk persaingan
42:18Anda hal di tata negara
42:19Tapi demokrasi politik
42:21Yang Anda bicara bebas
42:22Tapi Anda tidak tahu
42:23Bagaimana cara membagi kekuasaan ini
42:25Juga membagi kekayaan
42:27Melalui demokrasi
42:27Dengan menteri-menteri
42:28Di kabinet merah putih
42:31Saya masih berdiskusi dengan
42:32Menteri Sekretaris Negara
42:34Dari kabinet bayangan
42:35Ferry Amsari
42:36Dan CEO Indokoperasi Usaha Rakyat
42:382019-2025
42:39Yang juga ketua
42:40Asosiasi Kader
42:41Sosioekonomi Strategis
42:43Suroto
42:43Saya ingat juga
42:44Dalam konferensi PES minggu lalu
42:45Kabinet bayangan
42:46Rencananya dalam 3 bulan ini
42:48Akan mengeluarkan rapor
42:49Dari pemerintahan
42:50Presiden Prabowo Subianto
42:51Kalau melihat debat yang saat ini
42:53Kayaknya udah jadi bocoran juga
42:54Rapornya berapa
42:55Tentu saja kami belum
42:57Menyampaikan elemen penilaian
42:59Supaya fair ya
43:01Agar pemerintah bisa
43:03Membela diri juga
43:04Dari data-data
43:05Yang kami kumpulkan
43:07Dengan alat ukur konstitusi
43:09Dan peraturan perundang-undangan
43:10Jadi kami akan mengeluarkan
43:12Sekitar 2 setengah bulan lagi
43:14Tepat 2 tahun
43:15Presiden Prabowo Subianto
43:17Bulan Oktober berarti
43:17Bulan Oktober
43:18Ya diantara tanggal 20
43:20Atau setelah tanggal 20 Oktober
43:21Untuk menjelaskan
43:23Apa saja capaian
43:24Yang gagal dilakukan
43:26Dan apa yang harus dilakukan pemerintah
43:29Ada yang gagal
43:29Ada yang berhasil dong
43:30Berarti ada kemungkinan
43:31Ada yang berhasil
43:31Tapi mungkin agak lebih sedikit
43:33Daripada yang gagalnya
43:35Kalau Kopdes nilainya berapa?
43:37Ya dari perencanaan saja
43:39Sudah gagal
43:40Apalagi nilai akhirnya
43:41Jadi?
43:42Jadi ya mungkin tidak lulus lah ya
43:45Kalau di angka rapor ya
43:47Tidak lulus menurut teman-teman
43:48Kabinet Bayangan Mas Roto?
43:50Ya saya kira
43:51Kabinet Bayangan ini
43:53Kalau tidak mau disebut sebagai
43:55Bayang-bayang kabinet yang tidak jelas
43:57Itu nanti bicaranya pakai data
43:59Dan saya kira ini penting ya
44:02Karena Anda mengklaim sebagai pressure group
44:04Kelompok kecil masyarakat
44:05Yang mengatasnamakan akademisi
44:07Anda juga seorang dosen
44:09Dan saya kira Anda akan lebih konstruktif
44:11Kalau memberikan kritik
44:12Dengan basis analisis yang kuat
44:14Dan kemudian
44:15Nanti kita akan bertengkar lagi di situ
44:17Supaya publik tahu
44:19Bertengkar atau berdebat nih?
44:20Anda kan awalnya bilangnya debat
44:21Tiba-tiba bertengkar jadi niatnya beda nih
44:23Pertengkaran apa?
44:24Pertengkaran substansi
44:25Bukan kita
44:27Asal ngomong
44:28Tapi kita punya basis yang kuat
44:30Saya berharap
44:32Yang namanya
44:32Koperasi Desa Keluran Merah Putih itu tadi
44:34Itu segera akan
44:36Bung Ferry rasakan
44:37Ketika Koperasi Desa Keluran Merah Putih ini
44:39Benar-benar sudah operasional
44:40Sekarang baru ditesting
44:41Itu kemarin
44:421061
44:43Dan ini
44:44Orang yang ada di desa itu
44:46Sudah bisa merasakan manfaatnya
44:48Karena apa?
44:48Gas melon itu tidak boleh lebih dari
44:5016 ribu
44:51Nah ini masalahnya
44:52Harusnya Bung Ferry dan kawan-kawan ini
44:54Juga banyak mengkritik ini
44:55Kementerian maupun BUMN
44:57Yang mereka itu
44:59Tidak segera mengalokasikan
45:01Barang-barang subsidi ini
45:02Ke Koperasi
45:03Sehingga masyarakat punya
45:04Alat kendali
45:05Karena apa?
45:05Masyarakat di desa itu
45:07Menjadi pemiliknya
45:08Menjadi pengontrolnya
45:09Dan juga akan menerima
45:10Manfaat berupa
45:12Keuntungan yang dihasilkan oleh Koperasi
45:13Jadi penilaiannya terburu-buru
45:14Menurut Anda dibilang
45:15Tidak lulus itu tadi?
45:15Oh iya
45:16Karena apa?
45:17Bung Ferry ini juga
45:18Tadi saya katakan
45:19Analisisnya belum basis data gitu
45:21Belum basis data
45:23Apalagi Bung Kodari kan berharapnya juga ada datanya
45:26Dan harus ada apresiasi juga
45:27Pasti ada data
45:29Yang akan kita
45:30Sampaikan ke publik
45:32Dan coba lihat
45:34Cara berfikirnya
45:35Dia mengatakan peran negara
45:38Sebagai
45:39Bagian dari
45:40Koperasi Merah Putih
45:41Tapi mempertanyakan
45:43Peran BUMN
45:44Yang sama-sama negara
45:45Oh iya
45:46Jadi coba bayangkan
45:47Justru
45:48BUMN dan kementerian
45:49Yang
45:50Yang menyembunyikan
45:52Justru
45:53Urusan
45:54Jalur distribusi ini
45:55Saya kira kalau Anda
45:56Analisinya bagus
45:57Sebetulnya bisa saja
45:58Koperasi Merah Putih
45:59Negara
46:00BUMN
46:01Negara
46:01Perintah Presiden
46:02Sudah jelas
46:03Pastikan harganya baik
46:04Nah negara
46:05Tidak bisa kerjasama
46:06Untuk mendukung
46:07Proyek-proyek pemerintah
46:08Itu salah satu yang Anda harus kritik
46:09Harusnya menteri-menteri
46:10Dan di-load BUMN
46:11Yang tidak menjalankan pemerintah
46:13Itu Anda kritik
46:14Kenapa Anda sebagai bagian dari negara
46:16Tidak mampu bekerjasama
46:18Dengan negara
46:19Ini kan kegagalan
46:20Membangun negara
46:21Dengan cara kerjasama
46:23Tapi kritik Anda
46:24Belum muncul di situ
46:25Ya kenapa
46:26Kan Anda tinggal kerjasama
46:27Sama-sama negara
46:28Justru inilah yang selama ini
46:29Presiden Prabowo ingin roba
46:31Supaya ada sinkronisasi
46:32Dan ada kendali demokrasi
46:34Ada kepalanya negara
46:34Ada koperasi merah putih
46:36Yang dijalankan oleh
46:37Perusahaan negara
46:39Ada BUMN
46:41Yang dipertanyakan
46:41Dan itu adalah
46:43Perusahaan negara juga
46:44Jadi dia tidak mampu
46:46Bekerja bersama
46:47Dan diantara mereka
46:49Mau mengurus
46:50Kooperasi juga
46:51Ini presiden ini
46:52Justru melalui
46:53Kooperasi Desa Keluran Merah Putih
46:55Supaya ada kendali masyarakat
46:56Yang selama ini
46:57Bung Ferry pun
46:58Sebagai intelektual
46:58Sampai tidak tahu
46:59Kalau ada
47:00Mafia kartel
47:01Yang menguasai
47:02Barang-barang subsidi ini
47:03Dan ini ingin dibongkar
47:05Dirombak
47:05Melalui sistem demokrasi
47:07Ekonomi kooperasi
47:08Dilakukan oleh
47:36Presiden
47:37Suara terbanyak
47:38Itulah yang benar
48:05Omong kosong
48:07Terima kasih juga
48:07Untuk Anda sudah
48:08Menyaksikan
48:08Rosy
48:09Terima kasih
48:11Terima kasih
Komentar