Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kemarau melanda. Sebagian warga di sejumlah wilayah sudah mulai mengeluhkan kekurangan air bersih yang mengganggu aktivitas mereka.

Sampai kapan akan berlangsung dan bagaimana cara menghadapinya? Kita akan berbincang dengan Sekretaris Utama yang juga Plt Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto.



#kemarau #musimkemarau #airbersih #bmkg

Baca Juga Hadapi Gelombang Panas Ekstrem, Jepang Ciptakan Bilik Pendingin | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/682941/hadapi-gelombang-panas-ekstrem-jepang-ciptakan-bilik-pendingin-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/682944/full-bmkg-bahas-soal-indonesia-masuk-musim-kemarau-bisa-lebih-panjang-ekstrem-sapa-malam
Transkrip
00:00Sebenarnya jejak dua kampung yang tenggelam karena proyek pembangunan bendungan muncul kembali setelah kemarau melanda wilayah Banten.
00:07Sejumlah warga kembali ke lokasi kampung tersebut untuk sekedar bernostalgia.
00:14Seperti inilah penampakan bekas permukiman di kampung Somang, desa Sukarame, Lebak, Banten.
00:21Sisa-sisa bangunan, ruas jalan kampung hingga hamparan sawah dan ladang yang dahulu menjadi sumber penghidupan warga
00:28kini muncul kembali ke permukaan setelah bertahun-tahun tertutup genangan air.
00:33Kampung ini dapat terlihat karena musim kemarau menyusutkan air yang sebelumnya menenggelamkan kampung ini.
00:39Desa Sukarame dan desa Sukaraja adalah dua desa yang sebagian wilayahnya ditenggelamkan untuk proyek pembangunan bendungan kairan pada tahun 2015
00:47hingga 2019.
00:57Saat proyek pembangunan bendungan warga meninggalkan rumah mereka masih dalam keadaan utuh dan hanya mengangkut barang-barangnya.
01:07Itulah yang membuat tembok-tembok rumah masih utuh berdiri.
01:10Bagi masyarakat yang pernah tinggal di kawasan tersebut, pemandangan ini bukan sekedar fenomena musim kemarau,
01:17lanskap yang kembali terlihat membangkitkan kenangan tentang kampung halaman yang harus mereka tinggalkan demi pembangunan bendungan kairan.
01:30Ada banyak yang datang gitu.
01:32Dulunya warga yang disini pernah datang lagi kesini juga ya?
01:35Ada banyak.
01:38Banyak yang pada kesini pada main ngeliat-liat kampung gitu ya, pada bilang sedih gitu kan.
01:44Itu kalau bahasa kampungnya nelangsak gitu kan.
01:49Dampak musim kemarau, kawanan kera ekor panjang keluar dari habitatnya dan memasuki permukiman di Palian Gunung Kidul, Yogyakarta.
01:58Mengeringnya sumber air di kawasan Suaka Margasatwa BKSDA Palian memicu kawanan kera berpindah ke permukiman.
02:06Kawanan primata ini bergelantungan di pohon, memanjat atap rumah, hingga masuk ke pekarangan dan tanaman warga untuk mencari makanan dan
02:14sumber air.
02:18Kera, kera masuk kebun saya, naik dari pohon itu bambu terus turun ke rumah, ke kebun mencari air.
02:29Saudara kemarau melanda, sebagian warga di sejumlah wilayah sudah mulai mengeluhkan kekurangan air bersih yang mengganggu aktivitas mereka.
02:37Sampai kapan akan berlangsung dan bagaimana cara menghadapinya?
02:40Kita akan berbincang dengan Sekretaris Utama yang juga PLT Bidang Meteorologi BMKG Gus Suwanto.
02:46Selamat malam Pak Gus Suwanto.
02:48Selamat malam Bung Radi.
02:50Baik.
02:51Pak Gus, bagaimana fenomena Super El Nino katanya ini ya, Super El Nino dikatakan.
02:55Ini apakah akan memuat beberapa bulan ke depan yang akan memengaruhi kekeringan atau bagaimana Pak?
03:01Jadi untuk perkembangan saat ini, El Nino itu berada pada kategori kuat dan berpotensi mencapai sangat kuat ya.
03:12Dan ini berdasarkan analisis yang kita lakukan di BMKG, kawan-kawan klimatologi, fenomena ini akan diperkirakan.
03:20Nantinya itu bertahan hingga Oktober, bahkan berlanjut ke awal 2027.
03:27Kita perlu bedakan El Nino dengan Kemarau ya.
03:31Kalau El Nino itu sendiri kan sebenarnya adalah fenomena iklim global ya.
03:35Yang terjadi secara periodik akibat pemanasan suhu muka laut di Samudera Pasifik, khususnya Samudera Pasifik bagian tengah.
03:43Yang nantinya kita sebut Nino 34.
03:46Sedangkan kalau musim Kemarau itu sendiri kan adalah siklus tahunan normal ya.
03:51Di Indonesia yang dipengaruhi oleh angin muson barat dan angin muson timur.
03:57Jadi kalau saat ini untuk Kemarau itu adalah muson timur dari Australia.
04:02Nah, keduanya ini kalau berimplikasi atau bersamaan, ini akan membuat implikasi sehingga memperparah ataupun musim Kemarau sehingga lebih panjang, kering,
04:17bahkan bisa ekstrim.
04:19Demikian, Bung Rady.
04:21Itu penjelasannya mengapa ini bisa memperparah musim Kemarau yang juga disertai ada fenomen El Nino itu ya Pak Guswanto ya?
04:29Betul, betul sekali Bung Rady.
04:31Ini jadi wilayah mana saja di Indonesia Pak yang paling terdampak El Nino dan musim Kemarau ini?
04:37Baik, BMKG melakukan analisis dan melakukan perakhiran, dampak paling signifikan itu akan dirasakan di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Barat, Nusa
04:49Tenggara Timur, sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
04:54Ini kita prediksi puncaknya Kemarau ini diperkirkan terjadi bulan Agustus atau September 2026 ini.
05:01Kalau kita lihat juga Bung Rady bahwa sebenarnya kan dampak utak itu tadi saya sampaikan, musik keringannya itu akan meningkat.
05:21Nah, Sumatera dan Kalimantan ini yang akan memberikan dampak apabila terjadi kebekanan hutan dan lahan mereka di wilayah tanah gambut.
05:30Ini perlu diwaspadai.
05:32Dan kalau di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur itu adalah padang rumput ilalangnya.
05:37Ini yang perlu kita waspadai.
05:40Ini akan berdampak.
05:41Kira-kira demikian.
05:42Nah, ini yang juga memperparah Kemarau El Nino ini berdampak pada sektor pertanian, Pak Agustus.
05:48Bahwa sudah ada keluhan dari para petani yang menjadi daerah-daerah lumbung padi seperti di Pulau Jawa, di Bali juga,
05:56di Nusa Tenggara, di sebagian Sumatera, lalu di Kalimantan, dan Sulawesi.
06:00Ini bagaimana sebenarnya sektor pertanian terdampak terutama untuk ketersediaan air di sawah-sawah dari irigasi, Pak Agustus?
06:09Betul sekali, Bung Radi, bahwa saat ini ketersediaan air irigasi akan menurun.
06:15Karena itu kami ya dari BMKG menyarankan, menyesuaikan jadwal tanam dan penggunaan varitas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering.
06:26Nah, perlu diketahui di dalam beberapa pembahasan itu kan Kemarau itu memiliki kekeringan, ya maaf, itu memiliki beberapa tingkatan.
06:37Mulai dari kekeringan meteorologis, kekeringan pertanian, nanti akan berlanjut kekeringan hidrologis, hingga nanti terakhir adalah kekeringan sosioekonomis.
06:47Nah, kalau pada saat kita berbicara di awal-awal April kemarin, ya April, Mei, Juni, ya itu masih kita sampaikan
06:56kekeringan meteorologis,
06:58di mana tingkat curah hujannya di bawah normal dalam satu periode musimnya.
07:03Nah, sedangkan kekeringan pertanian, itu terjadi kandungan air yang mana di dalam tanah atau lengas tanah,
07:10itu sudah tidak cukup lagi mendukung pertumbuhan tanaman.
07:14Misalnya tanaman akan layu, atau stres air, hingga mengalami nantinya gagal panen, ya.
07:20Nah, yang lebih penting lagi, ini kan kita, kalau kita lihat saat ini, itu bergerak dari kekeringan pertanian menuju kekeringan
07:33hidrologis,
07:34di mana ini berkaitan dengan pasokan air pada sumber-sumber air permukaan, misalkan.
07:41Berkurang, apa, tinggi muka airnya mulai turun.
07:44Nah, ini yang perlu kita antifasasi, ya.
07:52Oke.
07:53Kekeringan itu ada empat tingkatan tadi.
07:56Nah, selain, apa ya, ada mengakali begitu ya, bagaimana mengganti lahan-lahan ini menjadi lahan produktif jika kekeringan melanda,
08:07ada modifikasi cuaca nggak kira-kira yang bisa dilakukan BMKG untuk misalnya menambah debit air di beberapa daerah irigasi sawah,
08:16Pak Guswanto?
08:19Ya, baik.
08:21Untuk modifikasi cuaca itu kan adalah sebenarnya suatu metode dalam rangka memberikan inti kondensasi pada awan-awan hujan.
08:29Ya, saat ini awan-awan hujan untuk wilayah selatan Ekuator itu sudah cukup jarang.
08:36Oke.
08:37Di Jawa, Bali, Nusa Tenggara ini sudah cukup jarang.
08:40Namun di wilayah-wilayah dengan curah hujan tipe Ekuator, Ekuatorial,
08:43misalkan kita lihat di wilayah utara Indonesia,
08:47kemudian ada di Kalimantan Barat, ada di Sumatera Barat, itu masih bisa dilakukan.
08:53Ya, misalkan juga di Aceh ini masih bisa dilakukan.
08:57Karena di sana pertumbuhan awan hujan itu masih bisa terjadi, Bung Rady.
09:02Oke.
09:02Dan modifikasi cuaca ini penting untuk dilakukan dalam rangka untuk betul sekali tadi,
09:08mengisi wadu untuk meninggikan tinggi muka air.
09:14Tinggi muka air.
09:15Sehingga bisa tetap berputar turbinnya itu.
09:21Ya, ya, ya.
09:22KELTA-nya bisa terjaga dan lain sebagainya.
09:25Seperti itu, Bung Rady.
09:27Oke, baik.
09:28Dan selain, apa namanya, irigasi yang saat ini juga cukup kering gitu ya,
09:34tidak ada air, ini juga kan rawan kebakaran hutan dan lahan.
09:38Dan moga-moga ada solusi juga ya dari BMKG ini untuk kebakaran lahan di beberapa daerah di Sumatera,
09:44sepertinya masih ada titik hotspot yang bisa diakali oleh modifikasi cuaca.
09:49Apakah demikian atau ada, apa namanya, mekanisme lain, Pak Agus Wanto?
09:54Terakhir.
09:56Wilayah-wilayah yang tadi saya sampaikan, Sumatera, Kalimantan,
10:00atau Ekuator dan wilayah utara Indonesia,
10:03itu masih bisa dilakukan modifikasi cuaca.
10:06Ini sangat betul sekali.
10:08Ini adalah strategi bagaimana untuk menambah tinggi muka air ya.
10:13Sehingga apabila terjadi kebakaran di lahan gambut,
10:16ini bisa kita antisipasi dan bisa kita,
10:19batasi, sehingga tidak menjadi meluas ya.
10:22Dan ini kita lihat memang risiko kebakaran hutan meningkat sejak Juli.
10:29Dan puncaknya kita masih harus berjuang nih,
10:32di bulan Agustus, September.
10:35Nanti kan November itu sudah akan masuk ke dalam musim hujan.
10:41Ya, oke.
10:42Baik, semoga bermanfaat.
10:43Informasi yang Anda berikan dan bisa diantisipasi oleh masyarakat juga ya,
10:47fenomena El Nino dan Kemarau ini.
10:49Terima kasih, Sekretaris Utama yang juga PLT Bidang Meteorologi BMKG,
10:54Pak Agus Wanto, telah berbagi informasinya di Sapa Indonesia Malam.
10:56Sampai jumpa lagi saat malam, Pak Agus Wanto.
10:58Yes, terima kasih, Bu Ngeradi.
10:59Salam sehat selalu.
11:00Salam sehat.
Komentar

Dianjurkan